Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Hukum Pakaian dari Kulit Binatang May 28, 2008

Filed under: Fatwa,Wawasan — ainspirasi @ 8:01 am

Pertanyaan: Saya memiliki jaket dan dompet terbuat dari kulit. Keduanya berasal dari kulit sapi yang mungkin saja tidak disembelih sesuai syariat. Apakah sholat saya syah ketika membawa keduanya?

Jawaban: Pada prinsipnya kulit binatang, selain babi, yang disamak suci. Dibolehkan membawa jaket dan dompet kulit ketika sholat.

http://www.imamusa.org/fatwa/fatwa.php?askid=d9ee4885dc7513be9ee2e1593fd3fcac

Pertanyaan: saya bekerja di perusahaan kulit dan beberapa hari lalu saya mendapat hadiah jaket kulit. Ternyata jaket itu terbuat dari kulit babi. Apakah kita dibolehkan untuk mengenakannya? Seseorang berkata kita hanya dilarang memakannya tapi boleh memakainya. Bila kulit babi dilarang mengenakannya bagaimana dengan bola sepak yang terbuat dari kulit babi?

Jawaban: Kulit binatang menjadi halal ketika disembelih sesuai syariah seperti kulit unta, sapi, rusa dan sebagainya, apakah kulit itu disamak atau tidak. Untuk kulit binatang yang diharamkan memakannya seperti anjing, srigala, singa, babi, diharamkan mengenaka kulitnya meskipun disembelih susuai syariat atau mati atau dibunuh, mereka tidak menjadi halal lantaran disembelih sesuai yariat, mereka najis. Ini merupakan pendapat yang paling benar, dengan pertimbangan kulit dari binatang yang diharamkan memakannya tidak bisa menjadi halal dengan proses penyamakan.

Untuk bola sepak, tentu kita tidak mengenakannya, tapi menendangnya.

http://www.askriad.com/Q&A/fiqh.htm#

Untuk kulit binatang yang mati sebelum disembelih sesuai syariah, bila disamak maka menjadi halal, sebelum disamak tetap najis. Kulit binatang dapat dibagi menjadi tiga:

Pertama: kulit yang suci ketika disamak atau tidak disamak, yaitu kulit binatang yang halal dimakan kalau disembelih sesuai syariat

Kedua: kulit yang tidak bisa menjadi suci sebelum atau setelah disamak, karena binatangnya memang najis. Ini merupakan kulit binatang yang haram dimakan seperti babi.

Ketiga: Kulit yang menjadi suci setelah disamak, sebelum disamak sifatnya najis. Ini merupakan kulit binatang-binatang yang dagingnya boleh dimakan bila disembelih sesuai syariat dan haram kalau binatang itu mati dengan cara lain.

http://www.islamqa.com/en/ref/1695

Para imam berbeda dalam memandang sholat mengenakan kulit ( meskipun telah disamak) berasal dari binatang yang dilarang memakannya, termasuk di dalamnya keberadaan rambut atau bulu. Hal yang sama berlaku juga untuk pakaian yang terkena bagian-bagian binatang seperti air liur dan keringat. Jadi kalau ada satu helai saja bulu binatang kucing atau lainnya menempel di pakaian maka sholatnya tidak syah. Lain halnya dengan lilin, madu, darah kutu, atau insekta yang tidak memiliki air liur atau bulu.

 
 

http://www.al-islam.org/encyclopedia/chapter7/6.html

 

3 Responses to “Hukum Pakaian dari Kulit Binatang”

  1. nurul Says:

    salam…saya hendak bertanya mengenai jika pakaian saya terkena sofa yang diperbuat dari kulit babi tetapi sofa itu kering dan pakaian saya juga kering.adakah saya perlu samak pakaian tersebut??

  2. nurul Says:

    salam…saya hendak bertanya mengenai jika pakaian saya terkena sofa yang diperbuat dari kulit babi tetapi sofa itu kering dan pakaian saya juga kering.adakah saya perlu samak pakaian tersebut??

    • ainspirasi Says:

      menurut saya cukup dibersihkan saja dari bulu-bulu yang mungkin menempel. Sebaiknya gantilah pakaian Anda. Siapa tahu keringat babi membawa penyakit.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s