Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Suci Bani Israil November 20, 2007

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 2:19 pm

Berikut ini beberapa isyarat (bisyarah) kedatangan Rasulullah yang dinukil dari buku Ar Rasul karangan Said Hawa. Pembahasan lengkap bisa dibaca di buku itu.


Bisyarah Pertama


Dalam Bab 8 Kitab Ulangan disebutkan

18. Dan akan Aku bangkitkan untuk mereka seorang nabi sepertimu dari kalangan saudara-saudara mereka dan Aku jadikan firmanku di mulutnya dan mengatakan kepada mereka dengan segala hal yang aku perintahkan.

19. Dan barang siapa tidak mentaati sabda yang ia ucapkan dengan namaku maka Akulah yang akan menjadi pembalas terhadap hal itu.

Dalam Kitab Al-amal bab 3 yang dimaksud jelas bukanlah Isa al-Masih melainkan Muhammad SAW.

Bisyarah Kedua


Bab 32 ayat 21 Kitab Ulangan menyebutkan,

“mereka telah menyerangku dengan tanpa Tuhan dan mereka membuatku marah dengan sembahan berhala mereka, dan aku sendiri juga menyerang mereka dengan tanpa bangsa, dan aku membuat mereka marah dengan bangsa yang bodoh.”


Bangsa yang bodoh dan jahat saat itu adalah bangsa Arab.


Bisyarah Ketiga


Kitab Ulangan Bab 33

“Ia mengatakan Tuhan datang dari Sinai dan muncul kepada kita dari Sair dan memunculkan diri-Nya dari gunung Faran bersama ribuan malaikat suci di sebelah kanannya ada sinar dari api.”


Faran adalah salah satu gunung di Mekah


Bisyarah Keempat


Kitab Kejadian Bab 19 ayat 20 menyebutkan

“Dan atas dasar Ismail, Aku telah memenuhimu. Ia akan Aku berkahi, Aku besarkan, dan Aku perbanyak menjadi banyak sekali sehingga ia akan melahirkan dua belas pemimpin dan Aku akan menjadikannya bangasa yang besar.”


Nabi Muhammad SAW berasal dari garis Ismail.

Bisyarah kelima dst sangat panjang.


Bisyarah Kedelapan Belas


Injil Yohanes Bab 14, cetakan tahun 1844 London menyebutkan

“Jika kalian mencintaiku maka hapalkanlah pesan-pesanku, sementara kau meminta kepada Bapa agar memberikan kepadamu Farkleit yang lain sehingga Ruhul Haqq yang dunia tak akan mampu menerimanya tetap bersama kalian hingga akhir jaman, karena ia tidak melihatnya dan tidak mengenalinya sedang kalian mengenalinya karena ia menetap di tengah kalian. (15)

“Farkleit adalah Ruhul Qudus yang diutus oleh Bapa atas namaku dan ia mengajarkan kepada kalian segala hal, ia juga mengingatkan kalian segala apa yang pernah aku katakan kepada kalian. Sekarang aku telah mengatakan kepada kalian sebelum ia ada, hingga apabila ia ada kalian akan beriman (26-27)


Injil Yohanes Bab 16


“….jika aku tidak pergi maka Farkleit tidak akan datang padamu, tapi jika aku pergi maka aku akan mengirimkannya kepadamu…. Jika Ruhul haqq itu datang, ia akan mengajrkan kepada kalian seluruh kebenaran karena ia tidak berbicara dari dirinya sendiri tapi berbicara berdasar apa yang ia dengar…”

Kata Farkleit “telah berubah” menjadi kata yang lain. Ditulis Baraklithus (bahasa Yunani) yang berarti melipur, menolong, dan membantu. Kalau ditulis Birklotus bermakna sangat dekat dengan Muhammad atau Ahmad. (Saya telah mencocokan dengan Injil terjemahan Bahasa Indonesia dan ternyata diterjemahkan sebagai penghibur.)

Ketika kata-kata ini dikonfirmasi pada DR Carlo Nelionu, ahli sastra Yunani kuno, beliau membenarkannya.

 

2 Responses to “Nabi Muhammad SAW dalam Kitab Suci Bani Israil”

  1. ahmad Says:

    slm, ada tak pencerahan tambahan mengenai bab ini?

  2. damar Says:

    Bagus banget


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s