Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Menjadi Pribadi Unggul November 28, 2007

Filed under: Visi — ainspirasi @ 4:25 pm

Ikhwah fillah, Bersiaplah menyambut kebangkitan Indonesia dengan mempersiapkan dirimu.

Salimul Aqidah, aqidah yang selamat

Shahihul Ibadah, beribadah sesuai petunjuk

Matinul khuluq, ketangguhan akhlak

Qadirun álal Qasbi, membangkitkan potensi diri

Mutsaqaful Fikri, memiliki wawasan luas

Qawiyul jism, sehat jasmani

Mujahid li nafsi, sanggup memerangi hawa nafsu

Munadzam fi syu’unihi, mampu mengatur urusannya

Haritsun ála waqtihi, mengatur waktu

Nafiun li ghairihi, bermanfaat bagi orang lain

 

Golongan Selamat dan Golongan Sesat November 24, 2007

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 5:51 pm

Golongan Selamat

  1. Ahlusunnah wal Jamaah
  2. Al Abrar (suka melakukan kebajikan) 3:193
  3. Amar makruf nahi mungkar 3:110
  4. Ansarullah 61:14
  5. Ashabul Kahfi 18:13
  6. Ashabul Yamin Waqiaah: 90-91
  7. Zakirunallah 33:35
  8. Hafizun 23:9-11
  9. Hamidun 15:19
  10. Hizbullah 5:56
  11. Ibadurrahman 25:63
  12. Khairu umat, umat yang terbaik
  13. Khasyiuun, khusyu beribadah
  14. Mubalighuun, yang menyapaikan agama Allah
  15. Muflihun, yang beruntung
  16. Muhajiruun, yang berhjrah
  17. Muhsinuun, yang berbuat baik
  18. Mujahidun, berjuang di jalan Allah
  19. Muhtadun, yang mendapat petunjuk
  20. Mukhlisuun, yang ikhlash
  21. Munfiquun, yang berinfaq
  22. Muqsituun, yang berbua adil
  23. Mustagfiruun, yang memohon ampun
  24. Muslimun, yang ber-Islam
  25. Mukminuun, yang beriman
  26. Mutathohiruun, yang menyucikan diri
  27. Muttaquun, yang bertaqwa
  28. Muntawakilluun, yang berserah diri kepada Allah
  29. Nabiyun wal Mursalun, para utusan Allah
  30. Shabirun, yang sabar
  31. Shadiquun, yang benar
  32. Shalihuun, yang sholeh
  33. Syakiruun, yang pandai bersyukur
  34. Syuhada’, yang mati sahid
  35. Tawabuun, yang taubat
  36. Ulama, yang berilmu agama
  37. Ulil Albab, yang selalu berpikir
  38. Walliyullah, yang dikasihi Allah

Golongan Sesat

  1. Ashabul Syimal, yang menerima catatan dengan tangan kiri
  2. Dahriyun, tidak peracaya pada Tuhan
  3. Dhollun, yang sesat
  4. Fasiquun, yang fasik
  5. Fujjar, yang berbuat maksiat
  6. Gafiluun, yang lalai
  7. Hasiduun, yang hasud/dengki
  8. Hisbusyaithoon, mengikuti syaitan
  9. Jabbarun, berbuat sewenang-wenang
  10. Kaffiruun, yang kafir
  11. Khainun, yang berikhianat
  12. Khasiruun, yang merugi
  13. Makiruun, yang membuat tipu daya
  14. Mubaziruun, yang berbuat mubazir
  15. Mubtiluun, yang berbuat batil
  16. Muzabzabiin, yang tak mempunyai pendirian
  17. Mufsiduun, yang berbuat kerusakan
  18. Muharibuun, yang memerangi agama Allah
  19. Mujrimun, yang berdosa
  20. Mu’taduun, yang melampui batas
  21. Mukazzibuun, yang mendustakan
  22. Mukhtalun Fakhuur, menyombongkan diri
  23. Mumtarun, yang ragu-ragu
  24. Munafiquun, yang munafik
  25. Murtaddun, yang keluar dari Islam
  26. Musyrikiin, yang musyrik
  27. Mustahziuun, yang mengolok2 agama Allah
  28. Mutakabbiruun, yang sombong
  29. Muthafifiin, yang curang
  30. Mutakhizaati akhdan, pezina kumpul kebo
  31. Mutrafuun, yang sombong karena kaya raya
  32. Qanituun, yang berputus asa
  33. Syaraddawaab, yang paling buruk di sisi Allah
  34. Zaniyah wa Zaniy, pezina laki-laki/perempuan
  35. Zalimun, yang aniyaya

