Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Quran August 13, 2007

Pengantar Ilmu Al-Quran

Beberapa Kitab Tafsir Quran

Belajar Tafsir

Apakah Quran Tanpa Bentuk?

Salah satu masalah yang didengungkan oleh para penentang Quran adalah tidak adanya bentuk atau struktur dari Quran. Dikatakan bahwa ayat-ayatnya bertalian secara tidak logis dan surat-suratnya disusun berdasarkan prinsip-prinsip yang tidak jelas yang mengabaikan panjang pendeknya, surat paling panjang di urutan pertama dan paling pendek di urutan akhir. Hampir semua surat, keluhan mereka, penuh dengan teka-teki di mana pergeseran suasana, obyek, dan pokok pembicaraan tidak memliki pijakan dan orang tidak bisa menebak topik pembicaraan selanjutnya. Disimpulkan bahwa Quran, pada intinya, adalah sekumpulan pesan-pesan yang tidak berkaitan satu dengan lainnya, atau disebut kitab kutipan. Pemikiran seperti itu penuh dengan mutiara, mutiaranya adalah kedustaan terselubung yang sangat gegabah.

Kata-kata yang digunakan oleh para orientalis tentang Quran sangatlah menusuk. Kami tidak akan mengungkapkannya di sini, karena kata-kata tersebut banyak dijumpai dalam buku-buku yang ditulis oleh para pengkritik Quran dan tidak bisa menjadi perimbangan atas tudahan mereka. Kami akan mengatakan bahwa sebagaimana orientalis sebelumnya mereka sering melakukan berbagai tafsiran yang berbeda terhadap Quran, mereka sepakat bahwa Quran memiliki kelemahan dalam hal urutannya. Beberapa di antara orientalis mencoba menata ulang Quran berdasarkan urutan turunnya atau menurut pendapat masing-masing pribadi.

Tanggapan para cendikiawan Muslim tenatang masalah ini sangat beragam. Mereka berkeyakinan bahwa memang Quran tidak memiliki sebuah susunan layaknya buku yang telah direncanankan, tetapi tidak berarti Quran perlu disusun ulang. Wahyu Al-Quran, mereka menjelaskan, telah lengkap diturunkan selama kurun 23 tahun dan selama perjalanannya telah menyelesaikan berbagai permasalahan meskipun tidak dikompilasi. Quran, menurut mereka, berbicara tentang kehidupan, berbagai aktivitas, masalah kenegaraan sepanjang jaman sehingga setiap keberatan yang didasarkan hanya pada konsep riset pasti menemui kegagalan.

Pembagian Quran Bedasarkan Tempat Turunnya Wahyu


Perkembangan Umat Muslim terbagi menjadi dua fasa

– Periode Mekah, sebelum Hijrah (622 M)

– Periode Madinah, setelah Hijrah.

Turunnya wahyu Allah untuk membimbing umat Muslim tidak lepas dari situasi yang terjadi pada masa-masa itu.

Periode Mekah

Turunnya wahyu Allah pada fasa Mekah berlangsung selama 13 tahun, sejak wahyu pertama turun sampai peristiwa Hijrah. Dalam fasa ini tugas utama Rasulullah SAW adalah menyeru mannusia untuk menerima Islam. Tema-tema seruan ini berdasarkan wahyu Quran adalah:

  • Allah dan sifat Esa (tauhid)
  • Datangnya hari kiamat dan kebangkitan
  • Amal-amal sholeh

Posisi Rasulullah dalm masa ini adalah sebagai pembawa berita dan sebagai pemberi peringatan.

Periode Madinah

Fasa Madinah berlangsung dalam kurun waktu 10 tahun, sejak Hijrah sampai wafatnya Rasulullah SAW. Tema-tema utama fasa Mekah telah bergeser, umat Muslim berkembang membentuk sebuah komunitas.

Di Madinah saat itu ada empat kelompok masyarakat.

