Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Tanya Jawab Hilal September 21, 2007

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 10:20 pm

1 Tanya: Apakah arti istilah “Bulan Baru” dan apa itu konjungsi?

 

Jawab: Konjungsi artinya sama dengan munculnya bulan baru. Konjungsi terjadi ketika bulan lewat diantara bumi dan matahari; bulan biasanya berjalan lewat lintasan bumi-matahari bagian utara atau selatan, dimana letak bumi-matahari-bulan tegak lurus dengan bidang orbit bumi mengelilingi matahari. Inilah yang disebut dengan Kelahiran Bulan Baru. Pada saat ini cahaya matahari yang menerpa bulan tidak akan terlihat di bumi. Dengan kata lain bulan baru artinya “Tak ada bulan”. Tak seorang pun dapat melihat peristiwa ini meskipun menggunakan teleskop paling cangih.

 

2 Tanya: Mengapa tidak menggunakan konjungsi sebagai dasar memulai awal bulan?

Jawab: Marilah kita melihat mungkinkah konjungsi digunakan sebagai awal bulan? Ingat, konjungsi dapat terjadi setiap saat dalam 24 jam. Anggaplah konjungsi terjadi pada jam 11pm, malam Universal Time (Ahad), pada saat itu di Mekah waktu menunjukkan jam 2 am, pagi (Senin). Apakah itu berarti awal bulan adalah hari Senin dan Arab Saudi memulai bulan baru pada hari Selasa?

Sekarang, jika seseorang mengatakan bagaimana seandainya Mekah merupakan acuan, konjungsi terjadi pada hari berikutnya dan bulan baru dimulai. Masalahnya adalah bila konjungsi terjadi pada jam 0:01 am, pagi (Senin) waktu Mekah maka saat itu di Hawaii (Amerika) pukul 2:01 pm, siang (Ahad). Apakah Hawaii memulai bulan baru pada hari Senin dan Arab Saudi memulai bulan baru pada hari Selasa?

Mari kita lihat contoh lain: Misalkan konjungsi terjadi pada jam 11:59pm, malam (Ahad) waktu Mekah dan saat itu di Tokyo jam 5:59am, pagi/siang (Senin). Apakah di Jepang bulan baru dimulai hari Selasa dan Arab Saudi memulainya hari Senin?

Bila ada yang mengatakan, abaikan waktu di tempat lain selain Mekah, lalu mengapa kita memiliki waktu berbeda di setiap kota untuk menunaikan sholat? Mengapa tidak mengambil Mekah saja sebagai acuan waktu di seluruh dunia untuk sholat?

Umat Muslim telah melirik konjungsi sebagai acuan yang memungkinkan, atau kami memandangnya sebagai sebuah konvensi. Bila konvensi diadopsi maka melihat bulan bukan merupakan satu-satunya acuan; melihat bulan dapat merupakan acuan yang beriringan dengan konjungsi.

3 Tanya: Bagaimana keakuratan menentukan waktu munculnya (kelahiran) Hilal? Apakah itu merupakan fakta ilmiah atau hanya merupakan teori?

Jawab: Sebenarnya tak ada istilah kelahiran Hilal. Sebagian orang mengatakan kelahiran bulan baru hanya dapat dihitung dengan eksak ratusan detik. Itu tidak benar. Lembaga observasi di seluruh dunia mampu menghitung sampai detik demi detik menggunakan main frame computer. Bila menggunakan computer PC maka kesalahannya lebih kurang dua menit, dimana ini tidak cocok untuk hitungan eclipse, tetapi sudah cukup untuk tujuan-tujuan lain.

4 Tanya: Apakah menentukan kelahiran hilal tergantung pada hitungan matematika atau dengan bantuan faktor lain seperti pengamatan dari bumi dan orbitnya?

Jawab: Sekali lagi, tak ada istilah kelahiran Hilal. Hitungan Kelahiran Bulan baru didasarkan pada pengamatan demi pengamatan dan bukan hanya sekedar hitungan matematis. Apa yang kita hitung saat ini untuk masa mendatang mungkin tidak eksak, karena orbit dan kecepatan bulan dan bumi sedikit berubah dan bisa saja berbeda dalam 5 tahun kedepan.

