Agung Inspirasi

Visi-Visi Pencerahan

NABI MUHAMMAD SAW DALAM KITAB SUCI UMAT HINDU June 30, 2007

Filed under: Wawasan — ainspirasi @ 1:16 am

  Kalki Avatar yang DitungguInilah Kalki Avatar yang Ditunggu: http://www.hindunet.org/avatars/kalki/index.1.jpg

Pundit Vedaprakash Upadhyay, professor beragama Hindu, dalam bukunya yang menghebohkan mengklaim bahwa “Avatar” yang tertera dalam Kitab Suci agama Hindu cocok dengan kepribadian Nabi Muhammad SAW. Di India buku tentang fakta itu telah dipublikasikan. Buku itu menjadi topik hangat diskusi dan isu di dalam negeri. Penulisnya adalah  Pundit Vedaprakash Upadhyay yang merupakan seorang Profesor Hindu.

Judul bukunya adalah Kalki Avatar. Pundit Vedaprakash Upadhyay adalah pemeluk Hindu Brahmin berasal dari Bengali. Dia merupakan peneliti di universitas Allahabad. Setelah bertahun-tahun meneliti kitab Veda, Purna and Upnishad dia mempublikasikan bukunya itu dan tidak kurang dari delapan orang pundit  terkenal mengakui argumen-argumen yang disodorkannya. Menurut keyakinan Hindu, dunia Hindu sedanmenanti kedatangan “seorang pembimbing sekaligus pemimpin” namanya Kalki Avatar. Diskripsi yang ada dalam teks agama Hindu hanya menerangkan nabi Muhammad SAW dari arab Saudi. Oleh karena itu umat Hindu si seluruh dunia tidak perlu menunggu kedatangan Kalki Avatar (sang Inspirasi) dan harus segera mengimani nabi Muhammad SAW sebagai Kalki Avatar. Ini merupakan fakta yang diakui oleh pundit-pundit terkenal. Apa yang penulis dapat  katakan adalah siapapun yang masih menunggu kedatangan Kalki Avatar adalah menyiksa diri. Utusan Allah itu telah datang dan pergi pada empat belas abad yang lalu. Penulisnya mengutip keterangan dari kitab Veda dan Kitab Suci umat Hindu lainnya:

  1. Dalam Purana (kitab Hindu), dinyatakan bahwa Kalki Avatar adalah utusan Tuhan terkahir di dunia. Dia akan menjadi pembimbing bagi seluruh manusia di dunia.
  2. Menurut keyakinan hindu kelahiran Kalki Avatar akan terjadi di sebuah wilayah, yang menurut keyakinan Hindu sendiri adalah di wilayah Arab.
  3. Dalam kitab suci agama Hindu, nama ayah dan ibu Kalki Avatar adalah VISHNUBHAGAT dan SUMANI. Bila dicermati arti dari nama-nama itu kita akan sampai pada kesimpulan yang sangat menarik. VISHNU (artinya Allah) + BHAGAT (artinya Hamba). Hamba Allah = ABDULLAH (dalam bahasa Arab) adalah nama ayah rasulullah.SUMAANI  (artinya damai atau ketenangan). Aminah (dalam bahasa Arab berarti Damai) adalah nama ibu rasulullah.
  4. Dalam kitab suci Hindu, disebutkan bahwa makanan pokok Kalki Avatar adalah kurma dan minyak zaitun dan dia merupakan orang paling jujur dan dapat dipercaya dalam agamanya. Tidak diragukan nabi Muhammad SAW memiliki sifat-sifat seperti itu.
  5. Dalam kitab Veda, Kalki Avatar akan terlahir dari sebuah suku terhormat. Kenyataannya nabi Muhammad lahir dari suku terhormat yaitu suku Quraysh.
  6. Tuhan mengajar Kalki Avatar melalui utusan-Nya (malaikat) dalam sebuah gua. Allah mengajarakan nabi Muhammad (SAW) melalui malaikat-Nya, Jibril, dalam gua yang terkenal dengan Gua Hira.
  7. Tuhan akan memberi Kalki Avatar kuda yang larinya kencang sehingga mampu melintasi dunia serta tujuh langit. Inilah yang kita kenal dengan Burraq dan Mi’raj (perjalan malam nabi Muhammad SAW melintasi tujuh langit).
  8. Tuhan akan menyediakan Kalki Avatar pertolongan gaib. Ini terjadi dalam peperangan Uhud. 
  9. Satu keterangan luar biasa adalah disebutkan Kalki Avatar akan dilahirkan pada hari keduabelas di suatu bulan. Tepat sekali, nabi Muhammad dilahirkan pada tanggal 12 Rabbiul Awwal (kalender Hijriah).
  10. Kalki Avatar memilki kuda bagus dan merupakan seorang mahir pedang.

Di sini penulis menarik perhatian umat Hindu tentang hari dan kuda yang pada saat ini sudah tidak  relevan. Sehingga sangat bodoh apabila orang berharap kedatangan Kalki Avatar, siapa lagi yang akan datang dengan kuda dan pedang? Sebenarnya dalam kitab itu, juga di Quran, terdapat sifat-sifat dan tanda-tanda Kalki Avatar yang merefleksikan sosok nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari: http://www.islam-christianity.com/articles/PBUH%20in%20Hidunism.rtf

About these ads
 

230 Responses to “NABI MUHAMMAD SAW DALAM KITAB SUCI UMAT HINDU”

  1. Dalam merencanakan komen terhadap pernyataan ini, suka saya membawa dua kelas pembahagian agama menurut pandangan cendikiawan dan pengkaji agama iaitu:

    1. Agama-agama Samawi (Langit)
    2. Agama Budaya

    Agama Samawi
    Agama yang bersumberkan wahyu (dari Yang maha Pencipta) dan kelahiran kenabian/kerasulan sebagai utusan/Penyampai wahyu di kalangan manusia.

    Agama Budaya
    Disebut agama bersahaja yang lahir/terbentuk dari budaya dan pemikiran manusia melalui penelitian dan kefahaman manusia itu sendiri.

    kelahiran Nabi Muhammad SAW, wahyu-wahyu tentang kelahiran Baginda terdapat dalam kitab-kitab bersumberkan Agama Samawi. Walaupun sering diperdebatkan dikalangan pemuka/pendokong agama samawi itu sendiri, ianya hanya berkisar dalam daerah Agama samawi itu sendiri.

    Berkenaan dengan ramalan kelahiran Nabi Muhammad SAW dalam kitab umat Hindu ini, Fakta yang ditulis hanya mengaitkan persis nama Ayah dan Ibu Baginda yang mana perbandingan makna nama-nama mereka membawa arti yang hampir sama. Bagaimana pula dengan Nama Nabi Muhammad SAW itu sendiri?. Adakah nama Kalki Avatar juga membawa arti/maksud yang sama dengan nama AHMAD(MUHAMMAD) sebagaimana yang dimaksudkan dalam kitab-kitab Agama Samawi?….Wallahualam…

    • anda uvaca Says:

      tuhan itu gak ngurusi apakah itu agama samawi kek, agama budaya kek, krn agama itu sm sifatnya dengan partai-parti politik yg berkoar-koar mengunggul-unggulkan brandnya, & selalu sponsornya mengandalkan surga & hukumannya selalu mengandalkan neraka, kayak2 wes prnah kesana ja. kok byk manusia LM LM c…. alias LEMOT

      • ainspirasi Says:

        Anda saja khan yang bilang agama seperti partai politik. Kita semua akan mati. Tak perlu banyak omong, persiapkan diri Anda untuk mendapat siksaan kubur.

      • dewa mantra Says:

        walaupun Hindu “dianggap” Agama Bumi,
        yang penting ajarannya sebijaksana, sedamai, seflexibel “Langit”.

        salam damai
        dewa mantra

  2. ainspirasi Says:

    Saya pikir kalau di kitab-kitab itu bisa mengindikasikan tentang kelahiran nabi terakhir, berarti sangat mungkin pencetus ajaran itu orang yang mendapat pencerahan dari Allah. Para pengikutnyalah yang telah menyelewengkan ajaran mereka. Berkali-kali Allah menyatakan dalam Quran bagaimana Allah mengambil janji para nabi yang akan menjadi utusannya untuk mengakui dan membenarkan setiap nabi yang datang berikutnya. Nabi tidak hanya 25 orang. Setiap kaum telah diberi para utusan yang menyeru penyembahan Allah. Di Quran Allah hanya bercerita tentang nabi di jazirah Arab dan sekitarnya. Bagaimana dengan di belahan dunia lain? Apakah pada saat itu manusia hanya ada di Arab? Apakah sejarah dakwah penyeruan penyembahan Allah hanya berlangsung seri dan bukannya paralel? Kita lihat di Quran Allah menceritakan seruan dakwah berlangsug paralel. Ini menjadi petunjuk bahwa di berbagai belahan bumi telah muncul para tokoh yang menyerukan ke Esaan Allah. Wallhau a’lam

  3. sambar Says:

    sedara sekalian,

    jgn sekali percaya akan segala yg kita baca. manusia ni bukannya sempurna.pelbagai benda yg kita merasa gitu & gini adakalanya tipu belaka.yg paling perlu diutamakan adalah ikutan agama yg kita anuti tu.agama mereka yg lain tu utk yg lain. jgn confus & goreng tu dgn ni. kelakar dan bodoh sangat dirasa oleh saya utk membaca artikel ni. jadi u org ni adalah hindu semata matanya. setan!

  4. ainspirasi Says:

    >>jgn sekali percaya akan segala yg kita baca.

    Ya saya setuju. Sebelumnya mbok jangan marah-marah dulu. Orang yang marah itu tidak bisa berpikir dengan jernih. Dulu ada yang usul kalau marah segera saja ke belakang rumah tinju sekuat-kuatnya pohon pisang niscaya marahnya hilang. Mau dicoba??
    Kita tidak perlu mempercayai segala yang kita baca sampai kita sendiri menemukan kebenarannya. itu artinya kita harus mencari tahu kebenaran yang kita baca.

    >>manusia ni bukannya sempurna.pelbagai benda yg kita merasa gitu & gini adakalanya tipu belaka.

    Manusia memang tidak sempurna. Untuk itulah agama diturunkan sebagai alat mengatasi kekurangan yang ada pada manusia. Hanya manusia bodoh saja yang mau ditipu gitu dan gini. Makanya kalau tidak mau ditipu carilah sendiri kebenaran itu menggunakan akal yang telah diberikan tuhan. Jangan seperti burung beo yang hanya pandai menirukan.

    >>yg paling perlu diutamakan adalah ikutan agama yg kita anuti tu. agama mereka yg lain tu utk yg lain

    Betul sekali ikutilah agama masing-masing. Bagaimana kalau ajaran agama kita salah? (Misalnya agama mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan sifat-sifat manusia? konkritnya agama mengatakan pengikutnya harus bertelanjang dada kalau beribadah) Apakah kita mau melaksanakan juga? Kalau Anda mau melaksanakan silakan, itu hak Anda. Saya tidak mau melaksanakannya.
    Apakah agama bisa salah? Pada hakikatnya yang diajarkan oleh agama itu benar. Ketika masuk dalam teknis pelaksanannya maka ini banyak yang keliru. Yang paling jelas dalam hal ini adalah keharusan menyembah Tuhan. Saya yakin semua agama mengakui adanya Tuhan. Tetapi ketika disuruh melaksanakan penyembahan itu mereka memilki cara yang berbeda yang kalau diteliti ternyata jauh sekali dari makna sesungguhnya. Tidak percaya buktikan sendiri!!

    >> jgn confus & goreng tu dgn ni.

    Kalau Anda merasa pandai tentu Anda mampu menjawab pertanyaan saya. Agama itu dari mana? Siapa yang menciptakan agama? Apakah dari nenek moyang manusia? Apakah berasal dari nenek moyang manusia yang berada di berbagai belahan dunia? Bila Anda mengatakan bahwa agama berasal dari nenek moyang manusia, manusia jaman dulu. Saya bertanya lagi manusia yang mana? Saya selanjutnya bertanya kok bisa nenek moyang itu menciptakan agama? Lalu apa isi ajaran agama? Tidakkah Anda tertarik bagaimana membuktikan kebenaran agama itu? Apakah Anda percaya begitu saja apa yang dijelaskan oleh agama tanpa Anda diberi kesempatan untuk membuktikannya? Kalau Anda hanya percaya tanpa ada bukti-bukti silakan, itu hak Anda. Saya tidak mau mempercayai sesuatu yang saya sendiri tidak memiliki bukti-bukti.

    >>kelakar dan bodoh sangat dirasa oleh saya utk membaca artikel ni.

    Anda merasa bodoh? Berarti tulisan itu benar? Apakah Anda mau selamanya menjadi bodoh? Atau Anda ingin menjadi pandai? Menurut beritanya yang menulis artikel itu orang pandai, dia profesor. Berarti menurut Anda profesor itu orang bodoh? Kalau itu pendapat Anda yah.. silakan. Saya selalu menganggap profesor itu orang yang pandai.

    >>jadi u org ni adalah hindu semata matanya. setan!

    Saya tidak mengerti pernyataan Anda. Apakah Anda ingin mengatakan Anda beragama Hindu? Atau hanya agama hindulah yang benar? Jawablah dulu pertanyaan tentang asal-usul agama. Apakah Anda bisa membuktikan agama Hindu benar? Bagaimana caranya Anda membuktikan agama Hindu benar? Apakah Anda tidak butuh kebenaran? Kalau Anda tidak butuh kebenaran percuma ya Anda bisa membaca dan mengetik. Tetangga saya tidak lulus sekolah dasar dia tidak perlu baca tulis tapi hidupnya senang-senang saja.

    Rupanya Anda mengenal setan yah..? Apa maksud Anda menulis setan di akhir kalimat Anda. Apakah itu artinya yang menulis adalah setan atau Anda hanya menyebut diri Anda sendiri karena Anda merasa bodoh? Pastilah yang menulis bukan setan karena setan tak bisa nulis. Percayakah Anda setan bisa nulis? Kalau Anda menyebut saya setan sebenarnya pandai mana manusia dengan setan? Saya berkeyakinan manusia lebih pandai dari setan. Berarti Anda lebih pandai, selamat yah…

    Sekedar saran,
    Kalau Anda tertarik dengan agama dan ingin tahu lebih jauh saya punya usul. Tapi kalau tidak suka langsung ditutup saja halaman ini. Tidak ada gunanya, Anda hanya membuang waktu membaca tulisan yang Anda sendiri tidak percaya.
    Usul saya cobalah Anda membuat kriteria Anda sendiri bagaimana agama yang benar itu. Setelah Anda membuat kriteria itu bandingkan dengan ajaran agama Anda apakah sudah cocok atau belum. Kalau Anda pernah kuliah berarti Anda tahu bagaimana bersikap ilmiah. Kalau Anda hanya tamatan SMA cobalah belajar atau bertanya pada saudara atau tetangga Anda bagaimana caranya agar bisa bersikap ilmiah. Saat ini ukuran kebenaran seringkali harus ditunjukkan dengan bukti-bukti. Banyak orang apakah beragama atau komunis percaya akan kebenaran ilmiah. Kalau Anda hanya sekedar omong dari A sampai Z tanpa bukti-bukti orang tidak akan dengar.

    • dewa mantra Says:

      maaf sblumnya,
      saya rasa orang yang beragama blum menjamin dirinya masuk sorga. Tidak ad satu pun agama yang merjamin umatnya masuk neraka ataupun sorga.
      yang terpenting adalah apapun agamanya, selama PERBUATANNYA BAIK, TIDAK MENCEMO’OH ORANG LAIN, POKOKNYA YANG BERSIFAT BAIK, pasti dya akan mendapat posisi yang sesuai (sorga).
      nahh walaupun seseorang menganut agama yang besar dan menjamin masuk sorga TETAPI PERBUATANNYA TIDAK BAIK, SUKA MENJELEK-JELEKAN AGAMA LAIN DEMI MENGAGUNGKAN AGAMAnya SENDIRI, SUDAH TENTU MENDAPAT TEMPAT YANG SESUAI JUGA (NERAKA). jadi saya rasa janganlah kita melihat dan menjelek-jelakan sesama agama, karena tidak ada satu agamapun yang membenarkan umatnya untuk menghina agama lain.
      ingat….!!!! DIMATA TUHAN, BELIAU TIDAK MELIHAT AGAMA KALIAN, TETAPI PERBUATAN DAN AMAL BAIK KALIAN DI DUNIA.
      TERIMA KASIH.

      • ainspirasi Says:

        yah.. anggapan Anda itu khan ada di agama Anda. Dalam Islam, umat Islam secara tegas dinyatakan masuk surga, sedang umat yang lain akan tidak di surga. Anda mau bukti? ini ayatnya

        22:19. Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.
        22:20. dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).
        22:21. dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.
        22:22. Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (kepada mereka dikatakan), “Rasailah azab yang membakar ini”.
        22:23. Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera.