Saifudin Mujtaba, 73 Golongan Selamat dan Sesat

 

Olah Raga Terbaik

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 5:43 pm

Menurut Ellen White, seorang penganjur kesehatan tahun 1870, dan sejumlah penelitian, olah raga terbaik adalah jalan kaki karena

  1. Olah raga ini tak memiliki jadwal, bisa dilakukan kapan dan di mana saja.
  2. Hampir bebas cidera dan dijamin tidak akan terengah-engah kehabisan napas.
  3. Meskipun gerakannya sederhana, semua tulang dan otot menjadi tergerakkan.
  4. Dapat mengatasi penyakit pembunuh nomor 3, penyakit jantung.
  5. Dapat menghilangkan lemak di bagian-bagian tubuh tertentu.
  6. Menyegarkan pikiran
  7. Inilah olah raga yang paling aman bagi mereka yang Manula
 

Apa Salahnya MUI tentang Aliran Sesat November 23, 2007

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 11:46 pm

Kalangan liberal mengatakan bahwa fatwa sesat terhadap aliran-aliran agama bertentangan dengan HAM. Mereka juga mengatakan bahwa tidak seharusnya MUI mengeluarkan fatwa yang menyerang aqidah orang lain karena itu urusan pribadi masing-masing.

Melanggar HAM? Apanya yang dilanggar? MUI tidak melarang orang lain untuk memiliki keyakinan berbeda. Tetapi kalau sudah membawa kata-kata Islam namun tindak-tanduknya bertentangan dengan ajaran Islam, Quran,Sunah maka pasti akan menimbulkan reaksi umat Islam yang diwakili oleh MUI. Makanya jelas dulu aliran agama mana? Kalau tak ingin fatwa MUI nyatakan saja aliran agama mana, Islam, Kristen, Hindu, atau Buddha.

Urusan Pribadi? Itulah pendapat Prof. Dr. Komarudin Hidayat, Rektor UIN Jakarta (sumber: Hidayatullah.com). Kalau memang aqidah “sesat”urusan pribadi lalu mengapa ngajak-ngajak orang lain dan membuat pengurus? Namanya urusan pribadi masuk kamar dan silakan buat apa saja di dalamnya asal jangan bikin ribut tetangga.

Mestinya mereka menyatakan mereka berada di bawah agama mana? Kalau tidak ingin berhadapan dengan umat Islam jangan ganggu umat Islam. Saya setuju sekali dengan fatwa MUI pelarangan aliran sesat agar umat Islam tidak resah dan bingung tentang keyakinannya.

 

Teladan Anak Bangsa

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 4:25 am

Bung Hatta Dan Kisah Sepatu Bally

PADA tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan tentu tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI, berminat pada sepatu Bally. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya, lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.

Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.

Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally itu hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu itu, sebenarnya sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu Bally.
Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalan Bung Hatta.

“Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada kepentingannya sendiri,” kata Adi Sasono, Ketua Pelaksana Peringatan Satu Abad Bung Hatta. Pendeknya, itulah keteladanan Bung Hatta, apalagi di tengah carut-marut zaman ini, dengan dana bantuan presiden, dana Badan Urusan Logistik, dan lain-lain.

Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain, sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang atau bergantung pada orang lain. Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak maling, tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta sedekah dari orang asing.era

 

Cara Berziarah Kubur

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 1:48 am
  1. Masuk lokasi kuburan mengucapkan salam

“Assalamu álaikum ya ahladiyar minal mu’minina wal muslimiina wa inna insya Allah bikum la hiquuna asalullah lanaa walakumul ‘afiyah”

  1. Tidak duduk di (batu nisan) kuburan dan menginjaknya.
  2. Tidak thawaf dengan niat mendekatkan diri kepada Allah
  3. Tidak membaca Quran di kuburan. Hadis tentang baca Quran di kuburan lemah.
  4. Tidak meletakan karangan bunga karena mubazir dan menyerupai kaum Nasrani
  5. Tidak membuat bangunan di atas kuburan dan menghiasinya.

