Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Akidah Muhammadiyah “Bermasalah” January 9, 2009

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 3:54 am
Tags: , ,

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya “sebagian akidah” Muhammadiayh perlu dipertanyakan. Sudah jelas-jelas Allah menyatakan “jangan mengambil teman akrab yang menjadi musuhmu dan musuhku” eh.. Muhammadiyah menyetujui bekerja sama dengan israel.  Sangat memalukan…Inilah berita dari eramuslim.com

———————————

Berita mengejutkan muncul dari tanah air ditengah agresi brutal Israel terhadap Muslim di Jalur Gaza. Muhammadiyah, salah satu organisasi Muslim terbesar di Indonesia ternyata menjalin kerjasama dengan salah satu organisasi Israel.

Situs Islamonline melaporkan, lembaga Rescue and Emergency yang berada dibawah naungan Muhammadiyah telah menandatangani kesepakatan kerjasama di bidang kesehatan dengan Magen David Adom (MDA) sebuah organisasi layanan kesehatan nasional Israel. Kerjasama itu senilai 200.000 dollar dan penandatanganannya dilakukan oleh delegasi Muhammadiyah di Tel Aviv, ibukota Israel pada bulan Oktober 2007.

Sejumlah anggota dewan perwakilan rakyat yang mengetahui kerjasama ini mengecam sikap Muhammadiyah yang diam-diam menjalin kerjasama dengan Israel. “Pemerintah maupun organisasi-organisasi lokal seharusnya tidak membuka kerjasama apapun dengan Israel, sampai mereka mengembalikan tanah Palestina pada rakyat Palestina,” kata anggota dewan Sutan Batugana (Sekretaris Frkasi Partai Demokrat) seperti dikutip Islamonline.

“Apakah kita mengakui Israel sebagai sebuah negara? Pikirkanlah hak itu sebelum membuka hubungan dengan Israel,” kata Ganjar Pranowo , anggota dewan Indonesia dari FPDI.

Sejumlah pihak yang dimintai pendapatnya tentang hal itu, terkesan memberi dukungan jika Indonesia atau organisasi-organisasi yang ada di Indonesia menjalin kerjasama dengan Israel.

Aktivis LSM di utara Aceh, Hamzah Fansuri mengatakan, tidak ada masalah jika ingin menjalin hubungan dengan Israel, cuma waktunya memang belum tepat.

Pendapat serupa dilontarkan Gamal Ferdhi, aktivis pemuda Nahdlatul Ulama (NU). “Kenapa tidak? Fatah saja menjalin hubungan dengan Israel. Mengapa kita tidak?” ujarnya.

Dr. Ahmad Rumadi, profesor bidang Sejarah Hukum Islam di Universitas Islam Nasional (UIN) yang juga seorang aktivis NU meyakini hubungan dengan Israel lebih pada pertimbangan hubungan yang saling menguntungkan.

Sama dengan Rumadi, Ketua Kadin Muhammad Hidayat mengatakan bahwa Indonesia bisa mengambil keuntungan dari “keahlian” Israel di sejumlah bidang. “Kita belajar tentang sistem irigasi dari Israel,” ujarnya.

Pendapat berbeda dilontarkan Front Pembela Islam (FPI). Anggota FPI, Ali al-Hamid mengkritik makin banyaknya organisasi-organisasi di Indonesia yang mau menjalin kerjasama dengan Israel. “Saya dengar Muhammadiyah dan NU mendapatkan bantuan finansial langsung dari Yahudi. Hal ini membuat normalisasi berjalan mulus,” kata Al-Hamid.

Ia juga mengecam sejumlah tokoh-tokoh Islam di Indonesia yang berhubungan dekat dengan komunitas Yahudi sehingga membuka kesempatan besar bagi kerjasama dengan Israel. Menurut al-Hamid, yang diuntungkan dengan situasi ini, hanya Israel.

“Ini bukan soal masalah kesadaran, tapi murni untuk kepentingan pihak Israel agar bisa menyebarkan pengaruhnya ke komunitas Muslim.

