Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Jawaban Kontradiksi Quran February 20, 2009

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 9:51 am
Tags: , , , , ,

Ini merupakan sanggahan kepada penuduh jahil.

KESESUAIAN/ KESINERGISAN/ KEKONSISTENAN ALQURAN:
Antara lain:
1. Siapakah yg pertama kali menjadi Muslim? Muhammad (Qs.6:14,163) .
Hal ini bertentangan dengan:
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Musa (Qs.7:143).
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Beberapa orang Mesir (Qs.26:51).
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Ibrahim (Qs.2:127-133, Qs.3:67).
Yang menjadi Muslim pertama kali adalah Adam, yaitu manusia ciptaan pertama, yang menerima wahyu dari Allah Muslim (Qs.42:51).
Sampai disini sudah ada 10 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 10 pertentangan.

Ayat 22:75 menjelaskan dari dulu pengikut Adam, Ibrahim, Musa, Isa dll adalah Muslim. Saya menduga ayat-ayat yang dipersoalkan dapat ditafsirkan lain. Orang yang pertama berarti orang yang utama. First lady bukan berarti dialah perempuan pertama. Melainkan warga negara perempuan paling utama. Dengan demikian maksud ayat di atas adalah memerintahkan kita semua untuk menjadi orang-orang yang memiliki kualitas iman yang baik.

Sampai disini sudah lenyap 10 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 10 pertentangan.


2. Bisakah Allah Muslim dilihat oleh manusia dan apakah Muhammad (Mhd) melihat Allahnya? Ya, Mhd dapat melihat Allahnya ( Qs.53:1-18, Qs.81:15-29) .
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.6:102-103 dan Qs.42:51) mengatakan bahwa Mhd tidak dapat melihat Allahnya..
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 14 pertentangan.

Jelas-jelas tidak ada pertentangan. Ayat-ayat yang dituduhkan menceritakan pandangan nabi Muhammad SAW dan malaikat pembawa wahyu yaitu Jibril.

Sampai disini sudah lenyap 4 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 14 pertentangan.

3. Apakah pemberi peringatan (Rasul) dikirim kepada semua manusia sebelum kedatangan Mhd? Ya, Allah Muslim telah mengirim pemberi peringatan (Rasul) kepada setiap orang ( Qs.10:47, 16:35-36, 35:24).
Hal ini bertentangan dengan:
Ibrahim dan Ismael secara spesial telah dikirim oleh Allah Muslim untuk mengunjungi Mekah dan membangun Ka’bah serta memberi peringatan kepada orang2 di sana ( Qs.2:125-129) .
Anehnya, Mhd ternyata dikirim sebagai pemberi peringatan (Rasul) kepada orang2 yg belum memiliki rasul/pemberi peringatan tersebut sebelumnya ( Qs.28:46, 32:44, 36:2-6).
Hal ini menimbulkan pertanyaan: “Bagaimana dengan Hud dan Sahih yg nyata2 juga telah dikirim sebagai pemberi peringatan ke Arab? Bagaimana juga dengan Kitab yg telah diberikan kepada Ismael? Dll ( Qs.11:50, 11:61).
Sampai disini sudah ada 18 pertentangan ayat.
Jadi total sudah ada 32 pertentangan.

Bagus sekali pertanyaan si penuduh. Kalau mau dilanjutkan apakah Ibrahim berasal dari Bani Israil atau Arab? Tentu saja pertanyaan itu lucu. Arab dan Bani Israil berasal dari Ibrahim. Makanya dikatakan beliau adalah bapak para nabi. Nabi-nabi utusan Allah banyak yang berasal dari garis keturunan Ibrahim. Dari Ibrahim muncul Ismail dan Ishaq. Dari Ismail muncul bani Arab. Dari Ishaq kemudian muncul bani Israil.

Hanya ada empat kitab suci Taurat, Zabur, Injil dan Quran. Ada satu lagi yaitu ”lembaran” Ibrahim. Tidak ada kitab lain yang dikirim kepada Ismail. Kalaupun ada pastilah berasal dari warisan Ibrahim.

Sampai disini sudah lenyap 18 pertentangan ayat. Jadi total sudah lenyap 32 pertentangan.


4. Apakah yg menjadi makanan orang2 di Neraka? Makanan orang2 yg ada di Neraka adalah Dhari atau pohon berduri (Qs.88 :6).
Hal ini bertentangan dengan:
Makanan orang2 di Neraka adalah darah dan nanah (Qs.69:36).
Makanan orang2 di Neraka adalah buah dari pohon Zaqqum (Qs.37:66).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 34 pertentangan.

Ini hanya sinonim. Boleh jadi zaqum itu berduri dan bernanah.

Sampai disini sudah lenyap 2 pertentangan ayat. Jadi total sudah lenyap 34 pertentangan.


5. Bisakah malaikat2 menyebabkan kematian/penderitaa n terhadap manusia? Alquran menyerang mereka yg menyembah selain Allah Muslim, seperti malaikat, nabi. Mengapa? Karena malaikat dan dan nabi tidak bisa menciptakan, memberi kehidupan atau bahkan menyebabkan kematian atau penderitaan.
Hal ini bertentangan dengan:
“Sesungguhnya orang2 yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri…(Qs.4: 97).
“(Yaitu) orang2 yg dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zalim kepada diri mereka sendiri” (Qs.16:28).
“(Yaitu) orang2 yg diwafatkan dlm keadaan baik oleh para malaikat..” (Qs.16:32).
“Katakanlah, “malaikat maut yg diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu..” (Qs.32:11).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 38 pertentangan.

Malaikat itu eksekutornya Allah. Kalau dikatakan Allah mematikan artinya malaikat yang mencabut nyawanya dengan ijin Allah.

Sampai disini sudah lenyap 4 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 38 pertentangan.


6. Bisakah umat Muslim menikah dengan orang Non-Muslim? Alquran melarang umat Muslim menikahi wanita penyembah berhala dan kafir juga musyrik serta menganggap orang di luar Islam adalah binatang yang paling jahat dan buas (Qs.2:221, 8:55, 9:28-33).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.5:5 yang ternyata memperbolehkan Umat Muslim untuk mengawini/menikahi wanita Kristen.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 39 pertentangan.

Yang boleh dinikahi adalah waita ahlul kitab di jaman nabi Muhammad SAW. Setelah itu tidak pantas atau tidak ada lagi istilah ahlul kitab. Ahlul kitab yang dimaksud adalah ahlul kitab yang masih memegang teguh ajaran injil. Perhatikan ayat itu 5:5 jelas-jelas disebut ahlul kitab sebelum nabi Muhammad diutus. Wajarlah MUI telah mengeluarkan fatwa keharaman nikah beda agama, Islam-non-Islam.

Sampai disini sudah lenyap 1 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 39 pertentangan.

7. Apakah Allah Muslim akan menganugerahi imbalan yg baik atas perbuatan2 baik orang Non-Muslim? Tidak ( Qs.9:17, 9:69).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.2:62 menjanjikan bhw Umat Kristen (Non-Muslim) akan diberi penghargaan atas perbuatan baik mereka.
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 41 pertentangan.

Sangat klasik pernah dibahas di tvri.

Sampai disini sudah lenyap 2 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 41 pertentangan.


8. Berapa banyak Ibu yg dimiliki seorang Muslim? Hanya satu, yaitu wanita yg melahirkan mereka dan tiada yg lain ( Qs.58:2).
Hal ini bertentangan dengan:
Ibu yg dimiliki seorang Muslim adalah dua (2) (Qs..4:23, termasuk seorang ibu yg merawat mereka).
Ibu yg dimiliki seorang Muslim adalah sedikitnya sepuluh (10) (Qs.33:6).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 43 pertentangan.

Ibu kandung kalau tidak bisa menghasilkan air susu boleh meminta ibu lain menyusukan bayinya. Ibu susuan itu statusnya seperti ibunya sendiri terutama dalam hal pernikahan.

Sampai disini sudah lenyap 2 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 43 pertentangan.

9. Mengenai pembagian harta warisan dalam Hukum Kewarisan Islam. Qs..4:11-12 dan Qs.4:176 menyatakan bahwa jika seorang lelaki Muslim meninggal dan ia meninggalkan 3 puteri, 2 orangtua, dan isteri..maka pembagian harta warisannya adalah 2/3 dari harta warisan yg diberikan kepada 3 puterinya secara bersamaan, 1/3 dari harta warisan diberikan untuk orangtuanya ( Qs.4:11) dan 1/8 untuk isterinya (Qs.4:12).
Hal ini bertentangan dengan:
Jika lelaki Muslim meninggal, maka pembagian harta warisannya adalah ibunya menerima 1/3 dari harta warisan (Qs.4:11), isterinya menerima ¼ dari harta warisan ( Qs.4:12), dan 2 saudara perempuannya menerima 2/3 dari harta warisan (Qs.4:176), dan ditambah lagi hingga 5/12 dari harta warisan yang tersedia/ada.
Sampai disini sudah ada 6 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 49 pertentangan.

Ayat ini sangat jelas tak perlu diperdebatkan. Ada syarat-syarat yang harus diperhatikan.

Sampai disini sudah lenyap 6 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 49 pertentangan.


10.. Berapa banyak malaikat yg berbicara kepada Maryam? Beberapa malaikat (several angels) (Qs.3:42, 3:45).
Hal ini bertentangan dengan:
Malaikat yg berbicara kepada Maryam adalah hanya satu malaikat (Qs.19:17-21) .
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 52 pertentangan.

Penuduh ini ngerti apa tidak bahasa arab? Maklum yang dikutip ucapan orang lain.

Sampai disini sudah lenyap 3 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 52 pertentangan.

11. Berapakah 1 hari dimata Allah Muslim? 1 hari dimata Allah Muslim = 1000 tahun (Qs.22:47, 32:5).
Hal ini bertentangan dengan:
1 hari dimata Allah Muslim = 50.000 tahun (Qs.70:4)
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, total sudah ada 55 pertentangan.

