Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

PKK Sejahtera August 14, 2008

Filed under: Selingan — ainspirasi @ 7:38 am

Ibu-ibu PKK, Darmawanita, calon ibu, ibu direktur, ibu TPA, sedang unjuk bendera. Sejuta Merah Putih untuk Indonesiaku, Merdeka….

Ibu-ibu PKK sedang ngobrol di studio membahas poligami. Setuju.. tidak..setuju..tidak..setuju..tidak…dst

Ibu-ibu PKK sedang sambangi mbah-mbah mensejahterakan kehidupan penuh derita…


aagm ninih rini

Ibu-ibu eh.. sori bapak dan ibu sedang tatap-tapan. Siapa yah.. yang ditatap sang bapak?

Ibu-ibu PKK sedang sinau work sop agar sopnya uenakk… tenan…

 

Jangan Banyak Tingkah, Sejahterakan Indonesia…

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 12:29 am

Bebaskan Indonesia PKS” kata Cak Nun dengan suara lantang yang di sambut oleh pekikan takbir hadirin yang hadir.

Sederet tokoh nasional hadir di Makassar sebagai pembicara dalam acara bedah Platform PKS yang di laksanakan oleh Partai Keadilan Sejahtera, di Morante Ballroom Hotel Singgasana, (19/7).
Anis Matta, Sekjen PKS, dalam orasinya sebagai Key Note Speaker mengungkapkan tujuan dari di susunnya buku ini. Menurutnya, PKS memiliki visi baru dimana PKS ingin mengokohkan diri sebagai partai pemimpin dengan kekuatan timnya yang berfikir secara kolektif untuk merumuskan ide-ide besar. “Fungsi dari PKS bahwa partai politik harus menjadi sumber kepemimpinan nasional dan sumber ide-ide besar yang membimbing menjadi besar” ujar Anis Matta dalam orasinya. “Ciri zaman adalah ide-ide besar harus ada narasi besarnya agar terus eksis, dan PKS sekarang punya narasi besar yang dituliskan di buku Platform” lanjut Anis Matta lebih lanjut. “dan buku platform ini adalah daftar mimpi dari PKS yang caranya akan dijelaskan bila PKS berkuasa” lanjut Anis Matta yang di sambut tawa riuh dari sekitar lima ratus hadirin.

Dalam sesi ekonomi, Andi Rahmat mengungkapkan bahwa kira-kira konsep ekonomi dari PKS adalah dalam hal pemilihan lahan, energy, infra struktur, pangan dan ekspor. “ Hal ini sangat berpengaruh dalam peningkatan kualitas ekonomi suatu bangsa” ujar Andi Rahmat. Sedangkan menurut Fadhil Hasan, apa yang tawarkan PKS bukanlah hal yang baru, “namun tidak ada partai yang mempunyai buku platform setebal dan sekomprehensif yang dimiliki oleh Partai Keadilan Sejahtera” imbuhnya. Fadhil menyarankan tiga hal, yakni pertama, PKS hendaknya merumuskan pendefinisian ketata negaraan. Kedua, merumuskan pioritas agenda ekonomi yang ingin dijalankan baik dalam sektor Kemiskinan, pengangguran dan sektora lainnya harus dibenahi. Ketiga, reformasi agraria.

Dalam sesi Politik, Eep Syaifullah Fatah, memberi gambaran mengenai politik marketing, dan posisi PKS dalam pertarungan pemilu yang lalu maupun prediksi perolehan suara ke depan dari partai-partai yang ada. Eep memberikan uraian mengenai strategi politik marketing yang mesti memaksimalkan tiga hal, yakni menjual secara langsung, menjual melalui media dan menjual melalui tokoh-tokoh berpengaruh.

Eep mengunkapkan bahwa platform PKS bisa menjelaskan peran yang ingin dimainkan oleh PKS kepada negara. Namun Platform PKS belum cukup terdiferensiasi dalam menjelaskan kebijakan pengeloaan pemerintahan. ”olehnya PKS ke depan harus memperkuat karakter organiknya, meraih pemilih dan mendidik mereka” kata Eep.

Budayawan nasional, Emha Ainun Najib, menjadi pembicara pada sesi sosial budaya pada platform PKS ini. Cak Nun, demikian beliau akrab di sapa, berhasil memukau peserta bedah platform dengan konsep tentang materi dan ruhiyah. ”partai adalah materi, Materi tanpa rohani hanya akan menjadi kekuasaan, bahkan otoriterisme hingga opurtunisme” urainya.

Menurut Cak Nun, Ruhani hadir untuk bisa memahamkan bagaimana cara menggunakan materi secara benar, agar manfaatnya dapat dirasakan jauh sampai akhirat. “syariat Islam merupakan ekspresi material, mesti dipahami secara ruhaniyah, makanya PKS harus sudah menentukan pointer-pointer materi yang mana yang harus dilaksanakan dan prosentasinya harus jelas” jelasnya Cak Nun lebih lanjut.