        39:32. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat Dusta terhadap Allah dan mendustakan kebenaran ketika datang kepadanya? Bukankah di neraka Jahannam tersedia tempat tinggal bagi orang-orang yang kafir?

        39:71. orang-orang kafir dibawa ke neraka Jahannam berombong-rombongan. sehingga apabila mereka sampai ke neraka itu dibukakanlah pintu-pintunya dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Apakah belum pernah datang kepadamu Rasul-rasul di antaramu yang membacakan kepadamu ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan Pertemuan dengan hari ini?” mereka menjawab: “Benar (telah datang)”. tetapi telah pasti Berlaku ketetapan azab terhadap orang-orang yang kafir.

        itu sebagian bukti. masih banyak bukti yang lain untuk menegaskan bahwa yang masuk surga itu hanya orang yang beriman kepada Allah Tuhan semesta alam. Kalau di Hindu bagaimana?

        Saya beritahu dalam Islam yang disebut menghina itu adalah menentang kebenaran dan merendahkan orang. Saya rasa saya tidak menentang kebenaran. Kalau ada orang menyatakan keyakinannya tidak berarti orang itu menghina orang lain. Kalau Anda menyatakan keyakinan Anda tidak berarti Anda menghina saya. Demikian juga sebaliknya. Apa Anda merasa saya hina? Di bagian mana?

      • dewa mantra Says:

        bapak ainspirasi yang terhormat yang dimulyakan Allah.
        kalau memang itu sudah merupakan ajaran anda tetap yakinlah pada ajaran anda, smoga bisa mendapatkan pahala sehingga bisa masuk sorga. di hindu Sorga dan Neraka cuma tempat persinggahan saja untuk proses perjalanan rengkarnasi atau kelahiran kembali, karena tujuan hidup Hindu bukan mencapai sorga tapi melainkan MOKSA (menyatu dengan Tuhan) sehingga tidak ada kelahiran kembali.

        saya rasa jika seseorang telah mempelajari agamanya dengan baik (apapun agamanya), maka orang tersebut bisa lebih bijaksana dalam menghadapi sesuatu.

        di Hindu tidak ada pernah mengenal nama KAFIR. di Hindu semua manusia adalah saudara, jangankan manusia hewan dan tumbuhan pun kita selalu berdampingan. karena menyakiti orang lain sama halnya dengan menyakiti diri kita sendiri. BETAPA MULIANYA AJARAN HINDU.

        maaf sebelumnya.
        bukannya Tuhan itu maha kuasa yang menciptakan jagar raya beserta isinya(manusia, hewan, tumbukan, jin/setan) karena Tuhan yang menciptakan mereka, kenapa kita diajarkan untuk membunuh antarsesama? mana mungkin setan/jin yg diciptakan oleh Tuhan berani melawan Tuhan itu sendiri? kenapa Tuhan kwatir dengan adnya setan/iblis/jin, bukannya Beliaulah yg menciptkan mereka?

        saya sangat senang skali, anda memiliki pengetahuan yang kuat dengan ajaran anda. yang secara utuh dan gamblang menjajikan sorga. saya harap akan tercapai. Amin….!!!!
        coba anda lepaskan dulu status subjektifitas, mari kita berpikir secara LOGIKA. yang manakah kira2 akan diterima Tuhan orang yang berbuat baik atau berbuat jahat????? sudah tentu orang yang berbuat baik. disitu kita belum tau orang yang berbuat baik itu agamanya apa. nah dapat disimpulkan bahwa apapun agamanya sepanjang perbuatannya baik, sering menolong, dll. sudah tentu akan diterima Tuhan. dibandingkan hanya memuji2 Tuhan tapi praktek kebaikannya tidak ada.
        Tuhan maha Mulia, maha tau segalanya. saya Rasa Beliau tidak Gila akan Pujian. tapi pelaksanaannyalah yang utama.
        ajaran agama tidak hanya di komentari Tapi Diamalkan dan dijalankan.
        INGAT CINTA KASIH ANTAR SESAMA MANUSIA….!!!
        orang kafir (istilah yang diberikan oleh islam kepada nonmuslim) juga manusia, juga ciptaan Tuhan/Allah itu sendiri. mengapa BELIAU yang maha agung mengajak untuk membunuh antar sesama.

        mungkin hanya itu.
        mohon maaf sblumnya.
        salam damai

      • ainspirasi Says:

        Saya ingin tahu apakah istilah MOKSA itu berasal dari Tuhan atau tidak? Kalau dari Tuhan apa buktinya.

        ” saya rasa jika seseorang telah mempelajari agamanya dengan baik (apapun agamanya), maka orang tersebut bisa lebih bijaksana dalam menghadapi sesuatu.” Ini baru perasaan Anda. perasaan manusia bisa salah bisa benar.

        ” di Hindu tidak ada pernah mengenal nama KAFIR. di Hindu semua manusia adalah saudara, jangankan manusia hewan dan tumbuhan pun kita selalu berdampingan. karena menyakiti orang lain sama halnya dengan menyakiti diri kita sendiri. BETAPA MULIANYA AJARAN HINDU.” Menurut Anda mana yang lebih jahat menyakiti manusia atau menyakiti Tuhan?

        6: 38. dan Tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu.

        5:32. oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain[411], atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, Maka seakan-akan Dia telah membunuh manusia seluruhnya[412]. dan Barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, Maka seolah-olah Dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka Rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu[413] sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

        ” bukannya Tuhan itu maha kuasa yang menciptakan jagar raya beserta isinya(manusia, hewan, tumbukan, jin/setan) karena Tuhan yang menciptakan mereka, kenapa kita diajarkan untuk membunuh antarsesama? mana mungkin setan/jin yg diciptakan oleh Tuhan berani melawan Tuhan itu sendiri? kenapa Tuhan kwatir dengan adnya setan/iblis/jin, bukannya Beliaulah yg menciptkan mereka?

        Dalam Islam Jin kafir, Setan, dan orang kafir itu tempatnya di neraka. Setan diciptakan untuk mengganggu manusia, menyesatkan manusia, mendorong manusia agar melawan perintah Tuhan. Gangguan setan itu tidak pernah akan berhasil bila dilakukan pada orang-orang yang beriman dengan baik kepada Allah, yang mengikuti pentunjukNya, yang beramal sholeh, berbuat kebaikan pada sesama, membasmi yang jahat, menyayangi anak-anak, orang tua, berbuata baik pada alam dsb.

        ” coba anda lepaskan dulu status subjektifitas, mari kita berpikir secara LOGIKA. yang manakah kira2 akan diterima Tuhan orang yang berbuat baik atau berbuat jahat????? sudah tentu orang yang berbuat baik. disitu kita belum tau orang yang berbuat baik itu agamanya apa. ” Anda mau berlogika? Baik mari kita berlogika.
        Anda meyaikini Tuhan Anda satu kami juga meyakini Tuhan yang satu. Anda bisa menjelaskan mengapa keyakinan Hindu berbeda dengan keyakinan Muslim? Apakah pendapat Anda mengapa Tuhan menyuruh umat manusia yang terbatas akalnya ini beragama yang berbeda, Hindu, Buddha, Nasrani, Islam dll? Bagaimana membuktikan Tuhan menyuruh manusia berbeda agama? Mana yang benar dari kitab Veda, Tripitaka, taurat, injinl, Quran? bagaimana membuktikan kebenaran kitab-kitab itu?

        nah dapat disimpulkan bahwa apapun agamanya sepanjang perbuatannya baik, sering menolong, dll. sudah tentu akan diterima Tuhan. dibandingkan hanya memuji2 Tuhan tapi praktek kebaikannya tidak ada.
        Ini baru menurut Anda. Baik mana percaya pada perintah Tuhan yang benar? atau percaya pada perintah Tuhan yang salah?

        Tuhan maha Mulia, maha tau segalanya. saya Rasa Beliau tidak Gila akan Pujian. tapi pelaksanaannyalah yang utama. ajaran agama tidak hanya di komentari Tapi Diamalkan dan dijalankan.
        INGAT CINTA KASIH ANTAR SESAMA MANUSIA….!!!

        Betul Tuhan tidak gila dipuji. Tidak dipuji pun tak apa-apa. Berusaha mencari jawaban yang benar dari perintah Tuhan itu lebih mulya. Dari pada mengada-ada berdusta atas nama Tuhan. Anda membaca kitab suci Anda berapa kali? Cinta sesama manusia adalah sebagian dari cinta pada tuhan. Setahu saya umat hindu sembahyang dua kali sehari setiap jam 6 pagi dan sore, kalau saya 5 kali sehari semalam. Baik mana?

        orang kafir (istilah yang diberikan oleh islam kepada nonmuslim) juga manusia, juga ciptaan Tuhan/Allah itu sendiri. mengapa BELIAU yang maha agung mengajak untuk membunuh antar sesama.

        Eh..eh.. jangan salah. Dalam ajaran Islam meskipun seseorang kafir kalau dia tidak mengganggu seorang muslim tidak boleh mengganggunya. Menurut Quran
        60: 8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.

      • dewa mantra Says:

        salam sejahtera pak ainspirasi, yang dimulyakan Allah.
        smoga apa yang anda pelajari mendapat berkah dan bermanfaat bagi umat manusia.
        smoga apa yang anda pelajari bukan hanya ajaran yang hanya di hapal dan dipelelajari saja. tapi di amalkan untuk kesejahtraan umat manusia.

        saya sangat bangga dan kagum sekali atas pengetahuan anda. smoga Allah memberikan jalan Sorga yang begitu mewah pada anda. untuk bisa diterima disisi-Nya suatu saat nanti. Amin….!!!!

        saran saya cuma mari kita saling menghargai, satu sama lain.
        ingat.. agam bukan cuma di hapal TAPI di amalkan dan di praktikan. sesering apapun anda beribadah. tpi jika tidak ad praktik kebaikan itu sia2 saja. mungkin tidak bagi anda….!!!
        itulah kepercayaan anda.
        saya rasa tidak ada agama yang salah. yang salah adalah orang yang ada di didalamnya.
        Ekam Satvitrah Wahuda Wadanti = Hanya ada satu Tuhan, Para Bijaksana menyebut dengan banyak nama, orang Bijaksana dari Inggris nyebutnya: GOD, orang Bijaksana dari Timur Tengah nyebutnya: ALLAH,orang Bijaksana dari Indonesia menyebutnya Tuhan,GUSTI ALLAH, Hyang Widdhi, Hyang Sanggkan Paraning Dumadi, Hyang Tuduh… dll….. masih banyak lagi Sahasranama

        SEMOGA HIDUP BAHAGIA.
        SALAM DAMAI

      • ainspirasi Says:

        Saya sudah melaksanakan apa yang saya ketahui dan mampu melaksanakannya. Orang Islam saja akan masuk neraka bila dia tidak melaksanakan keimanannya.

        Anda menyatakan perasaan Anda. Ketahuilah bahwa hidup itu tidak hanya dirasa. Hidup itu harus dipikirkan.

        16:116. dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara Dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah Tiadalah beruntung.

        83:32. dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”,

        3:85. Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.

        39: 41. Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Al kitab (Al Quran) untuk manusia dengan membawa kebenaran; siapa yang mendapat petunjuk Maka (petunjuk itu) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang sesat Maka Sesungguhnya Dia semata-mata sesat buat (kerugian) dirinya sendiri, dan kamu sekali-kali bukanlah orang yang bertanggung jawab terhadap mereka.

        43:21. atau Adakah Kami memberikan sebuah kitab kepada mereka sebelum Al Quran, lalu mereka berpegang dengan kitab itu ?

        43:22. bahkan mereka berkata: “Sesungguhnya Kami mendapati bapak-bapak Kami menganut suatu agama, dan Sesungguhnya Kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan (mengikuti) jejak mereka”

        43:23. dan Demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya Kami mendapati bapak- bapak Kami menganut suatu agama dan Sesungguhnya Kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”.

        23:24. (Rasul itu) berkata: “Apakah (kamu akan mengikutinya juga) Sekalipun aku membawa untukmu (agama) yang lebih (nyata) memberi petunjuk daripada apa yang kamu dapati bapak-bapakmu menganutnya?” mereka menjawab: “Sesungguhnya Kami mengingkari agama yang kamu diutus untuk menyampaikannya.”

        5:104. apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. mereka menjawab: “Cukuplah untuk Kami apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya”. dan Apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.

        6:136. dan mereka memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari tanaman dan ternak yang telah diciptakan Allah, lalu mereka berkata sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini untuk Allah dan ini untuk berhala-berhala kami”. Maka saji-sajian yang diperuntukkan bagi berhala-berhala mereka tidak sampai kepada Allah; dan saji-sajian yang diperuntukkan bagi Allah, Maka sajian itu sampai kepada berhala-berhala mereka[508]. Amat buruklah ketetapan mereka itu.

        7:179. dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.

      • dewa mantra Says:

        salam damai…….!!!!
        setiap agama memiliki persepsi yang beda dlam menilai Tuhan dan menuju kepada-Nya.
        Tapi pada intinya setiap agama mempercayai adanya Tuhan Yang Maha Esa, yang maha Tunggal. Marilah kita berpikir untuk bisa menerima kekurangan orang lain, merangkul mereka, dengan tidak memandang warna, ras, agama, dll.
        kita hidup di dunia sudah diciptakan dengan perbedaan, perbedaan itu indah. sperti halnya pelangi. pelangi itu indah karena berbagai macam warna.
        paling dekat saja di tubuh kita saya memiliki banyak perbedaan sehingga kita tampak indah (cantik-ganteng)
        heheee…

        orang kafir (non muslim, bagi islam) juga manusia. marilah kita berpikir secara hati (perasaan) dan logika. tidak kah bisa mereka menjadi saudara?

        maaf sebelumnya.
        sekali lagi saya sampaikan. di hindu yang disebut saudara bukan hanya dari kaum hindu saja, tetapi semua manusia di muka bumi ini adalah saudara kami, sahabat kami. sehingganya Tidak ada Istilah musuh di dalam HIndu. musuh itu sendiri adalah sifat2 buruk yang ad di dalam diri sendiri (iri, nafsu, rakus, sombong, dll).

        sesandainya semua penganut agama bisa menjalan konsep kekeluargaan sudah tentu dunia ini akan aman damai sejahtra.

        saya pribadi tidak pernah mengatakan Agama saya adlah agama yang paling benar. karena jika sikap egoisme sudah melekat di dalam jiwa, maka akan sulit membuka mata hati kita.
        intinya apapun agamaNYA MARI KITA RANGKUL UNTUK HIDUP BERDAMPINGAN. BAGAIMANAPUN CARA KITA MENYEMBAH KEPADA TUHAN SEMUA ITU BENAR. TUHAN TIDAK PERNAH KOMPLIN KEPADA KITA, SEPANJANG DILAKUKAN DENGAN BENAR DAN TULUS IKLAS.

        SALAM DAMAI
        Satyam Eva Jayate (kebenaran akan elalu menang)

      • dewa mantra Says:

        salam damai…!!!
        (Saya ingin tahu apakah istilah MOKSA itu berasal dari Tuhan atau tidak? Kalau dari Tuhan apa buktinya)

        anda pasti percaya dengan kebenaran kitab suci anda. begitu juga saya.
        maaf sblumnya.
        seandainya sy balik tanya, bisakah anda membuktikan Sorga itu ada. pasti jawaban anda menuju ke kitab suci anda.

        Agama Hindu mengajarkan; manusia bukan saja mencapai sorga atau neraka, namun lebih tinggi dari itu yaitu moksa.

        Moksa dicapai bila tidak lagi ada keterikatan akan dualitas (Para Maharsi seperti Mpu Kuturan, Mpu Dwijendra, Rsi Wiyasa, Visvamitra, dll). Tujuan utama umat Hindu bukan mencapai sorga tapi lebih tinggi dari sorga “Moksartham Jagadhita Ya Ca iti Dharma” Moksa dan Kebahagiaan Abadi merupakan tujuan manusia hidup.

        salam damai
        satyam eva jayate ( kebenaran pasti akan selalu menang)

      • ainspirasi Says:

        Anda salah. yang saya tanyakan kata-kata moksa itu berasal sari tuhan atau dari siapa? Saya tidak bertanya soal kebenaran moksa.

        Kata-kata Moksa dicapai bila tidak lagi ada keterikatan akan dualitas (Para Maharsi seperti Mpu Kuturan, Mpu Dwijendra, Rsi Wiyasa, Visvamitra, dll). maksudnya apa?

      • dewa mantra Says:

        salam damai.
        bapak ainspirasi(agung) yang di mulyakan Allah.

        Berdebat tentang agama tidak akan pernah selesai, karena masing mempertahankan pendapatnya yang merupakan kebenaran dari kitab suci masing2.

