Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Dosa-Dosa Besar November 19, 2007

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 4:03 pm
  1. Menyekutukan Allah
  2. Membunuh dengan Sengaja
  3. Sihir
  4. Meninggalkan Sholat
  5. Enggan Membayar Zakat
  6. Tidak Berpuasa Ramadahan
  7. Enggan Menunaikan Haji
  8. Durhaka kepada Orang Tua
  9. Menjauhi Kerabat
  10. Berzina
  11. Homoseksual
  12. Makan Riba
  13. Makan Harta Anak Yatim
  14. Berdusta
  15. Desersi Perang
  16. Pemimpin Menipu Rakyat
  17. Berlaku Sombong
  18. Kesaksian Palsu
  19. Minum Minuman Keras
  20. Berjudi
  21. Menuduh Wanita baik Berzina
  22. Berhianat dalam Ghanimah
  23. Mencuri
  24. Merampok
  25. Sumpah Palsu
  26. Perbuatan Lalim
  27. Membantu berbuat Lalim
  28. Mencari Kekayaan Secara Haram
  29. Bunuh Diri
  30. Biasa Berbuat Dusta
  31. Hakim Durhaka
  32. Sogok dalam Hukum
  33. Perilaku Menyerupai Laki/Perempuan
  34. Mengasuh Keluarga dalam Dosa
  35. Nikah dengan Cinta Buta
  36. Sisa Kencing Tidak Bersih
  37. Riya
  38. Menyembunyikan Ilmu
  39. Khianat
  40. Mengungkit Pemberian
  41. Menginkari Taqdir
  42. Menyelidiki Rahasia Orang (Tajasus)
  43. Mengadu Domba
  44. Mengutuk Orang Muslim
  45. Mengingkari Janji
  46. Percaya Dukun
  47. Nuzuz Wanita pada Suami
  48. Menggambar Orang
  49. Meratapi Orang Mati
  50. Berlaku Rushuh
  51. Menindas yang Lemah
  52. Menyakiti Tetangga
  53. Mencaci Orang Islam
  54. Durhaka terhadap Hamba Allah
  55. Mengagumi Diri Sendiri dan Sombong
  56. Membuat Sesajen
  57. Budak Lari dari Majikannya
  58. Memalsukan Keturunan
  59. Menentang Kebenaran
  60. Enggan Memberikan Kelebihan Air
  61. Mengurangi Timabangan dan Takaran
  62. Berbuat Dosa tapi Merasa Aman dari Allah
  63. Meninggalkan Sholat Jumat
  64. Curang dalam Berwasiat
  65. Tipu daya
  66. Membeberkan Rahasia Orang
  67. Makan dari Bejana Emas
  68. Mencela Sahabat Nabi SAW
  69. Buang Air Besar di Tempat Berteduh
  70. Kencing di Tempat Air untuk Mandi
  71. Nifak
  72. Lupa Kepada Allah
  73. Pelit
  74. Makan bangkai, darah, babi, binantang yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah
  75. Kafir

 

Dikutip dari Syamsudin Adz Dzahabi, 75 Dosa Besar

 

Peristiwa-Peristiwa Penting Nabi Muhammad SAW

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 3:54 pm

Nabi Muhammad lahir 12 Rabbiul Awal 570


Umur 8 hari : Halimah Sadiyya diagkat sebagai inang pengasuh

Umur 6 tahun : Kembali ke Mekah dibawah asuhan ibunya

Umur 6 tahun : Ibunya, Aminah wafat

Umur 8 tahun : Kakeknya Abdul-Muttalib wafat

Umur 12 tahun : Mengunjungi Syiria

Umur 25 tahun : Mengunjungi Syiria sebagai pesuruh Khadijah

Umur 25 tahun : Menikah dengan Khadijah

Umur 28 tahun : Memperoleh momongan Qasim

Umur 30 tahun : Putrinya, Zainab lahir

Umur 33 tahun : Putrinya, Rugaya lahir

Umur 35 tahun : Putrinya, Ummu Kaltum lahir

Umur 35 tahun : Renovasi Ka’bah, penempatan Batu Hitam (Hajar Aswad)