Berapakah jarak Jakarta-Bangkok? Berapakah lama perjalanan Jakarta-Bangkok? Pertanyaan ini tak bisa dibandingkan karena sama-sama menyatakan kebenarannya sendiri.

Sampai disini sudah lenyap 3 pertentangan ayat, total sudah lenyap 55 pertentangan.


12. Ada berapa golongan/groupkah orang2 yg ada pada akhir zaman? Ada 3 golongan/group (Qs.56:7).
Hal ini bertentangan dengan:
a. Qs.90:18-19 mengatakan bahwa ada 2 golongan/group yg ada pada hari Penghakiman/ Akhir Zaman, yaitu golongan kanan dan golongan kiri.
b. Qs.99:6-8 juga mengatakan bahwa akan ada 2 golongan/group yg ada pada hari Penghakiman/ Akhir Zaman, yaitu golongan yg berbuat baik dan yg berbuat jahat.
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 58 pertentangan.

Tak ada yang bertentangan. Pada dasarnya hanya ada dua golongan beriman dan tidak beriman. Yang beriman kemudian terbagi lagi yang utama beriman dan yang tidak utama.

Sampai disini sudah lenyap 3 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 58 pertentangan.


13. Berapa harikah yg dibutuhkan Allah Muslim untuk menghancurkan orang2 Aad? Satu hari (Qs.54:19).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs..41:16 dan Qs.69:6-7 mengatakan bahwa waktu yg dibutuhkan Allah Muslim untuk menghancurkan orang2 Aad adalah beberapa hari.
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 60 pertentangan.

Jelas-jelas disebut lebih dari satu hari. Inilah hasil jiplakan penuduh sesat.

Sampai disini sudah lenyap 2 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 60 pertentangan.


14. Berapa harikah masa Penciptaan? Bila anda menjumah hari penciptaan dlm Qs.41:9 (4 hari), Qs.41:10 (2 hari) dan Qs.41 :12 (2 hari), maka total hari Penciptaan adalah 8 hari.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11:7 dan Qs.25:59 jelas menyebutkan bahwa Allah Muslim menciptakan langit dan bumi adalah dalam waktu 6 hari.
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 64 pertentangan.

Langit dan bumi diciptakan dalam enam massa. 2 massa penciptaan bumi (41:9) dan 4 massa penciptaan isi kandungan bumi (41:10). Boleh jadi 2 massa pertama adalah penciptaan bumi tanpa isi dan belum sempurna. Selanjutnya 2 massa berikutnya adalah penentuan isi kandungan bumi. Ini bisa dipahami dari kata-kata memberkahinya. Jadi dikatakan pemberkatan dan penentuan kadar bumi dalam 4 massa. 2 massa lagi adalah penciptaan langit (2:12). Mana yang lebih dahulu? Dari ayat ini jelas yang diciptakan lebih dahulu adalah bumi. Setelah bumi, diciptakan langit. Setelah sempurna bumi dan langi maka terakhir menghamparkan bumi (79:29) atau menempatkan bumi pada orbitnya. Cocok khan?

Sampai disini sudah lenyap 4 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 64 pertentangan.


15. Cepat atau lambatkah Penciptaan itu? Allah Muslim menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari (Qs.7:54, Qs.10:3, Qs.11 :7 dan Qs.25:59).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim mencipta secara “spontan” dan langsung jadi (Qs.2:117).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 68 pertentangan.

Cepat artinya apa yang dikehendaki Allah pasti langsung terjadi. Ketika Allah memerintahkan enam masa maka yah..enam masa terjadinya.

Sampai disini sudah lenyap 4 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 68 pertentangan.

 


16. Manakah yg lebih dahulu diciptakan: langit atau bumi? Pertama, bumi dulu yg diciptakan, lalu kemudian barulah langit ( Qs.2:29).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs..79:27-30 yg menyebutkan bahwa yg diciptakan terlebih dahulu adalah langit, kemudian bumi.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 69 pertentangan.


Sudah dijawab.

Sampai disini sudah lenyap 1 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 69 pertentangan.


17. Bagaimanakah proses penciptaan terjadi? Dalam proses penciptaan langit dan bumi diciptakan dengan suka hati atau terpaksa ( Qs.41:11).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.21:30 menyebutkan bahwa langit dan bumi pada mulanya diciptakan telah bersatu padu, kemudian baru dipisahkan.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 70 pertentangan.

Maksudnya langit dan bumi dengan suka hati mengikuti perintah Allah.

Sampai disini sudah lenyap 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 70 pertentangan.

18. Dari manakah manusia itu diciptakan? Dari Segumpal Darah (Qs.96:1-2).
Hal ini bertentangan dengan:
Manusia diciptakan dari air (Qs.21:30, 24:45, 25:54).
Manusia diciptakan dari tanah liat kering yg berasal dari Lumpur hitam (Qs.15:26).
Manusia diciptakan dari debu tanah (Qs.3:59, 30:20, 35:11).
Manusia diciptakan dari bahan yg tidak ada sama sekali (Qs.19:67).
Manusia diciptakan dari bumi (Qs.11:61).
Manusia diciptakan dari mani/sperma (Qs.75:37).
Sampai disini sudah ada 11 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 81 pertentangan.

Setelah penciptaan langit dan bumi selanjutnya penciptaan manusia. Manusia pertama dari tanah dan berikutnya dari air yang dipancarkan oleh laki-laki. Tak ada pertentangan.

Sampai disini sudah lenyap 11 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 81 pertentangan.

19. Bolehkah menjadi perantara/orang yg bersyafaat atau tidak pada Hari Penghakiman/ Akhir Zaman? Boleh (Qs.20:109, 34:23, 43:86, 53:26).
Hal ini bertentangan dengan:
Menjadi perantara/orang yg bersyafaat pada Hari Penghakiman/ Akhir Zaman adalah tidak boleh (Qs.2:122-123, 2:254, 6:51, 82:18-19).
Sampai disini sudah ada 16 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 97 pertentangan.

20. Dimanakah Allah Muslim dan tahtaNya? Allah Muslim lebih dekat daripada urat leher manusia (Qs.50:16).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim itu berada di tahtaNya/arasyNya (Qs.57:4)…tahtaNya dimana?!
Allah Muslim itu tahtaNya berada di atas air (Qs.11:7).
Allah Muslim itu tahtaNya berada antara 1.000 hingga 50.000 tahun untuk dijangkau (Qs.32:5, 70:4).
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 101 pertentangan.

Penuduh tidak paham bahasa Indonesia. Ayat di atas menjelaskan dekatnya Allah dengan manusia. Sedangkan istana Allah ada di atas air, siapa yang tahu?.

Sampai disini sudah lenyap 4 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 101 pertentangan.


21. Siapakah sumber malapetaka? Sumber malapetaka adalah Setan di “dalam” diri manusia atau gangguan (Qs..38:41).
Hal ini bertentangan dengan:
Sumber malapetaka adalah kita sendiri (Qs.4:79).
Sumber malapetaka adalah Allah sendiri (Qs.4:78).
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan, jadi total sudah ada 104 pertentangan.

Tidak salah. Malapetaka itu bisa saja berasal dari manusia sendiri. Menyimpangnya manusia dari jalan Allah lantaran mengikuti syetan atau mengikuti hawa nafsunya. Soal taqdir, itu urusan Allah.

Sampai disini sudah lenyap 3 pertentangan, jadi total sudah lenyap 104 pertentangan.

22. Apakah Allah Muslim memerintahkan untuk melakukan kejahatan/perbuatan keji? Tidak! (Qs.7:28, 16:90).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim memang memerintahkan untuk melakukan kejahatan/perbuatan keji (Qs.17:16, Qs.5:33, Qs.8:12, Qs.8:17).
Sampai disini sudah ada 8 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 112 pertentangan.

Si penuduh tampaknya tak paham bahasa Indonesia. Di ayat 17:16 menerangkan kebijakan Allah menghancurkan umat pembangkang bukannya memerintahkan kejahatan. Ayat 5:33 menjelaskan hukuman bagi yang mengancam keselamatan orang lain. Ayat 8:12 menjelaskan kondisi orang kafir di medan pertempuran.

Sampai disini sudah lenyap 8 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 112 pertentangan.

23. Salah satu dari 99 Nama dari Allah Muslim adalah MahaBenar
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim menjuluki diriNya sebagai “Sebesar-besar Penipu Daya / Penipu Ulung Penipu yg Hebat” (Qs.3:54).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 113 pertentangan.

Si penuduh menampakkan kejahilannya. Ayat 3:54 menjelaskan Allah mengetahui rencana jahat manusia dan sesungguhnya Allah Maha pembuat rencana. Rencana siapakah yang menang? Tentu rencana Allah.

Sampai disini sudah lenyap 1 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 113 pertentangan.


24. Allah Muslim adalah Jalan yg Lurus (Qs.19:36).
Bertentangan dengan:
Allah Muslim juga berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 114 pertentangan.

Betul sekali jalan Allah adalah jalan yang lurus. Orang yang tidak mau mengikuti jalan Allah dikatakan orang yang sesat dan mereka dibiarkan sesat sesuai rencana Alllah. Sedangkan rencana Allah tak ada seorang pun yang mengetahui.

Sampai disini sudah lenyap 1 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 114 pertentangan.


25. Allah Muslim itu MahaKuasa (Qs.2:20), bertentangan dengan: Allah Muslim itu juga ditolong manusia (Qs.47:7).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 115 pertentangan.

Allah tak butuh pertolongan manusia. Maksud ayat 47:7 itu ditujukan kepada orang-orang yang menggunakan tenaga, waktunya, dan hartanya untuk menyampaikan dan menegakkan agama Allah.

Sampai disini sudah lenyap 1 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 115 pertentangan.


26. Allah Muslim itu Maha Mengetahui (Qs.4:24), bertentangan dengan: Allah Muslim juga belum mengetahui (Qs.9:16).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan, jadi total sudah ada 116 pertentangan.

Ayat itu maksudnya agar orang-orang yang menyatakan dirinya beriman harus membuktikan keimanannya. Dia harus melaksanakan perintah Allah dan harus bersabar menerima ketentuan-Nya.