        Menurut agama anda, selain umat islam adalah kafir (sesat) termasuk saya. secara pribadi saya terima karena itu emng sebutan anda untuk kami. orang kafir pasti akan masuk NERAKA. secara pribadi baiklah saya terima. mudah-mudahan anda dan yang lain masuk sorga. Amin…!!!
        itu semua saya terima secara sadar, low memang menurut anda ajaran HIndu itu salah.
        yang pasti bagi saya semua agama adalah BENAR. sekali lagi Brahman adalah Tuhan saya, hyang widhi adalah Tuhan saya,ALLAh adalah Tuhan saya, Yesus adalah Tuhan saya. karena saya percaya dan yakin mereka adalah satu yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

        nah yang menjadi pertanyaan saya,
        mohon dijawab:
        1. apakah anda sependapat dengan saya, tentang menciptakan TOleransi antara umat beragama?
        2. apakah anda sependapat dengan saya, tentang hidup berdampingan, menjaga keharmonisan dengan seluruh umat manusia tanpa membedakan ras, warna, agama dll?
        Biarlah nntinya di akhirat anda msuk sorga, dan kaum saya msuk neraka, yang penting semasih di dunia kita bisa hidup rukun, menciptakan kedamaian tanpa memandang suatu kelompok adalah musuh.
        Bagaimana pak Agung jawaban anda.

        salam damai……

      • ainspirasi Says:

        Maaf..saya merasa Anda ini agak bagaimana gitu… Apakah jawaban saya sebelumnya tidak cukup jelas? Manusia harus rukun. Manusia jahat harus dihukum agar tidak mengganggu manusia lain yang rukun.
        4:36. Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil (dalam perjalanan, menuntut ilmu) dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,

      • dewa mantra Says:

        salam damai……..

        bapak agung yang dimulyakan Allah.
        kalau itu memang sudah menjadi pandangan Hidup anda, terhadap apa yang anda pegang, tidak apalah. saya sangat menghargai terhadap apa yang anda yakini.

        kami (HINDU) sangat terbuka kepada kepada siapa saja. tanpa MEMPENGARUHI KEIMANANNYA.

        ada tiga konsep kami:
        MENJALIN HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DENGAN TUHAN YANG MAHA ESA
        MENJALIN HUBUNGAN ANTARA SESAMA MANUSIA
        MENJALIN HUBUNGAN ANTARA MANUSIA DENGAN LINGKUNGANNYA (ALAM)

        salam damai….

      • ainspirasi Says:

        Kalau begitu bagaimana konsep ibadah (menyembah) kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Hindu? Apakah menyembah Tuhan pakai aturan tertentu atau diserahkan pada manusia? Bagaimana Hindu menjelaskan perbedaan konsep ibadah di masing-masing agama? Apakah agama Hindu di Indonesia sama dengan Agama Hindu di India? Kapan kitab veda ditulis?

        Hubungan antar manusia seperti apa yang diatur oleh agama Hindu? Bagaimana Hindu mengatur hubungan antar antar laki-laki dan perempuan?

        Bagaimana konsep makan babi? makan sapi dan binatang lain? Bagaimana konsep berinteraksi dengan alam?, dengan pohon, dengan air, dengan gunung?

      • dewa mantra Says:

        dalam agama Hindu
        untuk menghormati Beliau/Tuhan sangatlah Flexibel, beliau memberikan banyak jalan/cara untuk menuju padanya. karena beliau maha pengasih dan maha penyayang. Hindu bukan sekedar Agama Hukum yang keras akan hukuman yang menakut-nakuti umatnya atas api neraka. apapun cara menuju padanya selama itu berdasarkan cinta kasih dan keiklasan tanpa pamrih (yadnya) maka niscaya akan tercapai.

        Hindu tidak kaku,
        dimanapun hindu berada dia akan menyesuaikan daerah dimana Hindu itu berada, tidak memaksakan seperti sumber dari mana munculnya dikenalnya Hindu(india). Hindu tidak membunuh/menghapus budaya lokal tapi hindu akan tetap menjaga kelestarian daerah lokal. “Tuhan menciptakan banyak cara menuju padanya”.

        salam damai
        dewa mantra

  5. Divka HD Says:

    Prinsip Hindu beda dengan Muslim.

    Kalki Avatara adalah “Menjelmanya (Inkarnasi) tuhan ke dunia dalam wujud tertentu untuk menyelamatkan manusia”
    ingat; Menjelma

    Muhammad kan “utusan Allah” bukan tuhan (brahman) sendiri yg menjelma/Inkarnasi.

    “muhammad adalah utusan Allah” (ada kan di kalimat Syahadat?)
    dia gak bilang
    “aku adalah Allah”

    Mau muslim percaya dengan Reinkarnasi??
    Mau kalau muhammad di sembah sebagai Allah??
    Ya nggak lah…
    Think smart bro…
    Kalo mau berarti muslim juga menjadi salah satu aliran di Hindu.

    Dan masih buanyak lagi kelemahan2 yg dapat menjatuhkan pendapat Ini.
    Thanks!
    semoga bermanfaat..

    • assalamualaikum wr.wb sesungguhnya andaikan kalian orang orang yang mengaku beragama mengetahui sebuah ilmu yang disebut realitas tunggal kalian semua tidak akan berselisih faham antara agama satu dengan agama satu,sesungguhnya kita ini adalah MANIFSTASI dari tuhan,jika kalian mengerti bahwasanya semua itu akan berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk yang lainnya maka tidak akan ada perselihan faham seperti ini,saya adalah salah satu orang yang mengerti masalah realitas tunggal,jikalau kalian ingin mengetahui penyelesaian dari masalah kita maka jika ada niat dihati kalian akan menemukannya.agama bukan lah sekedar agama tapi agama adalah IDEOLOGI yang membuat semuanya hidup dengan tentram,semoga kita bisa hidup damai bersama,assalamualaikum wr.wb

      • maaf itu bukan MANIFSTASI tapi MANIFESTASI (CERMINAN /BUKTI KEBERADAAN TUHAN)

      • umat hindu Says:

        terimakasi atas penjelasan saudara, kami sangat menghargainya, tapi disini saya hanya ingin menambahkan saja jika saudara telah sadar akan semua yang ada di semesta ini merupakan bagian dari tuhan itu sendiri maka dari itu kami disini (umat hindu) memiliki tujuan yang serupa dengan saudara tapi tak sama yakni tujuan terakhir kami bukanlah “surga” melainkan “moksahrtam jagadhita ya caiti dharma” yakni pencapaian “moksah” adalah bersatunya atman (roh) dengan brahman (tuhan/sang pencipta).

        semoga pembaca lebih jelas mengenai hindu.
        terimakasi

      • ainspirasi Says:

        yah silakan saja berkeyakinan demikian..

    • dewa mantra Says:

      salam damai pak alam hazmi alkarami.
      saya sepakat dengan anda. Agama bukanlah sesuatu yang bisa menimbulkan perpecahan. melainkan agama bisa menciptakan kedamaian dan keharmonisan di dunia dan akhirat.
      kita percaya dengan adanya satu Tuhan Yang Mada Esa.
      Allah adalah Tuhan saya, Brahman adalah Tuhan saya, Yesus adalah Tuhan saya, Hyang Widi adalah Tuhan saya. mereka semua adalah satu Tuhan Yang Maha Esa.

      seorang guru yang. di sekolah di panggil pak guru, dirumah di panggil ayah oleh anaknya, di panggil paman oleh kemonakannya, mereka itu adalah satu Pak Toni misalnya.

      salam damai……

      • ainspirasi Says:

        Silakan saja beranggapan demikian. Tuhan juga punya anggapan sendiri.

      • dewa mantra Says:

        salam damai…
        apapun agamanya, latarbelakangnya.
        MARILAH KITA TETAP MENJAGA KEHARMONISAN ANTAR SESAMA MANUSIA.

        KARENA KITA MANUSIA SAMA CIPTAAN TUHAN YANG MAHA ESA……

        salam kenal pak agung
        dan salam damai….

  6. ainspirasi Says:

    Ya betul Hindu berbeda dengan Muslim. Hindu menyembah tiga tuhan sendang Muslim hanya percaya hanya satu Tuhan.

    Dalam Hindu derajat orang tidak sama. Ada orang yang berkasta rendah dia tidak pantas membaca kitab suci Hindu. Dia tidak pantas berdampingan dengan kasta ksatria. Dalam Islam semua orang sama saja yang membedakannya hanya amal perbuatannya.

    Apakah tuhan kekurangan ide untuk menyelamatkan manusia di muka bumi? Mengapa tuhan tidak membasmi saja orang-orang jahat yang ada di muka bumi ini? Mengapa tuhan tidak memusnahkan saja orang-orang yang tidak menyembahnya? Apakah tuhan pengecut sehingga harus meminta bantuan manusia dan tuhan minta disembah? Mengapa tuhan harus menjelma menjadi sesuatu? Adakah itu berarti tuhan menjelma menjadi gunung? menjadi batu, menjadi laut, menjadi kambing, menjadi cacing, menjadi dewa atau menjadi syetan? Sehingga kalau manusia menyembah cacing berarti dia menyembah tuhan? Logiskah ini? Lalu wujud apakah yang pantas bagi tuhan untuk reinkaranasi? Apakah sembarang wujud? Enak dong.. sekarang kita menyembah cacing karena tuhan ada di sana. Besok kita menyembah lalat karena tuhan ada juga di sana, besoknya lagi kita menyembah syetan karena tuhan telah menjelma menjadi syetan, bukankah tuhan maha kuasa bisa menjelma menjadi apa saja? Bisakah berlogika seperti ini? Kemudian apakah tuhan menjelma menjadi cacing, kepiting, dsb setiap saat atau hanya bulan purnama?

    Anda kasta apa? Sudahkah membaca kitab Hindu. Bagaimana sebenarnya ajaran Hindu soal ketuhanan ini? Benarkah tuhan memerintahkan manusia menyembah dirinya melalui perantaraan sesuatu? Lalu sesuatu itu apa? Bagaimana kalau saya mengaku-ngaku Tuhan ada dalam diri saya dan orang-orang harus menyembah saya. Menurut Anda apakah orang-orang mau melakukannya? Masih mending kalau tuhan masuk ke dalam diri manusia kemudian manusia bisa ngomong kalau tuhan ada di dalamnya. Lah..kalau tuhan masuk dalam batu atau kalajengking bagaimana kita tahu tuhan ada di dalamnya? Apakah batunya bicara atau goyang-goyang atau kalajengking menyengat kita? Penjelasan ini sangat memusingkan dan sulit diterima akal manusia.

    Apakah artinya utusan? Utusan hanya memiliki kewenangan terbatas. Dia tidak punya hak bertindak semaunya tanpa persetujuan yang mengutusnya. Apa yang dikatakannya atau yang diperbuatannya harus mendapat restu dari pengutusnya. Apakah kita harus percaya pada omongan utusannya? Kalau kita percaya berarti kita mempercayai pengutusnya. Juga sebaliknya. Bagaimana kalau dia berbohong? Kita lihat saja apakah yang diperbuatnya sesuai omongannya atau tidak. Tidak perlu susah-susah. Kita cukup melihat apa yang dibawa utusan itu. Kalau yang dibawanya ternyata konsisten, cocok dengan segala perbuatannya berarti dia benar utusan.

    Saya jadi tertarik, siapa yang memulai ajaran Hindu atau pada jaman apakah ajaran Hindu dimulai? Kalau di Buddha jelas sekitar 500 tahun sebelum masehi, sejak jaman Sidarta Gautama. Kalau Hindu?

    • dewa mantra Says:

      maaf sblumnya.
      saya mau menjelaskan sedikit mengenai:

      1. konsep ketuhanan Hindu
      konsep ketuhanan dalam Hindu dibahas dalam Widdhi Tattwa (Filsafat Ketuhanan)
      TUHAN MAHA ESA
      1. Ekam Evam Adwityam Brahman = Tuhan itu Esa, tidak ada yang kedua
      2. Eko Narayano Nadwityo Asti Kascit = Hanya Ada satu Tuhan tidak ada yang kedua
      3. Ekam Satvitrah Wahuda Wadanti = Hanya ada satu Tuhan, Para Bijaksana menyebut dengan banyak nama, orang Bijaksana dari Inggris nyebutnya: GOD, orang Bijaksana dari Timur Tengah nyebutnya: ALLAH, orang Bijaksana dari Indonesia menyebutnya Tuhan, Hyang Widdhi, Hyang Sanggkan Paraning Dumadi, Hyang Tuduh… dll….. masih banyak lagi Sahasranama.. ada Ribuan Nama sesuai manifestasi Beliau.

      TUHAN ADA DIMANA-MANA
      Wyapi-Wyapaka Nirwikara

      TUHAN MAHA SEGALA-GALANYA memiliki kekuatan Asta Aiswaryan sebagai bentuk kemahakuasaan Beliau yaitu:
      1. Anima: sangat halus
      2. Laghima: sangat ringan
      3. Mahima: sangat besar dan sangat luas, tak terbatas
      4. Prapti: dapat mencapai segala tempat
      5. Isitwa: melebihi segala-galanya
      6. Prakamya: kehendak-Nya selalu tercapai
      7. Wasitwa: sangat berkuasa
      8. Yatrakamawasayitwa: kodrati tidak dapat diubah:

      NIRGUNAM & SAGUNAM BRAHMAN
      Nirgunam = Tak berbentuk,
      Sagunam = Berbentuk

      ACINTYA = Tak terpikirkan

      Bagaimanapun usaha manusia menjelaskan Tuhan, dengan menggunakan logikanya/pikirannya yang termanifestasi melalui kata-kata atau kalimat tidak akan pernah menyentuh-Nya secara menyeluruh… oleh karena itu.. Terima Beliau Ada, Percaya pada Nya, Pasrahkan diri sepenuhnya Pada Tuhan….

      2. kasta
      di Hindu kami tidak mengenal namanya kasta seperti yang anda sampaikan. kasta hanya terjadi di Bali yang berupakan kebudayaan dulu (sekali lagi kasta tidak ada di HIndu). kami di Hindu cuma mengenal nama Catur Warna= empat golongan kerja.
      a. brahmana = tokoh agama,guru,
      b. satria= pemimpin, ketua
      c. wesya= pedagang
      d. sudra= buruh,
      INI CUMA PEMBERIAN NAMA PADA STATUS PEKERJAAN SESEORANG BUKAN UNTUK MENDESKRIMINASI. walaupun ayahnya seorang BRAHMANA, tapi dya pedagang, maka golongannya wesya. dan tidak ad konflik sperti yang anda sampaikan.
      sekali lagi di Hindu tidak ad yang namanya KASTA tapi CATUR WARNA

      TERIMA KASIH

      • ainspirasi Says:

        Kalau begitu benar sekali ajaran Islam. Umat Islam sangat percaya pada Tuhan yang satu. Tak masalah khan..? Lalu mengapa harus ada konsep menyembah 3 dewa seperti yang banyak dipraktikan oleh umat Hindu? apa penjelasannya? Saya bertanya siapakah orang pertama yang mengajarkan Agama Hindu?

      • dewa mantra Says:

        Bapak yang terhormat yang dimuliakan Allah.
        coba baca kembali penjelasan saya di atas, ttng pertanyaan anda mengenai mengapa hindu memuja 3 Tuhan. jika anda orang bijaksana, baca dulu dengan seksma baru coment.

        Yang pertamakali mengajarkan Hindu adalah Tuhan Yang Maha Esa, seperti dijelaskan dalam Bhagavadgita oleh Sri Krishna

        Berkatalah Yang Maha Pengasih:
        1. Ilmu pengetahuan yang tak dapat habis ini Kusabdakan pada Vivasvan; Vivasvan menyabdakannya kepada Manu; dan Manu menyabdakannya kepada Ikshvaku.

        2. Begitulah pada masa yang silam para guru (resi) agung mengenal ilmu pengetahuan ini, dari satu ke yang lainnya, tetapi dalam kurun waktu yang lama kemudian, ilmu pengetahuan ini hilang (dilupakan) dari dunia, oh Arjuna.

