Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Hati-Hati NII KW-9 dan Ma’had Al-Zaytun February 27, 2008

Filed under: Fatwa,Wawasan — ainspirasi @ 4:09 am

Mengenai Ma’had Az Zaytun dalam kaitannya dengan NII KW-9, sudah banyak ditulis di internet. Silakan lacak informasi yang lebih luas. Adapun yang menjadi pertanyaan Mas Majo, dalam kaitan ini MUI sudah melakukan penelitian mendalam. Akan tetapi, tujuan penelitian itu baru pada tahap “bahan pertimbangan” untuk kajian lebih lanjut apabila mau dibikin fatwanya. Jadi, belum merupakan fatwa !!

Meski begitu, melihat dari nama2 ulama dan tokoh yang menelitinya, sangatlah layak untuk kita jadikan pedoman atau rujukan bersikap.

Monggo disimak beberapa nukilan berikut :

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
TEAM PENELITI MUI TENTANG MA’HAD AL-ZAYTUN

Bismillahirrahmanirrahim.
Dengan senantiasa memohon petunjuk dan pertolongan Allah SWT, Team Peneliti Majelis Ulama Indonesia tentang Ma’had Al-Zaytun, setelah:

1. Mendengar kesaksian dan menelusuri informasi dari para mantan anggota dan aparat/petinggi NII KW IX, orang tua/wali/keluarga korban NII KW IX dan mantan mudarris (guru) Ma’had Al-Zaytun.
2. Mendengar dan mengkaji informasi dari santri, mudarris (guru) dan muwazzof (pegawai), orang tua/wali santri, mahasiswa dan dosen Program Pelatihan Pertanian Terpadu (P3T), dosen kulliyah al-lughah Ma’had Al Zaytun dan sejumlah tokoh agama dan masyarakat yang memiliki informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
3. Menelusuri dan mempelajari berbagai dokumentasi dan informasi yang berkaitan dengan objek permasalahan yang berasal dari berbagai sumber pustaka dan media seperti buku-buku, kitab-kitab teks, surat kabar, majalah, hasil-hasil penelitian, televisi, radio dan VCD.
4. Mendengar, mengkaji dan mempelajari Hasil Lengkap Penelitian Team Peneliti Litbang Departemen Agama RI.
5. Mendengar, mengkaji dan mempelajari informasi dari Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) dan Team Investigasi Aliran Sesat (TAIS), Forum Masyarakat Korban NII KW IX (FKM NII KW IX) dan Solidaritas Umat Islam untuk Korban NII Al Zaytun Abu Toto (SIKAT).
6. Mendengar dan mengkaji informasi dari Mantan Kepala BAKIN: Bapak Z.A. Maulani dan Badan Intelegen Keamanan Mabes POLRI.
7. Mendengar keterangan/informasi dari Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Abdul Hamid Zaenal Abidin.
8. Melakukan penelitian lapangan, observasi, pengamatan terlibat dan wawancara mendalam (indepth interviewing) dengan berbagai sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
9. Menghimpun, melakukan kroscek informasi, memverifikasi data dan informasi serta menganalisa dan mendiskusikan secara mendalam.

Team Peneliti MUI menyimpulkan hasil penelitian mengenai Ma’had Al-Zaytun sebagai berikut:

1. Ditemukan indikasi kuat adanya hubungan (relasi) antara Ma’had Al Zaytun dengan organisasi NII KW IX. Hubungan tersebut bersifat histories, financial dan kepemimpinan
a. Hubungan Histories: Bahwa kelahiran Ma’had Al Zaytun memiliki hubungan histories dengan organisasi NII KW IX.
b. Hubungan Financial: Bahwa ada ubungan financial dalam arti adanya aliran dana dari anggota dan aparat territorial NII KW IX yang menjadi sumber dana yang signifikan bagi kelahiran dan perkembangan Ma’had Al Zaytun.
c. Hubungan Kepemimpinan: Bahwa kepemimpinan di lembaga pendidikan Al Zaytun terkait dengan kepemimpinan di organisasi NII KW IX, terutama pada figure AS Panji Gumilang dan sebagian eksponen (pengurus yayasan).

2. Terdapat Penyimpangan faham dan ajaran Islam yang dipraktekkan organisasi NII KW IX. Penyimpangan-penyimpangan yang terjadi antara lain dalam hal mobilisasi dana yang mengatas-namakan ajaran Islam yang diselewengkan, Penafsiran ayat-ayat al-Qur’an yang menyimpang dan mengkafirkan kelompok di luar organisasi mereka.