  • Muhajirun (pendatang) yang datang dari Mekah
  • Kaum Anshar (penolong) yang merupakan penduduk asli Madinah yang menolong kaum Muhajirin
  • Kaum Munafiqun (munafik), penduduk Madinah yang tidak mau mendukung kaum Muslim
  • Ahlul-Kitab yaitu kaum Yahudi dan Nasrani

5 Alasan Kitab Suci Quran Otentik

Rasional. Quran berbicara sesuatu yang masuk akal. Apa yang disampaikan oleh Quran bisa dibuktikan kebenarannya.

Keindahan Susunannya. Quran bukanlah kitab puisi, prosa, atau nyanyian. Itulah uniknya Quran.

Ketepatan Kata-katanya. Kata-kata yang digunakan Quran sangat serasi baik berupa frasa kata, tingkatan kata, ataupun penggunaan kata depan.

Keunikan Bahasa. Berbagai gaya bahasa digunkan oleh Quran untuk mengungkapkan pesan-pesannya.

Retorika. Retorika Quran tidak tertandingi oleh kitab manapun. Di samping itu keterpaduan gaya bahasa dan retorika memberikan pengaruh yang sangat kuat pada jiwa.

http://hamzatzortzis.blogspot.com/2007/10/inimitable-quran-summary-schematic.html

Ada berbagai cara membaca Qur’an misalnya pembacaan ayat-ayat di surat Al Fatihah. Ada yang baca al-Hamd dengan fathah atau kasrah pada dal (sehingga membacanya menjadi al-Hamda atau al-Hamdi). Pada surat yang sama frasa malik yawm al-din (kata m.l.k tanpa alif menurut gaya Usmani) dibaca malaka yawmid-din, maliki yawmid-din, malik yawmid-din, bukannya maliki yawmid-din (bacaan resmi sekarang, berdasarkan bacaan Hafs Asim). Perbedaan cara baca Quran menurut al-Taysir karangan Dani mencapai se ribuan tapi semuanya hanya perbedaan kecil. Perbedaan paling jelas dari bacaan itu adalah soal ayat ke tujuh surat al-Imran.

Mutashabihat: Salah satu cabang ilmu al-Quran adalah studi tentang ayat-ayat muhkam dan mutashabihat. Istilah muhkam berasal dari kata ihkam, atau bisa diartikan menguatkan, dan kata muhkam artinya makna yang jelas tanpa ada multimakna. Dalam bahasanya Raghib Isfani ayat muhkam artinya terbebas dari ambigiutas baik perkataan maupun maknanya seperti peraturan tentang etika, moral, peribadahan.

Mutashabih berasal dari kata tashabuh, artinya kemiripan, dan berasal dari akar kata shubhuh (multimakna, ketidak pastian, keraguan) dan ishtibah, yang artinya membuat atau menjadikan ragu. Menurut Raghib Ishfani frasa atau mutashabih memberikan kesan bukan sebuah makna sesungguhnya. Menurut Syaikh Tusi, ayat muhkam berarti makna yang dapat dipahami dari kata-katanya tanpa perlu penjelasan dari luar, sedangkan ayat mutashabih berarti makna yang belum terungkap tanpa keterangan dari sumber lain. Dengan kata lain mutasabihat merujuk pada sifat multimakna yang memerlukan intepretasi (ta’wil) dan interpretasinya bisa benar bisa salah.

Ta’wil: Jelaslah mutashabih berbeda dengan muhkam, ta’wil pun berbeda dengan tafsir. Menurut Muhammad Marifat kata ta’wil dalam Quran telah digunakan sebanyak 17 kali:

1 . Lima kali terkait keutamaan (4:59; 17:35; 7:35 2 kali; 10:39)

2. Delapan kali terkait interprestasi mimpi (12:6,21,36,37,44,45,100,101)

3. Empat kali terkait ayat-ayat mutashabih (3:7 dua kali; 18:78,82)

Ayat ke tujuh surat al-Imran Ketika membaca ayat ini maka interpretasinya beda-beda. Perbedaannya terletak pada digunakannya atau tidak tanda berhenti setelah kata Allah. Ini merupakan hal penting terkait bacaan Quran. Kedua cara baca itu secara gramatika dan sintaksis benar.