        Sri Kreshna menyatakan di sini, bahwa Beliaulah Adiguru yang Pertama yang mengajarkan ilmu pengetahuan sejati ini kepada mereka-mereka yang pantas menerimanya di masa-masa yang lampau. Yang pantas menerima disebut adhikari, dan adhikari yang pertama adalah Vivasvan (Batara Surya), Dewa Cahaya. Dari Vivasvan ajaran ini turun ke Manu (manusia yang pertama) yang dianggap menjadi cikal-bakal bangsa Aryan. Manu kemudian menurunkan ajaran ini kepada Ikshvaku, seorang raja Hindu di India pada masa yang amat silam. Ajaran sejati ini amat kuno sifatnya, tetapi amat relevan sampai masa kini, dan hanya diajarkan kepada para adhikari yang terpilih. Itu sudah suatu ketentuan spiritual Ilahi. Para guru atau resi-resi yang agung dan suci, para pemikir atau filsuf dan raja-raja di masa silam menjadikan ajaran ini sebagai pegangan hidup mereka, sampai suatu saat dimana manusia melupakan ajaran ini. (http://singaraja.wordpress.com/2008/03/17/mengenal-agama-hindu-edisi-16-sejarah-agama-hindu/)

      • ainspirasi Says:

        Apa yang Anda sampaikan itu apakah kata-kata Tuhan atau kata-kata manusia?.
        Sri Kreshna itu guru pertama? Dapatkah dibuktikan dengan metoda sekarang atau hanya tertulis di….(mana)

        Dewa itu apa? Apakah manusia? Manusia seperti apa?
        Anda biang ilmu itu itu hilang lalu bagaimana bisa dikembalikan?

        Yang berlalu sudah berlalu. Kita tidak ditanya masa lalu tapi sekarang.

        QS: 5: 104. apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. mereka menjawab: “Cukuplah untuk Kami apa yang Kami dapati bapak-bapak Kami mengerjakannya”. dan Apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.

  7. ainspirasi Says:

    Nih saya beritahu…

    Ada empat kitab Veda, Rig Veda, Sama Veda, Yajur Veda dan Atharva Veda. Veda juga berpengaruh terhadap ajaran Buddha, Jainisme, dan Sikh. Para ilmuwan memperkirakan Rig Veda paling tua dibanding kitab-kitab Veda lainnya, disusun kira-kira 1500 tahun sebelum masehi dan dikodifikasi sekitar 600 tahun sebelum masehi. Tidak dikethahui kapan terakhir ditulis, kira-kira 300 tahun setelah masehi.

    Kitab veda berisi hymne, inkantasi, dan ritual-ritual yang berasala dari India. Dalam kitab kematian, Enuma Elish, Ching I, dan Avesta, adalah teks-teks religi yang masih eksis. Selain nilai spiritualnya, teks-teks itu juga memberikan nilai-nilai tersendiri dalam kehidupan masyarakat India 4000 tahun yang lalu.

    http://www.sacred-texts.com/hin/index.htm

  8. Divka HD Says:

    >>Ya betul Hindu berbeda dengan Muslim. Hindu menyembah tiga tuhan sendang Muslim hanya percaya hanya satu Tuhan.<>Dalam Hindu derajat orang tidak sama. Ada orang yang berkasta rendah dia tidak pantas membaca kitab suci Hindu. Dia tidak pantas berdampingan dengan kasta ksatria. Dalam Islam semua orang sama saja yang membedakannya hanya amal perbuatannya.<>Apakah tuhan kekurangan ide untuk menyelamatkan manusia di muka bumi? Mengapa tuhan tidak membasmi saja orang-orang jahat yang ada di muka bumi ini? Mengapa tuhan tidak memusnahkan saja orang-orang yang tidak menyembahnya? Apakah tuhan pengecut sehingga harus meminta bantuan manusia dan tuhan minta disembah? Mengapa tuhan harus menjelma menjadi sesuatu? Adakah itu berarti tuhan menjelma menjadi gunung? menjadi batu, menjadi laut, menjadi kambing, menjadi cacing, menjadi dewa atau menjadi syetan? Sehingga kalau manusia menyembah cacing berarti dia menyembah tuhan? Logiskah ini? Lalu wujud apakah yang pantas bagi tuhan untuk reinkaranasi? Apakah sembarang wujud? Enak dong.. sekarang kita menyembah cacing karena tuhan ada di sana. Besok kita menyembah lalat karena tuhan ada juga di sana, besoknya lagi kita menyembah syetan karena tuhan telah menjelma menjadi syetan, bukankah tuhan maha kuasa bisa menjelma menjadi apa saja? Bisakah berlogika seperti ini? Kemudian apakah tuhan menjelma menjadi cacing, kepiting, dsb setiap saat atau hanya bulan purnama?<>Anda kasta apa?<>Sudahkah membaca kitab Hindu. Bagaimana sebenarnya ajaran Hindu soal ketuhanan ini? Benarkah tuhan memerintahkan manusia menyembah dirinya melalui perantaraan sesuatu? Lalu sesuatu itu apa? <>Bagaimana kalau saya mengaku-ngaku Tuhan ada dalam diri saya dan orang-orang harus menyembah saya. Menurut Anda apakah orang-orang mau melakukannya? Masih mending kalau tuhan masuk ke dalam diri manusia kemudian manusia bisa ngomong kalau tuhan ada di dalamnya. Lah..kalau tuhan masuk dalam batu atau kalajengking bagaimana kita tahu tuhan ada di dalamnya? Apakah batunya bicara atau goyang-goyang atau kalajengking menyengat kita? Penjelasan ini sangat memusingkan dan sulit diterima akal manusia.<>Apakah artinya utusan? Utusan hanya memiliki kewenangan terbatas. Dia tidak punya hak bertindak semaunya tanpa persetujuan yang mengutusnya. Apa yang dikatakannya atau yang diperbuatannya harus mendapat restu dari pengutusnya. Apakah kita harus percaya pada omongan utusannya? Kalau kita percaya berarti kita mempercayai pengutusnya. Juga sebaliknya. Bagaimana kalau dia berbohong? Kita lihat saja apakah yang diperbuatnya sesuai omongannya atau tidak. Tidak perlu susah-susah. Kita cukup melihat apa yang dibawa utusan itu. Kalau yang dibawanya ternyata konsisten, cocok dengan segala perbuatannya berarti dia benar utusan.<>Saya jadi tertarik, siapa yang memulai ajaran Hindu atau pada jaman apakah ajaran Hindu dimulai? Kalau di Buddha jelas sekitar 500 tahun sebelum masehi, sejak jaman Sidarta Gautama. Kalau Hindu?<<
    Yang jelas Hindu lebih Tua dari Budha, makanya banyak sarjana meneliti Tentang Hindu. Tiada awal dan tiada Akhir, Itulah Agama, (A-gam-A = sesuatu yg langgeng/kekal, takkan tanpa awal & akhir).. belum ada yg bisa menyimpulkan secara detail.
    Semoga menambah wawasan anda & memperbaiki prasangka negatif anda terhadap Hindu…
    Salam Sambel, makin dicolek makin PEACE!…

    Ohm Namasiwaya…
    By, Divka HD.

    • anda uvaca Says:

      intelek jg jawabanmu, mmg mereka yang merasa agamanya paling sempurna, apalagi islam sebagai anak bungsu wajarlah pengen dimanja, mereka rata-rata gak pake logika gak ilmiah & slalu pgn menang dw, yahhh gt lah manusia, pgnnya dipuji, gak da yang berani jelek-jelekkan agamanya dw. tapi kalo niat dibahas panjang lebar pada intinya gak ada yang paling baik gak ada yang jelak, semua baik, hanya orang yang merasa agamanya sempurna aja yang selalu hidup dalam kotak (peti mati) mereka sendiri. jadi mereka taunya tu tu ja. la gmn wong berteman dgn orang lain agama ja mereka bilang haram dan dilarang oleh tuhan mereka. masa sih tuhan yang maha baik itu gak bisa ngajari toleransi. aneh ya….. banyak orang islam yang ribet-ribet ngurusi dajjal yang sai baba dibilang dajjal lah yang setan lah padahal dalam agama kita gak boleh saling menghina. diri sendiri ja blm tntu baik dah pinter menghina orang lain. koq gt ya hasilnya manusia-manusia islam teroris itu. tukang bantai tukang fitnah pembunuh berdarah dingin, lintah darat rat rat rat

      • ainspirasi Says:

        He..he Anda bilang Islam gak ilmiah. Itu khan anggapan Anda. Apa Islam membolehkan menghina orang/agama lain? Tidak benar. Bacalah yang terdapat dalam Quran

        6:108. Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.

      • dewa mantra Says:

        maaf sblumnya,
        saya rasa orang yang beragama blum menjamin dirinya masuk sorga. Tidak ad satu pun agama yang merjamin umatnya masuk neraka ataupun sorga.
        yang terpenting adalah apapun agamanya, selama PERBUATANNYA BAIK, TIDAK MENCEMO’OH ORANG LAIN, POKOKNYA YANG BERSIFAT BAIK, pasti dya akan mendapat posisi yang sesuai (sorga).
        nahh walaupun seseorang menganut agama yang besar dan menjamin masuk sorga TETAPI PERBUATANNYA TIDAK BAIK, SUKA MENJELEK-JELEKAN AGAMA LAIN DEMI MENGAGUNGKAN AGAMAnya SENDIRI, SUDAH TENTU MENDAPAT TEMPAT YANG SESUAI JUGA (NERAKA). jadi saya rasa janganlah kita melihat dan menjelek-jelakan sesama agama, karena tidak ada satu agamapun yang membenarkan umatnya untuk menghina agama lain.
        ingat….!!!! DIMATA TUHAN, BELIAU TIDAK MELIHAT AGAMA KALIAN, TETAPI PERBUATAN DAN AMAL BAIK KALIAN DI DUNIA.
        TERIMA KASIH.

  9. ainspirasi Says:

    Pertanyaan dan logika saya tidak dijawab. Pokoknya percaya?

  10. Divka HD Says:

    >>Ya betul Hindu berbeda dengan Muslim. Hindu menyembah tiga tuhan sendang Muslim hanya percaya hanya satu Tuhan.<>Dalam Hindu derajat orang tidak sama. Ada orang yang berkasta rendah dia tidak pantas membaca kitab suci Hindu. Dia tidak pantas berdampingan dengan kasta ksatria. Dalam Islam semua orang sama saja yang membedakannya hanya amal perbuatannya.<>Apakah tuhan kekurangan ide untuk menyelamatkan manusia di muka bumi? Mengapa tuhan tidak membasmi saja orang-orang jahat yang ada di muka bumi ini? Mengapa tuhan tidak memusnahkan saja orang-orang yang tidak menyembahnya? Apakah tuhan pengecut sehingga harus meminta bantuan manusia dan tuhan minta disembah? Mengapa tuhan harus menjelma menjadi sesuatu? Adakah itu berarti tuhan menjelma menjadi gunung? menjadi batu, menjadi laut, menjadi kambing, menjadi cacing, menjadi dewa atau menjadi syetan? Sehingga kalau manusia menyembah cacing berarti dia menyembah tuhan? Logiskah ini? Lalu wujud apakah yang pantas bagi tuhan untuk reinkaranasi? Apakah sembarang wujud? Enak dong.. sekarang kita menyembah cacing karena tuhan ada di sana. Besok kita menyembah lalat karena tuhan ada juga di sana, besoknya lagi kita menyembah syetan karena tuhan telah menjelma menjadi syetan, bukankah tuhan maha kuasa bisa menjelma menjadi apa saja? Bisakah berlogika seperti ini? Kemudian apakah tuhan menjelma menjadi cacing, kepiting, dsb setiap saat atau hanya bulan purnama?<>Anda kasta apa?<>Sudahkah membaca kitab Hindu. Bagaimana sebenarnya ajaran Hindu soal ketuhanan ini? Benarkah tuhan memerintahkan manusia menyembah dirinya melalui perantaraan sesuatu? Lalu sesuatu itu apa? <>Bagaimana kalau saya mengaku-ngaku Tuhan ada dalam diri saya dan orang-orang harus menyembah saya. Menurut Anda apakah orang-orang mau melakukannya? Masih mending kalau tuhan masuk ke dalam diri manusia kemudian manusia bisa ngomong kalau tuhan ada di dalamnya. Lah..kalau tuhan masuk dalam batu atau kalajengking bagaimana kita tahu tuhan ada di dalamnya? Apakah batunya bicara atau goyang-goyang atau kalajengking menyengat kita? Penjelasan ini sangat memusingkan dan sulit diterima akal manusia.<>Apakah artinya utusan? Utusan hanya memiliki kewenangan terbatas. Dia tidak punya hak bertindak semaunya tanpa persetujuan yang mengutusnya. Apa yang dikatakannya atau yang diperbuatannya harus mendapat restu dari pengutusnya. Apakah kita harus percaya pada omongan utusannya? Kalau kita percaya berarti kita mempercayai pengutusnya. Juga sebaliknya. Bagaimana kalau dia berbohong? Kita lihat saja apakah yang diperbuatnya sesuai omongannya atau tidak. Tidak perlu susah-susah. Kita cukup melihat apa yang dibawa utusan itu. Kalau yang dibawanya ternyata konsisten, cocok dengan segala perbuatannya berarti dia benar utusan.<>Saya jadi tertarik, siapa yang memulai ajaran Hindu atau pada jaman apakah ajaran Hindu dimulai? Kalau di Buddha jelas sekitar 500 tahun sebelum masehi, sejak jaman Sidarta Gautama. Kalau Hindu?<<
    Yang jelas Hindu lebih Tua dari Budha, makanya banyak sarjana meneliti Tentang Hindu. Mungkin termasuk anda tertarik juga. Tiada awal dan tiada Akhir, Itulah Agama, (A-gam-A = sesuatu yg langgeng/kekal, takkan tanpa awal & akhir).. belum ada yg bisa menyimpulkan secara detail.
    Semoga menambah wawasan anda & memperbaiki prasangka negatif anda terhadap Hindu…
    Salam Sambel, makin dicolek makin PEACE!…

    Ohm Namasiwaya…
    By, Divka HD.

  11. Divka HD Says:

    Sori mas. Apa gak ada yg salah dngn blog anda?
    Koq setelah saya “submit command” formatnya berubah (gak ada spasinya)
    Terus tulisan2 saya juga banyak Hilang…
    ada apa ya?

  12. ainspirasi Says:

    Apa iya..? Tidak ada yang disensor koq..mungkin format dari wordpressnya. Terus terang saya tak tahu dengan yang beginian. Waktu membuat tulisan kadang-kadang saya pusing juga dibuatnya. Lihat saja ada beberapa tulisan yang saya buat hasilnya tidak rapi padahal saya sudah berkali-kali membetulkannya. Beginilah jadinya kalau amatiran..he..he..
    Tapi gak apa yang penting tulisannya masih bisa dibaca. Kan bukan ujian….

  13. Divka HD Says:

    >>Ya betul Hindu berbeda dengan Muslim. Hindu menyembah tiga tuhan sendang Muslim hanya percaya hanya satu Tuhan.<<

    WAH, HORE.. TUHANNYA HINDU ADA 3..
    1 AJA HEBAT APALAGI 3 WAHHHHHUUUUHH…
    BISA JADI PENGUASA DONK TUHAN HINDU…
    (Becanda bro… jangan diambil Hati ya…he…)
    Gue coba jelasin ya…

    Pengertian Dewa / DIV (dalam bhs Sansekerta) beratri Sinar. / Sinar suci dari Tuhan itu sendiri.
    Hindu TIDAK menyembah 3 Tuhan. 3 dewa (tri murti) merupakan gelar Tuhan menurut Hindu. Karena Tuhan mempunyai 3 pokok tugas;
    1. Mencipta (diberi gelar Dewa Brahma)
    2. Memelihara (diberi gelar dewa Wisnu)
    3. Melebur/pralina ( diberi gelar dewa Siwa)
    ketiga Dewa ii merupakan Gelar saja, karena tuhas pokokNya itu.
    Filosofinya;
    SOEHARTO (alm)
    pada saat memimpin negara diberi gelar Pak Presiden, lalu ketika lepas dinas dan pulang kerumahnya dipanggil Bapak/Ayah oleh anak2nya, Ketika iya menafkahi Isterinya diberi gelar Suami oleh isterinya, Ketika Iya membangun Indonesia diberi gelar Bapak Pembangunan, tetapi orangnya (personnya) Kan satu. Gelarnya aja yg Buanyak.
    Hindu pun mempunyai Etika dalam Memanggil Tuhan.
    yaitu dengan sebutan “OHM”
    Sama halnya anda memanggil org tua anda dengan sebutan Ayah/Bapak. kan gak sopan kalo langsung2 nyebutin Nama ortu anda. I think you understand..

    • naina devi Says:

      menarik diskusi ini jadi pengen ikutan” menurut gw banyak orang dari masing2 agama miss persepsi akan tuhan” tuhan dianggap seolah2 seperti manusia aja”padahal itu semua adalah pembelajaran awal mengenal tuhan, tp kok keterusan enggak maju2″maaf ya” menurut gw tuhan tidak bisa dibilang 1 atau 3 atau berapa” dia maha” maha segalanya” hanya rasa yg bisa merasakan”dia meliputi semuanya spt daun, batu,langit,laut, diri kita juga,dll. hanya mata hati yg bisa merasa bukan pikiran dan mata lahir.

