Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Muhammadiyah/NU “Berdamai” dengan Pencuri, Perampok, Pembunuh December 11, 2007

Filed under: Opini — ainspirasi @ 2:44 pm

Mendengar nama Prof. Dr. Syafiq Mugni, MA sebagai rombongan yang berkunjung ke Israel saya hampir tidak percaya. Beliau, adalah orang Muhammadiyah. Sepertinya hatinya telah membatu melihat penderitaan rakyat Palestina. Apa yang telah mereka perjuangkan untuk sesama Muslim di Palestina? Sungguh aneh seorang bergelar doktor hilang akalnya hanya dengan iming-iming jalan-jalan gratis ke Israel. Kelima orang yang pergi ke Israel itu adalah orang yang tidak pantas menyandang cendikiawan Muslim. Mereka mulai saat ini tidak perlu mengajari orang lain bagaimana harus menjalankan Islam. Kalau mengakui Islam secara kaffah berarti tidak perlu mengakui negara Israel.

Logikanya di mana? Tidak perlu berteori macam-macam. Mana ada di dunia ini orang Islam yang betul akidahnya baik ahlaknya mau bersalaman atau berdamai dengan pencuri, peramapok, pembunuh? Kecuali kelima orang itu.

Beranikah kelima orang itu pergi ke tempat prostitusi? Tentu saja mereka tidak akan melakukannya kareana  akan dinilai  jelek. Lalu apakah penilaian itu salah? Tentu saja tidak salah. Sah-sah saja orang menilai.   Mereka berlima telah menjadi pelacur agama. Syaitan telah menipu pikiran mereka sehingga mereka merasa mampu menasihati presiden israel. Masya Allah ketahuilah nabi Musa AS saja repot menghadapi kelakuan umatnya apalagi Anda berlima, ditambah Gus Dur.

Kelima orang yang ke israel itu telah terbajak oleh syaitan. Secara tidak langsung mereka adalah pendukung zionis atau lebih tepatnya antek-antek zionis. Ini menjadi pertanda kualitas pendidikan di Muhammadiyah dan NU tentang ukhuwah perlu dipertanyakan. Kalau masyarakat Muhammadiyah dan NU tidak menyikapinya berarti tepatlah bahwa kedua ormas itu memang mendukung zionis.

Dr. Mugni dan Abdul A’la , kami akan melawan Anda.  Anda pikir kami tidak tahu akidah yang benar? Anda pikir kami silau dengan posisi Anda sebagai pengurus ormas Islam? Apakah dengan menyandang gelar doktor dan pengurus Muhammadiyah/NU Anda yakin lebih dahulu masuk surga dibanding kami? Anda baca Quran dan hadist kamipun baca Quran dan hadist, Anda sholat kamipun sholat, Anda shaum kamipun melakukannya, Anda berilmu kamipun berilmu, Anda hafal Quran kamipun sanggup melakukkannya. Cukup satu kali Anda mampir dan berkhutbah di masjid KBRI Bangkok. Kami tidak rela Anda berbola busa berbicara agama sementara Anda sendiri tidak bisa memperjuangkan agama dengan baik. Kami adalah para mujahid seperti saudara-saudara kami di Palestina. Kami hanya memafkan Anda kalau Anda menyesali perbuatan Anda.

 

2 Responses to “Muhammadiyah/NU “Berdamai” dengan Pencuri, Perampok, Pembunuh”

  1. Habib Abdullah Says:

    Sungguh berani pernyataan-pernyataan yang Saudara sampaikan. Saudara patut dicap sebagai PEMBERANI. Saya hanya ingin tahu, bagaimana cara Saudara mengetahui hal-hal yang sangat pribadi, gerak hati, dan keyakinan seseorang dengan pasti? Ini sangat menarik dan penting. Setahu saya yang awam, itu hanya bisa diketahui oleh Allah swt. Apakah melalui ilmu ladunni atau bagaimana?
    Lain dari itu, apakah kita akan berperang terus dengan Yahudi/Israel? Kapan kita akan berangkat ke sana? Saya berharap semua ini jangan hanya wacana, mencaci maki, menyalahkan, tapi tidak berani menyandang senapan membantu Saudara-saudara di Palestina. Saya ingin kita tidak melawan Saudara sendiri seperti Syafiq dan A’la, tapi mari berangkat ke Palestina berperang mempertaruhkan jiwa dan raga kita.