1. Kalau membaca dengan tanda berhenti (waqof atau fasol) setelah kata Allah maka artinya hanya Allah yang mengetahui tentang ta’wil atau mutashabih. Dengan cara baca ini frasa wa al-rasikhuna fi’ilm berada di awal kalimat yang terpisah dari kalimat berikutnya. Ini merupakan terjemahan Pickthall.

2. Bila dibaca dengan ‘atf, tanpa ada berhenti setelah kata Allah; sehingga berbunyi wa al-rasikhuna fi al-ilm menjadi satu dengan kata Allah. Dengan demikian berarti bahwa rasikhun juga dapat mengetahui ta’wil dan mutashabihat. Ini adalah terjemahan Mir Ahmad Ali.

  1. Mereka yang mengikuti bacaan qira’ah dengan waqf kebanyakan terdiri dari Ahli Sunnah, seperti Ubay ibn Ka’b, Ibn Mas’ud, ‘Urwah ibn Zubayr, Hasan Basri, ‘Umar ibn ‘ Abd al-‘Aziz, Malik, Kisa’i, Farra’, Akhfash, Jubba’i, Tabari, Maybudi, Imam Fakhr al-Din Razi, Qurtubi, Ibn Jauzi, Abu asyan Gharnadi, Nayshaburi, Wa’iz Ksahifi, and Qasimi.
  2. Mereka yang mengikuti bacaan qira’ah dengan ‘atf terdiri dari sejumlah cendikiawan Ahli Sunnah dan mayoritas aliran Shi’ah, beberapa diantara Ahl al-Sunnah adalah: (a) Mujahid, Nahhas (ahli tata bahasa), ‘Ukbari (ahli tata bahasa), Qadi ‘Abd al-Jabbar (dalam Tanzih al-Qur’an), Zamakhshari, Ibn Furak, Ibn Abi al-Hadid, Baydawi, Zarkashi (dalam al-Burhan), Abu al-su’ud ‘Imadi, Alusi, Mahmud Safi (pakar tata bahasa moderen), dan Shaykh Muhammad Abduh; dan dari Shi’ah (b) the para Imam (‘a) (yang disebut Imam Sadiq (‘a) dalam tafsir al-Kafi and ‘Ayyashi’s dilaporkan dia berkata: ” kami adalah rasikhikua fi ‘ilm and kami tahu ta ‘wil Qur’an”, Qummi, Ayyashi, Sharif Radi, Sharif Murtada, Tabrisi, Abu al-Futuh Razi, Mulla Fath Allah Kashani, Mulla Muhsin Fayd, Shubbar, Balaghi, dan Mughniyah. Ada lagi kelompok ketiga yang berposisi netral dan menggunakan kedua cara baca itu. Mereka adalah Ibn ‘ Abbas, Ibn Kathir, Shaykh Tusi, Shawkani, ‘Allamah Tabataba’i, and Muhy al-Din Darwish (ahli tata bahasa).

http://www.quran.org.uk/out.php?LinkID=48

Kata-kata Asing dalam Quran

Dalam Quran telah dikatakan bahwa al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas.

“Kami telah menurunkan Quran dengan bahasa Arab” Yusuf ayat 2.

Sebenarnya ada surat dalam Quran yang menyatakan Quran diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas. Yaitu terdapat dalam surat Yusuf, Taha, An-Nahl, Ash-Shuára, Fushilat, Ash-Shura, Az-Zukruf, Al-Ahqaf, Az-Zumar

Sehingga maksudnya bahasa Arab yang jelas adalah Bahasa Arab yang fasih.

Ditemukan oleh al-Suyuti bahwa Quran mengandung sekitar 275 kata-kata non -Arab. Para ahli tata bahasa menjumpai banyak kata non-Arab yang telah masuk dalam Quran seperti: Bahasa Hebrew, India, persia, Ethiopia, Barbar, Romawi, Coptik, Yunani, Syiria.