      • ainspirasi Says:

        Iya..kalo menurut kita tuhan itu tidak satu, dua, tiga, empat….Lha..bagaimana kalo tuhan sendiri yang menyatakan dirinya satu? Kita mau ikut yang mana? kata tuhan ato kata kita?..^_^

      • TUHAN ITU TIDAK BERBILANG(BERJUMLAH)KARNA JUMLAH ITU MENUNJUKKAN KETERBATASAN,DAN MUSTAHIL TUHAN TERBATAS,TUHAN JUGA TIDAK DAPAT DIDEFINISIKAN KARNA TUHAN TIDAK BERBENTUK DAN TIDAK TTERBATAS,TUHAN TIDAK BERTEMPAT KARNA TEMAPAT MERUPAKAN SESUATU YANG BERDIMENSI DAN MENGEKANG,MUSTAHIL TUHAN TERKEKANG OLEH SESUATU APAPUN,TUHAN ITU ADALAH KEBERADAAN YANG HAKIKI,TIDAK ADA YANG NYATA SELAIN DIA,KITA INI HANYA MANIFESTTASI DARI TUHAN,INI ADALAH SEBAGIAN DARI FILSAFAT DAN ILMU KEBIJAKSANAAN,SEMOGA KITA BISA MEMETIK HIKMAH :)

  14. Divka HD Says:

    >>Dalam Hindu derajat orang tidak sama. Ada orang yang berkasta rendah dia tidak pantas membaca kitab suci Hindu. Dia tidak pantas berdampingan dengan kasta ksatria. Dalam Islam semua orang sama saja yang membedakannya hanya amal perbuatannya.<<

    Dalam Hindu derajat manusia sama saja. Yg membedakan adalah Karmanya yg akan dipertanggung Jawabkan. Hindu tidak mengenal Kasta. Apalagi “perbudakan”, Kalau Kasta dalam bhs sansekerta artinya Kayu. Kasta berasal dari bhs Portugis “Caste”=pemisah/tembok/batas. (inilah banyak org selewengkan kedalam Hindu). Dijaman Penjajahan Portugis jangankan Kasta diterapkan, Perempuan Pun dilarang Sekolah waktu itu kan?!
    Weda hanya mengenal Warna (bukan Kasta). Warna ini adalah pilihan kehidupan yg telah dinyatakan dalam Weda. Jika anda memilih jadi prajurit/brimob/TNI berarti anda tergolong Kesatria, jika anda memilih jadi Pendeta/ulama, ya anda teergolong kaum Brahmana. Terserah anda pilih Warna yg mana. Seperti itu kan kita saat ini? dah Hukum alamnya bro, Warna Kehidupan.
    Lalu mengapa ada asumsi mengatakan bahwa “weda gak boleh dibaca sembarangan org?”
    Adalah karena jika Weda dibaca oleh masyarakat umum (dahulu kala) maka akan jatuhlah martabat kaum2 yang mengaku dirinya lah yg pantas disembah. (yg mengaku Dewa). Karena Weda mengajarkan kesamaan Derajat Manusia dihadapan Tuhan. Maknya Weda pernah di Monopoli. (sama halnya, qur’an pun banyak di selewengkan bukan?)

  15. Divka HD Says:

    >>Apakah tuhan kekurangan ide untuk menyelamatkan manusia di muka bumi? Mengapa tuhan tidak membasmi saja orang-orang jahat yang ada di muka bumi ini? Mengapa tuhan tidak memusnahkan saja orang-orang yang tidak menyembahnya? Apakah tuhan pengecut sehingga harus meminta bantuan manusia dan tuhan minta disembah? Mengapa tuhan harus menjelma menjadi sesuatu? Adakah itu berarti tuhan menjelma menjadi gunung? menjadi batu, menjadi laut, menjadi kambing, menjadi cacing, menjadi dewa atau menjadi syetan? Sehingga kalau manusia menyembah cacing berarti dia menyembah tuhan? Logiskah ini? Lalu wujud apakah yang pantas bagi tuhan untuk reinkaranasi? Apakah sembarang wujud? Enak dong.. sekarang kita menyembah cacing karena tuhan ada di sana. Besok kita menyembah lalat karena tuhan ada juga di sana, besoknya lagi kita menyembah syetan karena tuhan telah menjelma menjadi syetan, bukankah tuhan maha kuasa bisa menjelma menjadi apa saja? Bisakah berlogika seperti ini? Kemudian apakah tuhan menjelma menjadi cacing, kepiting, dsb setiap saat atau hanya bulan purnama?<>Anda kasta apa?<<
    Saya kasta apa?, saya dah jelaskan pengertian Kasta. Kebetulan saya berprofesi sbg Manajer di sebuah cafe, tentu saya melayani Klien/tamu2 saya. Org Tua saya pebisnis, Anda boleh simpulkan sendiri saya termasuk Pilihan Warna yg Mana. (bukan Kasta). umur sy 24th(just info men, biar lebih akrab. hee..)

  16. Divka HD Says:

    >>Sudahkah membaca kitab Hindu. Bagaimana sebenarnya ajaran Hindu soal ketuhanan ini? Benarkah tuhan memerintahkan manusia menyembah dirinya melalui perantaraan sesuatu? Lalu sesuatu itu apa? <<

    Saya suda baca walaupun belum seluruhnya, gini mas;
    The Vedas are supposed to be most supreme text of Hindus along with the Gita. There are 4 Vedas.
    The number of verses in the Rig Veda total 10800
    The Number of verses in Atharva Veda total 5987
    The Number of verses in Yajur Veda total 2000
    The number of verses in Sama Veda total 1875
    Therefore, length of Vedas = 10800 + 5987 + 2000 + 1875 = 20662
    Length of Qur’an = 6346
    Ratio = Length of Vedas / Length of Qur’an = 3.255
    Qur’aan itu tiga kali lebih kecil daripada kitab2 Veda.
    (sumber; file:///D:/My%20Documents/Agus%20Data/OtheR/About%20Hindu/Sanggahan%20Thdp%20Muhammmad-Weda.htm

    (inilah menujukkan kebohongan Link “Muhammad dalam kitab Hindu”) Dr. Zakir Naik. Gak mngkin mreka dah mempelajari semua isi Weda, ketika belajar bhsa Arab&Quran, bisakah dia belajar Sanskrit&Weda sebanyak Itu?)
    Tuhan dalam Hindu secara langsung gak pernah bilang boleh, tetapi mengijinkan “dengan jalan apapun(positif&tulus) kau memujaKu, maka engkau akan sampai padaKU) Bhagavadgita (sori sy lupa babnya). Tuhan pun gak ada dijelaskan WujudNya oleh Weda. Patung, Arca merupakan sebuah Simbol untuk org2 yg minim filosofi&pengetahuan ttg Tuhan. Maka alat bantu (patung/arca) lah yg dapat menjelaskan. Namun jika seseorg telah mengatahui (terpelajar) gak perlu patung dech.
    Saya kasi filosofinya;
    (1)Anda sudah pernah mengunjungi seluruh belahan dunia gak? saya rasa tidak. Lalu misal jika ada berbicara mengenai pulau Amerika, bagaimana anda menjelaskannya?, tentu anda butuh “Peta”. dengan Peta anda bisa berbicara mengenai suatu daerah/tempat, walaupun anda belum pernah kesana. Patung sama Halnya dengan Peta.
    (2) Anda org Indonesia? pernah ikut upacara bendera gak?lalu anda kenapa mau Hormat sama secarik kain merah&putih berbentuk segi 4 panjang tsb?. Jwb sy; saya yakin anda gak Hormat Sama kainnya, tetapi makna dibalik Itu. Sama Halnya Patung/Arca.

  17. Divka HD Says:

    >>Bagaimana kalau saya mengaku-ngaku Tuhan ada dalam diri saya dan orang-orang harus menyembah saya. Menurut Anda apakah orang-orang mau melakukannya? Masih mending kalau tuhan masuk ke dalam diri manusia kemudian manusia bisa ngomong kalau tuhan ada di dalamnya. Lah..kalau tuhan masuk dalam batu atau kalajengking bagaimana kita tahu tuhan ada di dalamnya? Apakah batunya bicara atau goyang-goyang atau kalajengking menyengat kita? Penjelasan ini sangat memusingkan dan sulit diterima akal manusia.<<

    Inilah perbedaan pemahaman “Tuhan yang ESA” (yg sy ketahui ya..) menurut Hindu dibanding Umat Lain. Tuhan ada(menjiwai) dalam setiap Makhluk di dunia ini, yg merupakan “percikan” kecil dari Tuhan yg disebut Atman/nyawa/roh. Sedangkan sumber percikan itu (yg utama) disebut Brahman=Tuhan YME. Jadi Esa dalam pengertian Hindu itu sangat Dalam. Tidak ada keterbatasan terpisah antara Tuhan dengan percikannya.
    Tantunya anda tidak bisa mengaku Tuhan walaupun Tuhan itu ada dalam diri Kita&bersumber dari DIA. Tetapi sedikitnya sifat2 Tuhan pasti ada dalam diri kita. (berbuat baik, nurani, fikiran)
    Nah Filosofinya;
    Ibarat sebuah Samudra(umpamakan ini Tuhan), ketika kena matahari samudra menguap, jadi embun, lalu Hujan, jatuh di hu Hutan, diserap pohon2, lalu dari pohon2 itu (hutan) timbullah mata air, mengalir ke sungai, sungai mengalirkannya ke laut, laut bertemu dengan SAMUDERA. Dalam hal ini tentunya setitik sumber mata air/sungai tidak bisa mengakui dirinya SAMUDERA. Walaupun semua itu berasal dari SAMUDERA. Begitu pula Manusia&Tuhan. Faham kan maksud saya.??

  18. Divka HD Says:

    >>Apakah artinya utusan? Utusan hanya memiliki kewenangan terbatas. Dia tidak punya hak bertindak semaunya tanpa persetujuan yang mengutusnya. Apa yang dikatakannya atau yang diperbuatannya harus mendapat restu dari pengutusnya. Apakah kita harus percaya pada omongan utusannya? Kalau kita percaya berarti kita mempercayai pengutusnya. Juga sebaliknya. Bagaimana kalau dia berbohong? Kita lihat saja apakah yang diperbuatnya sesuai omongannya atau tidak. Tidak perlu susah-susah. Kita cukup melihat apa yang dibawa utusan itu. Kalau yang dibawanya ternyata konsisten, cocok dengan segala perbuatannya berarti dia benar utusan.<>Saya jadi tertarik, siapa yang memulai ajaran Hindu atau pada jaman apakah ajaran Hindu dimulai? Kalau di Buddha jelas sekitar 500 tahun sebelum masehi, sejak jaman Sidarta Gautama. Kalau Hindu?<<

    Yang jelas Hindu lebih Tua dari Budha, makanya banyak sarjana meneliti Tentang Hindu. Mungkin termasuk anda tertarik juga. Anda tertarik gimana maksudnya??
    Tiada awal dan tiada Akhir, Itulah Agama, (A-gam-A = sesuatu yg langgeng/kekal, tanpa awal & akhir).. belum ada yg bisa menyimpulkan secara detail.
    Semoga menambah wawasan anda & memperbaiki prasangka negatif anda terhadap Hindu…
    Salam Sambel, makin dicolek makin PEACE!…

    Ohm Namasiwaya…
    By, Divka HD.

  19. ainspirasi Says:

    Berarti yang tiga itu bukan Tuhan? Bagus kalau begitu. Lalu dari mana datangnya ajaran sifat tuhan itu diwujudkan dalam bentuk patung, seperti yang banyak terlihat di dunia Hindu? Apakah memang ada perintah tuhan untuk membuat sifatnya menjadi wujud tuhan yang tiga? Kalau memang ada yah… itulah ajaran Hindu.

    Kalau filosofi seperti SOEHARTO (alm) seperti itu berarti Tuhan itu satu adanya? Lalu mengapa tidak menyembah tuhan yang satu saja?

    • beng's Says:

      masih mending patung mas dari pada kotak besar yg kita ngga tau apa isinya jangan jangan berhala juga tuh didalamnya…
      mau nanya jg nih…kalo muslim sholat apa yg dipikirkannya waktu sholat?? Kabah??,kaligrafi Allah?? ato yg lainnya??karna kita tdk tahu difinisi Tuhan seperti apa,…

  20. ainspirasi Says:

    Berarti dulu buku pelajaran saya salah, dulu katanya di Hindu ada kasta-kasta. Berarti sekarang hukum membaca Weda berubah, jadi boleh dibaca orang umum? Hebat ada kemajuan.

  21. ainspirasi Says:

    Yalah bro..memang harus melayani semua orang sama saja. Tidak peduli derajadnya. Ada uang ada layanan, betul kan..? Kecuali tuh..yang anggota DPR pasti minta seperti melayani raja. Temanku cerita anggota DPR itu (tidak semua) kadang-kadang kalau berhadapan dengan pegawai biasa kepalanya seprti di atas langit.

  22. Divka HD Says:

    >>Berarti yang tiga itu bukan Tuhan? Bagus kalau begitu. Lalu dari mana datangnya ajaran sifat tuhan itu diwujudkan dalam bentuk patung, seperti yang banyak terlihat di dunia Hindu? Apakah memang ada perintah tuhan untuk membuat sifatnya menjadi wujud tuhan yang tiga? Kalau memang ada yah… itulah ajaran Hindu.<<

    Saya kan dah jelaskan ke 3 Dewa itu gelar saja. berarti Tuhannya 1 aja.
    Datangnya ajaran mengenai patung adalah dari org2 bijak/Resi(nabi) yg menerima wahyu Tuhan, yg ingin memudahkan pemahaman ttg Tuhan, terutama kepada org2 yg buta akan pendidikan (kolot).
    Jadi kalau dijelaskan Tuhan ada tapi tidak nampak kan bingung. Karena Tuhan itu tak terbatas/yg maha besarnya/ada dimana mana. di jaman itu kan org masih belum banyak yg sekolah/terpelajar kan? Makanya biar lebih simple dibuatkanlah Arca/patung biar pemahamannya bisa terpusat.
    (baca filosofi Peta/Bendera diatas).
    Kalau perintah secara detail setau saya belum pernah liat seloka (ayatnya). tetapi ada Tuhan itu mengatakan “Dengan cara apapun kamu memujaku/mengingatku/dngan tulus maka engkau akan sampai padaku.” (bhagavadgita). Maaf saya lupa babnya.
    Tetapi sekarang ini kan indonesia dah terdidik bro.. dah bnyk pinter..

  23. Divka HD Says:

    >Kalau filosofi seperti SOEHARTO (alm) seperti itu berarti Tuhan itu satu adanya? Lalu mengapa tidak menyembah tuhan yang satu saja?<

    Inilah Hindu, tidak ada penegasan yg mengkekang. Baik Anda perbuat, baik pula Karmanya, Buruk anda buat, buruk pula pahalanya. Jika anda mau belajar banyak mengenai Tuhan, makin baik pula pemahaman Anda ttg Tuhan. Jadi pilihan ada di tangan Anda.
    Mengapa Tidak menyembah Tuhan yg satu?
    Nama Tuhan dalam Hindu disebut “Brahman”. Sedangkan yg menjiwai manusia disebut dngn “Atman” (yg bersumber dari Brahman/percikan kecilnNya).
    Hindu tetep menyembah Tuhan yg Satu. Kalo anda sembah/Puja Dia dalam gelarnya Pemelihara (Wisnu) ya sah-sah aja. Kan Dewa Wisnu dari mana? Tuhan itu sendirikan? kan sama aja jadinya..
    Anda mau mengatakan/Menyembah Brahman kan Boleh Aja. Berarti anda dah paham lebih ttg Konsep Tuhan.. kan intinya sama aja bro.. berarti Tattwa(pengetahuan) anda lebih bagus.
    Pernah dengar filosofi 3 org Buta disusruh nebak Gajah itu Kayak apa bentuknya? Si A meraba lalu menjawab “bulat dan panjang” si B meraba & mnjawab “Besar dan Bulat” Si C meraba dan menjawab “Bulat, besar, pajang dan bermulut panjang pula” Tapi apa mereka bisa melihat secara utuh gajah itu sep. apa?
    Seperti itulah Keterbatasan Manusia memahami Tuhan Yg tak Terbatas Itu. Tak ada Wujud-Nya

  24. Divka HD Says:

    >>Berarti dulu buku pelajaran saya salah, dulu katanya di Hindu ada kasta-kasta. Berarti sekarang hukum membaca Weda berubah, jadi boleh dibaca orang umum? Hebat ada kemajuan.<<

    Ya. Sangat Salah!. Gak tau gimana padahal yg Edit juga org2 petinggi. Termasuk Depag. Mungkin aja sengaja dibiarin salah supaya tersesat/membingungkan jadinya pihak2 tertentu seneng dech. Atau bisa jadi yg bikin masih minim pemahamannya. Saya dah jelaskan kan diatas. Toh yg bikin terjemahannya kan manusia juga. Bisa salah bro..

