Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Pidato Presiden PKS Tifatul Sembiring April 24, 2008

Filed under: Visi,Wawasan — ainspirasi @ 7:58 am

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,

Saya sering mendapat pertanyaan, kalau PKS berkuasa bagaimana sikap kita terhadap konstitusi negara, bagaimana sikap kita terhadap pemeluk agama lain, terhadap kalangan minoritas atau masyarakat keturunan. Bagaimana sikap PKS terhadap iklim usaha, apakah PKS ini merupakan suatu partai yang business friendly.

Bagaimana attitude PKS terhadap banyak hal ditunggu. Sikap kita terhadap banyak hal terutama masalah-masalah mendasar tentang negara ini banyak ditunggu, terutama sejak PKS menang di pilgub Jawa Barat dan Sumatera Utara. Saya tidak melihat pertanyaan-pertanyaan ini ditujukan pada partai-partai lain.

Buku ini berisi Platform Kebijakan Pembangunan PKS, Falsafah Dasar Perjuangan dan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Ini baru garis besar. Kalaupun banyak bertanya mengapa ini tidak detil, justru di birokrasi dan pemerintahan perlu difikirkan, bila Allah SWT mentakdirkan PKS berkuasa di negeri ini.

Jadi dari sejak awalnya yaitu Partai Keadilan, dari segi namanya itu berasal dariayat dalam Al-Qur’an, yaitu berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat dengan taqwa. Keadilan itu erat kaitannya dengan Habluminallah(hubungan manusia dengan Allah). Sedangkan sejahtera merupakan tujuan dari seluruh manusia yaitu untuk mencapai hidup yang sejahterah-Hablumminannas(hubungan manusia dengan manusia).

Jadi keadilan sejahtera adalah gabungan Habluminallah dan Hablumminannas. Allah juga berfirman “Mereka akan ditimpakan kehinaan dimana saja mereka berada, kecuali yang Hablumminallah dan Hablumminannas.

Nilai-nilai idiologi keadilan tersebut, kemudian kami upayakan mempelajari, mendalami dan menginternalisasikannya. Bagaimana kita melakukan idiologisasi terhadap idiologi keadilan itu, sehingga dia bisa dijadikan sebagai objektifikasi supaya implementatif nanti. Jangan sampai nilai keadilan itu hanya dalam tataran filosofi saja, tapi tataran implementatifnya seperti apa. Oleh karena itulah dibuat buku ini.

Jadi tidak ada hidden agenda di dalam PKS. Kalau ada yang bertanya “Pak Tifatul apakah PKS punya hidden agenda?” jawabnya “Hidden agendanya sudah dimunculkan di dalam buku itu”.

Inilah latar belakang sejarah berdirinya PKS yang dulu bernama Partai Keadilan, dan latar belakang pandangan-pandangan PKS terhadap berbagai hal terkait dengan penyelenggaraan negara.

Jadi, intinya sekali lagi adalah bahwa PKS sebagai partai dakwah ingin melakukan suatu Islah di negeri ini. Islah maknanya adalah reformasi. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. Sebab Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu merubah nasib diri mereka sendiri.

Dalam diskusi nanti akan dibahas visi PKS, yang kita rumuskan dalam bentuk cita-cita PKS, yaitu terciptanya masyarakat Indonesia yang madani, berperadaban, manusia yang adil, sejahtera dan bermartabat. Untuk mewujudkan cita-cita itu, PKS mempersiapkan SDM dan mencari SDM yang bersifat bersih, peduli dan profesional. Bersih berarti kesolehan secara pribadi, peduli bermakna kesolehan secara sosial dan Profesional berarti memiliki kompetensi.

Dalam falsafah perjuangan PKS tentang politik, adalah berjuang melalui ranah demokrasi. Tentu juga banyak pertanyaan orang, bagaimana warna demokrasi PKS. Saya katakan, ya, kita diwarnai oleh Islam, sebagaimana demokrasi di negara-negara lain, baik itu di Amerika atau di Jerman.