Sampai disini sudah lenyap 1 pertentangan, jadi total sudah lenyap 116 pertentangan.


27. Allah Muslim itu Mahakaya (Qs.2:263), bertentangan dengan: Allah Muslim meminjam kepada manusia (Qs.5:12).
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 117 pertentangan.

Maksud ayat memberi pinjaman kepada Allah adalah seperti memberi sebagian hartanya untuk menolong orang lain yang kesusahan, zakat, sedekah dsb.

Sampai disini sudah lenyap 1 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 117 pertentangan.


28. Allah Muslim itu Esa/Satu/Tauhid (Qs.112:1), bertentangan dengan: Allah Muslim itu lebih dari satu/jamak, karena setiap kali berfirman kepada nabiNya, kepada manusia, kepada malaikat maka Allah Muslim selalu berkata: “KAMI” (Lihat Qs.4:47, 6:92, 12:2, 13:37, 14:1, 15:6, 17:2, 18:7, 19:40, 20:55, 21:71, 29:15, 36:12, 40:78, 46:16, 49:13, 56:57, 66:12, 72:16, 80:25-27, 90:4, dll).
Sampai disini sudah ada 21 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 138 pertentangan.

Kami menunjukkan perbuatan Allah itu dieksekusi oleh malaikat. Allah memerintahkan kepada malaikat untuk melakukannya.

Sampai disini sudah lenyap 21 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 138 pertentangan.


29. Apakah malaikat itu pelindung? Tidak ada pelindung selain Allah Muslim (Qs.2:107, 29:22).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.41:31 yg mencatat bahwa bahwa malaikat berkata: “Kamilah pelindung-pelindung mu dalam kehidupan dunia dan akhirat.”
Peranan malaikat adalah sebagai pengawas dan penjaga (Qs.13:11, 50:17-18).
Malaikat adalah pengawas pekerjaan manusia (Qs.82:10).
Sampai disini sudah ada 8 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 146 pertentangan.

Malaikat adalah pesuruh Allah. Allah memerintahkan malikat untuk melakukan pekerjaan tertentu. Apanya yang salah? No problemo.

Sampai disini sudah lenyap 8 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 146 pertentangan.

30. Apakah semua yg ada di langit dan bumi tunduk kepada Allah Muslim? Ya (Qs.30:26).
Hal ini bertentangan dengan:
Ternyata Setan/Iblis tidak tunduk kepada Allah Muslim (Qs.7:11, 15:28 -31, 17:61, 20:116, 38:71-74, 18:50)., bahkan orang2 Non-Muslim pun menolak taat dan tunduk kepada Allah Muslim sampai hari ini!
Sampai disini sudah ada 6 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 152 pertentangan.


Yah itu artinya orang non muslim sama dengan syaithan/iblis tidak mau taat kepada Allah. Iblis tidak tunduk ketika diperintah sujud kepada Adam karena iblis gengsi alias takabur. Iblis kemudian diusir dari kediamannya. Namun iblis memohon agar dia diberi kesempatan menggoda manusia agar manusia mengikutinya ke nereka kelak. Akibatnya banyak diantara manusia tergoda mengikuti iblis sehingga mereka sesat dan akhirnya diazab Allah. Azab yang dialami oleh umat manusia yang tidak mengikuti nabinya selalu terjadi setelah mereka menyatakan pengingkarannya. Ini sering terjadi sebelum masa kenabian Muhammad. Adapun umat manusia yang tidak beriman kepada Allah, setelah itu akan diberi kesempatan sampai hari kiamat untuk memperbaiki diri. Makanya Allah tidak juga mengazab mereka sampai saat ini.

Ayat-ayat yang disebutkan tidak bertentangan karena ketundukan di sini bisa dipahami sebagai mengikuti hukum-hukum yang telah ditetapkan oleh Allah. Kita bisa lihat manusia pada umumnya perlu makan untuk mempertahankan hidupnya. Adakah manusia yang menentang hukum ini untuk bertahan hidup? Adakah manusia yang tidak perlu udara untuk bertahan hidup? Itulah yang dimaksud manusia semuanya tunduk padaAllah.

Sampai disini sudah lenyap 6 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 152 pertentangan.

 


31. Apakah Allah Muslim mengampuni dosa syirik?Dosa syirik dianggap dosa yg paling buruk dari segala dosa, tetapi penulis Quran tidak dapat memutuskan apakah Allah Muslim akan mengampuni dosa syirik atau tidak ( Qs.4:48, 4:116).
Hal ini bertentangan dengan:
Dosa syirik adalah dapat diampuni (Qs.4:153).
Dosa syirik adalah dapat diampuni (Qs.25:68-71) .
Sampai disini sudah ada 4 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 156 pertentangan.

Allah tidak pernah mengampuni syirik. Cukuplah ayat 3:10 dan 22 menjelaskannya. Ayat 4:153 menjelaskan pengampunan Allah terhadap kelakuan umat nabi Musa semasa mereka masih hidup, BUKANNYA SETELAH MATI. Sangat jelas di ayat 25:68-71 tidak menyebutkan ampunan Allah terhadap pelaku syirik. Allah menyebut mereka yang tidak menyembah selain Allah, tidak membunuh, tidak zina akan mendapat kebaikan dan yang syirik, membunuh, berzina akan diazab. Kalau mau kritis lagi ayat ini menjelaskan siapa yang sirik akan dihukum, yang membunuh akan dihukum, yang zina akan dihukum.

Sampai disini sudah lenyap 4 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 156 pertentangan.


32. Siapakah yg mewahyukan Alquran? Sosok Allah Muslim (Qs.53:2-18) .
Hal ini bertentangan dengan:
Yg mewahyukan Alquran adalah RuhulQudus/Roh Kudus (Qs.16:102, 26:192-194).
Yg mewahyukan Alquran adalah para malaikat/banyak malaikat (jamak dalam bahasa Arabnya) (Qs.15:8).
Yg mewahyukan Alquran adalah Jibril (Qs.2:97).
Awas! Harap lihat Alquran dalam bahasa aslinya, dan tidak dikaburkan/ dicampur adukkan oleh istilah/sisipan dari “penterjemah” yg menyamaratakan/ menggantikan “Ruhul Qudus” “Jibril” dan “Malaikat”.
Sampai disini sudah ada 5 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 161 pertentangan.

Sangat jelas kengawuran dari tuduhan ini. Ayat 53:10 jelas menyebut wahyu itu asalnya dari Allah lalu malaikat yang menyampaikannya kepada Muhammad. Ayat ini terlalu mudah untuk dipahami. Hanya mempersoalkan sebuah sinonim. Siapakah itu presiden Indonesia, siapa itu jendral asal pacitan, siapa itu SBY? Ketiga frasa kata ini menunjuk pada satu sosok.

Sampai disini sudah lenyap 5 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 161 pertentangan.


33. Apakah Ibrahim menghancurkan berhala-hala? Ya (Qs.21:51-59) .
Hal ini bertentangan dengan:
Ibrahim tidak menghancurkan berhala, tetapi berdiam diri dan meninggalkan para penyembah berhala tersebut (Qs.19:41-49, 6:74-83).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 163 pertentangan.

Beginilah kalau orang sok pintar tapi sebenarnya jahil. Cerita ini sudah kita semua hafal. Yang dihancurkan adalah berhala-berhala yang kecil dan membiarkan yang besar untuk mengejek para penyembahnya.

Sampai disini sudah lenyap 2 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 163 pertentangan.


34. Tentang Raja Firaun: Apakah Raja Firaun menjadi Muslim atau menolak menjadi Muslim? Raja Firaun bertobat (menjadi Muslim) dan diselamatkan.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.4:18 mencatat bahwa “Tidaklah tobat itu (diterima Allah Muslim) dari orang2 yg mengerjakan kejahatan…dst. .” Dengan kata lain, Raja Firaun tidak mungkin menjadi Muslim dan bertobat.
Sampai disini sudah ada 1 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 164 pertentangan.

Harus diakui si penuduh disini tidak paham kalimat dalam Al-Quran. Wong yang disebut Al-Quran adalah orang yang bertobat setelah napas sampai ditenggorokan. Mereka itu tobatnya tidak diterima.

Sampai disini sudah lenyap 1 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 164 pertentangan.


35. Apakah ayat2 Alquran/Firman Allah dapat diganti? Firman Allah adalah sempurna dalam kebenaran dan keadilan dan tiada seorangpun yg dapat mengganti Firman Allah ( Qs.6:115).
Hal ini bertentangan dengan:
Nyata-nyatanya Allah Muslim dan Muhammad juga mempertimbangan bahwa perlu juga untuk mengganti beberapa kalimat (Firman) Allah dengan yg lebih baik ( Qs.2:106, Qs.16:101).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 166 pertentangan.

Betul tak seorang pun boleh mengganti firmannya kecuali Dia sendiri. Adalah hak Allah mengganti ayat atau mengubah ketentuanNya. Allah berbuat demikian tentu punya tujuan.

Sampai disini sudah lenyap 2 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 166 pertentangan.


36. Apakah hukum bagi orang yg melakukan perbuatan keji? Didera (dipecut) sebanyak 100 kali, baik pria maupun wanita ( Qs.24:2).
Hal ini bertentangan dengan:
Orang yg berzinah, khususnya pria hukumannya adalah jika bertobat dan memperbaiki diri, maka akan diampuni (Qs.4:16).
Orang yg berzinah, khususnya wanita, hukumannya adalah dikurung didalam rumah sampai mati atau sampai Allah Muslim memberi jalan lain ( Qs.4:15).
Pertanyaan: Mengapa penghukuman untuk pria dan wanita adalah sama dalam Qs.24, tetapi berbeda di Qs.4? Jadi disini ada 2 pertentangan ayat. Total sudah ada 168 pertentangan.

Hukum yang dibuat Allah telah mempertimbangkan kesetaraan gender dan memperhatikan kondisi lainnya. Ayat 4:16 menjelaskan setelah dihukum dia harus diberi kesempatan memperbaiki diri.