    Banyak org bilang, org2 Hindu yg masih belum paham yg mana Budaya Bali & yg mana ajaran Weda cinderung “Latah” (suka ikut2an) Umat lain.
    Contoh; Di salah satu buku pelajaran SD/sltp ada dikatakan Dewa Hindu itu adalah anak buahnya Tuhan. Jadi sama dengan “Malaikat” Wah ini bener2 keliru! ada pula di beberapa situs2 internet. Coba anda tanya mbah Google, search aja : Dewa Bukan Tuhan. Ada juga yg sanggah Dewa bukan Tuhan (search google aja..)

    Weda Boleh dibaca org umum, terjemahannya kan sudah ada walaupun belum semua (4) Weda. Coz anda lihat sendiri kan diatas berapa jumlah ayat2 dalam Weda.?

    Harusnya Ini sudah menjadi pemikiran yg utama dalam Hindu, mengingat kurangnya pengetahuan tentang Weda dari sebagian umat Hindu di indonesia. Kebanyakan ikut2an, kalau ditanyain jawabnya “emang gitu dari dulu” ini sungguh gak terpelajar..
    Maaf Anda Hindu??

  25. Divka HD Says:

    >>Yalah bro..memang harus melayani semua orang sama saja. Tidak peduli derajadnya. Ada uang ada layanan, betul kan..? Kecuali tuh..yang anggota DPR pasti minta seperti melayani raja. Temanku cerita anggota DPR itu (tidak semua) kadang-kadang kalau berhadapan dengan pegawai biasa kepalanya seprti di atas langit.<<

    Yg anda maksudkan siapa “ada uang ada layanan” tolong perjelas.
    Kalau seperti anda bilang “DPR” ya katanya banyak yg begitu.. yah taukan gimana Korupsinya org2 pemerintahan kita?
    Ya memang gak semua seeh.. tapi coba aja anda nonton Berita…

  26. ainspirasi Says:

    Janganlah mengatakan orang bohong hanya karena Anda merasa orang lain tak mungkin bisa melakukannya. Kalau hanya 3 x Quran itu belum seberapa. Kami punya kitab-kitab lain yang lebih tebal dari itu. Tak terhitung dalam dunia Islam kitab-kitab selain Quran tebalnya 10 kali atau bahkan 100 kali dari Quran. Itulah uniknya Quran cukup sederhana tapi sudah mencakup semua aspek kehidupan.

    Anda tahu Dr Zakir Naik? Dia lebih dekat dengan bahasa sangskrit dibanding Anda semua yang ada di Indonesia. Dia orang India yang berarti sangat dekat dengan pusat agama Hindu. Apalah susahnya bagi beliau mempelajari bahasa Sangskrit? Bahasa Arab apa susahnya? Kalau hanya dua bahasa tidaklah sulit. Para duta besar negara banyak yang memiliki kemampuan lebih dari dua bahasa.

    Bro asumsi patung sama dengan peta salah bro. Patung tidak bisa bercerita apa-apa. Kalau peta bisa menjelaskan banyak hal.

    Tapi ada baiknya kita bicarakan soal peta ini. Saya bergeser sedikit, saya maksudkan peta dengan ajaran. Tujuan peta jelas untuk memudahkan orang menemukan letak sebuah tempat. Saya ingin tahu siapa orang pertama yang menggambar peta itu. Siapa yang pertama kali menggunakannya dan pada tahun berapa dibuat?

    Ini jelas dulu bro.. karena kalau peta itu salah orang yang menggunakannya bisa kesasar. Bisa-bisa bukannya menuju tempat yang indah tetapi menuju tempat berbahaya.

    Maaf bro.. berarti kesimpulannya yang pakai patung itu orang bodoh, tidak cerdas.

  27. ainspirasi Says:

    Tidak ada masalah kalau dikatakan semua di dunia ini adalah percikan tuhan. Sifat-sifat yang ada dalam diri manusia kadang merefleksikan sifat tuhan.

    Pertanyaan saya tentang hal ini adalah bagaimana pernyataan dari tuhan itu meyakinkan bahwa dirinya ada dalam sesuatu. Ini Anda sudah jawab kalau patung itu bukan tuhan…betul ya bro.

  28. ainspirasi Says:

    Harap berhati-hati bro dengan perintah tuhan. Masalahnya bukan pinter atau tidak pinter tapi apa benar perintah tuhan itu ada dalam seloka?

  29. ainspirasi Says:

    Bro.. tidak mungkin tuhan membiarkan manusia berbuat sesukanya. Kalau tuhan membiarkan manusia berbuat sesukanya artinya tuhan itu bukan pemelihara tapi menghancurkan. Contohnya menurut Anda sesuatu itu baik, khan belum tentu menurut saya baik. Menurut ortu Anda baik belum tentu menurut Anda baik. Ortu Anda menjodohkan Anda dengan seorang gadis karena menurutnya gadis itu baik. Tapi belum tentu Anda setuju dengan pikiran ortu. 5 milyar orang berbuat sesukanya apa jadinya?

    Mestinya tuhan menurunkan sesuatu batasan mana yang boleh mana yang tidak. Sehingga semua orang tahu apa yang tuhan mau. Semua orang bisa hidup dengan baik. Itu namanya tuhan pemelihara.

  30. ainspirasi Says:

    Betul bro..buku-buku itu harus diprotes masak dewa sama dengan tuhan. Masalahnya bro.. kayaknya mereka penulis buku juga menulis berdasarkan sumber-sumber yang dirulis oleh orang Hindu.

    Maaf bro.. teman saya bercerita kadang ada di tempat kita, hotel, restoran, para pegawainya melayani orang berdasarkan penampilan. Kalau dia orang barat katanya dia dilayani seperti raja. Tapi kalau yang datang orang Indonesia wah pelayanannya lebih jelek. Mestinya tidak seperti itu. Apa bedanya orang barat dengan orang Indonesia selama mereka memiliki hak untuk dilayani.

    Jangal salah bro..ada uang ada layanan itu maksudnya: apa mau orang datang makan minum gratis terus pergi tidak bayar? Tidak khan? Apa mau Anda bekerja tidak dibayar? Tidak khan?

    Soal yang anggota DPR itu teman saya kebetulan bekerja di garuda. Kelakuan beberapa belintir anggota DPR itu ketika berhadapan dengan para pegawai garuda sangat menyebalkan. Mereka kalau tidak dipenuhi keinginannya langsung bersuara keras di tengah kantor. Membentak-bentak para pegawai sambil menunjukan dirinya anggota DPR.

  31. Divka HD Says:

    Nanti saya jelasin lagi. Anda baiknya baca ini dulu, biar bisa lebih ngerti dikit ttg Hindu..
    http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=1185

  32. ainspirasi Says:

    Setiap orang boleh berpendapat. Orang boleh tidak beragama. Orang boleh memilih agama yang disukainya. Biarkanlah yang tidak beragama berada pada jalannya dan biarkanlah pula yang beragama berada di jalannya.

  33. Divka HD Says:

    >>Setiap orang boleh berpendapat. Orang boleh tidak beragama. Orang boleh memilih agama yang disukainya. Biarkanlah yang tidak beragama berada pada jalannya dan biarkanlah pula yang beragama berada di jalannya.<<

    Betul mas, urusan Manusia denga Tuhan ya tergantung pribadi masing2, hanya saja tidak semua org td mempunyai pemikiran yg sama.

    Oya neh ada lagi pendapat seseorang yg menarik juga, sekedar tambah wawasan. DiBaca ya,…
    http://images.google.co.id/imgres?imgurl=http://www.tamilnet.com/img/publish/2003/12/Buddhist_Monks_Dec4_3_20373_200.jpg&imgrefurl=http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php%3Fp%3D210345%26&h=281&w=202&sz=38&hl=id&start=49&um=1&tbnid=Npx1K7Ow1zomPM:&tbnh=114&tbnw=82&prev=/images%3Fq%3Disi%2Bka%2527bah%26start%3D40%26ndsp%3D20%26um%3D1%26hl%3Did%26client%3Dfirefox-a%26channel%3Ds%26rls%3Dorg.mozilla:en-US:official%26sa%3DN

  34. ainspirasi Says:

    Saya usulkan artikelnya dimuat saja di jurnal ilmiah agar ditanggapi oleh para sejarawan Islam.

    Kaabah dibuat di jaman Hindu? Hindu lahir tahun berapa?

    Sebelum Islam memang di dalam Ka’abah sudah terdapat banyak patung. Patung-patung ini dipuja-puja oleh orang-orang Arab layaknya tuhan. Seperti diskusi sebelumnya yang memuja patung pastilahorang bodoh bin tolol. Apa buktinya mereka orang tolol? Mereka, penyembah patung itu suka mabok, mencuri, berjudi, membunuh anak-anaknya, meskipun mereka menyembah patung. Itulah tololnya.

    Jangankan kerajaan Hindu kerajaan Romawi sudah sampai di Arab sebelum risalah Islam datang. Hindu lahir tahun berapa?

    Lho… dikiranya ibadah Haji itu dimulai sejak jaman Nabi? Salah bacalah sejarah…Ibadah ke Ka’abh bukan ciptaan Nabi Muhammad.. Kapan Hindu lahir?

    Zam-zam sama dengan Air sungai Gangga? Tidak pernah ada yang mati di sumur Zam-Zam dan tidak ada yang mabok setelah minum air Zam-Zam. Tapi mengapa setiap tahun banyak yang mati di sungai Gangga?

    Kenapa tidak buat saja Ka’bah di dekat Sungai Gangga biar sama dengan yang di Mekah. Atau kalau masih ngaku Ka’abh adalah punya orang Hindu Koq dari dulu tidak direbut saja.

    Apakah kata-kata Allah hanya dikenal sejak jaman Nabi Muhammad? Keliru.. kata Allah seudah dipakai orang-orang Arab bertahun-tahun sebelum kelahiran Nabi Muhammad. Duluan mana ada bahasa Arab atau sangskrit?

    Sudahlah..jangankan orang Hindu orang Yahudi atau Nasrani juga mengaku-ngaku memiliki ajaran yang sama dengan umat Muslim. Dibanding Hindu, Yahudi dan Nasrani tentu lebih dekat dengan ajaran Islam. Kedua ajaran umat itu berada pada lokasi yang jadi satu dengan ajaran Islam.

    Tentu yang paling menarik adalah Mengapa umat-umat itu memiliki ritual yang hampir sama?

    Apakah mereka saling mencontek ajaran?

    Apakah nabi Muhammad bisa memabaca kitab Upanishad yang berbahasa Sangskrit dan memasukkan ayat-ayatnya ke Quran? Ataukah Nabi Muhammad bisa mempelajari kitab umat Yahudi dan Nasrani pada saat berasamaan dan memasukan ayat-ayatnya kedalam Quran? Ketahuilah bahasa kitab Tauratnya orang Yahudi berbahasa Ibrani, dan Injil berbahasa Suryani, bukan bahasa Arab. Hebat sekali Nabi Muhammad bisa mempelajari kedua kitab itu? Menurut Anda bagaimana? Mungkinkah…?? Kalau mungkin kenapa tidak ada orang lain yang mampu melakukannya lagi..?

    Kalau nabi Muhammad belajar dari umat Hindu, kapankah waktunya dia belajar ritual agama Hindu? Kepada siapa dia belajar dan di mana?

    Kapan dia belajar bahasa Sangskrit?

    Berapa lama waktu yang dibutuhkannya? Tahukah Anda riwayat Hidup Nabi Muhammad? (Saya beritahu Nabi Muhammad itu TK saja tidak lulus apa lagi SD).

    Atau adakah referensi dari orang-orang Hindu sendiri, atau kesaksian orang Hindu pada waktu itu bahwa nabi Muhammad belajar ajaran Hindu? Ketahuilah tak ada seorang pun, orang Islam atau non-islam, yang melihatnya membaca sebuah kitab pun. Kalau orang melihanya pasti ada disebutkan dalam sejarah. Apakah Nabi Muhammad cukup mengintip sekali sebuah kitab Suci kemudian mengingatnya di luar kepala?

    Isi artikel itu hanya dugaan-dugaan, bisa benar dan salahnya pasti banyak. Saya punya analisa jangan-jangan cerita itu menguatkan dugaan sebenarnya ajaran Hindu berasal dari jazirah Arab dan sekitarnya. Apa sebab? Sebabnya adalah kebudayaan tertua ada di Afrika tepatnya di Mesir. Tidak ada ilmuwan yang membantah di Mesirlah pusat kebudayaan manusia jaman dulu. Sangatlah logis kalau dinyatakan bahwa pengaruh kebudayaan Mesir menyebar ke tempat-tempat lain melalui daerah yang dekat dengannya. Tentu saja jazirah Arab sangat dekat dengan Mesir sehingga pergerakan pengaruh budaya Mesir merambat melaui jazirah Arab terus ke India. Apakah Mungkin budaya mesir melompat dulu ke India baru kembali ke jazirah Arab? Sulit diterima akal…

    Sebenarnya tulisan itu hanya memperkuat satu hal. Yaitu ajaran pada umat manusia itu asal-muasalnya sama. Lalu berkembang sehingga menjadi seperti sekarang.
    Pertanyaannya mana yang benar? Semuanya benar…?

  35. muh ismoyo Says:

    Dear,Divka HD
    Agama islam adalah agama yang paling logis, ayo semangat anda masih muda punya banyak potensi,teruslah pelajari Islam bro, Insyaallah anda akan mendapatkan hidayah

  36. Divka HD Says:

    Ok, Thanks atas tanggapannya,
    Seperti kata anda, “itu semua memang hanya sebuah pendapat.
    Anda juga dah baca bantahannya “nabi muhammad dalam Hindu” to? (link saya yg pertama).

    Ya, memang itu hanya sebuah pendapat, bagi saya ajaran musllim belum sepenuhnya logis, akan tetapi bagi saya berapapun agama di dunia ini, intinya Tuhannya 1 aja.

    Saya masuk muslim belum tentu dapet mencapaiNya.
    Intinya adalah gimana caranya kita tingkatkan Toleransi, tanpa menganggap agama kitalah yg paling perfect, Hindu juga sangat2 logis bro, bukan berarti saya mengatakan Muslim juga gak logis ya..

  37. Divka HD Says:

    saya pernah melakukan jajak pendapat di YA, ternyata 100% muslim gak setuju dengan tulisan mengenai “Nabi Muhammad SAW adalah Kalki Awatara”

    So, sangat kelirulah org yg menulis Link Maupun buku2 (ada dijual di gramedia) mengenai “muhammad adalah Kalki Awatara” di naubatkan dalam Weda, Apalagi bergelar Prof, DR, Master,dll,dll.

    Beberapa jawaban temen muslim dari jajak pendapat itu adalah:
    1, Org Muslim yg menulis maupun yg percaya dgn ramalan itu brarti gak PD dgn kitabnnya (Qur’an) sehingga butuh pengakuan dr umat lain.
    2. mau gk mau gak mau kalo percaya berarti muslim percaya Reinkarnasi.
    3. Kalo percaya, yah muslim dah menjadi sebuah aliran dalam Hindu..
    4. Kalo muslim per caya itu, berarti dah 100% muslim adalah Kafir…

    Maaf inilah Hasli jejak pendappat yg saya dapatkan..

  38. ainspirasi Says:

    Ok..Bro logis atau tidak logis memang tergantung orang mau melihatnya dari mana. Di dalam beragama ada yang kita bisa pahami dengan baik ada juga yang tidak. Jangankan orang di luar agama bersangkutan, yang punya agamapun kadang tidak mampu menjawab pertanyaan tentang agamanya. Misalnya saja sholat bagi orang Islam. Kalau ditanya mengapa sholatnya harus 5 kali sehari semalam, koq tidak sekali saja, bukankah orang sibuk bekerja, mencari makan dan repot kalau sholat banyak-banyak? Siapa pun orang Islam, orang pandai pun tak mampu menjawab mengapa harus 5 kali. Jawaban dari pertanyaan ini adalah sholat merupakan perintah Tuhan.

    Ajaran yang logis adalah misalnya dikatakan bahwa orang Islam harus mengeluarkan sebagian kecil penghasilannya kepada orang lain yang miskin. Mengapa? Karena untuk ikut mengurangi beban hidup orang lain sehingga orang lain bisa memenuhi kebutuhannya. Bukankah kita hidup bersosial? Logis bukan?

    Banyak bro.. hal-hal seperti ini. Dalam memandang yang logis atau tidak logis para pakar agama Islam selalu melihat satu hal. Ketika berhadapan dengan logis atau tidak logisnya tentang sesuatu, para pakar Islam selalu menanyakan apakah suatu itu beritanya otentik atau tidak. Inilah hal yang utama ditanyakan. Kalau beritanya otentik maka tidak ada alasan untuk mengingkarinya melainkan harus meyakinya dan mengekspresikannya dalam kehidupan sehari-hari. Maka kalau Anda melihat ajaran Islam tak ada satupun ajaran yang tidak memiliki landasan semuanya ada landasan ada referensinya. Sehingga orang tidak mampu memanipulasi ajaran.
    Sebaliknya bila ada orang lain yang mencoba melakukan sesuatu ibadah tanpa ada rujukan, tak perduli seberapa bagus ibadah itu, tidak pernah akan diakui, ditolak.