Kata-kata itu misalnya:

Tafaqa (QS 7:2) beraasal dari bahasa Romawi yang artinya “giat”

Al-thur (QS 2:63) berasal dari bahasa Syiria artinya “gunung”

Al-Raq’im (QS 18:2) berasal dari bahasa Romawi artinya “tablet”

Thaha (QS: 20:1) berasal dari bahasa Hebrew

Senin berasal dari kata Hebrew artinya “cantik”

As-Sijil (QS 21:104) bahasa Persia artinya “buku ”

Al-Istibarik (QS Ad-Dukhan 53) berasal dri bahas Persia artinya “tebal ”

Al-Soundos (QS Ad-Dukhan: 53) bersal dari kata India artinya “tabir tipis”

Sariyah (QS 19:24) berasal dari bahasa Yunani artinya “sungai kecil”

Mishkat (QS 24:) berasal dari bahasa Etiopia artinya “dinding kedap cahaya”

Jahanam (SQ 8:36) berasal dari bahasa Hebrew artinya “neraka”

Al-Zakat berasal dari bahasa Hebrew artinya pajak berupa uang

Sajjil berasal dari bahasa Persia artinya “becek yang berbatu”

Ad-Durie beraasal dari bahas Etiopis artinya “planet bercahaya”

Nashet-Al lail berasal dari bahasa Etiopia artinya “bangun di malam hari”

Keflain (QS al-Hadid:28) berasal dari bahasa Etipia artinya “dua kali lipat”

Al-Qswara (QS Al-Mudatsir:5) berasal dari bahasa Etiopia artinya “singa”

Al-Milah al-Ukhra (QS Shad :7) berasal dari bahasa Coptik artinya “agama yang mula-mula”

Warahum (QS 18: ) berasal dari bahasa Coptik artinya “di belakang mereka”

Batha inu ha (QS Al-Rahman :54) berasal dari bahasa Coptik artinya “tampak dari luar”

Uhud berasal dari bahasa Hebrew artinya “satu”

As-Som’d berasal dari bahasa Hebrew artinya “meliputi semua sifat”

Abariiq (QS al-Waqiah:18) berasal dari bahasa Persia artinya “bejana”

http://www.fatherzakaria.net/books/qaf/pdf/46-Episode.pdf

Komentar: kata-kata Quran yang berasal dari bahasa asing non-Arab tidaklah mengurangi kemulyaan Quran. Inilah salah satu bukti ke-Aslian Quran. Kalau Muhammad yang membuat Quran padahal beliau tidak bisa baca bagaimana mungkin beliau bisa memasukan berbagai bahasa Asing dalam Quran?

Makna Kata al-Islam

Kata al-Islam di Quran ada di delapan tempat

3:19 Hanya Islam yang diakui oleh Allah
3:85 Orang yang mencari selain Islam tidak diterima amalnya

5:3 Islam agama sempurna

61:6-7 Orang yang memeluk selain Islam adalah zalim

6:125 bentuk lil Islam. Siapa yang Allah kehendaki maka Dia membimbingnya ke jalan yang lurus [ dengan hukum-Nya seperti pada 2:2, 3:101, 7:52, 13:27, 27:2, 27:77, 31:3, 41:44] Dia membukakan hatinya untuk Al-Islam, dan barangsiapa yang dikehendakinya Dia akan membiarkannya sesat [dengan ketentuannya seperti pada 2:26, 9:115, 14:27, 40:34, 40:69-74, 45:23], Dia menjadikan dadanya sempit seperti ketika dia naik ke atas langit. Allah memberikan penyakit dalam hatinya.

39:22 Allah memberikan cahaya Islam kepada seseorang.

49:17 Bentuk Islamukum. Orang yang merasa memberi nikmat Islam.