Umur 35 tahun : Putrinya, Fatimah lahir

Umur 40 tahun : Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama di Gua Hira

Umur 40 tahun 6 bln : Khadijah, Abu Bakar, Ali, Zaid masuk Islam

Umur 43 tahun : Mengajak masyrakat Mekah memeluk Islam

Umur 46 tahun : Rombongan kaum Muslim hijrah ke Abyssinia

Umur 46 tahun : Blokade oleh suku Abi-Talib

Umur 46 tahun : Hamzah, Umar menerima Islam

Umur 49 tahun : Kakeknya Abu Talib dan istrinya Khadijah wafat

Umur 49 tahun : Menikah dengan Sauda

Umur 49 tahun : Menikah dengan Aisyah

Umur 49 tahun : Dakwah ke Taif, 13 km dari Mekah

Umur 50 tahun : Isra’ Mi’raj dan menerima perintah sholat 5 kali sehari

Umur 50 tahun : Beberapa orang Madinah memeluk Islam

Umur 52 tahun : Perjanjian Aqabah pertama

Umur 52 tahun : Perjanjian Aqabah kedua

Umur 52 tahun : Hijrah dari Mekah ke gua Thur

Umur 52 tahun : Migrasi dari Mekah ke Madinah

Umur 53 tahun (1 H) : Tiba di Madinah setelah Jumatan di Masjid Quba

Umur 53 tahun : Pembuatan Masjid di Madinah dan adzan pertama oleh Bilal

Umur 53 tahun : Nabi mempersaudarakan kaum Anshor dan Muhajirin

Umur 53 tahun : Perjanjian damai dengan kaum Yahudi di Madinah

Umur 53 tahun : Allah mengijinkan perang mempertahanakan diri

Umur 53 tahun : Perang (ghazwa) Waddan

Umur 54 tahun : Perang Safwan

Umur 54 tahun : Perang Duláshir

Umur 54 tahun : Salman Al-Farisi masuk Islam

Umur 54 tahun : Pengubahan arah Qiblat ke Ka’bah dan Puasa Ramadhan

Umur 54 tahun : Perang Badar

Umur 54 tahun : Perang dengan bani Salim

Umur 54 tahun : Idul Fitri dan pembayaran Zakat Fitrah pertama

Umur 54 tahun : Perintah Kewajiban membayar Zakat

Umur 54 tahun : Pernikahan Fatimah

Umur 54 tahun : Perang dengan Bani Qainuqa

Umur 54 tahun : Perang Sawiq

Umur 54 tahun : Perang Ghatfan

Umur 55 tahun : Perang Bahran

Umur 55 tahun : Menikah dengan Hafsyah

Umur 55 tahun : Perang Uhud

Umur 55 tahun : Perang Humra Al-Asad

Umur 55 tahun : Menikah dengan Zainab binti Khazimah

Umur 56 tahun : Perang dengan Bani Nudair

Umur 56 tahun : Larangan minum khamar

Umur 56 tahun : Perang Datur Riqa

Umur 56 tahun : Menikah dengan Umu Salma

Umur 56 tahun : Perang Badru Ukhra

Umur 57 tahun : Perang Dumatul Jandal

Umur 57 tahun : Perang Dengan bani Mustalaq

Umur 57 tahun : Menikah dengan Jawariah binti Harits

Umur 57 tahun : Menikah dengan Zainab binti Hajash

Umur 57 tahun : Turun perintah berjilbab

Umur 57 tahun : Perang Ahzap atau Khandaq

Umur 57 tahun : Perang dengan Bani Quraiza

Umur 57 tahun : Perang dengan bani Lahyan

Umur 58 tahun : Perang Dhi Qard atau Ghaiba

Umur 58 tahun : Perjanjian Hudaibiyah

Umur 58 tahun : Larangan menikah dengan orang kafir

Umur 58 tahun : Menikah dengan Habibah

Umur 58 tahun : Mengajak para penguasa untuk memeluk Islam

Umur 58 tahun : Perang Khaibar

Umur 58 tahun : Kembali dari Abyssinia

Umur 58 tahun : Menikah dengan Safiyya

Umur 58 tahun : Perang Wadil Qura dan Taim

Umur 59 tahun : Umrah

Umur 59 tahun : Menikah dengan Maimunah

Umur 60 tahun : Khalid bin Walid dan Umar bin Al-Aas masuk Islam