5 Tanya: Apakah ilmu pengetahuan menolak secara mutlak kemungkinan melihat Hilal dengan mata telanjang bila umurnya kurang dari 14 jam? Pada umur berapa Hilal dapat dilihat dengan berbagai alat termasuk mata telanjang?

Jawab: Ilmu pengetahuan dapat memprediksi lamanya Hilal yang dapat dilihat oleh mata telanjang, binocular, atau teleskop. Tak ada jawaban pasti, karena banyak factor yang mempengaruhi kenampakannya seperti kondisi udara, mata manusia, pengalaman pengamat dsb.

6. Tanya: Saya membaca di sebuah buku di sana ada istilah “bulan lenyap” adalah “hilal” bias disaksikan dari belahan bumi tertentu. Kemudian bulan kembali tampak disebabkan kantong bumi. Seberapa besar kebenaran hal ini? Apakah hal ini mempengaruhi hitungan astronomi yang menentukan kelahiran “hilal”atau kemungkinan melihat bulan baru dengan mata telanjang?

Jawab: Istilah “bulan lenyap” tidak dikenal. Adalah benar pada hari tertentu hilal dapat dilihat dari sebagian belahan bumi dan bagian bumi lainnya tidak. Ini disebabkan curvature bumi, bukan kantong bumi. Hitungan astronomi untuk memungkinkan melihat bulan dengan mata telanjang atau teleskop sesuai definisinya (kemungkinan) tidak bisa tepat.

7 Tanya: Apakah mungkin melihat kelahiran bulan baru (bulan tak kelihatan) menggunakan teleskop?

Jawab: Bulan baru hanya terjadi ketika bulan terletak antara bumi dan matahari, dan bulan tak dapat dilihat sekalipun memakai teleskop tercanggih. Salah seorang keluarga raja Saudi pergi mengendarai roket untuk mencoba melihat bulan baru dari luar angkasa dan kembali kebumi mengatakan bahwa bulan tak tampak. Itulah mengapa bulan tak kelihatan, disebabkan bagian teranga menghadap matahari dan bagian gelap menghadap ke bumi.

8 Tanya: Sebagian orang menolak Hilal hitungan astronomi dengan alasan: Gerakan bulan berbeda dibanding planet-planet yang ada. Perjalanan planet dapat dihitung dengan eksak sedangkan bulan dipengaruhi oleh banyak factor. Bagaimana pendapat Anda?

Jawab: gerakan planet-planet dan bulan dapat dihitung dengan akurat. Itulah mengapa eclipse dapat dihitung sampai ke menit dan detik.

9 Tanya: Sebagian orang menyatakan para astronomer berbeda dalam menentukan dan menghitung, sehingga pendapat mereka kurang dapat diterima. Bagaimana komentar Anda?

Jawab: Ingat, hitungan astronomi akurat untuk posisi bulan, tetapi para astronomer memiliki cara berbeda ketika menghitung penampakannya berdasar sudut pandang masing-masing. Beberapa orang telah lama bergelut dalam mengamati dan menghitung; beberapa orang tidak pernah keluar menyaksikan bulan, tetapi hanya berdasarkan pengetahuan akademis; dan sebagian lagi hanya memiliki sedikit pengalaman penelitian.

10 Tanya: Sebagian orang berpendapat bahwa prediksi para astronomer terhadap fenomena astronomi tidak tepat. Sehingga, bagaimana mungkin kita berpijak pada pendapat mereka tentang Hilal? Apakah ada perbedaan fenomena astronomi?