  2. ainspirasi Says:

    Alhamdulillah.. inilah yang saya tunggu-tungu. Ada yang berkomentar. Memang seharusnya tidak boleh diam saja!

    Begini, kalau saya melemparkan sebuah batu ke udara saya tidak perlu tahu bagaimana unsur-unsur yang ada dalam batu itu bergerak. Nyatanya batu itu melayang di udara.
    Urusan hati tentu Allah yang paling tahu. Orang bisa mengetahui, kadang-kadang, hati seseorang dari apa yang diucapkannya, dari apa yang dilakukannya, dari apa yang ditulisnya, tentu juga instink seorang Muslim yang dekat dengan Allah sering benar adanya.

    Bukankah ketika ada seorang sahabat yang membunuh seseorang di medan pertempuran padahal si terbunuh telah mengucapkan syahadat, sahabat itu dimarahi Nabi? Nabi mengatakan urusan hati itu Allah yang tahu. Kita hanya menghukumi dari apa yang tampak. Kalau ada orang bercerita dia akan membunuh presiden Amerika kita mungkin akan cengar-cengir mendengarnya. Tapi bila dia sudah betul-betul bertindak maka kita akan katakan dia gila? Apakah karena ucapannya atau perbuatannya?

    Apakah kita tetap akan ke perayaan hari raya umat lain meskipun hati kita menolak? Tentu saja apa yang saya tulis di atas tidak sepenuhnya benar kalau ada informasi bahwa pelakunya menyesal. Kalau Anda punya informasi mereka menyesal atas perbuatannya atau ada penjelasan dari kedua oramas itu tolong email ke saya.

    Kita harus berperang mempertahankan aqidah. Kita harus berperang melawan orang yang memerangi kita karena Allah memerintahkannya. Kita tidak boleh istirahat melawan kemungkaran. Kita harus terus bergerak.

    Kita berperang bukan karena dia Yahudi/israel/nasrani/hindu/buddha/konghucu/ tetapi karena mereka telah mencuri, merampok, membunuh saudara-saudara kita di Palestina. Kita harus menyadarakan saudara-saudara kita di Indonesia bahwasannya kalau mau menang janganlah kita berbuat hal-hal yang menyakiti saudara kita sendiri. Sebagian saudara-saudara kita di Palestina sangat menyayangkan kehadiran wakil Indonesia pada pertemuan di Amerika kemarin. Itu baru ke Amerika. Apalagi ke israel?

    Kalau kita tanya saudara-saudara kita di Palestina apa perlu bantuan tenaga? Mereka akan menjawab tidak perlu. Mereka lebih perlu mesin pengecor logam untuk merakit senjata dan roket. Mereka memerlukan makanan untuk bertahan dalam pertempuran.

    Untuk mendukung sebuah perjuangan tidak hanya dengan senapan. Sebuah kedipan mata kadang sudah cukup untuk menunjukan sebuah perlawanan. Saya tidak bermaksud menyatakan kita cukup kedip-kedipan terus tanpa bertindak. Ketika kita menyatakan mendukung Palestina mestinya minimal dalam hati kita berdoa untuk keselamatan dan keberhasilan para pejuangnya. Juga kita mengutuk kebiadaban para agresor israel dan menentang para pendukungnya.

    Maaf nih, ketika lahir saya sudah mendengar suara senapan. Kalau Anda ingin ke sana, silakan. Jangan-jangan Anda sudah di Palestina? Saya berharap suatu ketika saya bisa membantu secara nyata saudara-saudara kita di Palestina. Untuk saat ini saya ingin menyelesaikan kewajiban saya dulu. Yah inilah selemah-selemahnya iman.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s