Syaikh Muhammad bin Jibrin Zainu, Al-Firqotun Najiyah, Jalan Hidup Golongan yang Selamat

 

Manhaj Golongan Selamat

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 1:45 am
  1. Golongan yang setia mengikuti jalan hidup Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
  2. Menggunakan firman Allah dan hadist Rasulullah SAW bila ada perselisihan.
  3. Tidak mendahulukan perkataan manusia atas firman Allah
  4. Menjaga Kemurnian tauhid.
  5. Menghidupkan sunah-sunah Rasulullah SAW.
  6. Golongan ahli hadist.
  7. Menghoramati imam mujtahid.
  8. Mengajak kepada kebaikan dan melarang perbuatan mungkar.
  9. Menolak peraturan-peraturan yang manusia yang bertentangan dengan hokum Islam.
  10. Melakukan Jihad semampunya

Syaikh  Muhammad bin Jibrin Zainu, Al-Firqotun Najiyah, Jalan  Hidup Golongan yang Selamat

 

Ketangguhan Pribadi Da’i

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 1:37 am

1. Thabrani meriwayatkan dari Harist bin Harist, ia menuturkan “Aku pernah bertanya kepada ayahku, mengapa orang-orang itu berkerumun?” Ia menjawab mereka itu mengerumuni seseorang yang telah murtad dari nenek moyangnya”. Lalu kami turun dari kendaraan ternyata dia adalah Rasulullaah SAW yang sedang menyeru kepada pengesaan dan keimanan kepada Allah Azza wa Jalla. Namun mereka menolak seruannya dan melakukan penyiksaan terhadapnya hingga tengah hari, setelah itu mereka membubarkan diri. Lalu ada seorang wanita datang menemuinya, sedang bagian atas dadanya kelihatan. Wanita itu membawa bejana berisi air dan sebuah sapu tangan. Beliau menerima bejana dari wanita itu, meminumnya, dan berwudhu, lalu mengangkat kepalanya dan bersabda, “Wahai putriku, tutuplah bagian atas dadamu dan jangan mengkhawatirkan ayahmu.” Kami bertanya, “siapa wanita itu?”Mereka menjawab Zainab putrinya.”

Tabrani juga meriwayatkan dari Manba Al-Azdi, ia menuturkan,”Pada masa jahiliyah aku pernah melihat Rasulullah SAW berseru “Wahai sekalian manusia ucapkanlah, la ilaha illallah niscaya kalian akan beruntung.” Maka sebagian ada yang meludahi wajah beliau, ada yang menaburkan debu, dan ada yang mengolok-ngolok beliau hingga tengah hari. Lalu datanglah seorang wanita muda dengan membawa bejana air, lalu beliau mengambil air itu darinya dan membasuh wajah serta kedua tangannya seraya bersabda, “Wahai putriku janganlah engakau menghawatirkan penghinaan dan pembunuhan terhadap ayahmu.” Aku bertanya, siapakah wanita muda itu?”mereka menjawab, “Ia adalah Zainab putrid Rasulullah SAW.

2. Baihaqi meriwayatkan dari Abdullah bin Abdullah bin Ja’far RA, ia menuturkan “Setelah abu Thalib meninggal dunia, Rasulullah didatangi oleh seorang Quraisy yang sangat jahat dan buruk perangainya. Orang itu menghamburkan debu kepada Rasulullah, sehingga terpaksa beliau kembali ke rumahnya. Lalu datanglah salah seorang putrinya yang membasuh debu dari wajah beliau sambil menangis. Beliau bersabda Wahai putriku, janganlah engkau menangis. Sesungguhnya Allah akan selalu melindungi ayahmu.”

3. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dari Amr bin Ash RA ia menuturkan “Aku belum pernah melihat orang-orang Quraisy benar-benar berencana membunuh Rasulullah SAW kecuali pada suatu hari dimana mereka telah merencanakan persekongkolan untuk membunuh beliau. Pada saat itu mereka sedang duduk-duduk di ka’bah sementara beliau sedang mengerjakan sholat di dekat makam Ibrahim. Uqbah bin Abi Mi’yath bangkit menghampiri beliau lalu mengalungkan selendang ke leher beliau dan menariknya keras-keras hingga beliau terjerambab ke tanah. Mereka pun bersorak-sorai dan mengira beliau dudah mati. Maka datanglah Abu Bakar yang dengan erat memegang lengan beliau dari arah belakang sambil membaca ayat Quran “Apakah kalian hendak membunuh seseorang yang mengatakan Tuhanku adalah Allah.” (Ghafir:28) Setelah mereka menyingkir, Rasulullah SAW langsung berdiri dan mengerjakan sholat.

