Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Masih Terpuruk Setelah 100 tahun May 28, 2008

Filed under: Opini — ainspirasi @ 8:09 am

Tiga hari yang lalu kita bangsa Indonesia telah memperingati hari Kebangkitan Nasional yang menandai 100 tahun kebangkitan nasional. Pada peringatan 100 tahun HARKITNAS tahun ini disambut dengan kondisi bangsa yang sangat kurang menguntungkan. Pemerintah Indonesia dihadapkan pada pilihan sulit dengan kondisi harga minyak dunia. Harga minyak dunia naik mencapai 123 USD per barel yang mengakibatkan beban keuangan pemerintah menjadi bertambah sehingga pemerintah merencanakan menaikkan harga minyak. Tentu saja kenaikan ini sangat berat bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Inilah problem dilematis bagi pemerintah. Harga minyak dinaikan menjadi beban bagi masyarakat, harga dibiarkan tetap, katanya, menjadi beban bagi pemerintah.

Masalah bahan bakar minyak adalah satu dari sekian banyak masalah yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Akan tetapi masalah harga bahan baker ini layaknya tuas yang dapat mendongkrak semua harga kebutuhan pokok masyarakat. Tidak mengherankan apabila masyarakat langsung menjerit bila mendengar pemerintah menaikan harga bahan bakar. Oleh karena itu sudah menjadi tugas kita semua untuk saling bahu membahu menghadapi masalah-masalah seperti ini.

Jamaah rahima kumullah,

Memanfaatkan kekayaan alam yang dikaruniakan oleh Allah kepada Negara kita merupakan tugas kita bersama. Mestinya kekayaan alam Indonesia itu tidak hanya dinikmati oleh sebagian kecil orang tetapi dinikmati oleh semua orang yang ada di dalamnya. Kenyataannya jarang sekali diantara kita yang bias menggunakannya kekayaan alam Indonesia dengan optimal. Kita punya laut, tapi banyak hasil laut yang dicuri orang. Kita punya banyak hasil tambang tapi hasil tambang itu lebih banyak dinikmati oleh orang luar. Demikian juga dengan hasil hutan.

Oleh karena itu menjadi kewajiban kita sebagai umat Islam Indonesia untuk turut memelihara dan memanfaatkan kekayaan alam yang ada. Merumuskan berbagai cara menggunakan sumber daya alam ini mungkin inilah termasuk dalam pengertian yang terkandung dalam ayat yang berbunyi:

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. 29: 69

Dengan ayat ini Allah menyatakan hanya mereka yang bekerja keras yang akan diberi petunjuk. Bekerja keras termasuk amal shaleh bila dilakukan oleh orang-orang beriman. Ketika kita berusaha dengan sekuat tenaga memikirkan cara-cara memanfaatkan kekayaan alam ini maka pada saat itu Allah menegaskan Dia akan memberi petunjuknya. Ini bukan hal mudah. Pasti banyak kesulitan yang akan kita hadapi. Akan tetapi kita tidak perlu kuatir dengan kesulitan-kesulitan itu karena Allah berfirman

Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. 94:5-6.

Agar terlaksana dengan baik diperlukan usaha-usaha cerdas dari pemerintah dan masyarakat.

Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. 24:55

 

Hukum Pakaian dari Kulit Binatang

Filed under: Fatwa,Wawasan — ainspirasi @ 8:01 am

Pertanyaan: Saya memiliki jaket dan dompet terbuat dari kulit. Keduanya berasal dari kulit sapi yang mungkin saja tidak disembelih sesuai syariat. Apakah sholat saya syah ketika membawa keduanya?

Jawaban: Pada prinsipnya kulit binatang, selain babi, yang disamak suci. Dibolehkan membawa jaket dan dompet kulit ketika sholat.

http://www.imamusa.org/fatwa/fatwa.php?askid=d9ee4885dc7513be9ee2e1593fd3fcac

Pertanyaan: saya bekerja di perusahaan kulit dan beberapa hari lalu saya mendapat hadiah jaket kulit. Ternyata jaket itu terbuat dari kulit babi. Apakah kita dibolehkan untuk mengenakannya? Seseorang berkata kita hanya dilarang memakannya tapi boleh memakainya. Bila kulit babi dilarang mengenakannya bagaimana dengan bola sepak yang terbuat dari kulit babi?

Jawaban: Kulit binatang menjadi halal ketika disembelih sesuai syariah seperti kulit unta, sapi, rusa dan sebagainya, apakah kulit itu disamak atau tidak. Untuk kulit binatang yang diharamkan memakannya seperti anjing, srigala, singa, babi, diharamkan mengenaka kulitnya meskipun disembelih susuai syariat atau mati atau dibunuh, mereka tidak menjadi halal lantaran disembelih sesuai yariat, mereka najis. Ini merupakan pendapat yang paling benar, dengan pertimbangan kulit dari binatang yang diharamkan memakannya tidak bisa menjadi halal dengan proses penyamakan.

Untuk bola sepak, tentu kita tidak mengenakannya, tapi menendangnya.

http://www.askriad.com/Q&A/fiqh.htm#

Untuk kulit binatang yang mati sebelum disembelih sesuai syariah, bila disamak maka menjadi halal, sebelum disamak tetap najis. Kulit binatang dapat dibagi menjadi tiga:

Pertama: kulit yang suci ketika disamak atau tidak disamak, yaitu kulit binatang yang halal dimakan kalau disembelih sesuai syariat

Kedua: kulit yang tidak bisa menjadi suci sebelum atau setelah disamak, karena binatangnya memang najis. Ini merupakan kulit binatang yang haram dimakan seperti babi.

Ketiga: Kulit yang menjadi suci setelah disamak, sebelum disamak sifatnya najis. Ini merupakan kulit binatang-binatang yang dagingnya boleh dimakan bila disembelih sesuai syariat dan haram kalau binatang itu mati dengan cara lain.

http://www.islamqa.com/en/ref/1695

Para imam berbeda dalam memandang sholat mengenakan kulit ( meskipun telah disamak) berasal dari binatang yang dilarang memakannya, termasuk di dalamnya keberadaan rambut atau bulu. Hal yang sama berlaku juga untuk pakaian yang terkena bagian-bagian binatang seperti air liur dan keringat. Jadi kalau ada satu helai saja bulu binatang kucing atau lainnya menempel di pakaian maka sholatnya tidak syah. Lain halnya dengan lilin, madu, darah kutu, atau insekta yang tidak memiliki air liur atau bulu.

 
 

http://www.al-islam.org/encyclopedia/chapter7/6.html