Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

MASA DEPAN PKS PARTAI ATAU ORMAS December 27, 2010

Filed under: Opini — ainspirasi @ 12:29 pm
Tags: , , , , ,

Bagi para anggotanya PKS  adalah jamaah tarbiyah. Meskipun di namanya ada kata partai namun bagi pendirinya kata itu untuk menununjukan sebuah pengelompokan.  Setiap anggota PKS didoktrinasi untuk menerima semboyan hizb huwa jamaah dan jamaah huwa hizb. Tentu saja bagi yang tidak menerimanya dianggap bukan anggota partai.

Ada pebedaan makna antara arti hizb sebagi partai dan arti hizb sebagai kelompok. Ketika hizb dimaknai partai maka seolah-olah partai adalah partai politik (parpol). Mau tidak mau para anggotanya harus menerima bahwa mereka adalah parpol, terlepas dari keyakinan anggotanya bahwa mereka jamaah tarbiyah.  Lain halnya ketika hizb dimakani sebagi kelompok maka hizb berarti ormas, mirip dengan ormas-ormas yang ada di indonesia.     Masalahnya adalah sebenarnya makna apa yang lebih tepat memaknai politik atau memaknai ormas? Pemilihan makna ini akan menjadi penentu tentang nasib jamaah tarbiyah.

Memilih Parpol

Jamaah tarbiyah awalnya bergerak secara diam-diam. Ketika ada peluang menjadi lebih besar maka jamaah tarbiyah dideklarasikan sebagai parpol pada tahun 1998. Niatan menjadi partai, katanya, sudah dipikirkan matang-matang. Tapi benarkah pilihan itu kemudian menjadi kenyataan yang menggembirakan? Ada masalah-masalah yang harus segera dicari jalan keluarnya.

Dengan menjadi parpol maka jamaah harus membuat struktur jamaah seperti struktur partai. Para murabi di seluruh Indonesia menjadi pimpinan partai baik di tingkat pusat maupun daerah. Pada saat bersamaan para murabi/naqib ini pun menjadi pemimpin dalam unit terkecil (LU). Mulanya ini baik-baik saja. Akan tetapi seiring berjalannya waktu para murabi ini tidak bisa selamanya memimpin partai meskipun bisa selamanya menjadi murabi. Yang menjadi pemimpin partai adalah para mutarabinya. Dari sini mulai muncul  masalah. Terkadang ketua partai tidak bisa melaksanakan agenda-agenda partai secara pofesional  karena ada masalah emosial dengan para murabi, murabi harus melaksanakan keputusan tingakat partai. Dualisme kepemimpinan seperti ini terus ada dalam jamaah.  Penataan yang tidak jelas seperti ini menyulitkan posisi partai.

Masalah lainnya adalah dalam hal mencari dukungan.  Mau tidak mau sebagai sebuah partai jamah harus mencari dukungan secara luas untuk menempati kursi. Tidak dihindari para jamaah harus bergaya layaknya orang partai yang mencari dukungan.  Tidaklah salah para jamaah pun tururt mengikuti kampanye dan memasang spanduk-spandk dukungan. Aksi kampanyepun akhirnya menjadi sorotan umum. Di beberapa tempat taksi para jamaah  bukannya membawa pujian tetapi cemoohan. Masyarakat terlanjur tahu bahwa anggota PKS adalah orang yang santun dan menjunjung nilai Islam. Lalu mengapa mereka bertindak sama seperti partai lainnya?

Sebagaimana diketahui dukungan partai terutama dari anggotanya yang loyal. Setelah kalah di pemilu 1999, PKS secara mengejutkan meraih posisi mengejutkan di pemilu 2004. Sertelah itu tidak ada perubahan capaian yang mengagumkan di pemilu 2009. Mengapa ini bisa terjadi? Jawabannya, seprti penjelasan sebelumnya, para murabi sudah bergaya seperti anggota parpol lainnya. Hal ini diperparah dengan ucapan ataupun tindakan para murabi yang dinilai publik sudah menyimpang dari hakikat PKS sebenarnya. Bukanlah jamaah yang salah tetapi sebagian para murabi tidak menjaga hakikat partai. Sangat boleh jadi tindakan para murabi partai tidak salah secara prinsip dan dalam pandangan jamaah. Tetapi pandangan orang umum tidak bisa juga disalahkan.