Sebagai penutup, Cak Nun menceritakan kisah Bilal seorang pangeran dari Ethopia yang rela melakukan perjalanan jauh meninggalkan kampong halamannya demi keinginan bertemu dengan manusia “aneh” yang tak laian adalah Rasulullah di tanah Arab. Bekal perjalan yang semakin menipis hingga habis membuat Bilal mesti menjual kemerdekaannya dan menjadi budak. Kemudian datanglah Abu Bakar menebus Bilal dan menjadikannya sebagai manusia merdeka, akhirnya Bilal bias bertemu dengan Rasulullah, manusia yang senantiasa di rindukannya. “Olehnya PKS mesti membebaskan Indonesia, bebaskan Indonesia PKS” kata Cak Nun dengan suara lantang yang di sambut oleh pekikan takbir hadirin yang hadir. (Red, Iim,Aw)

 

Obama Lebih “Berbahaya” dari McCain August 13, 2008

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 6:24 am

Masalah perekonomian dan dunia Islam menjadi prioritas warga Muslim AS dalam menentukan pilihan siapa kandidat presiden yang akan mereka pilih dalam pemilu presiden AS yang akan digelar sebentar lagi. Dalam masalah dunia Islam, warga Muslim AS nampaknya tidak punya pilihan lain, karena kedua kandidat-Barack Obama dan John McCain-tidak meniupkan angin perubahan terhadap kebijakan AS dalam masalah dunia Islam.

Di AS terdapat sekitar enam sampai tujuh juta warga Muslim atau kurang dari tiga persen dari 300 juta total penduduk AS. Dari jumlah itu, dua juta Muslim tercatat memiliki hak pilih dalam pemilu presiden. Survei yang dilakukan Pew Forum tentang Agama dan Politik menunjukkan bahwa 63 persen Muslim Amerika adalah pendukung Partai Demokrat atau cenderung memberikan dukungannya pada Partai Demokrat dan hanya 11 persen yang berpihak pada Partai Republik.

Dipekirakan sebagai warga Muslim yang sudah berhak menggunakan hak pilihnya, akan memberikan suaranya pada Barack Obama. Barbar Khan, seorang Muslim yang bekerja sebagai sopir taksi di Miami dan sudah 25 tahun tinggal di AS merasa yakin sebagian besar warga Muslim akan memilih Obama, seperti dirinya.

“John Mc Cain akan menjadi pilihan buruk bagi Muslim Amerika. Karena ia pasti akan menerapkan kebijakan yang sama dengan Bush, ” kata Khan.

Khatib seorang aktivis Muslim dari Minnesota nampaknya juga akan memilih Obama. Ia yakin latar belakang Obama membuatnya lebih memahami isu-isu umat Islam dan kemungkinan bisa menciptakan atmosfir yang lebih baik dalam hubungan antara beragam etnis, ras dan penganut agama yang berbeda-beda di AS.

“Tingkat pengabaian dan sikap permusuhan terhadap Islam masih tinggi di negeri ini, dan ini juga menghinggapi sebagian besar kandidat anggota senat dan kandidat presiden. Mereka mengklaim akan membedakan antara Muslim ekstrim dan Muslim moderat, kenyataannya Islam tetap menjadi sasaran serangan para politisi dan media yang berada di bawah kontrol kelompok neo-konservatif dan kelompok lobi Israel, ” papar Khatib.

Saroya, yang aktif dalam kegiatan pendampingan para korban kejahatan berpendapat, Obama lebih bersahabat dengan Muslim. “Sebagai seorang senator, ia mempekerjakan staff Muslim dan berkunjung ke masjid, ” kata Saroya.

Saroya mungkin tidak tahu, bahwa baru-baru ini seorang penasehat kampanye Obama, seorang Muslim bernama Mazen Asbahi, mengundurkan diri. Pengunduran diri itu menimbulkan tanda tanya, apakah Asbahi memang mengundurkan diri atau disuruh mundur, karena sebelumnya beredar laporan-laporan bahwa Asbahi pernah bekerja sama dengan seorang imam yang mendukung perjuangan Ikhawanul Muslimin di Mesir.

Selama kampanyenya, Obama juga selalu menghindari pertemuan dengan para imam Muslim di depan publik. Ia juga tidak berdialog dengan warga Muslim, apalagi berkunjung ke masjid. Obama lebih sering berkunjung ke sinagog atau gereja. Obama juga menolak undangan dari organisasi-organisasi Muslim dan Arab Amerika.

Sikap kritis ditunjukkan oleh Abia Ali, seorang Muslimah AS yang bekerja di sektor keuangan AS. Ia mengatakan tidak akan ikut pemilu presiden AS bulan November mendatang, bukan semata-mata ia belum resmi sebagai warga negara AS.