4. Al-Bazzar dan Thabrani meriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia menuturkan “Kami dan Rasulullah SAW sedang berada di masjid, bersama kami ada Abu Jahal bin Hisyam, Syaibah dan Utbah putra Rabi’ah, Uqbah bin Abi Mi’yath, Umayah bin Khalaf dan dua orang lain. Jumlah mereka tujuh orang. Mereka berkumpul di Hijir Ismail dan Rasulullah SAW sedang melakukan sholat. Ketika beliau memanjangkan sujud Abu Jahal berkata “Siapakah diantara kalian yang mau pergi ke tempat pengembalaan domba-domba bani fulan dan membawa kotorannya ke sini untuk kita timpukkan kepada Muhammad. Maka berangkatlah seorang yang paling celaka di antara mereka Uqbah bin Abi Mi’yath kemudian membawa kotoran itu ke masjid dan melemparkan ke pundak Rasulullah SAW yang sedang bersujud. Ibnu Masud berkata “saat itu aku hanya berdiri dan tidak mampu berbuat apa-apa aku tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka sehingga akupun pergi tapi tiba-tiba aku mendengar suara Fatimah putri Rasulullah SAW yang datang menghampiri beliau dan membersihkan kotoran dari pundak beliau kemudian menemui orang-orang Quraisy seraya mencaci maki mereka namun mereka tidak berani membalas sedikitpun lalu Rasulullah SAW mengangkat kepala sebagaimana lazimnya orang yang bangun dari sujud seusai sholat beliau berdoa “ya Allah kepada-Mu ku serahkan orang-orang Quraisy (tiga kali) Kepada-Mu ku serahkan Utbah, Uqbah, Abu Jahal dan Syaibah”

5. Dalam kitab Dalailun Nubuwah halaman 103, Abu Nuáim meriwayatkan dari Urwah bin Zubair RA, ia menuturkan “Setelah Abu Thalib meninggal musibah atas diri Rasulullah semakin menjadi-jadi. Maka beliau bermaksud pergi ke Tsaqif mengharapkan perlindungan dan pertolongan kepada mereka. Beliau menemui tiga orang pemimpin Bani Tsaqif yang masih bersaudara, yaitu Abdul Yalail bin Amr, Khubaib bin Amr, dan Mas’ud bin Amr. Beliau menawarkan diri dan mengeluhkan musibah yang dialaminya serta kejahatan kaum Quraisy terhadapnya.

Salah seorang diantara mereka berkata “Aku akan mencuri kain ka’bah jikalau Allah benar-benar mengutusmu dengan membawa sesuatu.” Yang lain berkata “Demi Allah sekali-kali aku tidak akan berbicara denganmu sepatah kata pun setelah pertemuan ini. Kalau kamu benar-benar seorang Rasul maka kamu terlalu agung dan mulia untuk aku ajak bicara.” Yang lainnya berkata “Apakah Allah benar-benar tidak mampu untuk mengutus orang lain selain dirimu?” Lalu mereka menyebarkan ucapan-ucapan Rasulullah SAW ke seluruh penduduk Tsaqif. Kemudian mereka semua berkerumun untuk mencaci Rasulullah SAW. Di sepanjang jalan mereka membentuk dua barisan. Tangan mereka telah menggenggam batu. Belum sempat beliau mengangkat kaki dan menapakkannya, mereka telah melemparinya dengan batu-batu tersebut. Mereka terus melempari beliau sembari melontarkan ejekan dan olok-olok kepada beliau. Setelah berhasil melewati kedua barisan mereka, kedua kaki beliau mengeluarkan darah, dan beliau pun menuju ke pagar anggur milik mereka. Beliau berlindung di bawah pohon anggur dengan perasaan sedih dan sakit sementara kedua kakinya masih mengeluarkan darah.

Ternyata di dalam kebun itu ada Utbah bin Rabiah dan Syaibah bin Rabi’ah. Ketika melihat kedua orang itu, beliau tidak ingin menemui mereka, karena beliau tahu permusuhan mereka pada Allah dan Rasul-Nya. Lalu kedua orang itu mengutus budaknya yang bernama Adas untuk membawa anggur kepada beliau. Budak ini adalah seorang Nasrani dari negeri Nainawa. Setelah sampai di hadapan Rasulullah SAW Adas meletakkan buah anggur yang dibawanya di atas tangan beliau. Setelah itu beliau mengucapkan Bismillah sebelum menyantapnya. Ucapan ini membuat Adas keheranan. Lalu Rasulullah SAW bertanya

“Dari manakah kau hai Adas?” Ia menjawab

“Dari negeri Nainawa” Nabi bersabda “dari negeri seorang Shalih Yunus bin Mata”

Adas bertanya “Apa yang Anda ketahui tentang Yunus bin Mata?”

