Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Apakah Islam Ajaran Terakhir Tuhan untuk Manusia January 14, 2008

Filed under: Opini,Wawasan — ainspirasi @ 9:36 am

Tulisan ini dimaksudkan sebagai sedikit diskusi untuk memenuhi bagian ilmiah dari sifat kemanusianku. Ini hanya merupakan “semata-mata ide” bukan keyakinan agar makin membuka wawasan.

Banyak agama dan ajaran di muka bumi mengaku-ngaku sebagai ajaran yang benar. Pertanyaannya kalau semua agama ini benar lalu kenapa ajaran- ajaran itu tampak saling bertentangan. Atau paling tidak mengapa tampaknya satu ajaran lebih menguntungkan dibanding ajaran lainnya. Satu ajaran membolehkan kawin cerai sedang ajaran lain melarang cerai dan harus sehidup semati. Ada Ajaran membolehkan nikah ada yang pantang nikah. Pertanyaan berikutnya bagimanakah ajaran-ajaran itu muncul. Siapakah yang menciptakan ajaran-ajaran itu? Sebenarnya apakah inti ajaran-ajaran yang ada?

Untuk menjawab berbagai pertanyaan itu menggunakan kitab suci tampaknya jawaban itu sulit diterima secara umum. Karena bagi yang tidak percaya dengan kitab suci tentu tidak akan mengakui informasi yang berasal dari sana. Namun demikian informasi dari kitab suci dapat dijadikan sebagai tambahan informasi mengkaji kebenaran yang diperoleh manusia. Oleh karena itu satu-satunya informasi yang harus dijadikan acuan adalah fakta-fakta ilmiah yang ditemukan oleh manusia sampai saat ini.

Fakta pertama yang harus diakui berdasarkan temuan manusia adalah manusia pertama diyakini berasal dari Afrika sekitar 165.000 tahun yang lalu (http://www.bradshawfoundation.com/journey/) atau lebih dari itu
http://www.livescience.com/history/ap_050822_old_skull.html. Anggaplah informasi ini benar adanya terlepas dari siapa dia manusia pertama. Anggaplah juga memang Tuhan telah mengirimkan dua manusia ke muka bumi laki-laki dan perempuan, mungkin Adam dan Hawa. Hal ini perlu disampaikan karena sampai sekarang “masih ada” perdebatan apakah manusia pertama memang Adam dan Hawa. Jadi anggaplah benar ada manusia pertama di muka bumi ini kalau tidak akan menyulitkan penjelasan dan bertentangan dengan fakta-fakta yang didapat manusia.

Babak berikutnya manusia bertambah banyak. Dari dua orang manusia itu lahirlah anak-anak keturunannya. Makin lama anak pinak ini makin banyak dan akhirnya membentuk suku-suku. Menurut catatan sejarah manusia jaman dulu tidak hidup menetap dan selalu berpindah-pindah mencari tempat yang lebih baik. Mungkin saja ada yang tetap tinggal tapi cuma bergeser beberapa kilometer dari tempat aslinya dan mungkin juga ada beberapa yang pergi jauh dan tidak kembali lagi. Demikianlah seterusnya. Kalau dihitung manusia telah berpindah-pindah selama puluhan ribu tahun sebelum jaman pencairan es.

Fakta menunjukan bahwa jaman pencairan es berlangsung sekitar 60.000-an tahun yang lalu. Ini berarti manusia telah mulai berpindah-pindah tempat jauh sebelumnya terjadi kenaikan permukaan lautan. Mungkin saja ketika manusia telah tersebar di berbagai belahan bumi, lautan akhirnya betul-betul memisahkan mereka. Diperkirakan manusia berpindah mulai dari Afrika lewat jalur selatan Australia bergerak ke Utara menuju Eropa dan Asia Tenagh. Sehingga bisa dipahami mengapa waran kulit orang Afrika, Aborigin dan orang Papua sama. Demikian juga dengan postur tubuhnya. Tidak berubahnya warna kulit mungkin disebabkan jalur selatan lebih panas dibanding bagian utara sehingga mereka yang mengikuti jalur utara yang lebih dingin warna kulitnya lebih putih. Mengenai kebenaran ini tentulah dengan mudah dibuktikan dengan catatan-catatan ilmiah yang ada.