    Sekarang bagaimana membuktikan kebenaran suatu hal otentik atau tidak? Pakar Islam akan memeriksa laporan-laporan, berita-berita, kesakisian-kesaksian dan mencocokan satu berita dengan berita lainnya. Mereka akan menyeleksi mana berita yang bisa dan tidak bisa dipercaya. Dari sini mereka akan mengambil sebuah kesimpulan mana yang layak dipercaya dan mana yang tidak. Ini akan melindungi Islam dari ajaran-ajaran yang menyimpang yang tak ada juntrungannya. Anda tahu kapan ini dilakukan? Ini telah dilakukan ratusan tahun sebelum orang-orang Eropa muncul dengan Renaisance pada abad ke-15.

    Dalam ajaran umat Yahudi dan Nasrani juga terdapat banyak hal yang logis. Tidak bisa disangkal. Lalu apakah salah agama itu? Kembali lagi Yahudi, Nasrani, Islam memiliki sejarah yang segaris. Yahudi sudah menyimpang dari ajaran ketuhanan yang sesungguhnya, demikian juga Nasrani. Mereka memasukan perkataan manusia ke dalam kitab sucinya. Tidak percaya? Silakan bandingkan saja isi kedua kitab itu dari berbagai versi. Pasti banyak hal yang berubah menurut masing-masing versi dan ada hal-hal yang bertentangan satu dan lainnya akibat ulah manusia. Tapi lihatlah Quran sudah 14 abad tidak pernah berubah. Kalau ada perubahan itu hanya perubahan pemahaman sedangkan teks aslinya tidak pernah berubah.

    Bro pertanyaan saya tentang orang pertama yang memperkenalkan Hindu belum terjawab, apalagi soal tahun. Kalau orang pertama yang membawa Hindu tidak dikenal lalu bagaimana hubungannya dengan kitab suci Hindu? Sebenarnya isi kitab Hindu itu perkataan siapa? Kesepakatan perkataan umat Hindu ataukah perkataan orang pertama tadi? Kalau kitab Hindu merupakan perkataan orang pertama tadi lalu siapakah dia? Kalau merupakan kesepakataan umat Hindu berarti kitab Hindu sama dengan buku biasa? Kalau ini saja tidak jelas lalu mengapa orang harus mempercayai sesuatu yang tidak jelas? Kita perlu mengenal orang pertama yang membawa ajaran agama agar menjadi jelas bahwa agama itu memang dibawa oleh seseorang dari Tuhan bukannya karangan manusia. Kalau Hindu merupakan ajaran dari Tuhan lalu siapakah orang yang membawa ajaran ketuhanan itu? Apakah tuhan membawanya sendiri?

  39. ainspirasi Says:

    Maaf Bro..koq Anda jadi aneh begini? Okelah percaya atau tidak tentang Kalki Avatar terserah masing-masing. Akan tetapi sangatlah naif kalau sebuah kebenaran ditentukan oleh suara poling. Itu seakan-akan mengatakan bahwa ” karena orang Muslim saja tidak setuju berarti Kalki Avatar bukan Muhammad”. Mungkin saja memang benar Kalki Avatar bukan Muhammad. Namun metoda Anda mengambil kesimpulan kebenaran dengan cara poling sungguh tidak tepat. Sama saja kalau kita tanyakan kepada orang desa atau dusun apakah air bisa digunakan untuk menjalankan motor, saya yakin 100% mereka mengatakan mustahal. Lain misalnya bila kita menanyakan para pakar mereka pasti menjawab bisa.

    Untuk mencapai sebuah kebenaran suatu berita metoda paling tepat adalah menguji berita itu sendiri. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, silakan buka arsip, laporan-laporan, kesaksian, di berbagai tempat. Bukan dengan cara poling. Lain halnya bila kita diminta memilih warna baju kesukaan poling adalah yang paling tepat, tak perlu dicari kesana ke mari kebenaran pemilihan itu, meskipun mungkin ada benarnya juga.

    >> 1, Org Muslim yg menulis maupun yg percaya dgn ramalan itu brarti gak PD dgn kitabnnya (Qur’an) sehingga butuh pengakuan dr umat lain.>>

    Berarti orang ini soal keimanannya baik. Cuma dia keliru memahami makna dari apa yang tercantum dalam dalam Kitab lain. Dikiranya mempercayai sesuatu yang tercantum dalam kitab lain identik dengan tidak PD dengan Quran. Lalu mengapa umat Islam sendiri diminta mempercayai adanya perktaan tuhan dalam kitab yang lain seperti taurat dan injil? Apakah kalau saya percaya taurat dan injil lalu saya dianggap tidak percaya pada Quran?, (Taurat dan Injil yang dulu yang harus dipercayai, Taurat dan Injil yang sekarang sudah tidak murni lagi.) Padahal di Quran umat Islam diharuskan mempercayai bahwa Taurat dan Injil adalah kitab yang berasal dari Tuhan. Dalam Taurat dan Injil ada disebutkan tentang ramalan kedatangan nabi Muhammad, apakah perkataan itu tidak benar?

    2. mau gk mau gak mau kalo percaya berarti muslim percaya Reinkarnasi.

    Mempercayai sebuah berita ramalan koq jadi sama dengan percaya reinkarnasi? Tak nyambung logikanya…

    3. Kalo percaya, yah muslim dah menjadi sebuah aliran dalam Hindu..

    Ini lagi….kalau saya percaya sebuah perkataan dalam Taurat atau Injil (tidak semua) apakah artinya saya menjadi Yahudi atau Nasrani? Gak..nyambung..lagi

    4. Kalo muslim per caya itu, berarti dah 100% muslim adalah Kafir…

    Percaya perkataan Tuhan dalam Taurat sama dengan 100% kafir?….cape’ deh…..

    Bro.. okelah..Soal Hindu Anda lebih tahu dari saya. Anda sudah membaca semua dan saya yakin Anda telah memperoleh pengetahuan yang banyak. Saya bisa menilai sekarang di hadapan Anda telah terbentang dua jalan satu jalan yang sangat terang benderang dan satu lagi jalan yang “tampaknya remang-remang”. Silakan Anda memilih jalan itu sebebas-bebasnya. Cuma pikirkan satu hal, saya pun memikirkannya, bahwa kita akan mati. Kita akan buktikan keyakinan kita setelah mati. Singkatnya kalau yang percaya Islam akan ke surga, dan yang tidak percaya akan dihukum, hukumannya dibakar hidup-hidup. Kalau menurut keyakinan Hindu, kalau saya salah mungkin saya akan terlahir sebagai binatang (saya tak tahu konsep Hindu). Toh terlahir sebagai binatang masih lebih mending dibanding menjalani hukuman dibakar hidup-hidup.

  40. demonk Says:

    gini aja bro kita lihat mana yang lebih ada di dunia ini apakah islam?

  41. ainspirasi Says:

    Ah..yang bener..sudah baca sejarah?

  42. Divka HD Says:

    Sori men baru bls..,
    Ok lah, walaupun itu poling kan sebagian besar muslimlah yg menjawab.
    aku bikin pertanyaan di Yahoo answer, hasilnya juga sama.

    Mas, perlu di kaji org pertama yg bikin penelitian ttg “Nabi Muhammad adalah Nabi Hindu?” apakah benar dia sudah meneliti dengan baik?, atau sekedar meningkatkan popularitas situsnya? dan mendapatkan Dolar?? (kan lumayan tuh, kalo di-buku-kan lalu laris manis..) he..
    Sebuah kajian budayawan&beberapa professor mengatakan:
    #Org yg beragama adalah:
    -Org yg mampu memahami bagaimana agama org lain
    -Mampu bertoleransi dengan agama lain
    -Mampu menikah dengan berbeda agama.
    (maaf sy lupa nama forum&prof.2nya)

    Intinya bagi saya tulisan “ramalah mengenai Muhammad” sudah gak nyambung.
    Awatara=penjelmaan Tuhan (Inkarnasi Tuhan)
    Muhammad SAW=Utusan Tuhan (baca kalimat syah’adat)
    Muhammad=org terpuji, Lalu dikemanakannama belakang nabi Muhammad?? (SAW.,nya itu lho??koq gak diramal juga)
    lalu mengatakan bahwa nabi “Muhammad adalah nabi hindu?”
    Muslim kan mengharamkan kalau Tuhan(Allah) ber-INKARNASI=MENJELMA KE DUNIA)
    Ya otomatis kalo
    Yah.., mungkin karna itulah di judul link asli tsb memakai tanda tanya “?” ((“Muhammad adalah nabi hindu?”))
    dan saya jawab TIDAK.

  43. Divka HD Says:

    >>Silakan Anda memilih jalan itu sebebas-bebasnya. Cuma pikirkan satu hal, saya pun memikirkannya, bahwa kita akan mati. Kita akan buktikan keyakinan kita setelah mati. Singkatnya kalau yang percaya Islam akan ke surga, dan yang tidak percaya akan dihukum, hukumannya dibakar hidup-hidup.<<
    Wah ngeri buanget mas, kejam buanet Tuhan anda. gak minat lah saya kalo bgtu. he..
    Betul mas semua akan mati, namun maaf tujuan Hindu bukan surga mas, tetapi Moksa (kekekalan abadi/bisa mencapai dan menyatu dengan-NYa) bukan dijanjikan “berada di sisi-Nya/sorga yg penuh gadis perawan/cewe2 centil/dsbg.(kasian buanget kaum perempuan kalo gitu ya??)

    Mas, Masa maucuman berada di sisiNya?? (gpp lah kalo anda mau).
    Kalau hindu Mas, menjanjikan “menyatu denganNYA”
    Kalo surga dan nerakanya Hindu ada di Dunia, itulah disebut KARMA. (Kalo di kehidupan dulu sering berbuat baik, maka bahagialah di dunia. kalo dulu sering buruk, maka menderitalah di dunia). Maka selalulah berbuat baik agar kelak kalo kita masih ber-REINKARNASI menjadi manusia yg lebih baik/sempurna/ganteng/bahagia/kaya di dunia. Kalo saya sndiri sadar koq saya ini masih perlu berbuat baik yg lebih buanyaaak lagi agar bisa mencapai-NYa di kemudian hari.

  44. Divka HD Says:

    >>Kalau menurut keyakinan Hindu, kalau saya salah mungkin saya akan terlahir sebagai binatang (saya tak tahu konsep Hindu). Toh terlahir sebagai binatang masih lebih mending dibanding menjalani hukuman dibakar hidup-hidup.<<

    Mas kalo saya pasti juga gak mau di BAKAR ataupun menjadi BINATANG…
    Mas prinsip Karma adalah Baik kita perbuat baik pula kita dapat. Begitu pula sebaliknya.
    Kalo gak mau jadi binatang, jadi artis aja mas/jadi org kaya/jadi org ganteng aja mas atau minimal kita jadi org yg biasa2 aja tapi damai di dunia ini, Mau??

    Caranya gimana? selalulah yg baik agar kelak mendapat imbalan yg baik pula dr KARMA kita. (maaf ini keyakinan saya lho.. mas..)
    Yah.. kalo gak mau pilihan diatas, jadi binatang aja.. caranya:
    Berbuat jahat aja terus dari sekarang… kayak si Teroris DKK itu tuh… kan lebih gampang berbuat jahat daripada berbuat baik (bagi sebagian org maksudnya…)

    Mas Hindu itu dapat dikatakan adalah sebuah jalan Hidup. org barat banyak bilang THE WAY OF LIFE…
    Tanpa ada ancaman/takut menakuti/menjanjikan ini itu, tetapi PILIHAN ADA DI TANGAN ANDA…

    C U BROTHERS….
    SALAM SAMBEL BUAT SEMUA,
    MAKIN DI COLEK MAKIN PEACE…

  45. ainspirasi Says:

    Mas kebenaran sebuah pengetahuan itu tidak ada yang menurut poling. Semuanya harus berdasarkan penyelidikan yang matang. Lain dengan pemilu presiden, suka-suka.

    Mas Divka silakan saja dikaji kebenaran yang dikatakan di buku itu. Kalau buku itu salah silakan Anda tidak perlu mempercayainya. Saya yakin Anda tidak berani membaca buku itu.

    Kekekalan abadi di mana? Menyatu dengan Tuhan? Anda berani menyebut kata Tuhan. Apakah pernyataan “menyatu dengan Tuhan” itu menurut Anda sendiri atau menurut kitab Anda (Tuhan). Kalau perkataan itu menurut Anda pribadi silakan saja setiap orang boleh berpendapat. Kalau menurut kitab kitab Hindu, kembali lagi apakah benar perkataan itu turun dari tuhan? Saya tidak menyalahkan keyakinan Anda dan lainnya. Masalahnya adalah apakah perkataan di kitab Anda itu benar asli dari tuhan ato tidak (bagaimana kalau tuhan tidak mau bersatu?). Bila setelah diselidiki perkataan di kitab Hindu benar tentunya Anda benar dan keyakinan Anda benar khan. Demikian juga dengan pemeluk agama-agama yang lain.

    Untuk menyelidiki sebuah kebenaran kita dapat melihatnya dari berbagai sisi. Bila kita tidak mampu melihat dari satu sisi kita pindah ke sisi lainnya.

    Jangan hanya asal meyakini. Meyakini yang salah? silakan saja. Mengapa Anda perlu bantuan orang barat untuk meyakinkan kebenaran Hindu? Sesuatu yang harus Anda lakukan adalah kembali ke kitab Anda bukan menggunakan perkatan manusia kecuali manusia itu menggunakan kitab yang sama.

    Mas-mas kalau Anda percaya saya silakan baca kitab suci kami, tak ada satu ayat pun yang memerintahkan pengikutnya untuk membuat teror dan menyakiti orang lain. Malah sebaliknya banyak perintah untuk berbuat baik dengan orang lain meskipun beda keyakinan. Ada juga perintah untuk memerangi orang jahat yang mengancam keselamatan dan membawa petaka. Kami tidak mengenal damai kalau ada orang yang berbuat sewenang-wenang, kami pasti melawan.

    Saya malah kuatir Anda memandang damai secara sempit. Apakah Anda setuju uang Anda diambil barang-barang Anda disembunyikan dan Anda diam-diam saja karena tidak mau ribut, pingin damai? Silakan saja.

  46. Divka HD Says:

    Mas gini deh, bikin sebuah pertanyaan di Yahoo answer. seperti yg saya jelaskan diatas. atau diskusi lainnya. Anda mungkin bisa temukan jawabannya seperti apa.
    Mas anda sebagai muslim sudah barang tentu percaya aja dengan link tsb, krn anda memang td mau memahami sedikit pun di sisi Hindu. saya yakin anda juga takut menyatakan bahwa pernyataan Dr. Naik Zakir itu SALAH.

    Tetapi saya dalam posisi sebagai seorg Hindu tetnunya juga gak rela kalau org lain berkata seenaknya, tanpa mempethatikian sisi kebenarannya.
    saya sdh cukup menjelaskannya:
    Awatara=Inkarnasi Tuhan (dan saya mempercayainya)
    Muhammad=Utusan Tuhan, kalimat syah’adat. Bait kedua kalau dak salah.(umat muslim dah PASTI mempercayainya.)
    Ya, mana hubungannya????
    Makanya Link-nya yg Asli itu memakai tanda tanya.
    Mas Muhammad itu gak pernah mengakui dirinya TUHAN. Berbeda dengan Awatara Hindu. Disitu semua Awatara itu mengakui dirinya adalah Penjelmaan(Inkarnasi Tuhan)
    Mas Sekedar anda tahu, di Hindu itu dah terjadi 9 Awatara, nah nanti yang ke10 akan muncul. Yg jelas prediksi tahunnya bukan Saat ini. atau yg telah lalu.

    Mas kalau linknya saya sudah baca berkali2. Kalau bukunya belum saya beli. Saya rasa dak jauh koq dari Link tsb.
    dan saya sudah menemukan jawabannya. yaitu sangat tidak nyambung.