“Ceritakanlah kepadaku perihal Yunus bin Mata”

Lalu Rasulullah SAW menceritakan kepadanya apa yang diketahuinya tentang Yunus bin Mata. Tentu saja Rasulullah SAW tidak pernah merendahkan seorang rasulpun yang telah menyampaikan risalah Allah.

Setelah beliau menceritakan perihal Yunus bin Mata sebagaimana yang telah diwahyukan kepadanya Adas langsung sujud kepada Rasulullah SAW lalu menciumi kedua kaki beliau yang sedang mengucurkan darah. Utbah dan saudaranya diam saja ketika melihat apa yang dilakukan budaknya. Dan setelah datang mereka bertanya kepadanya “Apa yang telah terjadi padamu? Kamu telah bersujud kepada Muhammad dan menciumi kedua kakinya, padahal kami belum pernah melihatmu melakukan seperti ini kepada salah seorang diantara kami.

Ia menjawab “Ia adalah seorang shalih. Dia juga telah menceritakan segala sesuatu yang kuketahui tentang seorang rasul yang diutus oleh Allah kepada kaum kami, yaitu Yunus bin Mata. Dia memberiathukan kepadaku bahwa dia adalah Rasul Allah.”

Keduanya tertawa seraya berkata “Jangan sampai kamu tertipu untuk meninggalkan agama Nasranimu. Sungguh Ia adalah seorang penipu.” Kemudian Rasulullah kembali ke Mekah.

 

Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Suci Bani Israil November 20, 2007

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 2:19 pm

Berikut ini beberapa isyarat (bisyarah) kedatangan Rasulullah yang dinukil dari buku Ar Rasul karangan Said Hawa. Pembahasan lengkap bisa dibaca di buku itu.


Bisyarah Pertama


Dalam Bab 8 Kitab Ulangan disebutkan

18. Dan akan Aku bangkitkan untuk mereka seorang nabi sepertimu dari kalangan saudara-saudara mereka dan Aku jadikan firmanku di mulutnya dan mengatakan kepada mereka dengan segala hal yang aku perintahkan.

19. Dan barang siapa tidak mentaati sabda yang ia ucapkan dengan namaku maka Akulah yang akan menjadi pembalas terhadap hal itu.

Dalam Kitab Al-amal bab 3 yang dimaksud jelas bukanlah Isa al-Masih melainkan Muhammad SAW.

Bisyarah Kedua


Bab 32 ayat 21 Kitab Ulangan menyebutkan,

“mereka telah menyerangku dengan tanpa Tuhan dan mereka membuatku marah dengan sembahan berhala mereka, dan aku sendiri juga menyerang mereka dengan tanpa bangsa, dan aku membuat mereka marah dengan bangsa yang bodoh.”


Bangsa yang bodoh dan jahat saat itu adalah bangsa Arab.


Bisyarah Ketiga


Kitab Ulangan Bab 33

“Ia mengatakan Tuhan datang dari Sinai dan muncul kepada kita dari Sair dan memunculkan diri-Nya dari gunung Faran bersama ribuan malaikat suci di sebelah kanannya ada sinar dari api.”


Faran adalah salah satu gunung di Mekah


Bisyarah Keempat


Kitab Kejadian Bab 19 ayat 20 menyebutkan

“Dan atas dasar Ismail, Aku telah memenuhimu. Ia akan Aku berkahi, Aku besarkan, dan Aku perbanyak menjadi banyak sekali sehingga ia akan melahirkan dua belas pemimpin dan Aku akan menjadikannya bangasa yang besar.”


Nabi Muhammad SAW berasal dari garis Ismail.

Bisyarah kelima dst sangat panjang.


Bisyarah Kedelapan Belas


Injil Yohanes Bab 14, cetakan tahun 1844 London menyebutkan

“Jika kalian mencintaiku maka hapalkanlah pesan-pesanku, sementara kau meminta kepada Bapa agar memberikan kepadamu Farkleit yang lain sehingga Ruhul Haqq yang dunia tak akan mampu menerimanya tetap bersama kalian hingga akhir jaman, karena ia tidak melihatnya dan tidak mengenalinya sedang kalian mengenalinya karena ia menetap di tengah kalian. (15)

“Farkleit adalah Ruhul Qudus yang diutus oleh Bapa atas namaku dan ia mengajarkan kepada kalian segala hal, ia juga mengingatkan kalian segala apa yang pernah aku katakan kepada kalian. Sekarang aku telah mengatakan kepada kalian sebelum ia ada, hingga apabila ia ada kalian akan beriman (26-27)