Umur 60 tahun : Perang Muta

Umur 60 tahun : Penaklukan Mekah

Umur 60 tahun : Perang Hunain dan perang Taif

Umur 60 tahun : Tiba di Ja’rana dan utusan Hawazan memeluk Islam

Umur 60 tahun : Pembentukan lembaga zakat dan shodaqoh

Umur 60 tahun : Utusan Ghadara memeluk Islam

Umur 61 tahun : Utusan Balli memeluk Islam

Umur 61 tahun : Perang Tabuk, perang terakhir yang dipimpin oleh Rasulullah

Umur 61 tahun : Aturan membayar pajak keamanan bagi non-Muslim

Umur 61 tahun : Abu Bakar As-Sidiq menunaikan ibadah haji

Umur 61 tahun : Turun perintah Haji, dan pelarangan Riba

Umur 62 tahun

Ramadhan : Utusan Taif, Hamadan, Bani Asad and Bani Abbas, Ghuttan menerima Islam

Dzul-Qaidah : Bertolak dari Madinah ke Mekah

Dzul-Hajj : Haji perpisahan, Hajjatul Wada, Khutbah, wahyu terakhir

Muharam : Utusan Nakha masuk Islam

Safar : Ekspedisi militer dipimpin Surya Usama bin Zaid sukses

Safar : Nabi jatuh sakit

8 Rabiul Awwal: Nabi memimpin sholat selama empat hari

Umur 63 tahun:


12 Rabiul Awwal: Nabi menunjuk Abu Bakar memimpin sholat

12 Rabiul Awwal: Nabi wafat

14 Rabiul Awwal: Nabi dimakamkan

 

http://www.itsislam.net/articles/life_of_Prophet_Muhammad.asp

 

Komentar

Yang sering disorot dari perisitiwa di atas adalah soal banyaknya peperangan dan poligami. Banyak terjadi perang karena secara logika saat itu adalah masa-masa menyebarkan risalah dimana penentang risalah sangat banyak. Mereka saling bahu membahu untuk memadamkan dakwah Nabi SAW. Tidak ada cara lain, selain memerangi mereka. Pilih salah satu memerangi mereka atau diperangi oleh mereka. Peperangan ini hukumnya syah.


Untuk memadamkan musuh-musuh Islam caranya menaklukan berbagai wilayah sehingga tak ada kesempatan bagi musuh untuk menggalang kekuatan dengan wilyah lainnya. Akan tetapi itu tidak berarti kaum Muslim boleh masuk sembarang wilayah dan mendudukinya. Dari sejarah diketahui bahwa ketika akan terjadi penaklukan daerah yang bersangkutan diberi pilihan: menerima Islam atau mereka mebayar upeti sebagai tanda menghormati kekuatan Islam. Bila kedua pilihan itu ditolak berarti mereka ingin perang.


Soal poligami ini adalah masalah klasik. Sebagaimana yang dijelaskan dalam buku Ar-Rasul, sangat banyak masalah umat manusia yang harus diselesaikan. Untuk itu diperlukan berbagai sarana. Banyak sekali aspek yang terkandung dalam poligami yang dilakukan Rasulullah SAW. Kesemua aspek itu bermuara pada kelangsungan dan keberhasilan dakwah yang diembannya. Bukan soal hubungan seks. Hanya satu perawan yang dinikahi oleh Rasulullah SAW. Yang lainnya janda.


Di dalam sejarahnya dan yang berlaku saat itu adalah bahwa para nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad memiliki istri lebih dari yang dimilki Rasulullah SAW. Para raja-raja musyrik di berbagai belahan dunia banyak yang demikian bahkan mereka sangat melecehkan kaum wanita. Poligami saat itu sesuatu yang lazim. Lalu mengapa dipersoalkan?

Bagaimana dengan sekarang? Seperti yang tertera dalam 4:3 poligami tidaklah wajib, kecuali timbul masalah dalam rumah tangga.