9:74 Bentuk Islamihim. Mereka menolak kebenaran setelah memeluk Islam

http://www.quranicteachings.co.uk/word-islam.htm

Gaya Penyampaian Pesan Quran

Pada masa kenabian Muhammad SAW orang Arab lebih mengenal bahasa lisan. Orang-orang Arab saat itu sangat memuji orang yang bisa mengungkapkan sesuatu dengan tutur kata yang baik. Sehingga tidak heran puisi-puisi pada masa itu sangat disanjung-sanjung. Mereka mengukur segala sesuatunya menggunakan puisi. Bagi masyarakat Arab Puisi adalah ilmu pengetahuannya bangsa Arab dan merupakan kitab kebijakan, arsip sejarah dan kumpulan kisah pada saat-saat bahagia, dinding yang melindungi, kesaksian bagi mereka di hari kiamat. Tidaklah heran apa yang disajikan Quran mengikuti, mungkin, bentuk-bentuk ungkapan yang dikenal oleh bangsa Arab saat itu. Orang-orang Arab yang paham soal teknik mengungkapkan sesuatu pasti mengakui keindahan bahasa Quran. Subhanallah…

Penyajian pesan dalam Quran sangat bervariasi. Setidaknya Quran menggunakan empat cara menyajikan pesan-pesannya. Pertama, cara penyajian umum yaitu memulai dengan ringkasan cerita kemudian merincinya dari bagian-bagian awal hingga akhir, contohnya surat ke 18 (al-Kahfi). Kedua, menyajikan kesimpulan terlebih dahulu diikuti pelajaran-pelajaran yang dapat dipetik darinya, dan menyajikan cerita itu sendiri dari awal hingga akhir, contohnya surat ke-28 (al-Qasas). Ketiga, langsung bercerita tanpa pengantar seperti cerita Maryam dan kelahiran Nabi Isa AS di surat ke- 19 (Maryam) dan cerita tentang Nabi Sulaiman dalam surat ke-27 (an-Naml). Keempat, ini yang sangat luar biasa, gaya mengungkapkan cerita secara dramatisasi. Cara mengungkapkannya yaitu dengan pengantar singkat diikuti dramitisasi cerita berisi dialog antar berbagai pelakunya, seperti cerita Nabi Ibrahim dan Ismail dalam surat ke-2.

http://www.al-islam.org/al-serat/Arabic.htm

7 Cara menjaga hubungan dengan Quran

Apakah Anda termasuk yang jarang membaca Quran? Atau pakah Anda sering membaca Quran tapi sulit merasakan dampaknya? Ada beberapa tip yang akan menjadikan hubungan Anda dengan Quran menjadi mesra.

1. Sebelum menyentuhnya lihatlahlah kembali hati Anda

2. Berwudulah

3. Membaca 5 menit setiap sehari

4. Pahamilah yang Anda baca

5. Quran bersifat interaktif, melebihi CD

6. Jangan hanya membaca tapi juga harus mendengarkan

7. Berdoalah

http://www.soundvision.com/Info/quran/relationship.asp

7 Pembagian Quran menurut Tafsir Islahi

Katagori I { Surat Fatihah (1) -Surat Maidah (5)}. Tema utamanya: Hukum Islam

Katagori II {Surat Al-Anam (6) – Surat At-Taubah (9)}. Tema utama: Konsukwensi kaum musyrikin menolak kenabian Muhammad SAW

Katagori III {Surat Yunus (10) – Surat An-Nur (24)}. Tema utama: Penerimaan Nabi Muhammad SAW di semenanjung Arab

Katagori IV {Surat Furqan (25) – Al-Ahzab (33)}. Tema utama: Alasan-alasan mengimani nabi Muhammad SAW dan syarat-syarat beriman kepadanya.

Katagori V {Surat Saba (34) – Surat Hujarat (49)}. Tema utama: Alasan-alasan keharusan bertauhid dan cara-cara melakukannya.

Katagori VI {Surat Qof (50)-Surat Tahrim (66)}. Tema utama: Alasan-alasan mempercayai hari akhir dan cara-cara melakukannya.

Katagori VII {Surat Mulk (67) – Surat An-Naas (114)}. Tema utama: peringatan kepada kaum Quraisy tentang akbat menolak Nabi Muhammad SAW pada kehidupan sekarang dan akhirat.

http://www.amin-ahsan-islahi.com/?=71

 

17 Responses to “Quran”

  1. citi Says:

    saya rasa kita tidak perlu meragukan apaun yang ada dalam al-quran.sekalipun banyak sekali pengkritik al-quran tapi saya percaya lebih banyak orang yang akan memperacayai quran dari pada meragukannya.terlihat sekali bahwa para pengkritik quran itu hanya orang2 yang sebenarnya tidak punya kapasitas untuk mengetahui quran atau mereka hanya orang2 yang bingung karena mereka tidak bisa melihat kelemahan alquran.

