Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

Bangsa Tinggi Hati August 31, 2007

Filed under: Visi — ainspirasi @ 12:55 am

Kasus pemukulan wasit karate asal Indonesia oleh empat polisi Malaysia menjadi berita yang sangat heboh. Membaca berbagai komentar dari media massa sepertinya maslah ini sudah hampir keluar dari konteksnya. Konteksnya hampir berlebihan.

Okelah bukan berarti aku tidak nasionalis hanya saja kasusnya kok jadi begitu hebat. Betul sekali para polisi itu sudah salah besar dan berdosa menganiaya orang yang tidak punya salah. Tapi tanggapan dari tanah air sepertinya lebih besar dari kesalahan para polisi itu. Alasannya: seperti yang dikatakan oleh pejabat Malaysia aku lupa namanya mereka akan bersikap yang wajar. Nggak tahu nih apa makna wajar dalam bahasa mereka. Dalam bahasa kita wajar artinya tidak berlebihan, pantas dan orang lain bisa memahaminya. Kalau dilihat tingkat kasusnya apakah kasus ini setingkat pejabat atau menteri. Kalau setingkat menteri maka responnya juga harus setingkat menteri. Kemudian apakah ada unsur sengaja atau tidak sengaja. Aku kira inilah yang disebut wajar.

Terakhir Malaysia sudah memohon maaf. Tapi apa tanggapannya? Indonesia ingin dinyatakan secara terbuka? Lalu ada komentar kita harus “berperang dengan Malaysia” Apakah kita ingin orang lain menyembah kita atas kesalahan mereka? Apakah hanya kesalahan kecil kita harus memutuskan ukhuwah dengan bangsa lain? Kenapa tidak perhatikan Quran, 3:133 ”ampunan Allah disediakan bagi mereka yang memaafkan orang lain” Yang mulia itu mereka yang memafkan bukan yang meminta maaf.

Bukankan lebih baik kalau mereka sudah memohon maaf kita bilang saja dimaafkan asal ganti rugi, tak ada ganti rugi tak ada maaf!

Kemulyaan kita ditentukan oleh kita sendiri bukan karena orang lain. Indonesia adalah bangsa yang besar. Kita merdeka tidak diberi oleh Inggris, tidak seperti yang lain. Mereka sebenarnya tak punya hari kemerdekaan karena kemerdekaan mereka hanya diberi oleh orang lain. Sayangnya bangsa yang besar ini di mata bangsa lain adalah bangsa yang kecil yang para pejabatnya kebanyakan bisanya tukang pinjam uang dan makan uang rakyat seenak perutnya. Mereka memandang bangsa ini tak mau kerja keras. Jadilah bangsa ini menjadi obyek pemerasan dan dipandang rendah oleh bangsa lain dengan cara memuji-muji. Padahal pujiannya itu hanya untuk menyenangkan saja. Mereka tidak tulus. Mereka katakan kita bangsa demokratis, bangsa yang penting. Tapi mereka senang apabila ada tokoh-tokoh Islam, oraganisasi Islam di tanah air dicap teroris atau apapun istilahnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s