Organisasi-organisasi Israel mendapatkan akses ke organisasi-organisasi Muslim di Indonesia, biasanya lewat anggota-anggota organisasi Muslim yang berpikiran liberal. Sungguh disayangkan, alih-alih membela bangsa Palestina yang puluhan tahun dibawah penjajahan Israel, organisasi-organisasi Muslim kita malah membuka kerjasama dengan Israel. Itu sama saja mendukung penjajahan dan kekerasan terhadap bangsa Palestina. Seolah-olah buta dengan kebiadaban Israel di Palestina selama puluhan tahun lamanya. (ln/iol)

 

14 Responses to “Akidah Muhammadiyah “Bermasalah””

  1. Benarkah berita di atas? Tidak!
    Tidak Ada Kerjasama Muhammadiyah dengan Israel
    Saya berharap semoga di kesempatan mendatang, kita lebih cermat dalam memeriksa kebenaran suatu berita semacam itu sebelum mempublikasikannya.

  2. ainspirasi Says:

    Saya dapatkan beritanya

    The highlight of the evening was the signing of a Memorandum of Understanding between MDA Israel and an Indonesia – the most populous muslim country in the world.

    http://www.magendavidadom.org.au/activities_int.htm

    The US$200,000 agreement involved Sudibyo Markus, deputy chairman of Muhammadiyah, which, with some 30 million members, is Indonesia’s second largest Muslim organization.

    http://old.thejakartapost.com/yesterdaydetail.asp?fileid=20081107.D04

    Saya kenal dengan SM ketika beliau ke Bangkok.

    Lebih lengkapnya yang ini

    The Indonesian Rescue and Emergency Organization – Persyarikatan Muhammadiyah, run by that nation’s second-largest Islamic movement, signed an agreement on 29 October night in Tel Aviv with Israel’s first-response organization, Magen David Adom (MDA). As Indonesia has no diplomatic relations with Israel, the agreement was formally signed by representatives of Muhammadiyah. However, the Islamic reformist organization operates dozens of clinics, hospitals, orphanages, schools and universities in Indonesia, and has been recognized by the Indonesian government and by international organizations. The head of Muhammadiyah, Dr. Markus, was the most senior Indonesian representative to make an official visit to Israel. The main points of the $200,000 agreement concern sharing knowledge in emergency medical services and planning work protocols for the Indonesian health system. The practical and managerial knowledge will be implemented by internationally-recognized MDA specialists. The Indonesians will share their experience in preparing for, and responding to, natural disasters. Cooperation between MDA and the Indonesian rescue and emergency organization began approximately one year ago, with the arrival of a delegation of Indonesian health and community organization officials for an MDA course in Israel. (IsraelNN31.10)
    http://www.atid-edi.com/index.php/12-11-08#7_1

    Berita yang benar yang mana? Berita itu atau berita Pak Din.

  3. 1) Berita tersebut belum Anda cross-check. Bukankah bila ada kabar dari orang fasiq (apalagi kafir), kita diperintahkan untuk mengecek kebenarannya lebih dulu?

    Yang Anda lakukan dengan menambahkan berita aslinya memang bagus, tapi itu masih kurang memadai. Sebab, beritanya baru berasal dari satu pihak.

    2) Apabila berita tersebut benar, maka masih ada satu hal lagi yang perlu dikritisi, yaitu generalisasi yang tidak tepat. Bila ada seorang tokoh Muhammadiyah bersikap begitu, maka itu bukan berarti bahwa begitu jugalah sikap Muhammadiyah.

    Jadi, untuk artikel ini, yang tepat adalah “Kabarnya, seorang tokoh Muhammadiyah jalin kerjasama dengan Israel”.

    • ainspirasi Says:

      Yah saya tunggu kabar selanjutnya dari Dr Sudibyo Markus, benarkah demikian atau tidak. Kalau ada sanggahan dari SM tolong sampaikan. Benarkah beliau tidak menandatanganinya atau bagaimana duduk persoalannya? Janganlah kita ribut sendiri sementara pelakunya diam saja.