Injil Yohanes Bab 16


“….jika aku tidak pergi maka Farkleit tidak akan datang padamu, tapi jika aku pergi maka aku akan mengirimkannya kepadamu…. Jika Ruhul haqq itu datang, ia akan mengajrkan kepada kalian seluruh kebenaran karena ia tidak berbicara dari dirinya sendiri tapi berbicara berdasar apa yang ia dengar…”

Kata Farkleit “telah berubah” menjadi kata yang lain. Ditulis Baraklithus (bahasa Yunani) yang berarti melipur, menolong, dan membantu. Kalau ditulis Birklotus bermakna sangat dekat dengan Muhammad atau Ahmad. (Saya telah mencocokan dengan Injil terjemahan Bahasa Indonesia dan ternyata diterjemahkan sebagai penghibur.)

Ketika kata-kata ini dikonfirmasi pada DR Carlo Nelionu, ahli sastra Yunani kuno, beliau membenarkannya.

 

Dosa-Dosa Besar November 19, 2007

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 4:03 pm
  1. Menyekutukan Allah
  2. Membunuh dengan Sengaja
  3. Sihir
  4. Meninggalkan Sholat
  5. Enggan Membayar Zakat
  6. Tidak Berpuasa Ramadahan
  7. Enggan Menunaikan Haji
  8. Durhaka kepada Orang Tua
  9. Menjauhi Kerabat
  10. Berzina
  11. Homoseksual
  12. Makan Riba
  13. Makan Harta Anak Yatim
  14. Berdusta
  15. Desersi Perang
  16. Pemimpin Menipu Rakyat
  17. Berlaku Sombong
  18. Kesaksian Palsu
  19. Minum Minuman Keras
  20. Berjudi
  21. Menuduh Wanita baik Berzina
  22. Berhianat dalam Ghanimah
  23. Mencuri
  24. Merampok
  25. Sumpah Palsu
  26. Perbuatan Lalim
  27. Membantu berbuat Lalim
  28. Mencari Kekayaan Secara Haram
  29. Bunuh Diri
  30. Biasa Berbuat Dusta
  31. Hakim Durhaka
  32. Sogok dalam Hukum
  33. Perilaku Menyerupai Laki/Perempuan
  34. Mengasuh Keluarga dalam Dosa
  35. Nikah dengan Cinta Buta
  36. Sisa Kencing Tidak Bersih
  37. Riya
  38. Menyembunyikan Ilmu
  39. Khianat
  40. Mengungkit Pemberian
  41. Menginkari Taqdir
  42. Menyelidiki Rahasia Orang (Tajasus)
  43. Mengadu Domba
  44. Mengutuk Orang Muslim
  45. Mengingkari Janji
  46. Percaya Dukun
  47. Nuzuz Wanita pada Suami
  48. Menggambar Orang
  49. Meratapi Orang Mati
  50. Berlaku Rushuh
  51. Menindas yang Lemah
  52. Menyakiti Tetangga
  53. Mencaci Orang Islam
  54. Durhaka terhadap Hamba Allah
  55. Mengagumi Diri Sendiri dan Sombong
  56. Membuat Sesajen
  57. Budak Lari dari Majikannya
  58. Memalsukan Keturunan
  59. Menentang Kebenaran
  60. Enggan Memberikan Kelebihan Air
  61. Mengurangi Timabangan dan Takaran
  62. Berbuat Dosa tapi Merasa Aman dari Allah
  63. Meninggalkan Sholat Jumat
  64. Curang dalam Berwasiat
  65. Tipu daya
  66. Membeberkan Rahasia Orang
  67. Makan dari Bejana Emas
  68. Mencela Sahabat Nabi SAW
  69. Buang Air Besar di Tempat Berteduh
  70. Kencing di Tempat Air untuk Mandi
  71. Nifak
  72. Lupa Kepada Allah
  73. Pelit
  74. Makan bangkai, darah, babi, binantang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah
  75. Kafir

 

Dikutip dari Syamsudin Adz Dzahabi, 75 Dosa Besar

 