“Obama lebih buruk dari McCain. McCain, setidaknya bicara terus terang tentang ketidaksenangannya terhadap Islam dan Muslim. Tapi Obama, untuk memuaskan mayoritas rakyat Amerika, saya khawatir ia akan lebih berbahaya bagi umat Islam dan negara-negara Muslim, ” ujar Abia.

“Yang ada dalam pikiran Obama, selama ia bisa memuaskan kehendak warga mayoritas, dia tidak perlu mempedulikan warga Muslim baik yang ada di Amerika maupun yang ada di seluruh dunia, ” sambung Abia sinis. (ln/iol)

http://www.eramuslim.com/berita/

 

Betul Khan..Dia Bohong Lagi.. August 6, 2008

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 9:36 am

Ron Suskind, seorang wartawan AS pemenang hadiah Pulitzer mengungkap satu lagi kebohongan pemerintahan George W. Bush terkait Irak dan serangan 11 September 2001 di AS dalam buku terbarunya berjudul “The Way of the World” yang terbit pada Selasa (5/8).

Dalam bukunya Suskind menulis, Gedung Putih telah memerintahkan CIA untuk membuat surat palsu yang seolah-olah dikirim oleh Habbush (Kepala Badan Intelejen Irak Tahir Jalil). Surat bertanggal 1 Juli 2001 itu ditujukan pada pimpinan negara Irak Saddam Hussein.

“Surat itu menyebutkan bahwa dalang serangan 11 September Muhammad Atta sudah dilatih di Irak untuk melakukan misinya, ini untuk menunjukkan bahwa adalah operasi yang saling terkait antara Saddam dan Al-Qaidah. Hal inilah yang oleh kantor wakil presiden AS digunakan untuk menekan CIA agar membuktikan adanya hubungan al-Qaidah dengan Saddam, dan kemudian menjadi pembenaran invasi AS ke Irak. Padahal kenyataannya tidak hubungan antara keduanya, ” papar Suskind.

Saat diwawancari oleh National Public Radio, Suskind mengatakan bahwa ia mendapatkan informasi itu dari mantan kepala Divisi Timur Dekat Rob Richard dan sumber-sumber lainnya yang menurutnya tahu konspirasi ini.

Suskind mengungkapkan, Gedung Putih memberikan surat palsu itu ke Habbush, yang dipaksa untuk menyalinnya dengan tulisan tangannya. pada Kepala CIA saat itu, George Tenet. Habbush sendiri mendapat perlindungan dari CIA setelah invasi AS ke Irak tahun 2003. “Idenya adalah, surat itu dibawa ke Habbush dan Habbus dipaksa untuk menyalin surat tersebut dengan tulisan tangannya dengan menggunakan perlengakapan tulis menulis milik pemerintahan Irak sehingga terlihat seperti surat resmi pemerintahan Irak, ” jelas Suskind.

“Lalu CIA membawa surat itu ke Baghdad dan menyuruh seseorang untuk membocorkannya pada media massa, ” sambung Suskind.

Dan sebagai imbalannya, pemerintah AS diam-diam memberikan perlindungan pada Habbus dengan memindahkannya ke Baghdad beserta imbalan uang sebesar lima juta dollar. AS kemudian memanfaatkan status tawanan Habbush untuk menipu dunia tentang invasi AS ke Irak. Seperti yang selalu dikatakan para pejabat AS sebelum dan sesudah invasike Irak, bahwa ada hubungan antara Irak dan al-Qaidah dan alasan ini dijadikan pembenaran bagi invasi AS ke Negeri 1001 Malam itu. Baru pada tahun 2006, Komite Intelejen Senat AS menyimpulkan bahwa Saddam Hussein tidak ada kaitannya dengan al-Qaidah.

Gedung Putih, CIA dan mantan Ketua CIA George Tenet, bereaksi keras atas buku Suskind. Mereka membantah semua yang ditulis Suskind tentang surat palsu Gedung Putih untuk menghancurkan pemerintahan Saddam Hussein.

“Tidak ada perintah semacam itu dari Gedung Putih pada saya, atau… setahu saya tidak ada seorang pun anggota CIA yang terlibat dalam hal semacam itu, ” kata Tenet dalam pernyataannya. Juru Bicara CIA, Mark Mansfield bahkan menyebut buku Suskind sebagai “cerita fiksi” semata.

Suskind adalah seorang wartawan berpengalaman yang telah menerbitkan buku “The Price of Loyalty” (2004) dan “The One Percent Doctrine” (2006) yang berisi artikel-artikelnya di New York Times, yang sebagian besar mengkritik pemerintahan Bush. Tahun 1993-2000 Suskind bekerja sebagai wartawan senior di desk nasional Wall Street Journal dan memenangkan hadiah bergengsi Pulitzer untuk penulisan feature pada tahun 1995. (ln/iol)

http://www.eramuslim.com/berita/int/8806141039-pemenang-pulitzer-bongkar-konspirasi-pemerintahan-bush-terkait-invasi-ke-irak.htm