      Saya mencatat sudah dua kali ini tokoh Muhammadiyah berhubungan dengan Israel. Pertama dulu DR. Mughni dari Jatim yang langsung ke jantung kota tel aviv, dan yang ini dari DR. SUdibyo Markus. Pernahkah ada sikap Muhammadiyah menyikapi ini? Kalau ada tolong saya diberitahu. Bagaimana tindakan Muahammadiyah kepada dua tokoh itu. Kalau tidak ada tanggapan dari Muhammadiyah berarti Muhammadiyah setuju dengan sikap tokoh-tokohnya.

      Saya setuju tidak semua sikap yang ditunjukkan oleh tokoh sebuah oranisasi mencerminkan sikap organisasinya. AKan tetapi yang dilakukan oleh SM menandatangai sebuah MOU sudah tergolong sikap organisasi. Itu merupakan produk kerja organisasi. Apakah menurut Anda SM mewakili dirinya sendiri bukannya institusi? Tanyalah pada SM! Saya tak punya kepentingan apa-apa. Kalau benar saya tidak untung. Kalau beritanya salah saya juga tidak rugi.

  4. Kalau beritanya salah, tidakkah Anda merasa berdosa lantaran menyebarkan fitnah?

    Sanggahan dari SM sendiri sudah dipublikasikan di hidayatullah.com pada 12 Desember 2008 11:20 sbb:

    Hidayatullah.com—Dr. Sudibyo Markus, yang oleh beberapa media Israel disebut-sebut sebagai wakil Muhammadiyah dalam kerjasama bidang kesehatan meralat pemberitaan adanya kerjasama antara Muhammadiyah dengan Israel.

    Dalam pemberitaan itu, disebut-sebut Dr. Sudibyo, dari Muhammadiyah telah menandatangani sebuah persetujuan dengan organisasi kesehatan Israel, Magen David Adom (MDA), semacam Palang Merah-nya Israel. Penandatanganan kerjasama itu dilakukan di Tel Aviv, ibu kota Israel.
    Sudibyo didampingi Prof Aryono Pusponegoro, sedangkan pihak MDA diwakili Dr Ifrach dan Eli Bin wakil dari MDA, Israel.

    Kepada situs http://www.hidayatullah.com, Sudibyo membenarkan dirinya telah datang ke Israel. Tapi menampik dalam rangka hubungan kerjasama resmi antara Muhammadiyah dengan Israel. Yang benar menurut Sudibyo, dirinya datang hanya sebagai saksi dalam perjanjian untuk mendampingi Prof Aryono Pusponegoro sebagai Ketua Yayasan Ambulan Gawat Darurat 118 dan bukan atas nama Muhammadiyah.

    Sudibyo menyebutkan beberapa media Israel keliru dan telah memelintir peristiwa ini. “Tetapi sebagian besar sudah meralat kekeliruan pemberitaan itu, “ ujarnya kepada http://www.hidayatullah.com.

    Murni Kemanusiaan

    Lebih lanjut, salah satu pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini menjelaskan kedatangannya ke Israel. Bersama Prof Aryono Pusponegoro, ia datang ke Tel Aviv setelah melakukan studi banding bidang kesehatan ke beberapa Negara. Sebelum ke Tel Aviv ia berkunjung ke negara kelahiran Mahatma Gandhi, India.

    Sudibyo menyebut, penanganan kegawat-daruratan Israel sangat bagus dibandingkan dengan yang lain. “Ya maklum, ia (Israel) sudah 60 tahun menangani konflik,” ujarnya.

    Lebih jauh, Sudibyo mengatakan ada dua cara memandang Israel. Pertama, masalah politik. Dan kedua, masalah kemanusiaan. Dirinya bukan kapasitas pertama (politik). Tapi datang dalam kapasitas kemanusiaan. “Kita datang dalam kapasitas humanitarian,” ujarnya.

    Alasan ini dikemukakan Sudibyo, karena semenjak tahun 2006, Israel telah diterima secara resmi sebagai anggota International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).

    “Bagi saya, karena secara resmi sudah jadi anggota palang merah internasional, ya nggak ada masalah, “ tambah salah satu Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah ini.