Peristiwa-Peristiwa Penting Nabi Muhammad SAW

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 3:54 pm

Nabi Muhammad lahir 12 Rabbiul Awal 570


Umur 8 hari : Halimah Sadiyya diagkat sebagai inang pengasuh

Umur 6 tahun : Kembali ke Mekah dibawah asuhan ibunya

Umur 6 tahun : Ibunya, Aminah wafat

Umur 8 tahun : Kakeknya Abdul-Muttalib wafat

Umur 12 tahun : Mengunjungi Syiria

Umur 25 tahun : Mengunjungi Syiria sebagai pesuruh Khadijah

Umur 25 tahun : Menikah dengan Khadijah

Umur 28 tahun : Memperoleh momongan Qasim

Umur 30 tahun : Putrinya, Zainab lahir

Umur 33 tahun : Putrinya, Rugaya lahir

Umur 35 tahun : Putrinya, Ummu Kaltum lahir

Umur 35 tahun : Renovasi Ka’bah, penempatan Batu Hitam (Hajar Aswad)

Umur 35 tahun : Putrinya, Fatimah lahir

Umur 40 tahun : Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama di Gua Hira

Umur 40 tahun 6 bln : Khadijah, Abu Bakar, Ali, Zaid masuk Islam

Umur 43 tahun : Mengajak masyrakat Mekah memeluk Islam

Umur 46 tahun : Rombongan kaum Muslim hijrah ke Abyssinia

Umur 46 tahun : Blokade oleh suku Abi-Talib

Umur 46 tahun : Hamzah, Umar menerima Islam

Umur 49 tahun : Kakeknya Abu Talib dan istrinya Khadijah wafat

Umur 49 tahun : Menikah dengan Sauda

Umur 49 tahun : Menikah dengan Aisyah

Umur 49 tahun : Dakwah ke Taif, 13 km dari Mekah

Umur 50 tahun : Isra’ Mi’raj dan menerima perintah sholat 5 kali sehari

Umur 50 tahun : Beberapa orang Madinah memeluk Islam

Umur 52 tahun : Perjanjian Aqabah pertama

Umur 52 tahun : Perjanjian Aqabah kedua

Umur 52 tahun : Hijrah dari Mekah ke gua Thur

Umur 52 tahun : Migrasi dari Mekah ke Madinah

Umur 53 tahun (1 H) : Tiba di Madinah setelah Jumatan di Masjid Quba

Umur 53 tahun : Pembuatan Masjid di Madinah dan adzan pertama oleh Bilal

Umur 53 tahun : Nabi mempersaudarakan kaum Anshor dan Muhajirin

Umur 53 tahun : Perjanjian damai dengan kaum Yahudi di Madinah

Umur 53 tahun : Allah mengijinkan perang mempertahanakan diri

Umur 53 tahun : Perang (ghazwa) Waddan

Umur 54 tahun : Perang Safwan

Umur 54 tahun : Perang Duláshir

Umur 54 tahun : Salman Al-Farisi masuk Islam

Umur 54 tahun : Pengubahan arah Qiblat ke Ka’bah dan Puasa Ramadhan

Umur 54 tahun : Perang Badar

Umur 54 tahun : Perang dengan bani Salim

Umur 54 tahun : Idul Fitri dan pembayaran Zakat Fitrah pertama

Umur 54 tahun : Perintah Kewajiban membayar Zakat

Umur 54 tahun : Pernikahan Fatimah

Umur 54 tahun : Perang dengan Bani Qainuqa

Umur 54 tahun : Perang Sawiq

Umur 54 tahun : Perang Ghatfan

Umur 55 tahun : Perang Bahran

Umur 55 tahun : Menikah dengan Hafsyah

Umur 55 tahun : Perang Uhud

Umur 55 tahun : Perang Humra Al-Asad

Umur 55 tahun : Menikah dengan Zainab binti Khazimah

Umur 56 tahun : Perang dengan Bani Nudair

Umur 56 tahun : Larangan minum khamar

Umur 56 tahun : Perang Datur Riqa

Umur 56 tahun : Menikah dengan Umu Salma

Umur 56 tahun : Perang Badru Ukhra

Umur 57 tahun : Perang Dumatul Jandal

Umur 57 tahun : Perang Dengan bani Mustalaq

Umur 57 tahun : Menikah dengan Jawariah binti Harits

Umur 57 tahun : Menikah dengan Zainab binti Hajash

Umur 57 tahun : Turun perintah berjilbab

Umur 57 tahun : Perang Ahzap atau Khandaq

Umur 57 tahun : Perang dengan Bani Quraiza

Umur 57 tahun : Perang dengan bani Lahyan

Umur 58 tahun : Perang Dhi Qard atau Ghaiba

Umur 58 tahun : Perjanjian Hudaibiyah

Umur 58 tahun : Larangan menikah dengan orang kafir

Umur 58 tahun : Menikah dengan Habibah