Jawab: Prediksi yang dilakukan oleh para astronomer didasarkan pada studi dan penelitian masing-masing sehingga hasilnya berbeda. Jangan menggunakan pendapat mereka. Selalulah membuktikan pendapat mereka dengan pengamatan langsuhng. Akan tetapi kelahiran bulan baru dapat ditentukan dengan akurat.

http://moonsighting.com/faq_ms.html

 

Kemungkinan 1 Syawal 1428 H September 20, 2007

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 1:23 am

Berdasarkan hitungan astronomi, Bulan Baru terjadi pada Kamis, 11 Oktober 2007 pukul 5.00 GMT (jam 12). Bulan Baru tidak akan terlihat pada 11 Oktober di seluruh dunia, kecuali di sebelah selatan Amerika dan kepulauan Polynesia di Pasifik Selatan. Pada tanggal 12 Oktober Bulan akan terlihat di New Zeland, Australia, Indonesia, Asia Selatan, dan Afrika.    (dikutip dari: http://moonsighting.com/moon.html)

 

 

Perbedaan dan Toleransi September 16, 2007

Filed under: Fatwa — ainspirasi @ 10:01 pm

Setelah meneliti teks keputusan pemerintah Arab Saudi nomor 14/1/2005 dan pendapat cendikiawan-cendikiawan di Amerika, saya berkesimpulan sebagai berikut:

  1. Shaum Arafah seharusnya dilakukan pada hari Rabu 1/19/2005.
  2. Dibolehkan melakukan sholat Id pada hari kamis 1/20/2005 atau pada hari Jumat 1/21/2005.

Kesimpulan itu didasarkan pada keterangan sebagai berikut:

1. meskipun saya telah berbicara panjang lebar dengan para kolega dan saudara saya di Arab Saudi tentang melihat Hilal, terlebih mereka tidak memperhatikan keterangan dari pakar astronomi, saya berpendirian kita harus mengikuti ketentuan Arab Saudi menetapkan awal Julhijah. Hal ini dikarenakan mereka menentukan kapan jamaah haji berkumpul di padang Arafah, padahal Haji adalah berdiri di Padang Arafah (sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah)

2. Kita harus berpuasa pada hari Rabu sebagai hari Arafah disebabkan alasan berikut:

a. Haram berpuasa pada hari sholat Id. Ada pertentangan apakah Hari raya Id jatuh pada hari Kamis atau Jumat. Berdasarkan prinsip Islam “kepastian tidak mungkin bersamaan dengan keraguan” maka kita harus berpuasa pada hari Rabu sehingga bila kita salah maka kita tidak akan jatuh pada kesalahan berpuasa pada hari sholat Id.

b. Karena kita percaya bahwa jutaan kaum Muslimin yang ada di padang Arafah akan diterima hajinya, kita harus mempertimbangkan bahwa berpuasa pada hari Rabu adalah benar. Ingatlah berada di padang Arafah adalah rukun Haji sedangkan berpuasa pada hari itu sangat dianjurkan. Ingat jugalah bahwa awal dan akhir ; diterimanya amal seseorang hanya hak Allah.

Untuk sholat Id, prinsipnya adalah setiap komunitas seyogyanya mengikuti satu dari dua pendapat Kamis atau Jumat dengan pertimbangan berikut:

1. Hadis sahih dari Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW, berkata “Berbukalah ketika orang-orang berbuka dan Idul Adha adalah ketika orang-orang berkurban”

2. Dibolehkan untuk sholat Id pada hari kedua. Ini berdasarkan riwayat sebagai berikut. Beberapa orang datang kepada Rasulullah SAW dan mereka memberikan kesaksian bahwa mereka melihat Hilal (untuk mengakhiri bulan Ramadhan pada malam sebelumnya). Selanjutnya Rasulullah memerintahkan untuk berbuka dan sholat Id pada hari berikutnya. (diriwayatkan oleh Nasai, Abu Dawud, dan Darqutni dengan sanad yang baik). Dengan alasan ini mayoritas pendapat kecuali mazhab imam Malik, membolehkan melaksanakan sholat Id pada hari kedua bila ada halangan. Mazhab lain seperti mazhab imam Hanafi bahkan berpendapat boleh sholat Id pada hari Tasyriq (dua atau tiga hari setelah 10 Julhijah) karena masih dibolehkan untuk melempar jumrah dan menyembelih hewan qurban pada hari-hari itu.