    • Merdeka Says:

      Apa ga sebaliknya tuh…Coba Aja liat tulisan2an baik cetak maupun elektronik,atau bahkan khotbah2 di tmpat ibadah,serta perilaku keji, siapa yang paling sering (bukan lg mengkritik) menghujat dan menghina…Sesungguhnya kalian Sendirilah yg merasa ketakutan akan datangnya “Jalan,Kebenaran,dan Hidup….”

      • ainspirasi Says:

        Belajarlah dari sejarah…siapa kolonialis tulen yang menghisap daerah orang indonesia selama 350 tahun? Ini baru di Indonesia. Siapa yang menghancurkan hirosima & nagasaki?

  2. ainspirasi Says:

    Ya memang begitulah adanya. Quran tidak ada kebengkokan di dalamnya baik dari kiri, kanan, atas, bawah, samping, depan dsb.

  3. nurjannah Says:

    Alquran adalah pedoman umat islama.Tidak ada keraguan padanya. Alquran memiliki kelebihan di banding dengan kitab-kitab yang lainnya.
    Al-quran memilki keistimewaan yang luar biasa yang diberikan kepada orang yang luar biasa juga sebagai mukjizat yang terbesar. tak salah dialah nabi Muhammad SAW yang agung yang menerima mukjizat itu.

    • Merdeka Says:

      Manusia yg menganggap pedoman hidup isi dari kitab sucinya, terwujud dalam perilaku hidup kesehariannya…jadi carilah ajaran yg benar, dengan melihat tingkah laku penganutnya…

      • ainspirasi Says:

        Evitamala bilang cinta karet. Ke sana oke ke sini oke, tak punya pendirian. Dikiranya semua orang baik berarti agamanya benar? Tetangga saya orangnya diam saja di rumah tak ngapa-ngapain. Ada orang bawa makan untuknya dia terima. Ada yang kasih pakaian dia terima. Ada orang yang kasih duit dia terima, meskipun uang haram hasil pembunuhan.. Apakah tetangga itu baik?

  4. ainspirasi Says:

    Tentu saja kitab yang mulya hanya untuk orang yang mulya.

  5. fatihah Says:

    saya seorang yang menghafaz al-quran.memang banyak ayat mutashabihat.al-quran memang untuk penenang jiwa yang bagus.tiada tandingannya.jangan merasa jemu dalam membaca al-quran kerana setiap ayat yang kita baca itu adalah berlainan walau pun kita baca berulang kali.tiada istilah jemu dalam mengalunkan ayat al-quran.

  6. ainspirasi Says:

    Betul.. makin dibaca makin menambah wawasan.

  7. lanna' Says:

    bner bgt..
    alquran a/ pdoman hdup manusia ..
    mka’a bnyakin tu bca quran jng bca koran mlu..
    selain bnyak hikmah’a jga dpet phala klo membca’a…

  8. hafiz Says:

    salam..
    saya ade mnghafal ayat al-Quran..
    tapi sye xley mnyebut dngn smpurna
    sape yg ley tlng sye???

  9. sit9 Says:

    Dialah yang menyempurnakan ahklak manusia,tapi manusia aja yg ngak mau disempurna……………………….

  10. hisbulwatan Says:

    alQuran kitab suci kalam Allah yang tidak ada keraguan padanya sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa (QS.albaqaroh:2)

  11. Once I initially commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and now every time a remark is added I get 4 emails with the identical comment. Is there any manner you possibly can take away me from that service? Thanks!

  12. Hi, I have been quite a lurker on your website and wanted to break my silence. Your post, %BLOGTITLE% today was simply awesome.

  13. ipad 2 Says:

    Great review! You actually overviewed some interesting things here. I came across it by using Google and I’ve got to admit that I already subscribed to the site, will be following you on my iphone🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s