Umur 58 tahun : Mengajak para penguasa untuk memeluk Islam

Umur 58 tahun : Perang Khaibar

Umur 58 tahun : Kembali dari Abyssinia

Umur 58 tahun : Menikah dengan Safiyya

Umur 58 tahun : Perang Wadil Qura dan Taim

Umur 59 tahun : Umrah

Umur 59 tahun : Menikah dengan Maimunah

Umur 60 tahun : Khalid bin Walid dan Umar bin Al-Aas masuk Islam

Umur 60 tahun : Perang Muta

Umur 60 tahun : Penaklukan Mekah

Umur 60 tahun : Perang Hunain dan perang Taif

Umur 60 tahun : Tiba di Ja’rana dan utusan Hawazan memeluk Islam

Umur 60 tahun : Pembentukan lembaga zakat dan shodaqoh

Umur 60 tahun : Utusan Ghadara memeluk Islam

Umur 61 tahun : Utusan Balli memeluk Islam

Umur 61 tahun : Perang Tabuk, perang terakhir yang dipimpin oleh Rasulullah

Umur 61 tahun : Aturan membayar pajak keamanan bagi non-Muslim

Umur 61 tahun : Abu Bakar As-Sidiq menunaikan ibadah haji

Umur 61 tahun : Turun perintah Haji, dan pelarangan Riba

Umur 62 tahun

Ramadhan : Utusan Taif, Hamadan, Bani Asad and Bani Abbas, Ghuttan menerima Islam

Dzul-Qaidah : Bertolak dari Madinah ke Mekah

Dzul-Hajj : Haji perpisahan, Hajjatul Wada, Khutbah, wahyu terakhir

Muharam : Utusan Nakha masuk Islam

Safar : Ekspedisi militer dipimpin Surya Usama bin Zaid sukses

Safar : Nabi jatuh sakit

8 Rabiul Awwal: Nabi memimpin sholat selama empat hari

Umur 63 tahun:


12 Rabiul Awwal: Nabi menunjuk Abu Bakar memimpin sholat

12 Rabiul Awwal: Nabi wafat

14 Rabiul Awwal: Nabi dimakamkan

 

http://www.itsislam.net/articles/life_of_Prophet_Muhammad.asp

 

Komentar

Yang sering disorot dari perisitiwa di atas adalah soal banyaknya peperangan dan poligami. Banyak terjadi perang karena secara logika saat itu adalah masa-masa menyebarkan risalah dimana penentang risalah sangat banyak. Mereka saling bahu membahu untuk memadamkan dakwah Nabi SAW. Tidak ada cara lain, selain memerangi mereka. Pilih salah satu memerangi mereka atau diperangi oleh mereka. Peperangan ini hukumnya syah.


Untuk memadamkan musuh-musuh Islam caranya menaklukan berbagai wilayah sehingga tak ada kesempatan bagi musuh untuk menggalang kekuatan dengan wilyah lainnya. Akan tetapi itu tidak berarti kaum Muslim boleh masuk sembarang wilayah dan mendudukinya. Dari sejarah diketahui bahwa ketika akan terjadi penaklukan daerah yang bersangkutan diberi pilihan: menerima Islam atau mereka mebayar upeti sebagai tanda menghormati kekuatan Islam. Bila kedua pilihan itu ditolak berarti mereka ingin perang.


Soal poligami ini adalah masalah klasik. Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Ar-Rasul, sangat banyak masalah umat manusia yang harus diselesaikan. Untuk itu diperlukan berbagai sarana. Banyak sekali aspek yang terkandung dalam poligami yang dilakukan Rasulullah SAW. Kesemua aspek itu bermuara pada kelangsungan dan keberhasilan dakwah yang diembannya. Bukan soal hubungan seks. Hanya satu perawan yang dinikahi oleh Rasulullah SAW. Yang lainnya janda.


Di dalam sejarahnya dan yang berlaku saat itu adalah bahwa para nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad memiliki istri lebih dari yang dimilki Rasulullah SAW. Para raja-raja musyrik di berbagai belahan dunia banyak yang demikian bahkan mereka sangat melecehkan kaum wanita. Poligami saat itu sesuatu yang lazim. Lalu mengapa dipersoalkan?

Bagaimana dengan sekarang? Seperti yang tertera dalam 4:3 poligami tidaklah wajib, kecuali timbul masalah dalam rumah tangga.