3. Ada kesepakatan diantara kaum cendikiawan Muslim yaitu terkait dengan persatuan. Dalam hal ini adanya perbedaan tentang waktu sholat Id. Pendapat Hanafi adalah dua waktu Sholat Id diperlukan bagi mereka yang biasa sholat pada hari Jumat. Mazhab Hambali berpendapat itu (dua waktu) merupakan kewajiban di tengah komunitas Muslim sehingga bila telah dilaksanakan oleh beberapa orang maka telah menghilangkan kewajiban bagi sebagian orang. Mazhab imam Malik dan Safei berpendapat dua waktu hanya sunah. Ibnu Rushd Al-Andalusi berkata bahwa siapa yang memandang dua waktu itu merupakan kewajiaban, maka itu merupakan kewajiaban sunah dan bukan merupakan kewajiaban.

4. Sebagian Muslim telah menyewa tempat dan menjadwalkan cuti pada hari sholat Id, hari Jumat dan mereka tak mungkin menggeser waktunya. Sehingga tidak salah bila mereka melaksanakan sholat Id pada hari Jumat.

Berdasarkan keterangan di atas saya berpendirian berpuasa hari Arafah sebaiknya dilaksanakan pada hari Rabu. Saya juga berkeyakinan bahwa sholat Id syah jika dilakukan pada hari Kamis atau Jumat, tetapi itu harus dilakukan tanpa mengakibatkan kerenggangan diantara kaum Muslimin. Ingatlah bahwa Allah tidak akan menerima perbuatan baik (sholat Id) hingga perbuatan baik itu dilakukan dengan benar (menjaga persatuan umat). Allah Maha Tahu.

Dr. Salah Al-deen Sultan

Presiden pada Pusat Riset Islam Amerika di Columbus

Manager di Pusat Fatwa dan Pendidikan Islam Columbus, Ohio, Amerika.

 

Siapa yang Too lol September 14, 2007

Filed under: Visi — ainspirasi @ 7:13 am

Aneh bin ajaib orang yang jelas-jelas bermasalah malah diangkat jadi wakil rakyat. Kalau wakil rakyat saja bermasalah apakah dia bisa bekerja menyelesaikan masalah bangsa yang seabrek-abrek? Siapa yang mengajukan dia sebagai wakil rakyat? Mengapa presiden mau saja menanda tangani surat pengangkatannya? Apakah presiden kekurangan penasihat hukum? Bolehlah bermain politik tapi jangan kasar donk, masak terpidana jadi wakil rakyat. Emangnya kehabisan orang?  

 

PT DI KU Sayang PT DI ku malang September 8, 2007

Filed under: Uncategorized,Visi — ainspirasi @ 12:50 am

Aku tak punya urusan dengan PT DI. Keluargaku, tetanggaku, sahabat-sahabatku tak ada yang kerja di sana. Namun aku merasa sangat-sangat geram ketika mendegar PT DI dipailitkan. Aku tak tahu apa itu pailit. Hanya yang aku tahu pailit itu artinya sebuah usaha divonis bangkrut dan harus tutup.