Di Amerika memang demokrasi liberal, tapi demokrasi di Amerika diwarnai oleh Judio Christian. Demokrasi di Jerman di warnai dengan sosialis, mereka menamakan diri demokrasi atau pasar sosialis. Dan biasa, demokrasi di suatu negara atau daerah diwarnai oleh budaya atau idiologi daerah setempat. Dan di Indonesia ini, karena hampir seluruh penduduknya adalah Islam, bisa saja demokrasi itu diwarnai oleh Islam.

Oleh karena itu, PKS benar bermoral Islam, namun kita tetap diwarnai oleh nilai-nilai Islam yang universal, yaitu moralitas, pluralitas, kebinekaan, taat beragama dan kita menginginkan pemeluk agama lain juga taat beragama. Karena kalau seseorang taat beragama, tentu akan ada kontrol moral dalam dirinya.

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Disampaikan dalam diskusi Platform PKS di Hotel Bidakarsa Jakarta Selatan, Ahad 20 April 2008.

Komentar

Semoga bisa dilaksanakan.

 

Gus Dur Akan Hadiri Ultah Pencuri, Perampok, Pembunuh

Filed under: Opini — ainspirasi @ 5:06 am

Kabarnya Gus Dur akan ke Israel. Sekali lagi ini merupakan tamparan sangat menyakitkan bagi saudara-saudra kita yang tengah berjuang menghadapi keganasan tentara zionis. Sangat disayangkan tindakan kunjungan ke Israel ini datang dari orang yang dikatakan memperjuangkan Islam. Menarik untuk diperhatikan sebenarnya seperti apa pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam yang ada pada diri mantan presiden kita ini.

Berikut ini adalah beberapa catatan yang saya dengar dari beberapa teman tentang perilaku Gus Dur. Menurut pengikutnya kerohanian Gus Dur adalah setingkat wali. Bahkan mereka mengatakannya dalam diri Gus Dur ada puluhan malaikat. Mungkin ini pulalah yang yang menyebabkan Gus Dur jarang sekali tampak melakukan ibadah sholat. Padahal ibadah paling utama adalah sholat. Bagaimana mungkin seorang wali yang tidak lebih tinggi dari para sahabat Nabi SAW tidak perlu melakukan sholat. Dalam kaidah fikih pun tidak ada alasan untuk tidak melakukan sholat.

Sebuah kecelakaan yang mungkin sangat disesalkan, kalau boleh dikatakan demikian, oleh Amin Rais ketika menolak pencalonan dirinya sebagai presiden. Saat itu Amin Rais sangat berpeluang menjadi Presiden RI menggantikan Habibi. Amin Rais berujar biarlah Gus Dur yang menjadi presdien, yang pada akhirnya berhenti di tengah jalan. Konon kabarnya saat pencalonan capres, Amin Rais sendiri tidak mengenal dengan baik siapa Gus Dur sebenarnya. Tampaknya dari berita-berita media massa kedua tokoh itu saling mengenal tapi kenyataannya tidak demikian. Ini menunjukan kita semua salah menilai Gus Dur.

Setelah Rasulullah sudah tidak ada yang maksum. Setiap orang berpotensi melakukan kesalahan. Gus Dur pun punya potensi kesalahan dalam melakukan aktivitas kehidupan. Apa yang dilakukan Gus Dur kadang cendrung berlawanan dengan arus utama pemikiran Islam. Ingatlah ketika Gus Dur mengatakan kitab Quran dikatakannya “kitab porno”. Dulu juga ketika peristiwa maluku dia bilang umat Muslim yang salah. Aneh bukan? Lalu mengapa orang begitu mengagumi seorang Gus Dur dan sampai membelanya mai-matian? Quranlah acuan utama dalam bertindak bukan Gus Dur.

http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6738&Itemid=1