Untuk mengisi pos-pos penting, katanya, sekarang ini otoritas jamaah sudah mengubah nilai muwasofat menjadi lebih ringan. Ada istilahnya percepatan kenaikan jenjang. Seperti yang dikatakn oleh Mustafa Masyur, pemasakan batubata yang dipercepat akan menyebabkan batubata itu rapuh.

PKS sekarang ini dihapakan pada masalah jumlah kader yang cendring konstant. Pertumbuhan para kader dapat diihat dari jumlah dukungan pada pemilu 2009 yang lalu. Para kiyadah sudah turun ke daerah-daerah untuk memotivasi kader mencari dukungan luas dan merekrut kader baru.  Sesungguhnya mencari kader tidak sama dengan membuat patung manusia. Membuat patung dapat dipastikan perolehannya dalam sehari, seminggu, sebulan, atau setahun.  Tapi mencari kader leih sulit.  Kesulitan utama adalah dengan nama apa  rekrutan kader ini akan dilakukan?  Perekrutan atas nama partai sangatlah tidak masuk akal mengingat masyakarat umum masih  antipati dengan istilah partai.  Untuk kover nama lain pun banyak yang kesulitan karena masyarakt makin cerdas. Tidak ada sebuah nama yang pas untuk rekrutan secara umum ini merupakan kesulitan prinsip. Masalah menjadi berkembang ketika dikaitkan dengan pendirian fasilitas umum berdasarkan partai. Jamaah tidak akan mungkin mampu mendirikan rumah sehat, sekolah, perusahaan atas nama partai.

Suatu ungkapan yang amat naif dari seorang kiyadah baywa kemengan dakwah adalah kemenangan politik. Kalau dibalik apakah kekalahan politik berarti kekalahan dakwah? no way syaikh. Dakwah akan terus hidup meskipun tidak berada dalam politik.

Memilih Ormas

Ketika jamaah memilih ormas maka kesulitan mungkin akan sedikit terkurangi. Dengan ormas maka pemishan antara ketua partai dan ketua jamaah sangat jelas. Partai akan memeiliki kewenangan yang bisa saling mendukung.  Partai secara diam-diam akan dikendalikan oleh ormas. Ini tentunya lebih baik.

Dalam hal perekrutan tidak akan kesulitan karena semua memakai kover yang sama dalam merekrut anggota.  Fasilitas-fasilitas publik seperti sekolah, rumah sehat, supermarket dapat dirikan atas nama ormas.

Kelemahan dari memilih ormas mungkin terletak pada  dukungan politik. Artinya ormas hanya punya sedikit kekuatan politik. Akan tetapi menempatkan jamaah pada posisi politik akan membuat jamaah selalu diincar untuk dijatuhkan secara politik pula. Dikeluarkannya UU no 53 Juni 2010 menempatkan jamaah berstatus PNS lebih sulit lagi. Oleh karena itu apa tidak sebaiknyakah jamaah mengubah strategi dengan menempatkan jamaah ke dalam kelompok ormas  ketimbang politik. Nantinya urusan politik hanyalah satu bagian saja dari dakwah.  Masih ada urusan lain yang tidak kalah pentingnya seperti mengurus pendidikan, rumah sehat dsb. Bandingkan sekarang jamaah punya sekolah secara pribadi, SDIT, SMPIT.  Para pendirinya hanya disatukan oleh usrah tetapi tidak sistemnya.  Lalu apa makna berjuang dengan barisan teratur dan rapi? Sendiri-sendiri?

 

2 Responses to “MASA DEPAN PKS PARTAI ATAU ORMAS”

  1. riyanto Says:

    Setiap keputusan pasti ada resiko dan kekurangan , bekerjalah terus…karena Alloh akan menilai setiap usaha yang kita lakukan ..keberhasilan dan kegagalan adalah wilayah kita…wilayah kita adalah : Plan,action,doa dan evaluasi.

  2. Farid Says:

    Ayo maju terus PKS


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s