Menurut agama manusia pertama sudah mengenal Tuhan. Bagaimana mengenalnya padahal manusia jaman dulu tidak bisa baca, otaknya belum berkembang? Mungkin saja tuhan telah memberitahukannya, entah bagaimana caranya. Anggaplah Tuhan pun telah memberitahukan manusia tentang keberadaan-Nya. Kalau hal ini benar berarti semua anak-anak manusia pertama pasti telah mengetahuinya ajaran tentang Tuhan karena telah diinformasikan oleh orang tuanya. Makin lama ajaran tentang tuhan makin dilupakan seiring bertambahnya umur manusia dan makin jauhnya mereka dari suku aslinya. Akibatnya generasi yang berikutnya dan berikutnya.. sudah tidak tahu lagi ajaran sesungguhnya.

Agama mengatakan bahwa untuk mengingatkan manusia tentang ajaran-ajaran tuhan maka kepada suku-suku yang telah terpisah-pisah tadi Tuhan telah mengirimkan para pemberi peringatan yang kita kenal dengan Nabi. Demikianlah setiap generasi telah juga diutus para pemberi peringatan. Karena otak manusia belum berkembang maka ajaran-ajaran itu hanya diingat dari cerita mulut ke mulut. Tidak semua manusia memiliki ingatan yang kuat sehingga ada saja ajaran-ajaran itu yang menyimpang karena lupa dan lupa..Fakta yang ditemukan meunjukan bahwa manusia telah merekam bentuk-bentuk pemujaan kepada apa yang mereka sebut sebagai Tuhan. Di berbagai penjuru dunia telah ditemukan fakta ini. Di Inggris misalnya terdapat Stone Henge (http://www.destination360.com/europe/uk/stone-henge.php) yang sangat terkenal. Di Meksiko ada suku Maya. Di Amerika ada suku Indian. Di Arab ada peninggalan lembah Petra (

http://images.google.com/imgres?imgurl=http://www.cuso4.org/photos/20040313-me/20040313-me-jo-petra37m.jpg&imgrefurl=http://www.cuso4.org/photos/20040313-me/20040313-me-jo-petra.htm&h=533&w=800&sz=415&hl=en&start=27&um=1&tbnid=dpm8YmeWpgUKaM:&tbnh=95&tbnw=143&prev=/images%3Fq%3Dpetra%2Bhill%26start%3D18%26ndsp%3D18%26svnum%3D10%26um%3D1%26hl%3Den%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:en-GB:official%26sa%3DN
) dsb. Mereka semua memiliki bentuk pemujaan sendiri-sendiri. Bila ditarik ke belakang mungkin saja mereka ini adalah suku-suku yang merupakan kelanjutan dari nenek moyang mereka yang tersebar dari Afrika. Mungkin juga mereka memiliki ajaran-ajaran yang menjelaskan peribadahan mereka. Penting di sini untuk menemukan atau menginteprestasikan simbol-simbol yang ditinggalkannya. Sampai sekarang catatan tentang peribadahan yang paling tua adalah ditemukannya kitab suku Ebla. Kitab ini katanya berumur lebih tua dari jaman Nabi Musa, diduga dibuat pada masa nabi Ibrahim AS. (http://api.fmanager.net/api_v1/productDetail.php?dev-t=EDCRFV&objectId=3442 )
Bila logika-logika di atas diakui berarti sudah pasti Tuhan menurunkan seorang pemberi peringatan untuk mengingatkan semua manusia, siapapun dia untuk kembali kepada ajaran-ajaran Tuhan yang benar, yang telah dilupakan oleh para nenek-moyang mereka. Pemberi peringatan tidaklah turun dari langit begitu saja melainkan dibangkitkan dari kaum atau suku itu sendiri. Masalahnya adalah siapakah yang diturunkan itu? Kalau dulu membuktikan jawaban ini sangat sulit karena terbatasnya transportasi, media, dsb. Tapi sekarang dunia maki kecil. Orang bilang matinya seekor semut di ujung dunia bisa segera diketahui. Pencarian jawaban nabi terakhir atau ajaran terakhir Tuhan tidak bisa tidak harus mengikuti apa yang dikenal manusia sebagai keterangan ilmiah. Keterangan yang tidak ilmiah tidak akan memberi jawaban yang benar. Selamat membuktikan…

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s