    Sudibyo datang ke Israel 29 Oktober 2008, dan berada di sana selama 4 hari. Selain bertemu pihak Magen David Adom (MDA), Sudibyo mengaku sempat bertemu Imam Besar Palestina dan tokoh Fatah.

    Menanggapi masalah hubungan kemanusiaan ini, Sudibyo ingat ucapan tokoh Muhammadiyah, HM. Farid Ma’ruf. “Sebagai orang Muhammadiyah, saya ingat ucapan pak Farid Ma’ruf. Jangankan dengan manusia, dengan syetan-pun kalau perlu dirangkul. Apalagi ini menyangkut kemanusiaan, “ tambahnya. [cha/www.hidayatullah.com]

    • ainspirasi Says:

      Alhamdulillah tidak ada kerja sama Muhammadiyah dengan israel. Namun pengakuan DR. SM sudah cukup membuktikan memang ada perjanjian kerjasama antara pihak dari Indonesia dan israel. Berita kerjasama itu benar adanya, terlepas Muhammadiyah atau bukan. Apakah menurut Anda ada bedanya menandatangani dan menyaksikan? Formalnya memang beda tapi hakekatnya sama. Menjadi penyaksi atau menandatangani adalah dua hal yang sama-sama menjelaskan persetujuannya. Itu pun berarti Muhammadiyah menyetujui kerjasama yang dilakukan antara kedua belah pihak.

      Kalau dikatakan beliau, DR SM tidak mewakili Muhammadiyah, tetapi beliau itu petinggi Muhammadiyah. Kegiatan yang dilakukannya pasti melekat nama Muhammadiyah. Sangat sulit diterima kalau dikatakan beliau kesana lantaran pribadinya ansich. Kalau beliau bukan seorang pejabat atau petinggi ngapain diajak? Rugi mas.

      Alasan sudah diterimanya israel oleh palang merah internasional juga bukan alasan yang tepat. israel sudah pula diterima sebagai anggota pbb lalu mengapa Indonesia tidak buat kerjasama dengan mereka? Kenapa tidak juga bilang ekonomi israel lebih baik, teknologinya juga bagus, dan bukan politik, lalu kita perlu buka kerjasama dengan mereka? inilah kekeliruan cara berpikir DR SM yang enganggap sebuah urusan itu hanya urusan satu bidang. Tahukah Anda janji syaitan dalam Quran yang ingin mencelakakan manusia? Syaitan berjanji dia akan menyesatkan manusia dengan segala cara. Tidak bisa dengan cara kasar maka dia akan lakukan dengan cara halus.

      Sungguh ucapan yang patut dipertanyakan merangkul syaitan untuk menyelesaikan urusan humanitarian. Ini sangat berbahya. Ucapan ini bermakna beliau akan menyelesaikan segala hal untuk humanitarian sekalipun bertentangan dengan Quran. Dalam banyak ayat Quran Allah menyebut syaitan itu musuh yang nyata. Syaitah tidak patut diajak kerjasama karena dia adalah musuh. Yang memusuhi Allah haram diajak bekerja sama. Ungkapan itu seharusnya berbunyi “saya akan melakukan segala cara yang dijinkan Allah untuk membantu manusia.” Bukan merangkul syaitan.

  5. 1) Saya sulit memahami mengapa Anda masih melakukan generalisasi. Muhammadiyah itu heterogen, Bung! Kepemimpinannya pun bersifat kolektif. Sikap satu tokoh tidak mencerminkan lembaganya.

    2) Mengenai syetan “dirangkul”, silakan simak Bila tokoh Muhammadiyah “merangkul” syetan (Israel)

    • ainspirasi Says:

      Apa itu heterogen? Apakah berarti para petinggi Muhammadiyah boleh sesukanya pergi ke mana saja dengan alasan pribadi? Apakah Anda bermaksud para petingginya juga berhak memutuskan sesuatu sesukanya sendiri-sendiri. Saya yakin organisasi yang baik adalah oragnisasi yang memiliki sikap dan kebijakan yang jelas dan ada kesamaan pandangan di dalamnya. Bila di dalam oraganisasinya tidak ada seiya sekata akan kacaulah. Pak Din mengecam israel tapi anggotannya menyetujui kerjasama dengan israel. Ini namanya plin plan. Saya ngerti maksud Anda ingin menyatakan sikap DR SM adalah pendapat pribadinya, tapi beliau itu salah satu petinggi Muhammadiyah. Beliau diajak ke israel karena jabatan dan afiliasi beliau di Muhammadiyah. Beda artinya kalau beliau hanya beli duren di pasar tak ada orang yang menyatakan Muhammadiyah suka duren. Kadang-kadang kelakuan seseorang bisa mencerminkan institusinya. Mudah saja soal ini diselesaikan. Keluarkanlah DR. SM dari Muhammadiyah maka bebaslah tuduhan orang pada Muhammadiyah.

      Maf mas perbandingan contoh yang Anda kemukakan kiranya sangat tidak pas. Harus dibedakan mana yang bersifat menolong dan mana kerja sama. Menolong orang, siapa pun dia harus ditolong. Apa yang dilakukan Al-Ayubi tidak salah karena dia menolong seseorang yang menderita. Apakah DR SM menolong orang yang menderita? Tidak..DR SM menyetujui kerjasama dengan israel. Sesuatu yang sangat jelas larangannya dalam Quran.

  6. Anda melupakan fakta bahwa Pak Sudibyo itu seorang dokter. Yang beliau tolong dalam rangka kegiatan Palang Merah Internasional itu banyak orang, dan kebanyakan diantara mereka ialah muslim, bukan pimpinan musuh Islam!

    Cukup sekian dari saya. Bila Anda tidak puas dengan kebijakan Pimpinan Muhammadiyah, silakan sampaikan kepada yang bersangkutan. Saya bukan pimpinan Muhammadiyah dan tidak berhak berbicara atas nama Muhammadiyah.

    Wassalam

    • ainspirasi Says:

      Betul beliau itu dokter. Beliau ke tel aviv bukan dalam rangka menolong tapi menyetujui kerja sama. Apakah menolong dengan cara bekerja sama dengan israel hanya satu-satunya pilihan? Kasihan sekali. Banyak negara lain yang juga tak kalah baik. Berkah Allah akan turun dari langit dan bumi kalau para hamba-hamba Allah mengikuti petun juk-Nya. Sebaliknya bekerja sama dengan musuh-musuh Allah sama saja mencari masalah. Jangan lupa Allah yang mengatur alam ini mampu berbuat apa saja termasuk menghambat dan memepersulit kerjasama itu.

      wassalam

    • ichsan Says:

      waaah…koe piye ta…bener-bener muhammadiyah yang sekarang jauh melenceng dari yang tempo doeloe. katanya mau mbrantas TBC (Takhayul-Bid’ah-and Churafat), ko berani-beraninya ngerangkul syetan kalo untuk urusan kemanusiaan. kenape ga jalin kerjesame aje ma DUKUN atawe PERAMAL2 di indonesia daripade ma israel. kan qte punye Dukun2 kelas atas kaye Ki Joko Pinter??, Ma Error (“bisa memanjangkan yang pendek2” tanpa silikon), Deddy ko’ Muter (sang sakit mentallist), Mama Loreng (bisa membantu ngerubah nasib nt kale..), dan masih banyak lagi. siiplah, ane cume pesen, kembalilah ame Muhammadiyah tempo Doeloe (zaman KH Achmad Dahlan). OK..!

  7. JujurlahTerus Says:

    Sejumlah anggota dewan perwakilan rakyat yang mengetahui kerjasama ini mengecam sikap Muhammadiyah yang diam-diam menjalin kerjasama dengan Israel. “Pemerintah maupun organisasi-organisasi lokal seharusnya tidak membuka kerjasama apapun dengan Israel, sampai mereka mengembalikan tanah Palestina pada rakyat Palestina,” kata anggota dewan Sutan Batugana (Sekretaris Frkasi Partai Demokrat) seperti dikutip Islamonline.

  8. sofiahana Says:

    Prof Aryo,… betulkah itu ???


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s