Jadi disini lenyap 2 pertentangan ayat. Total sudah lenyap 168 pertentangan.


37. Siapakah yg menderita akibat dari konsekuensi dosa? Alquran menyatakan bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap dosa yg diperbuatnya masing2 ( Qs.17:13-15, 53:38-42).
Hal ini bertentangan dengan:
Anehnya, Alquran menyalahkan orang2 Yahudi pada zaman Mhd karena dosa yang telah mereka lakukan 2000 tahun sebelumnya oleh orang2 Yahudi ketika menyembah Patung berhala Lembu Emas (Qs.7:152).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 170 pertentangan.

Sudah dijawab sebelumnya. Umat Yahudi dijaman nabi Musa adalah contoh yang harus dijadikan pelajaran.

Sampai disini sudah lenyap 2 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 170 pertentangan.

38. Disebut apakah kota Mekah? Umat Muslim berani mengatakan kota Mekah adalah kota suci dan rumah Allahnya Muslim.
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.17:1 mengatakan bahwa kota Mekah adalah “al-Masjidil Haram”. Jadi kota Mekah adalah kota haram dan rumah Setan terkutuk.
Jadi disini sudah ada 1 pertentangan keyakinan dari umat Muslim, jadi total sudah ada 171 pertentangan.

Tampaknya penuduh mengutip perkataan orang lain. Mana ada orang yang paham bahasa Indonesia menyebut Mekah adalah kota haram. Haram artinya terlarang untuk orang kafir, non muslim.

Jadi disini sudah lenyap 1 pertentangan keyakinan dari umat Muslim, jadi total sudah lenyap 171 pertentangan.


39. Apakah orang2 Kristen/Nasrani akan ke sorga? Ya (Qs.2:62, Qs.5:69)
Hal ini bertentangan dengan:
Orang2 Kristen/Nasrani tidak akan ke sorga (Qs.3:85).
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 173 pertentangan.

Tak perlu dibahas terlalu sering. Sudah pernah dimuat di tvri.

Sampai disini sudah lenyap 2 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 173 pertentangan.


40. Apakah Raja Firaun tenggelam di laut atau selamat ketika mengejar nabi Musa dan umat Israel?
Raja Firaun selamat (Qs.10:92).
Hal ini bertentangan dengan:
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.28:40).
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.17:103).
Raja Firaun tenggelam di laut (Qs.43:55)..
Jadi, disini sudah ada 3 pertentangan ayat yg saling bertentangan, jadi total sudah ada 176 pertentangan.

Tuduhan tak jelas karena tidak mampu membedakan tenggelam dan selamatnya firaun.

Jadi, disini sudah lenyap 3 pertentangan ayat yg saling bertentangan, jadi total sudah lenyap 176 pertentangan.


41. Khamar (Arak): Baik atau Jahat? Meminum Khamar ( Arak) adalah perbuatan setan/iblis (Qs.5:90, 2:219).
Hal ini bertentangan dengan:
Di sorga tersedia sungai-sungai dari khamar/arak (Qs.47:15).
Di sorga tersedia sungai-sungai dari khamar/arak (Qs.83:22-25) .
Sampai disini sudah ada 3 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 179 pertentangan.

Makanya mati dulu baru nanti ketemu arak di surga.

Sampai disini sudah lenyap 3 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 179 pertentangan.


42. Jin dan manusia, apakah diciptakan untuk menyembah Allah Muslim atau neraka? Jin dan manusia diciptakan hanya untuk melayani Allah Muslim ( Qs.51:56).
Hal ini bertentangan dengan:
Jin dan Manusia, beberapa di antara mereka diciptakan untuk menempati neraka jahanam (Qs.7:179).
Jadi, disini sudah ada 1 pertentangan, jadi total sudah ada 180 pertentangan.

Suka-suka Allah menempatkan manusia di surga atau neraka.

Jadi, disini sudah lenyap 1 pertentangan, jadi total sudah lenyap 180 pertentangan.


43.. Siapakah yg menyesatkan manusia? Setan (Qs.4:119-120, 5:42 ).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88).
Suatu bencana datangnya berasal dari sisi Allah Muslim (Qs.4:78).
Jadi, disini sudah ada 4 ayat yg saling pertentangan. Total sudah ada 184 pertentangan.


Maksudnya Allah membiarkan orang-orang durhaka mengikuti syetan. Orang yang beriman tak akan mampu disesatkan oleh syetan.

Jadi, disini sudah lenyap 4 ayat yg saling pertentangan. Total sudah lenyap 184 pertentangan


44. Salah satu dari nama Allah Muslim adalah Mahatahu (Qs.4:24).
Hal ini bertentangan dengan:
Qs..4:142 berkata: “Sesungguhnya orang2 munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.” (Allah ditipu?!)
Jadi disini sudah ada 1 pertentangan ayat, total sudah ada 185 pertentangan.

Maksudnya orang-orang munafik merencanakan konspirasi untuk menentang Allah. Menentang Allah artinya melawan syariatNya seperti menteror dan menyusahkan umat Islam.

Jadi disini sudah lenyap 1 pertentangan ayat, total sudah lenyap 185 pertentangan.

45. Apakah umat Muslim akan masuk ke neraka? Ya, umat Muslim sudah ditetapkan pasti akan mendatangi (masuk) ke neraka ( Qs.19:17).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim adalah jalan yg lurus (Qs.19:36) dan Quran adalah jalan yang lurus (Qs.5:16). Aneh! Pertanyaan: Jika Allah Muslim dan Quran adalah jalan yg lurus, lalu mengapa umat Muslim ditetapkan harus masuk ke neraka?
Sampai disini sudah ada 2 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 187 pertentangan.

Penuduh salah kutip. Ayat 19:17 menceritakan soal Maryam. Seorang Muslim tentu saja bisa masuk neraka kalau amal kejahatannya lebih banyak dibanding kebaikannya. Hanya mereka yang mengikuti Quran dengan sepebuh hati yang mendapat jalan lurus.

Sampai disini sudah lenyap 2 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 187 pertentangan.


46. Allah Muslim tidak menyukai orang2 yg melampaui batas/sewenang- wenang (Qs.5:87).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim berwenang untuk menyesatkan manusia/siapa saja yg dikehendakiNya untuk disesatkan (Qs.4:88). Allah Muslim sewenang2 untuk menyesatkan umat manusia?!
Allah Muslim memerintahkan umaatNya untuk membunuh dan Allah Muslim berkata: “Maka (yg sebenarnya) bukan kamu yg membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yg membunuh mereka ….” (Qs.8:17).
Jadi, di sini sudah ada 2 pertentangan ayat, dan total sudah ada 189 pertentangan.

Si penuduh benar-benar berotak encer. Dia bermaksud menimbulkan keraguan.

Ayat 5:87 menjelaskan kebencian Allah pada para pendurhaka (tak mendapat petunjuk)

Ayat 4:88 menjelaskan hak Allah memberikan petunjuk kepada seseorang

Ayat 8:17 menjelaskan bantuan Allah kepada pejuang fi sabi lillah di medan perang.

Jadi, di sini sudah lenyap 2 pertentangan ayat, dan total sudah lenyap 189 pertentangan.

47. Allah Muslim adalah Petunjuk Jalan yg Lurus (Qs.19:36).
Hal ini bertentangan dengan:
“Barangsiapa yg disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan” (Qs.4:143).
“Dan barangsiapa yg disesatkan Allah, maka merekalah orang2 yg merugi.” (Qs.7:178).
Jadi, disini sudah ada 3 pertentangan ayat. Total sudah ada 192 pertentangan.

Sudah dijawab.

Jadi, disini sudah lenyap 3 pertentangan ayat. Total sudah lenyap 192 pertentangan.

48. Allah Muslim membenci orang kafir, orang yg berbuat sewenang-wenang dan orang syirik (Qs.8:55, 4:48, 4:116).
Hal ini bertentangan dengan:
Allah Muslim menangguhkan (menahan) penghukuman terhadap orang2 kafir sehingga dosa2 mereka semakin bertambah?! (Lihat Qs.3:178).
Jadi, disini sudah ada 4 pertentangan ayat, total sudah ada 196 pertentangan.

Meskipun Allah membenci mereka, mereka masih diberi kesempatan memperbaiki diri. Itulah kasih sayangnya Allah. Adapun orang yang keras kepala, hatinya tidak tergerak beriman kepada Allah maka dia dibiarkan berbuat dosa seumur hidupnya.

Jadi, disini sudah lenyap 4 pertentangan ayat, total sudah lenyap 196 pertentangan.

49. Alquran mengatakan: “Tidak ada paksaan dalam agama Islam…” (Qs.2:256)
Hal ini bertentangan dengan:
Qs. 5:33 mengatakan dan memerintahkan kepada umat Muslim untuk membunuh, memotong tangan dan kaki, melakukan penyaliban, membuang (menyingkirkan/ memusnahkan) orang2 yg menolak Allah Muslim & RasulNya (Mhd) serta ajarannya.
Allah Muslim memerintahkan untuk memancung/memenggal kepala dan membunuh orang2 kafir (Non-Muslim) (Qs.47:4, Qs.9:5, Qs.8:12, Qs.8 :17, Qs.8:60, Qs.9:14, Qs.9:73, Qs.9:29, Qs.48:29, Qs.4:74, Qs.2:154, Qs.2:190-191, Qs.9:38, Qs.9:41, Qs.4:76).
Sampai disini sudah ada 16 pertentangan ayat, jadi total sudah ada 212 pertentangan.

Betul tidak ada paksaan dalam memeluk Islam. Membunuh hanya diijinkan kalau non muslim melakukan permusuhan dan mengancam keselamatan umat Islam. Beginilah kalau orang yang membaca Al-Quran dengan mata syetan.

Sampai disini sudah lenyap 16 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 212 pertentangan.

