Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Pro Kebebasan Tidak Konsisten June 23, 2008

Filed under: Opini,Wawasan — ainspirasi @ 9:12 am

Antara pluralisme dan kebebasan bagai dua sisi mata uang. Bila ingin disebut pluralis maka seseorang harus membuka pintu kebebasan. Allah sendiri memberi kebebasan manusia untuk memilih menjadi kafir atau Mu’min (QS 64:2).

Dilihat dari segi bahasa tidak ada yang salah dengan pluralisme dan kebebasan. Kita lahir ke dunia ini dalam keadaan plural dan setiap manusia adalah mahluq yang unique. Manusia yang lahir dari satu rahim pun tidak ada yang sama. Sehingga tidak ada masalah dengan pluralisme. Saya suka masakan padang dan orang lain suka gudeg sah-sah saja. Kalau terjadi pemaksaan semua orang harus makan gudeg itulah melanggar kebebasan.

Cuma tampaknya banyak orang kebingungan dengan pluralisme. Dikiranya dengan kaidah pluralisme orang boleh melakukan apa saja. Batas-batas antara sistem yang satu dengan sistem lainnya tidak dihiraukan dengan alasan kebebasan. Kasihan sekali mereka ini. Orang-orang seperti itu seakan menjadi pahlawan kebebasan. Yang dibelanya adalah k e b e b a s a n. Sampai-sampai mereka menggugat tuhan lantaran menurut mereka tuhan tidak sempurna. Mereka berkata, misalnya, tuhan tidak melarang homeseksual atau lesbian.

Para penganut kebebasan dan pluralisme terbukti sangat tidak konsisten dengan keyakinannya. Salah satu buktinya di Prancis, negara bebas, untuk masuk “perguruan tinggi” kaum Muslimah tidak boleh memakai jilbab, inikah kebebasan itu? Lihatlah Adnan Buyung yang mengaku penganut paham kebebasan dia berkata “bubarkan MUI”. Kalau Ahamadiyah dibelanya mati-matian untuk tidak dibubarkan lalu mengapa MUI diminta bubar? Otaknya ke mana? Bukannya dia sendiri yang dibubarkan karena tampak tak waras?

Atau ultimatum bush: “pilih bersama kami atau kami kelar karpet bom”, inikah kebebasan?

Seseorang yang hanya berpijak pada paham pluralisme dan kebebasan akan terombang ambing dalam kehidupan ini. Dia sulit membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak. Lebih parah amal perbuatannya bisa-bisa tidak berharga di mata Allah. Kalau orang beramal hanya berdasarkan niat kebebasan dan pluralisme dikuatirkan dia akan membiarkan maksiat dan “kejahatan” berkembang biak.

Saya lebih suka mengatakan jadilah kita pembela kebenaran dan hendaklah kita selalu bersama orang-orang yang benar. Allah tidak menyuruh kita menjadi pembela kebebasan karena memang Allah sudah menentukan mana yang boleh dan mana yang tidak.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s