Sebagai anak bangsa, sebagai orang Islam aku sangat sedih mendengar kabar perusahaan dirgantara kebanggaan Indonesia itu harus tutup. Wahai para pejabat bagaimana visimu tentang teknologi? Adakah Anda pikir siapa yang sangat-sangat senang mendengar pailitnya PT DI? Pertama, mereka adalah negara-negara maju, yah.. seperti Amerika dan sebagian negara-negara Eropa. Setidaknya saingan mereka berkurang satu dan pada saat yang sama mereka semakin menjadikan ketergantungan teknologi dirgantara Indonesia pada perusahaan-perusahaan mereka. Mereka ingin kita terbelakang di bidang teknologi dirgantara. Mereka ingin kita orang Islam tidak bisa buat peswat. Kita mungkin melihat hal ini sederhana. Tetapi kalau mau dikaji lebih dalam ini membawa dampak yang sangat luas. Kemajuan teknologi dirgantara adalah lambang supremasi teknologi. Secara pribadi, ini subjektif lho.., membuat mobil itu lebih mudah dibanding membuat pesawat. Ini artinya bisa membuat pesawat berarti sanggup membuat mobil. Bila ini terjadi berbagai pendukung teknologi ini akan berkembang dan akan menyerap tenaga kerja. Dan efeknya berbagai unit kegiatan pendukungnya akan makin hidup dan pertumbuhan tenaga kerja makin meningkat. Secara ekonomis isi sangat baik menutupi angka pengangguran. Sehingga kalau berhasil dan ditata dengan baik nilai ekonomi yang muncul dari efek teknologi dirgantara sangat besar. Hal ini tentunya sudah terbaca oleh para analis ekonomi barat. Jangan lupa pakar ekonomi barat lebih banyak dan mereka sanggup membuat analisis yang macam-macam termasuk damapak PT DI. Sehingga lewat jaringan internasional atau apapun namanya mereka akan berusaha menjegal PT DI untuk bangkit. Negara asing lebih senang kalau negara ini menjadi pasaran mereka. Mereka ingin kita menjadi tukang beli.., kalau tak punya duit ya hutang pada mereka. Kita diperas lagi.

Kedua, mereka adalah negara-negara sesama ASEAN. Mereka senang kalau PT DI tutup karena mereka bisa membeli para karyawan di PT DI yang telah disekolahkan susah-susah oleh BJ Habibie. Mereka tinggal memetik hasilnya. Mereka tak perlu menunggu bertahun-tahun untuk memperoleh tenaga handal di bidang pesawat. Tak perlu susah-susah menyekolahkan mereka. Mereka tak perlu ditraining macam-macam. Tinggal disuruh kerja, seperti mesin yang baru dibeli langsung jalan. Saat ini Malaysia telah gencar berusaha memebuat pesawat setelah keberhasilan membuat mobil. Thailand pun tidak mau ketinggalan. Kita dapat apa? Kita dapat apa????

Meskipun demikian aku berharap PT DI dimenangkan pada tingkat kasasi. Memang setiap kebijakan itu ada dampaknya. Ada yang diuntungkan dan ada yang dibuntungkan. Sehingga pertimbangannya kembali pada adakah manfaat yang diambil dari berdirinya PT DI lebih besar atau tidak. Aku yakin manfaatnya lebih besar, karena satu alasan fundamental yaitu teknologi tak bisa dibendung karena itu fitrah manusia yang selalu mencari penyempurnaan-penyempurnaan dalam memenuhi kebutuhannya. Mari kita doakan bersama semoga PT DI tetap eksis. Kalau aku jadi Presiden aku akan hidupkan kembali PT DI. Jayalah PT DI..!

 

Rebutan Masjid September 5, 2007

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 3:43 am

Barusan saja aku membaca, katanya beberapa waktu yang lalu beberapa pihak merasa Masjid di daerahnya diambil orang lain. Aku pikir kenapa tidak berperang saja! Tapi setelah mencari tahu duduk persoalannya ternyata yang dimaskud merebut masjid adalah pengurusnya diganti atau beberapa kebiasaan yang semula dilakukan di Masjid itu ditinggalkan. Sebagian pihak merasa mereka disingkirkan perannya dan tidak dipandang sebagai pihak yang patut dihormati.

Inilah mungkin sebagian kebiasaan yang harus kita, umat  Islam meninggalkannya. Sama saja ketika terjadi bencana kita menyalahkan Allah. Apakah Allah salah??? Allah menyatakan terjadinya bencana disebabkan ulah manusia bukan Allah. Lalu kenapa manusia merasa pihak lain yang salah ketika terjadi sesuatu terjadi pada dirinya? Mengapa pertama-tama tidak introspeksi diri sendiri.  Kalau ada pihak lain yang merebut Masjid apakah tidak sebaiknya introspeksi ada apakah dengan jamaah? Adakah yang salah dengan kegiatan kita? Adakah kekurangan dengan pembinaan jammah? Jangan salahkan orang lain donk….! Malu sama Allah.