 


50. Qs.2:54 berkata: “Bunuhlah dirimu sendiri! Hal itu lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yg menjadikan kamu, maka Tuhan akan menerima taubatmu …”
Hal ini bertentangan dengan:
Qs.4:29: ” …Janganlah kamu membunuh dirimu sendiri, sesungguhnya Allah Maha Penyayang kepadamu.”

Sudah dijawab. Ayat 2:54 bercerita tentang umat nabi Musa. Boleh jadi saat itu bunuh diri adalah salah satu cara untuk menebus dosa. Apa masalahnya?


Sampai disini sudah lenyap 1 pertentangan ayat, jadi total sudah lenyap 213 pertentangan.


Masih banyak sekali kesesuaian, kesinergisan dan konsistensi Al-Quran. Tetapi karena mengingat banyaknya, maka cukuplah sampai point ke-50 ini saja.

Kesimpulan:
Alquran itu banyak kesesuaian ayat.
Alquran itu wahyu Allah yg Benar (wahyu Asli).
Alquran itu harus dipercayai/diimani.
Alquran itu mengandung kebenaran.
Alquran itu mujizat.
Alquran itu sempurna.
Alquran berasal dari Allah.

Ini berarti:
Allah Muslim sempurna.
Allah Muslim Tuhan Allah yg Benar.
Allah Muslim dapat dipercaya.
Allah Muslim pantas diimani.
Allah Muslim benar.
Allah Muslim hanya satu-satunya Tuhan.
Allah Muslim memiliki sorga.

 

Haram Nikah Beda Agama January 8, 2009

Filed under: Fatwa — ainspirasi @ 6:49 am
Tags: , , ,

KEPUTUSAN FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Nomor : 4/MUNAS VII/MUI/8/2005
Tentang

PERKAWINAN BEDA AGAMA

Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional VII MUI, pada 19-22 Jumadil Akhir 1426H. / 26-29 Juli 2005M., setelah
MENIMBANG :

  1. Bahwa belakangan ini disinyalir banyak terjadi perkawinan beda agama;
  2. Bahwa perkawinan beda agama ini bukan saja mengundang perdebatan di antara sesama umat Islam, akan tetapi juga sering mengundang keresahan di tengah-tengah masyarakat;
  3. Bahwa di tengah-tengah masyarakat telah muncul pemikiran yang membenarkan perkawinan beda agama dengan dalih hak asasi manusia dan kemaslahatan;
  4. Bahwa untuk mewujudkan dan memelihara ketentraman kehidupan berumah tangga, MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang perkawinan beda agama untuk dijadikan pedoman.

MENGINGAT :

  1. Firman Allah SWT :
    Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawini-nya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. (QS. al-Nisa [4] : 3);
    Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (QS. al-Rum [3] : 21);
    Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperlihatkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. al-Tahrim [66]:6 );
    Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi. (QS. al-Maidah [5] : 5);
    Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita yang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun ia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya . Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS. al-Baqarah [2] : 221)
    Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Alllah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka jangalah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami-suami) mereka mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya diantara kamu. Dan Allah maha mengetahui dan maha bijaksana (QS. al-Mumtahianah [60] : 10).
    Dan barang siapa diantara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, Ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah mas kawin mereka menurut yang patut, sedang mereka pun wanita-wanita yang memelihara diri bukan pezina dan bukan (pula) wanita-wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separuh hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut pada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) diantaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengamun dan Maha Penyayang (QS. al-Nisa [4] : 25).
  2. Hadis-hadis Rasulullah s.a.w :
    Wanita itu (boleh) dinikahi karena empat hal : (i) karena hartanya; (ii) karena (asal-usul) keturunannya; (iii) karena kecantikannya; (iv) karena agama. Maka hendaklah kamu berpegang teguh (dengan perempuan) yang menurut agama Islam; (jika tidak) akan binasalah kedua tangan-mu (Hadis riwayat muttafaq alaih dari Abi Hurairah r.a);
  3. Qa’idah Fiqh :
    Mencegah kemafsadatan lebih didahulukan (diutamakan) dari pada menarik kemaslahatan.

MEMPERHATIKAN :

  1. Keputusan Fatwa MUI dalam Munas II tahun 1400/1980 tentang Perkawinan Campuran.
  2. Pendapat Sidang Komisi C Bidang Fatwa pada Munas VII MUI 2005 :

Dengan bertawakkal kepada Allah SWT

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN :

FATWA TENTANG PERKAWINAN BEDA AGAMA

  1. Perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah.
  2. Perkawinan laki-laki muslim dengan wanita Ahlu Kitab, menurut qaul mu’tamad, adalah haram dan tidak sah.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal : 22 Jumadil Akhir 1426 H.
29 Juli 2005 M.

MUSYAWARAH NASIOANAL VII
MAJELIS ULAMA INDONESIA,

Pimpinan Sidang Komisi C Bidang Fatwa

Ketua,                                        Sekretaris,

K. H. MA’RUF AMIN                    HASANUDIN

 

Pendidikan Seks dalam Islam December 10, 2008

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 5:21 am
Tags: , ,

Sana`a (ANTARA News) – Pada masa keemasan Islam yang dipimpin oleh tokoh-tokoh Muslim yang sebagian besar dari bangsa Arab, sumber ilmu pengetahuan hampir seluruhnya berasal dari timur (negeri Muslim).

Barat yang masih dalam masa kegelapan kala itu belajar banyak ilmu dari Arab seperti kedokteran, ilmu aljabar, ilmu astronomi, kimia, fisika, politik, sosial, psikologi dan sejumlah disiplin ilmu lainnya.

Apakah termasuk juga pendidikan seksual yang saat ini masih tabu dibicarakan secara terbuka di kalangan masyarakat Arab?

Menurut DR Fauziah Al-Dare, pendidikan seksual berkualitas secara Islami berasal dari kawasan Arab yang kemudian juga dicontoh masyarakat Barat.

“Pendidikan seksual juga dari Arab, seperti ilmu-ilmu lain layaknya aljabar dan kimia. Buktinya, Dewan Senat Inggris pernah melarang penerjemahan pendidikan seksual Arab ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1865,” kata perempuan doktor spesialis pendidikan seksual asal Kuwait itu kepada TV Alarabiya, Dubai Jumat (30/3).

Dalam paket acara “idha`at” (sorotan) yang disiarkan langsung setelah shalat Jumat itu, doktor tamatan Fakultas Ilmu Jiwa Jurusan Pendidikan Seksual di Universitas York, Inggris, tersebut menilai bahwa Islam adalah agama yang paling banyak mengupas tentang pendidikan seks.

Paket acara TV Arabiya tersebut dikhususkan untuk mengupas berbagai isu yang menjadi sorotan publik Arab. “Pada tahun 1850, ditemukan sebuah buku bahasa Arab yang mengupas tentang seks di Prancis, lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Prancis,” katanya lagi.

DR. Fauziah yang membahas tentang pendidikan seks lewat paket tetapnya bertajuk “siratul hub” (biografi cinta) di TV Alraai, Kuwait menimbulkan pro-kontra di kalangan masyarakat negaranya.

Salah satu tema yang pernah dibahas dalam paket itu yang mendapat reaksi dari media massa setempat adalah tentang besar dan panjangnya alat vital laki-laki. Tapi, sang doktor tetap tidak bergeming, dan menilai apa yang disampaikannya masih sebatas koridor syariat Islam.

Pakar seks Arab yang sekarang selalu memakai jilbab itu, yang menyelesaikan S2 di Amerika Serikat (AS), juga menjelaskan masa-masa studinya di negeri Paman Sam tersebut dan kehidupan pribadinya sebelum memakai jilbab.

Tentang program “siratul hub” yang dibawakannya, ia menjelaskan bahwa bertujuan memberikan pemahaman kepada publik agar tidak terpengaruh iklan-iklan yang menyesatkan.

“Saya melihat beberapa iklan di majalah tentang alat vital pria, karena itu saya perlu mengupasnya dalam salah satu tema program tersebut agar jelas bagi publik bahwa ukuran alat vital tidaklah sebagai ukuran kepuasan hubungan seksual,” katanya.

Fauziah menegaskan bahwa tema tentang alat vital itu merupakan yang paling sulit dibawakannya dalam paket program rutin biografi cinta.

“Yang jelas, saya melihat publik semakin mengerti permasalahan ini,” katanya lagi.

Meskipun pengupasan tentang pendidikan seks secara terbuka di masyarakat Kuwait dan Arab umumnya masih tabu, namun ia menegaskan, akan tetap melanjutkan program rutinnya “siratul hub”, karena keyakinan akan pentingnya pendidikan yang satu ini bagi publik Arab. (*)

 

Penyimpangan-Penyimpangan Dalam Gerakan Da’wah Islam December 9, 2008

Filed under: Visi — ainspirasi @ 4:49 am
Tags: , ,

dakwah.info
Oleh: Abu Ridho

Alhamdulillah gerakan da’wah ini di Indonesia ini telah mencapai usia seperempat abad. Suatu usia yang tidak bisa lagi
dipandang kanak-kanak. Ia telah dewasa dan melebihi usia baligh. Oleh karenanya, setiap muncul permasalahan yang
menyangkut kehidupan gerakan ini mestilah diselesaikan secara mandiri dengan pendekatan yang bijak dan arif.
Berbagai peristiwa yang menghiasi perjalanan pergerakan ini, dari yang menyenangkan hingga yang menegangkan, dari masalah da’wah hingga daulah, tentu akan menjadi modal bagi proses pendewasaan gerakan da’wah ini. Beragam
problema yang menggeluti pergerakan ini, niscaya akan menjadi suplemen yang akan mempercepat proses pembesaran tubuh gerakan ini, apabila disikapi secara positif.
Apabila gerakan ini istiqamah memegang prinsip-prinsip Islam dan setia mengikuti manhaj da’wah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, saya yakin, gerakan ini akan selamat mencapai tujuannya, walaupun dalam perjalanannya kerap ditimpa badai yang dahsyat. Tetapi sebaliknya, apabila gerakan ini menyimpang dari prinsip dan manhaj yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka yakinlah bahwa gerakan ini tidak akan berumur panjang. Dia akan mudah jatuh terjerembab, walaupun hanya terantuk kerikil kecil.
Dalam kesempatan ini saya akan mengungkapkan beberapa bentuk penyimpangan-penyimpangan dalam gerakan
Islam yang dapat menjadi batu sandungan bagi keberlangsungan gerakan da’wah Islam. Pembahasan ini sengaja saya
sampaikan agar para aktifis da’wah dapat terhindar dari sandungan-sandungan yang membahayakan ini.

