Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Kelompok Pendukung Koruptor September 12, 2008

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 4:23 am

Entah berapa cek yang berseliweran tiap hari di gedung DPR. Tapi, yang jelas, pada kasus terpilihnya Miranda Goeltom sebagai deputi senior gubernur Bank Indonesia (BI), ada 400 cek masing-masing senilai Rp 50 juta beredar dan terdistribusi.

Adalah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang membeberkan data bahwa cek perjalanan telah terbagi ke puluhan anggota DPR. Sebagian besar sudah dicairkan. Jumlah minimal yang diterima anggota DPR tersebut Rp 500 juta rupiah, tergantung dari posisi struktural penerima tersebut.

Dalam pemilihan deputi senior gubernur BI pada 2004 silam, Miranda berhasil mengalahkan Budi Rochadi dan Hartadi Sarwono dalam voting di Komisi IX DPR RI. Miranda yang didukung oleh dua fraksi besar, yakni Golkar dan PDIP, memperoleh 41 suara dari 54 yang diperebutkan.

Sulit untuk disangkal bahwa anggota DPR menerima imbalan untuk suara yang mereka berikan kepada Miranda. Apalagi, salah satu dari penerima itu, yakni Agus Condro, jauh-jauh hari sudah mengaku bahwa dirinya menerima 10 lembar cek masing-masing Rp 50 juta. Jumlah yang juga sama persis dengan temuan PPATK.

Anggota-anggota DPR yang pernah disebut Agus Condro sebagai penerima cek tersebut akan mati kutu. Karena, sebelumnya, mereka membantah telah menerima cek sebagaimana Agus. Bahkan, mereka membalikkan fakta bahwa Agus-lah yang menuduh sembarangan sampai akhirnya sang peniup peluit itu dipecat oleh PDIP.

Memang, mereka mengaku tidak menerima langsung dari Miranda. Tapi, apa bedanya jika mereka menerima dari orang lain atau sponsornya. Karena, dalam pemilihan ini, beberapa bank berkepentingan terhadap sosok deputi senior yang bisa membawa aspirasi mereka dan sekaligus melindungi.

Kita sangat prihatin dengan kondisi ini. Para anggota DPR itu dipilih rakyat dengan kesungguhan agar negara ini segera keluar dari krisis, justru memperparah krisis ini dengan perilaku korupsi. Mereka dipilih lewat pemilu yang memakan dana puluhan triliun rupiah, tetapi tak mampu mengemban amanah.

Begitu banyak drama yang dimainkan oleh wakil rakyat. Tetapi, drama-drama tersebut adalah drama yang menyakitkan hati rakyat. Rakyat sudah mewakilkan suara, tetapi mereka hanya mewakili diri sendiri dan kelompoknya, partainya. Tidak peduli lagi mereka dengan konstituen. Rakyat hanya dibutuhkan saat pencoblosan.

Data penerima cek dan pencairan sudah diberikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jadi, bola kini sudah di tangan lembaga baru ini. Tak ada alasan lagi, KPK harus segera menuntaskan masalah ini. Buktikan bahwa keraguan masyarakat bahwa KPK tidak berani menindak kasus yang melibatkan begitu banyak anggota DPR ini tidak betul.

Kita tidak membutuhkan anggota DPR yang mengkhianati rakyat. Jadi, meski harus mengorbankan ratusan anggota DPR, tidak masalah. Ganti saja para wakil rakyat yang korup. Negeri ini masih banyak memiliki orang-orang yang bersih, cerdas, dan memiliki komitmen membangun negara untuk kesejahteraan rakyatnya. Sumber Republika 120908

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s