3. Ditemukan adanya indikasi penyimpangan faham keagamaan dalam masalah zakat fitrah dan qurban yang diterapkan oleh pimpinan Ma’had Al-Zaytun, sebagaimana dimuat dalam Majalah Al-Zaytun.

4. Persoalan Al-Zaytun terletak pada aspek kepemimpinan yang kontroversial (AS Panji Gumilang dan sejumlah eksponen/pengurus yayasan) yang terkait dengan organisasi NII KW IX.

5. Adanya indikasi keterkaitan dengan koordinator-koordinator wilayah yang bertugas sebagai tempat rekrutmen santri Ma’had Al-Zaytun dengan organisasi NII KW IX.

Dan berdasarkan kesimpulan-kesimpulan tersebut Team MUI merekomendasikan beberapa hal berikut kepada Pimpinan Harian Majelis Ulama Indonesia (MUI):

1. Memanggil Pimpinan Pesantren Al-Zaytun untuk dimintai klarifikasi atas temuan-temuan yang didapat dari investigasi Team Peneliti Ma’had Az-Zaytun MUI.
2. Dikarenakan persoalan mendasar Ma’had Al Zayun terletak pada kepemimpinannya, diharapkan Pimpinan Harian MUI dapat mengambil inisiatif dan langkah-langkah konkrit untuk membenahi kepemimpinan di Ma’had Al-Zaytun.
3. Pimpinan Harian MUI agar mengambil keputusan yang sangat bijak dan arif menyelamatkan lembaga Al-Zaytun dengan berdasarkan pada prinsip kemashlahatan umat.

Demikianlah kesimpulan dan rekomendasi ini dibuat untuk dapat ditindaklanjuti dengan sebaik-baiknya. Semoga Allah SWT. Senantiasa menganugrahkan hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua. Amiin.

Jakarta, 28 Rajab 1423 H.
5 Oktober 2002 M.

Ketua : K H Ma’ruf Amin
Sekretaris : Drs. Aminudin Yakub, MA
Wakil Sekretaris : Drs. H Ahmad Baidun, M.Si
Anggota :
01. K H Irfan Zidni, MA
02. Prof. K H Ali Mustofa YA’qub, MA
03. Drs. A. Fattah Wibisono, MA
04. Drs. H Hasanuddin, M.Ag
05. DR H A Mubarok, MA
06. Drs. Amirsyah Tambunan, M.Ag
07. DR Utang Ranuwijaya, MA
08. Ir M Zein Nasution
09. Drs. H Anwar Abbas
10. H. Zafrullah, SH

http://hidayatullah.com/index.php?option=com_joomlaboard&func=view&id=45658&catid=19#45658

 

Diplomasi Dunia dan Kondisi Dalam Negeri

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 3:52 am

Ini merupakan sedikit hal tentang kondisi Indonesia yang diungkapkan oleh Dubes untuk Kerajaan Thailand, Bp. Ibrahim Yusuf, ketika menyambut hari Kunjungan Wisata 2008 yang lalu. Dubes mengundang semua mahasiswa untuk mendengar seputar hal-hal terkini berkaitan dengan negeri tercinta. Beliau menceritakan sedikit bagaimana sulitnya malakukan diplomasi internasional. Misalnya saja bagaimana sulitnya memenangkan perkara kepulauan Sipadan dengan Malaysia. Sebenarnya saat itu kita sudah bisa menang hanya saja tindakan pemerintah tidak agresif. Indonesia sepakat bahwa masalah itu tidak akan dibawa ke Mahkamah Internasional. Yang terjadi berikutnya adalah Malaysia giat membangun kepulauan itu dan akhirnya setelah dipersoalkan lagi merekalah yang menang. Ironisnya katanya, armada RI di laut sangat payah. Kebanyakan kapal RI layak jalan tapi tidak layak tembak. Sehingga ketika berhadapan dengan armada Malaysia diam saja.

Hal lain adalah bagaimana menumbuhkan ekonomi di Indonesia. Dubes juga dipanggil untuk mengusulkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang akan diterapkan pemerintah. Beliau kemudian mengusulkan bagaimana agar di setiap wilayah dibuat kebijakan sehingga menumbuhkan ekonomi di tempat itu. Tapi sampai sekarang itu tidak pernah dilaksanakan.

Hal lain adalah bagaimana Dubes menjadi pembicara utama di dalam pertemuan Rektor RI-Thailand. Beliau bilang para Rektor PT Indonesia tak ada yang bicara. Mereka diam saja, padahal mereka kebanyakan tamatan luar negeri.

Intinya keberhasilan diplomasi dengan negara lain tergantung baik-buruknya kondisi dalam negeri. Makin baik kondisinya makin baik diplomasinya.