Jalan Da’wah adalah Jalan Satu-satunya

Tujuan da’wah Islam adalah li i’laa-i kalimatillah, untuk menegakkan syari’at Allah di muka bumi ini. Yaitu tegaknya
suatu system kehidupan yang mengarahkan manusia pada suatu prosesi penghambaan hanya kepada Allah saja.
Apabila syari’at Allah belum tegak, maka beragam prosesi penghambaan kepada selain Allah akan marak dan terus
tumbuh subur.
Untuk mencapai tujuan tersebut, hanya ada satu jalan, yaitu: jalan da’wah. Inilah jalan yang telah ditempuh Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam dan Rasul-Rasul sebelumnya, juga para shiddiqin, syuhada dan shalihin, sebagaimana
wasiat Allah swt kepada Rasul-Nya:
“Dan inilah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah engkau ikuti jalan-jalan lain, karena itu semua akan
menyesatkanmu dari jalan-Nya. Itulah yang telah diwasiatkan kepadamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-An’am:153)
Di atas jalan inilah Rasulullah beserta pengikut-pengikutnya melangkah, walaupun jalan tersebut berliku, terjal, penuh
onak duri bahkan binatang-binatang buas yang siap menerkam. Beliau dan pengikutnya tidak akan berhenti hingga tidak ada lagi fitnah dan sistem Allah (Dienullah) tegak di muka bumi ini secara total.
“…hingga tidak ada lagi fitnah, dan Dien seluruhnya adalah milik Allah.” (QS. Al-Anfal:39).
Sehubungan dengan ini Imam Hasan Al-Banna rahimahullah menyatakan, “Jalan da’wah adalah jalan satu-satunya.
Jalan yang dilalui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.Jalan yang juga dilalui para da’i yang
mendapat taufiq Allah. Bagi kita, jalan ini adalah jalan iman dan amal, cinta dan persaudaraan. Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wasallam mengajak para sahabat kepada iman dan amal. Menyatukan hati mereka dengan jalinan cinta dan
persaudaraan. Maka, terhimpunlah kekuatan aqidah yang menjadi kekuatan wahdah (persatuan). Jadilah mereka
jama’ah yang ideal. Kalimatnya pasti tegak dan da’wahnya pasti menang, walaupun seluruh penduduk bumi

memusuhinya.” Beliau memilih jalan yang telah dilalui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ini dengan berlandaskan pada tiga kekuatan: kekuatan aqidah dan iman, kekuatan wahdah dan irtibath (jalinan yang kohesif), serta kekuatan senjata dan militer. Beliau juga menentukan tahapan-tahapan perjuangan da’wah dan aktivitas gerakan, yaitu marhalah ta’rif (tahap pengenalan), marhalah takwin (tahap pengkaderan) dan marhalah tanfidz (tahap operasional). Disamping juga menetapkan target dan sasaran yang berjenjang melalui proses tarbiyah, yaitu:
* Terbentuknya pribadi muslim yang ideal
* Terwujudnya keluarga muslim yang bertaqwa
* Terbinanya masyarakat muslim yang responsif terhadap seruan Allah
* Tegaknya pemerintahan Islam yang berlandaskan syari’at Allah.
* Tegaknya Daulah Islamiyah di bawah koordinasi Khilafah Islamiyah, hingga menjadi tauladan dunia, dengan idzin
Allah.
Demikianlah beliau dengan para ikhwan lainnya memahami dan mengamalkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan.
Dan dalam mengorganisir gerakan da’wahnya, beliau tentukan rukun bai’at yang sepuluh (arkaul bai’at al-
‘asyarah), dan menjadikan faham (pemahaman) sebagai rukun bai’at yang pertama dan utama. Kemudian
meletakkan prinsip-prinsip yang dua puluh, sebagai kerangka yang menjelaskan pemahaman ini.
Gerakan Ikhwanul Muslimin yang beliau dirikan inilah yang menginspirasi munculnya gerakan-gerakan Islam lain di
seluruh penjuru dunia. Termasuk gerakan-gerakan Islam di Indonesia sebagian besar merujuk pada manhaj da’wah
yang dirumuskan oleh para ulama Ikhwan.

Penyimpangan Dalam Gerakan Da’wah
Setelah mengalami berbagai kendala, ujian dan cobaan, alhamdulillah gerakan da’wah kita semakin diperhitungkan oleh banyak kalangan, terutama setelah gerakan ini memasuki mihwar siyasi (orbit politik) dengan memunculkan sebuah partai da’wah. Tentu banyak nilai positif yang dapat kita petik dari kehadiran partai da’wah ini, disamping ada pula eksesekses negatifnya, bagi da’wah itu sendiri.
Semakin besar dukungan masyarakat terhadap partai ini, tentu semakin besar pula beban tanggung jawab yang harus
dipikul. Adalah manusiawi apabila dalam proses perjalanan gerakan da’wah di ranah politik ini ada oknum-oknum aktifis da’wah (da’i) yang tergelincir dari jalan da’wah ini. Apalagi apabila partai ini semakin besar, maka kans terjadinya penyimpangan di kalangan pengurus partai pun akan semakin besar. Oleh karenanya mengetahui bentuk-bentuk penyimpangan da’wah menjadi keharusan, agar kita semua terhindar darinya.
Diantara bentuk-bentuk penyimpangan dalam gerakan da’wah ini adalah:
1. Penyimpangan dalam Ghayah (Tujuan)
Penyimpangan ini termasuk penyelewengan yang paling berbahaya. Tujuan da’wah secara moral adalah semata-mata
karena Allah Ta’ala. Apabila ada motif selain itu, seperti motif-motif duniawi atau kepentingan pribadi yang tersembunyi, adalah penyimpangan.
Setiap penyimpangan tujuan, meskipun ringan atau kecil, tetap akan menyebabkan amal tersebut tertolak.
Penyimpangan ini tidak harus berarti mengarahkan motif secara total ke tujuan duniawi. Tetapi sedikit saja niat yang ada di dalam hati bergeser dari Allah, maka sudah termasuk penyimpangan. Allah tidak akan pernah menerima amal
seseorang kecuali yang ikhlas karena-Nya. (QS. Az-Zumar:3, 11-14, Al-Bayyinah:5)
Riya’, ghurur (lupa diri), sombong, egois, gila popularitas, merasa lebih cerdas, lebih pengalaman, lebih luas
wawasannya, lebih mengerti syari’ah dan da’wah, terobsesi asesoris duniawi, seperti: jabatan, kehormatan, kekuasaan,
kekayaan; adalah penyakit-penyakit hati yang menyimpangkan para da’i dari tujuan da’wah yang sebenarnya.
Berda’wah itu harus bebas dari kebusukan. Barangsiapa yang berniat baik dan ikhlas, Allah akan menjadikannya
sebagai pengemban da’wah. Barangsiapa menyimpan kebusukan di dalam hatinya, Allah sekali-kali tidak akan
menyerahkan da’wah ini kepadanya.

Demikian pentingnya ikhlas ini hingga Imam Hasan Al-Banna rahimahullah menjadikannya salah satu dari rukun bai’at. Seluruh kader wajib berkomitmen dengannya. Menepati dan menjaganya dari segala noda, agar gerakan da’wah ini tetap bersih dan suci.

Menurut Imam Hasan Al-Banna rahimahullah, pengertian ikhlas adalah menujukan semua ucapan, perbuatan, perilaku dan jihadnya hanya kepada Allah semata; demi mencari ridha dan pahala-Nya, tanpa mengharapkan keuntungan, popularitas, reputasi, kehormatan, atau karir. Dengan keikhlasan ini seorang kader da’wah akan menjadi pengawal fikrah dan aqidah; bukan pengawal kepentingan dan keuntungan.
2. Penyimpangan dalam Ahdaf (Sasaran Utama)
Imam Hasan Al-Banna rahimahullah menjelaskan sasaran yang hendak dituju, yakni menegakkan syari’at Allah di muka bumi dengan mendirikan Daulah Islamiyah, dan mengembalikan kejayaan Khilafah Islamiyah, sembari menyerukan Islam kepada seluruh manusia.
Dalam risalahnya yang berjudul “Bayna al-Ams wa al-Yaum” (“Antara Kemarin dan Hari ini”), Imam Al-Banna
rahimahullah mengatakan: “Ingatlah! Kalian mempunyai dua sasaran utama yang harus diraih: Pertama, membebaskan bumi Islam dari semua bentuk penjajahan asing. Kemerdekaan, adalah hak asasi manusia. Tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang zhalim, durhaka dan tiran.

Kedua, menegakkan di Negara yang dimerdekakan itu, berupa Negara Islam Merdeka, yang bebas melaksanakan
hukum-hukum Islam, menerapkan sistem sosial, politik, ekonominya, memproklamirkan Undang-Undang Dasarnya yang
lurus, dan menyampaikan da’wah dengan hikmah. Selama Negara Islam belum tegak, maka selama itu pula seluruh
umat Islam berdosa, dan akan dimintai tanggung jawabnya di hadapan Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Besar.
Disebabkan keengganan mereka menegakkan syari’at dan Negara Islam, serta ketidakseriusan mereka dalam upaya
mewujudkannya.”
Dalam risalah Al-Ikhwan Al-Muslimun “Di bawah bendera Al-Qur’an”, beliau menjelaskan tugas dan target gerakan
da’wah ini: “Tugas besar kita adalah membendung arus materialisme, menghancurkan budaya konsumerisme dan budaya-budaya negatif yang merusak umat Islam. Materialisme dan konsumerisme menjauhkan kita dari kepemimpinan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan petunjuk Al-Qur’an, menghalangi dunia dari pancaran hidayah-Nya, dan menunda kemajuan Islam ratusan tahun. Seluruh faham dan budaya tersebut harus dienyahkan dari bumi kita, sehingga umat Islam selamat dari fitnahnya.

Kita tidak berhenti sampai di sini. Kita akan terus mengejarnya sampai tempat asalnya, dan menyerbu ke markasnya,
hingga seluruh dunia menyambut seruan baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian dunia ini terselimuti ajaran-ajaran Al-Qur’an, dan nilai-nilai Islam yang teduh menaungi seisi bumi. Pada saat itulah sasaran dan target kaum Muslimin tercapai.”
Dalam menyoroti keadaan negeri-negeri Muslim sekarang ini beliau menyatakan dengan gamblang:
“Sungguh ini merupakan kenyataan yang dapat kita saksikan. Idealitas Undang-Undang Dasar Islam berada di satu sisi,
sedangkan realitas objektifnya berada di sisi lain. Karena itu ketidakseriusan para aktifis da’wah untuk memperjuangkan diberlakukannya hukum Islam adalah suatu tindakan kriminal; yang menurut Islam tidak dapat diampuni dosanya kecuali dengan upaya membebaskan sistem pemerintahan dari tangan pemerintah yang tidak memberlakukan hukum-hukum Islam secara murni dan konsekuen.”
Demikianlah ahdaf (sasaran utama) dari gerakan da’wah ini dirumuskan oleh tokoh utama dan pemimpin gerakan
da’wah kotemporer, Imam Hasan Al-Banna rahimahullah. Jadi, apabila ada aktifis da’wah (da’i) yang menyatakan bahwa partai da’wah ini tidak akan memperjuangkan syari’at Islam, dengan alasan apapun (politis maupun diplomatis), jelas telah menyimpang dan menyeleweng dari sasaran gerakan da’wah yang utama. Mestinya mereka justru menyebarkan opini tentang kewajiban menegakkan syari’ah bagi setiap muslim, secara massif, bukan malah menyembunyikanya. Apalagi di era reformasi yang setiap orang bebas bicara apa saja karena dilindungi Undang-Undang.

Kemudian, apabila partai da’wah berkoalisi dengan partai, organisasi, atau komunitas lain yang berbasis ideologi asing, juga telah menyimpang. Karena tugas gerakan da’wah Islam adalah membebaskan umat dari penjajahan atau dominasi asing, baik itu ideologi, politik, ekonomi, maupun sosial. Bukan malah bekerjasama dalam ketidakjelasan maksud dan tujuan.
Para kader da’wah atau da’i yang terpengaruh kemudian menganut paham materialisme dan gaya hidup konsumerisme

juga telah menyimpang dan menyeleweng dari sasaran gerakan da’wah ini. Mereka seharusnya memberi contoh berupa keteladanan hidup yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sederhana dan santun dalam keinginan dan kebutuhan. Kesalahan dan dosa mereka hanya bisa ditebus dengan menyosialisasi kewajiban menegakkan syari’at kepada seluruh elemen umat, dan memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh; serta menghindari diri dari sikap dan perilaku materialistis dan konsumtif.
3. Penyimpangan dalam Pemahaman
Salah satu persoalan mendasar dalam gerakan da’wah adalah: Pemahaman. Pemahaman yang benar dan utuh tentang
Islam dan manhaj da’wah Islam menjadi krusial, sebab kekeliruan pemahaman akan Islam dan manhaj da’wahnya
menjadikan gerakan ini berbelok arah, sehingga tidak akan pernah sampai ke tujuan.
Imam Al-Banna rahimahullah memberikan perhatian yang serius terhadap persoalan pemahaman ini. Ia curahkan
segenap kemampuannya untuk menyuguhkan Islam sebagaimana yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam
dalam wujudnya yang bersih dari segala bentuk penyimpangan, baik dalam hal aqidah, ibadah dan syari’ah. Terhindar
dari pertentangan yang dapat memecah belah umat, dan distorsi hakikat Islam yang dilakukan para musuh Islam di
masa lalu maupun kini. Dan beliau menjadikan pemahaman ini rukun bai’at yang pertama dan utama.
Bentuk-bentuk penyimpangan dalam pemahaman ini, antara lain:
1. Mengadopsi pemikiran-pemikiran yang bertentangan dengan pemahaman yang benar tentang Islam, Al-Qur’an dan
Sunnah shahih, melontarkan dan menyosialisasikan pemikiran aneh tersebut sehingga membuat bingung umat.
2. Menolak hadits-hadits shahih dan hanya menerima Al-Qur’an saja. Mengutamakan rasionalitas ketimbang haditshadits shahih, dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara tendensius tanpa kaidah-kaidah yang benar.
3. Memaksakan semua kader da’wah untuk mengikuti satu pendapat ijtihadiyah dalam masalah furu’ yang memiliki
beberapa penafsiran pendapat. Pemaksaan seperti ini akan mengubah gerakan/jama’ah da’wah menjadi firqah, atau
madzhab tertentu; yang bukannya tidak mungkin akan dengan mudahnya mengeluarkan statement: “Siapa yang
sependapat dengan kami maka dia adalah golongan kami. Yang tidak sependapat, dia bukan golongan kami, maka
pergilah menjauh dari kami.”

Perlu diingat bahwa gerakan da’wah ini didirikan bukan atas dasar madzhab tertentu dalam masalah furu’. Gerakan ini
harus dapat merekut semua umat Islam untuk mempersatukan mereka dalam bingkai aqidah.
Dalam menghadapi masalah-masalah furu’ ini, hendaknya diambil yang lebih kuat dalil dan argumentasinya, dan tidak
mengecilkan atau menyepelekan pendapat orang lain, meskipun ia berada di luar orbit gerakan da’wah ini. Islam
mengajarkan kita melihat content (esensi) pendapatnya, bukan siapa yang berpendapat.

4. Memperbesar masalah-masalah juz’iyah dan far’iyah, dengan mengenyampingkan masalah kulliyat (prinsip).
Imam Hasan Al-Banna rahimahullah telah menghimbau kita agar kembali kepada kaidah bijaksana: “Hendaknya kita
bekerjasama dalam hal yang disepakati, dan saling tenggang rasa dalam masalah yang masih diperselisihkan.”

5. Membatasi gerakan da’wah ini membicarakan Islam dalam hal-hal tertentu yang tidak menyinggung para penguasa
pemerintahan maupun para pemimpin gerakan da’wah Islam. Padahal kita diwajibkan menyuguhkan Islam secara utuh, mengajak dan mengamalkannya secara utuh pula.
4. Penyimpangan dalam Khiththah (Langkah-Langkah Strategis)
1. Mengikuti Pola Partai Politik Sekuler.
Dalam hal ini menjadikan politik sebagai panglima, bukan lagi da’wah. Menitik beratkan pada faktor kuantitas
pendukung (bukan kualitas), dengan tujuan mengumpulkan suara sebanyak-banyaknya dalam pemilu.
Ini merupakan penyimpangan yang membahayakan bangunan da’wah. Sasaran kita bukan sekedar mencari orang
yang mau memberkan suaranya di pemilu, tetapi kita membutuhkan orang yang siap mengorbankan harta dan jiwanya di jalan Allah.
Kita membutuhkan orang yang sabar, mau berkorban, tabah, bersedia menanggung beban-beban da’wah, memahami
kepentingannya dan bertanggung jawab terhadap amanah yang dibebankan kepadanya.
Kita menginginkan orang-orang yang mencari akhirat, bukan mereka yang memburu pangkat. Kita mencari orang-orang yang rindu kampung surgawi, bukan orang-orang yang memburu kekuasaan duniawi. Kita menginginkan orang-orang yang kommit dengan nilai-nilai syar’i, bukan orang-orang yang terobsesi kursi. Kita menginginkan orang-orang yang selalu ingat akan janji Allah, bukan orang yang cepat lupa dengan janji-janji yang dia lontarkan pada waktu kampanye.
Kita tidak menginginkan gerakan da’wah ini dikuasai oleh orang-orang yang berambisi kekuasaan dan harta semata,
dengan segala kewenangan dan fasilitasnya. Kita juga tidak butuh orang-orang yang gemar melakukan lompatanlompatan
yang tidak syar’i untuk meraih ambisi-ambisi pribadinya. Tetapi kita butuh orang-orang yang akan bekerja
menegakkan Dienullah, dan beriltizam pada syari’at serta menjauhi cara-cara pencapaian tujuan yang tidak syar’i.

2. Mengabaikan Faktor Tarbiyah
Tiadanya perhatian yang layak terhadap tarbiyah akan menyebabkan rendahnya tingkat pemahaman setiap individu,
yang pada gilirannya tidak akan melahirkan kader yang mampu membantu meringankan beban jama’ah. Tarbiyah
berpengaruh terhadap ketahanan kader dalam menghadapi tantangan dan tuntutan amal di jalan da’wah, baik pada saatsaat kritis yang membutuhkan pengorbanan, maupun ketika panggilan jihad telah dikumandangkan.
Penyebab terabaikannya faktor tarbiyah:
1. Aktifitas politik mendominasi seluruh amal da’wah, sehingga waktu, tenaga, fikiran dan dana tersedot ke aktifitas
tersebut.
2. Tidak terpenuhinya kebutuhan akan murabbi, dan naqib, sehingga menyebabkan rendahnya kualitas pembinaan
kader yang berujung pada stagnasi pertumbuhan kader.
3. Usrah atau halaqah berubah menjadi forum sosialisasi qadhaya, bukan solusi qadhaya. Usrah hanya menjadi forum
mencari info dan pengumuman, padahal semestinya sebagai wadah pembinaan, pembentukan serta perbaikan akhlak,
ruhani dan intelektualitas.
4. Usrah atau halaqah hanya menjadi wadah untuk membentuk kader-kader da’wah yang tak siap berdialog secara
kritis dan analistis, karena lebih ditekankan metode indoktrinasi, ketimbang diskusi.

1. Mengabaikan Prinsip “The Right Man on The Right Place” dalam penyusunan struktur jama’ah da’wah.

Penyimpangan lain yang berbahaya adalah menempatkan kader pada struktur jama’ah yang tidak sesuai potensi dan
kemampuannya, tetapi berdasarkan “like and dislike”. Juga memberi amanah atau tugas kepada kader yang tidak sesuai
dengan kompetensinya. Hal ini dapat merusak efektifitas gerakan serta menyeret pada ekses-ekses yang dapat
melemahkan eksistensi jama’ah dan mempermudah timbulnya berbagai penyakit lain.
2. Menerima Prinsip dan Ideologi Sekuler
Rabbaniyah adalah prinsip dasar da’wah setiap gerakan Islam. Da’wah pada hakikatnya memperjuangkan nilai-nilai
Rubbubiyah, Uluhiyah, Mulkiyah dengan cara-cara yang diizinkan Rabb dan dicontohkan oleh Rasul-Nya, oleh kaderkader
Rabbani (para Murabbi dan mutarabbi), demi mencari ridha Allah. Dengan demikian kita tidak boleh menerima
prinsip dan ideologi Sekularisme, Nasionalisme, Pluralisme, Liberalisme, Komunisme, Kapitalisme juga Sosialisme,
walaupun diberi embel-embel Islam di belakangnya.
3. Membiarkan Jama’ah Dipimpin dan Dikuasai Orang yang Tidak Jelas
Gerakan Islam harus memiliki kepribadian Islam yang jelas, dalam pemahaman, tujuan, langkah dan keputusankeputusannya.
Ia tidak boleh tunduk kepada penguasa. Tidak boleh tergiur oleh harta dan tahta. Musuh-musuh gerakan
Islam memiliki cara tertentu untuk menghancurkan gerakan da’wah. Apabila cara-cara fisik dianggap tidak efektif
meredam laju gerakan da’wah, maka adakalanya mereka menggunakan cara yang lebih halus tetapi daya rusaknya
hebat. Seperti misal, menyusupkan agen intelijen ke dalam saf gerakan Islam. Agen ini berusaha untuk diterima seluruh
elemen jama’ah, menempel pada qiyadah jama’ah, mempengaruhinya dalam setiap pengambilan keputusan, dan secara
licin dan lihai membelokkan arah gerakan ini menuju lembah kebinasaan. Sejarah keruntuhan kekhalifahan Utsmaniyah
di Turki, karena disusupi intelijen Yahudi, mestinya menjadi pelajaran berharga bagi setiap gerakan Islam.
4. Berpartisipasi dalam Pemerintahan yang Tidak Menjalankan hukum Allah
Pada dasarnya kita tengah berupaya menjalankan hukum Allah dan tidak akan menyetujui hukum atau aturan apapun
yang bertentangan dengan syari’at Allah.
Tidak dapat dibenarkan kader gerakan Islam ikut masuk dan berpartisipasi dalam pemerintahan yang tidak
menjalankan syari’at Islam, apalagi apabila dia tidak mampu mempengaruhi pemerintahan tersebut, dan bahkan menjadi terpengaruh oleh sistem yang tidak islami. Sikap ini termasuk penyimpangan dari tujuan gerakan Islam ini.
Mungkin dalam situasi kondisi tertentu, atas izin jama’ah, setelah melalui pertimbangan syari’ah dan politik yang
matang, diperlukan ikut serta dalam pertimbangan. Dengan pengertian pemerintahan tersebut dalam transisi menuju
terbentuknya sistem pemerintahan Islam yang sempurna. Hal ini dapat dibenarkan dengan syarat ada kontrak politik
tertulis berupa jaminan bahwa pemerintah setuju untuk mewujudkan hal tersebut. Hal ini tidak boleh diserahkan kepada ijtihad pribadi. Apabila kesepakatan itu dilanggar, maka kita harus segera melepaskan diri dari partisipasi tersebut, agar tidak tertipu dan tergelincir dari tujuan gerakan da’wah yang mulia ini.
5. Berkoalisi dengan Pihak Lain dengan Mengorbankan Prinsip dan Tujuan Da’wah
Dengan sebab dan alasan apapun, tidak dibenarkan mengadakan koalisi dengan pihak-pihak yang tidak memiliki
kesamaan ideologi, visi dan misi dalam memperjuangkan tegaknya syari’at Allah. Apalagi jika koalisi tersebut harus
mengorbankan prinsip-prinsip Islam yang akan diwujudkan melalui perjuangan kita selama ini.
“Mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak, maka mereka pun bersikap lunak pula kepadamu.” (QS. Al-
Qalam:9)
Begitu pula, tidak dibenarkan melakukan koalisi sdengan mengorbankan sasaran dan target yang selama ini kita
berusaha mencapainya. Kalau hal ini dilakukan, berarti kita telah menjurus kepada penyimpangan dan pergeseran dari prinsip, serta menyeret semua amal dan pengorbanan ke arah yang tidak benar. Bahkan meratakan jalan bagi musuh untuk menguasai dan menentukan arah dan langkah pergerakan kita.
Karena itu, menjadi kewajiban kita semua untuk mengingatkan agar jangan mengangkat orang-orang yang tidak jelas
ideologi perjuangannya menjadi pemimpin. Jangan memberi dukungan kepada orang-orang yang zhalim dan korup.
Jangan tunduk kepada mereka karena iming-iming harta dan posisi. Jangan mengadakan perjanjian yang akan
membahayakan eksistensi gerakan Islam. Mari kita berhati-hati, dan tidak memberikan kepercayaan, dukungan dan
loyalitas kepada musuh-musuh Allah. Allah telah mengingatkan:
“Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, walaupun orang-orang itu bapak-bapak, anak-anak, saudarasaudara, atau kerabat mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan ke dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Mereka akan dimasukkan ke dalam surga yang
mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pu ridha
terhadap Allah. Mereka itulah Hizbullah (Partainya Allah). Ketahuilah bahwa sesungguhnya Partai Allah itulah yang akan memperoleh kemenangan.” (QS. Al-Mujadalah:22)
1. Mengabaikan Prinsip dan Keputusan Syura
Allah mewajibkan syura kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, meskipun beliau telah mendapat wahyu. Beliau selalu melaksanakan syura bersama para sahabatnya karena perintah Allah dan sebagai tasyri’ bagi umat Islam. Untuk itulah, beliau mengikuti pendapat Habbab dalam perang Badar, dan mengikuti usulan Salman dalam perang Khandaq.

Syura penting kedudukannya dalam gerakan Islam dan “amal jama’i”. Dengan syura akan diperoleh pendapat yang
lebih matang dan benar. Ia memberi kesadaran akan dasar-dasar keikutsertaan dalam tanggung jawab. Syura juga
menumbuhkan suasana saling percaya dan kerjasama antara semua anggota jama’ah.
Setiap individu dalam gerakan Islam dituntut agar bersifat positif dan aktif dalam da’wah. Ia harus ikut memikirkan,
memberikan pandangan-pandangan dalam mewujudkan kemanfaatan, menghindari kemuidharatan, serta membantu
qiyadahnya dengan pemikiran, ide, gagasan, serta nasihat, sesuai dengan adab da’wah.
Kepada para qiyadah, apapun jabatannya, harus bermusyawarah dengan para kadernya. Memanfaatkan pandangan
dan pemikiran mereka dalam menghadapi persoalan dan kemelut. Berlapang dada dalam menerima nasihat yang
diberikan kader, walaupun dirasa pahit dan caranya kurang berkenan, agar da’wah tidak kehilangan kebaikan yang
terkandung di dalam nasihat tersebut.

Semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada kedua amirul mukminin Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu dan Umar
radhiyallahu ‘anhu yang ketika memberi sambutan di hari pelantikannya sebagai Khalifah, keduanya meminta teguran
rakyat atas segala bentuk penyelewengan.

Amirul mukminin Umar radhiyallahu ‘anhu bersikap lapang dada terhadap seorang rakyat yang berkata lantang
kepadanya di hadapan masyarakat banyak: “Kalau kami melihat Anda melakukan penyimpangan, maka kami akan
meluruskannya dengan pedang kami!”

Pelanggaran terhadap prinsip dan keputusan syura yang dilakukan qiyadah, apapun jabatannya, ilmu dan keahliannya, disamping menyimpang dari khiththah perjuangan, juga berarti pengkhianatan terhadap misi da’wah.
Begitu pula bagi para kader yang bersikap pasif, tidak memberikan pendapat, masukan dan nasihat kepada qiyadah,
serta merasa tidak bertanggung jawab atas masalah tertentu yang strategis, adalah bentuk penyimpangan dan
pelanggaran atas prinsip syura dalam da’wah.
Di antara bentuk penyimpangan lain dari prinsip syura yang berbahaya adalah menjadikan syura sebagai formalitas
belaka yang kering dari esensi. Ada Majelis Syura, namun pembentukannya diintervensi dan keputusannya direkayasa
oleh pihak-pihak tertentu. Islam menolak segala bentuk manipulasi dan penipuan. Sangat ketat dalam proses pemilihan anggota Majelis Syura, karena mereka bukan saja bertanggung jawab kepada jama’ah; tetapi juga kepada rakyat dan yang paling penting kepada Allah Yang Maha Tahu. Pemilihan anggota majelis syura harus melibatkan semua kader dan elemen jama’ah, dengan mempertimbangkan kebenaran, keadilan dan keridhaan Allah, bukan keridhaan qiyadah. Barangsiapa melanggar hal ini, berarti telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Demikianlah sebagian dari bentuk-bentuk penyimpangan dalam gerakan Islam yang dapat menggelincirkan kita dari tujuan da’wah yang mulia dan suci. Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla melindungi kita dari hal-hal tersebut di atas.
Hasbunallahu wani’mal wakil, ni’mal mawla wa ni’man-nashir.
Wallahu a’lam bish-shawwab.

http://kamalzharif.kamaludin.net Powered by Joomla!