    • Yudi Says:

      Sabar ya div.. teruskan perjuangan mu..
      menurut saya sih.. kamu sia-sia bicara dengan dia.. bisa diukur kok.. Logikanya ga sampai…
      so.. salut

  47. Divka HD Says:

    >>>Kekekalan abadi di mana? Menyatu dengan Tuhan? Anda berani menyebut kata Tuhan. Apakah pernyataan “menyatu dengan Tuhan” itu menurut Anda sendiri atau menurut kitab Anda (Tuhan). Kalau perkataan itu menurut Anda pribadi silakan saja setiap orang boleh berpendapat. Kalau menurut kitab kitab Hindu, kembali lagi apakah benar perkataan itu turun dari tuhan?……<>Jangan hanya asal meyakini. Meyakini yang salah? silakan saja. Mengapa Anda perlu bantuan orang barat untuk meyakinkan kebenaran Hindu? Sesuatu yang harus Anda lakukan adalah kembali ke kitab Anda bukan menggunakan perkatan manusia kecuali manusia itu menggunakan kitab yang sama.<<

    Mas bagi anda kebenaran agama anda tentu anda sangat yakini. begitu pula dgn Agama saya. 1 sama kan??
    Saya gak pernah mengatakan “memerlukan bantuan org barat untuk meyakinkan kebenaran Hindu” atau memaksa mengakui org2 suci Hindu di Kitab lain koq… suer!!
    TApi Mereka sendiri yg meyaikini kebenaran Hindu dengan membuat tulisan tsb. Masa saya larang mas??
    Yup, anda benar mas!! Harus berprinsip pada kitab donk. Org barat tsb Sudah tentu menggunakan Kitab Hindu untuk menulis tulisannya tsb. (search aja di google Hindu The Way Of Life. banyak koq) bukan asal celoteh koq..

  48. Divka HD Says:

    Mas-mas, kalo mau tau ttg Hindu juga aku kasi baca juga kitab suci aku ya… (Bhagavad-gita aja dulu)..
    disitu dak ada pula kekerasan. Jangankan kekerasan, menyebut-nyebut agama tertentu pun gak ada mas.
    Bijak buanget kalo Tuhan bersabda. Gak pake mengatakan Selain Hindu KAFIR..
    Temennya Bawang…
    Cabe dech…. (ha.. ha.. Just Intermezo….)

    Mas masalah marah ato tidaknya kalo barang kita diambil, tentunya kembali ke personalnya. Kalo ajaran saya kan mengajarkan KARMA. Jadi kalo berprinsip diam2 aja kalo uang kita diambil bisa2 saja, biarin aja nanti Tuhan yg membalasnya atau berprinsip “Ok, Malingnya pasti akan Dapat Karma.
    Kembali ke personal Mas.. Mungkin org yg Bijak di dunia ini banyak yg begitu..
    Kalo saya masih mencari tentunya, kalo gak dapat ya Ikhlaskan saja sama Yg Diatas..

    Gak usah takut mas.. Masalah damai atau tidaknya pilihan ada di tangan saya..

  49. ainspirasi Says:

    Anda keliru. Seharusnya Anda membantah pernyataan Dr. Naik dengan penjelasan Anda. Cobalah saya ingin Anda bantah sehabis-habisnya pendapat Dr. Naik.

    Baiklah saya harap Anda bisa menjelaskan siapa yang membawa ajaran Hindu dan kitab Hindu. Ingatlah apa yang Anda tulis haruslah bisa diuji kebenarannya.

    Boleh juga. Situs mana yang memuat kitab-kitab Hindu? Nanti kalo ada waktu luang saya membacanya, yang bahasa Indonesia ya karena bahasa Inggris saya kurang bagus. Kalau saya tak mengerti saya akan tanya Anda.

  50. Divka HD Says:

    sori baru sempat balas.
    Mengenai yg membawa Hindu.
    Sebenarnya itulah uniknya Hindu. Hindu adalah sebuah agama yg berasal de kata Himsa (membunuh/kekerasan) dan Duhur =Jauh, jadi Hindu = berarti jauh dari kekerasan
    sumber=majalah raditya/P.Setia

    Hindu merupakan agama yg penh dgn sopan santun, termasuh didalamnya tata krama memanggil Tuhan, degan nama Dewa. Layaknya anda memanggil org tua anda dengan nama Bapak/ayah.
    (kan gak sopan mas kalo anda langsung2 meyebut nama bapak/ibu anda) Itulah filosofinya.

    Nah, masalah siapa yg menerima wahyu dan menyebarkan, berikut nama-nama Rsi (nabi)-nya yg diberikan otoritas langsung untuk menerima wahyu:
    1. Grtasmada
    2. Wiswamitra
    3. Wamadewa
    4. Atri
    5. Baharadwaja
    6. Washista
    7. Kanwa.

  51. ainspirasi Says:

    Baiklah tak mengapa biar lambat asal dapat. Ow… ternyata sumbernya majalah. Mungkin bisa ditambahkan siapa itu Grtasmada, Wismawitra, dst. Berasal dari mana, hidup tahun berapa, bagaimana keluarganya, lingkungannya, dsb. Lalu bagaimana kaitan ke-7 orang itu apakah masih ada hubungan keluarga atau hanya sekedar hubungan guru-murid atau apa?

  52. Arsyad Says:

    sy mw mengomentari pernyataan mas agung, bahwa tujuan hidup (setelah mati) kita adalah surga.
    sebenarnya mas, yg pernah sy plajari, tujuan qt adalah untuk samapi kpd Allah, itulah yg tertinggi.
    dalam suatu hadits dinyatakan”senikmat-nikmatnya d akhirat, kita bertemu kpd Allah/sampai kpd Allah dan semua kenikmatan surga belum ada apa-apanya”
    kalau surga bkn prioritas utama, krn bertemu dgn Allah lebih nikmat drpd surga dan sudah pasti mendapat tempat di surganya Allah.

  53. ainspirasi Says:

    Mas saya ini orang awam. Saya mengikuti apa yang dikatakan Quran bahwa orang-orang yang yang beriman dan beramal sholeh akan ditempatkan di surga. Kalo besok dapat melihat wajah Allah semoga saja benar.

  54. kadek widyaswari Says:

    Buat Divka HD,
    Hahaha… Anda pasti capek menjelaskannya kepada orang selain Hindu, tapi lanjutkan… saya mendukung anda… anda begitu semangat… saya lihat banyak tulisan anda di beberapa blog.. semoga mereka mendapat pikiran damai dari segala penjuru. Damai selalu seperti sambel anda…, semakin dicolek semakin PEACE.

  55. taichi Says:

    Kalao berdiskusi masalah agama tidak ada habis2nya. Karena setiap penganut agama masing2 memiliki keyakinan sendiri2. Menurut saya lebih baik jangan membanding2kan antar agama. Lebih baik anda melaksanakan dan mendalaminya masing2 dan yang terpenting adalah bisa toleransi antar umat beragama. Sehingga tidak menyinggung agama orang lain. Dan kita semua bisa hidup damai dan sejahtera. Yang penting harus diingat, bahwa semua agama mengajarkan hal yang baik dan untuk mencapai kedamaian. Tidak ada satupun agama yang mengajarkan bibit2 perselisihan yang memancing jadi permusuhan. Good Luck. Hidup Indonesia

  56. Jokpit Says:

    Hehehe…ramai juga berdebat masalah agama. Sbg orang yg dangkal pengetahuan agama..saya sedikit mau beropini. Menurut saya ada beberapa pertanyaan dasar/simpel yg MUTLAK HARUS terjawab. Antaranya :
    1. Apakah tujuan agama?
    2. Bisakah Tuhan membuat mahluk yg melebihi diriNYA? atau Bisakah Tuhan menampakkan diri dan berinteraksi sbg mahluk? atau lebih ekstrimnya bisakah Tuhan asyik nongkrong main judi dipinggir jalan bareng saya?
    3. Mungkinkah kitab suci itu ada 2, 3, 4 dst yang isinya ada yg sama dan ada yg bertentangan, tergantung versi?

    Hehehe..saya sendiri gak bisa menjawabnya, apalagi yg bisa memuaskan semua orang.
    Sejak 20 tahun yg lalu..pertanyaan itu sdh muncul di benak saya. Sampai suatu kita pertanyaan itu saya lemparkan ke keponakan saya (5 thn). Dan terperanjatlah saya mendengar jawabannya. Pertanyaan no.1 dijawab : Selamat. dan no.2: Tidak mungkin!!! No.3: Tidak Mungkin!!!!!. TEPAT..TEPAT SEKALI…pikirku.
    Yaaaah….tujuan agama = selamat, artinya selamat dunia dan akhirat, tentunya dgn penjelasan : agama harus bisa menyelesaikan mslh2 dunia dan akhirat. Kalau mslh2 akhirat saya kurang pahamlah. Untuk mslh2 dunia bisa kita bahas, misalnya tentang kelebihan jumlah wanita daripada laki2 di dunia ini, agama menyelesaikannya dgn membolehkan laki2 beristri lbh dari 1 (yg tentunya syarat2nya MAHA BERAT). Masalah kemiskinan diselesaikan dgn zakat. Dan masih banyak mslh2 dunia yg terselesaikan oleh agama, anda bisa mencari contoh dan mendiskusikan pada ahli agama..PASTI ada solusinya. Pertanyaan no.1 kita tutup dulu.

    Pertanyaan No.2 dijawab : TIDAK MUNGKIN!!!!!
    Kalau Tuhan bisa (ataupun tidak bisa) membuat mahluk yg melebihi DiriNYA, maka HILANG SIFAT “MAHA-KUASA”-NYA. Kalau Tuhan menjelma jadi manusia yg harus makan, minum, be’ol, bersalaman dgn orang yg kotor, apalagi nongkrong di pinggir jalan main judi, maka HILANG SIFAT “MAHA-SUCI”-NYA. Meskipun MAHA-KUASA, Tuhan TIDAK “MAHA-SEMAUNYA-SENDIRI”. Tuhan mempunyai sifat khusus “SIFAT MUSTAHIL”, artinya mustahil mengingkari sifat2NYA sendiri. Tuhan Maha konsekwen, Tuhan Maha Sportif. Tuhan Maha-Cengli. Jadi TIDAK MUNGKIN Tuhan menghilangkan/Mengingkari sifat2NYA. Nilailah Tuhan apa adanya, jgn dilebihkan dan jangan dikurangkan.

    Pertanyaan No.3 dijawab : Tidak Mungkin!!!!
    Logika dasar mengatakan : apabila ada 2 hal atau lebih yg bertolak belakang, maka TIDAK MUNGKIN semuanya benar, kemungkinannya hanya ada satu yg benar atau salah semua, “kecuali ada penjelasan khusus”. Maka cermatilah bagi kaum yg mempunyai “versi” kitab suci lebih dari 1, apakah ada perbedaan diantaranya?

    Menurut saya seperti itu mengenai agama dan Tuhan. Apakah agama, Tuhan dan kitab suci kita sdh benar? Carilah jawabannya sendiri dgn jalan yg paling simpel dan logis.

    Barangkali pendapat Pundit Vedaprakash Upadhyay itu benar, atau bisa jadi juga salah. Untuk mengetahui itu kita harus studi dulu tentang sejarah agama Hindu dan kitab sucinya dan bahasanya. Adakalanya bahasa di kitab suci pake bahasa kiasan. Atau bisa jadi salah menterjemahkan. Misal kata “berkuda” di terjemahkan “berkendara”. 1000 tahun lagi mungkin sdh gak ada kuda, orang akan menafsirkan berkendara=naik jet.

    Menurut saya tidak ada salahnya orang islam mempelajari hindu, hindu belajar islam, kristen belajar hindu dst. Sehingga nanti kita bisa mengetahui batas2 toleransi dan tidak apriori thd agama lain.

    Kitab suci berkata : “…..bisa jadi yg kamu anggap benar itu salah dan yg kamu anggap salah itu benar…..”, maka “…berpikirlah…”, “…..jangan jadikan dirimu keledai dungu….”
    Nabi bersabda : “…Nobody has superiority over other, we are equal….”

    Semoga bermanfaat

    • ainspirasi Says:

      Betul betul sekali. Bisakah tuhan iseng nongkrong di pinggir jalan sambil isap rokok dan makan telo dan ngopi? Iseng banget si Tuhan. Apa nggak nongkrong saja di matahari gitu..he..he.. ini pikiran keblinger…

      Iya Choi… seharusnya Tuhan nggak bikin manusia bingung. Masak tuhan bilang di kitab yang satu harus nyembah patung di kitab yang lain nyembah manusia di kitab yang lain lagi bilang gak usah nyembah yang penting eling dan berbuat baik. Tuhan kayak gitu mestinya ditangkap oleh hansip dan dimasukkan ke dalam botol…sembarangan ngomong..apa Tuhan tak tahu manusia punya akal..yang jongkok

  57. Edi Says:

    Anda semua gak paham apa itu agama semua itu ajaran menuju kebaikan dunia/ketentraman hati itu saja.selain hanya bumbu spy orang2 pd tertarik.

    • ainspirasi Says:

      Yah..kita juga tidak tahu berapa bintang di langit. Hanya saja ada bintang-bintang tertentu yang bisa diamati oleh manusia.

  58. Widi Says:

    Assalamualaikum mas Agung.

    saya tertarik membaca blog ini. apalagi antara mas Agung dan mas Dika. sudah 1 tahun 2 bulan ya …
    boleh dong ikut gabung

    Di dunia ada banyak agama. pertanyaan saya :
    LOGIKA nya “cuma ada satu agama yang benar atau salah semua (tidak ada agama yang benar)”. betul atau salah logika saya ?

    saya betul-betul menginginkan jawaban dari mas Agung dan mas Dika. (kalau tidak keberatan) – mohon dijawab secara obyektif

    TERIMAKASIH

    • ainspirasi Says:

      Ikuti saja terus diskusinya. Sebenarnya Anda bisa membaca dari diskusi-diskusi sebelumnya. Namun kalau belum puas saya akan mengulanginya. Saya akan berusaha menulis seobjektif mungkin. Silakan anda menilainya sendiri.

      Menurut kita apakah agama itu mengajarkan kebaikan atau kejahatan? Pendapat saya: agama pasti mengajarkan kebaikan. Menurut kita apakah kebaikan dalam agama itu nilai kebaikannya diukur oleh Anda atau saya atau menurut penilaian orang kebanyakan atau orang-orang berpendidikan? Saya berpendapat: nilai kebaikan dalam agama dinilai oleh agama itu sendiri. Maksudnya agama pastilah memiliki seperangkat acuan-acuan atau nilai-nilai sendiri yang tidak bisa dimanipulasi oleh manusia. Sesuatu yang dinilai baik oleh agama tidak bisa dikatakan jahat oleh manusia. Bagaimana kalau terjadi sebaliknya? Bagaimana apabila ada seseorang mengatakan sebuah perbuatan baik padahal agamanya menyatakan buruk (setelah ada penelitian)? Kita akan pilih yang mana perkataan orang itu atau perkataan agama? Sebagai orang yang beragama saya akan memilih perkataan agama.

      Ketika perbuatan-perbuatan manusia harus dinilai dari agama artinya agama mestilah mampu menjelaskan apapun perbuatan manusia. Agama seharusnya memiliki semua penjelasan atau petunjuk yang berguna bagi manusia. Agama harus mampu menjelaskan apapun pertanyaan manusia. Ibaratnya suatu ketika kita membutuhkan sebuah kendaraan. Kita disodori sebuah pilihan memilih sebuah kendaraan diantara sekian banyak kendaraan. Para dialer memberikan promosi yang menarik terhadap semua kendaran. Kendaraan mana yang akan kita pilih? Semua kendaraan tampaknya serupa hanya saja kemapuan kendaraan itu berbeda-beda. Soal kemampuan itu jelas-jelas terbaca di buku petunjuknya. Sebagai orang yang berakal manakah yang akan kita pilih? Apakah akan memilih kendaran yang kemampuannya terbatas? Atau akan memilih yang memiliki banyak kemampuan? Pendapat saya: saya akan memiliki kendaran yang mampu bergerak dalam segala kondisi.

      Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana meyakinkan diri kita sendiri akan kebenaran pilihan kita? Bagaimana caranya mengetahui kendaraan itu sesuai iklan yang dipromosikan atau tidak? Apakah cukup dengan hanya melihat body atau pengendaranya? Kadang ada orang yang tertarik dengan bodinya atau setelah melihat pengendaranya. Tentu saja kedua hal itu tidak cukup. Kita harus melihat kendaraan itu sendiri bagaimana bahan-bahan pembentuk kendaraan itu. Apakah terbuat dari bahan yang baik atau bahan yang murahan. Di sinilah kita manusia harus menggunakan akalnya dengan sebaik-baiknya.

      Kendaraan yang baik harus sanggup melewati ujian-ujian atau pembuktian. Saya yakin terhadap hal itu kita semua sepakat. Agama yang baik tentu juga harus sanggup membuktikan kebenarannya sendiri. Salah satu ujian yang harus dilewati agama adalah ujian sejarah. Apakah menurut kita sejarah tentang agama itu sendiri tidak perlu? Mengetahui sejarah adalah salah satu sifat manusia. Negra kita memiliki sejarah. Kita pun secara personal memiliki sejarah. Dengan mengetahui sejarah negara atau pribadi kita sendiri, keyakinan kita akan negara dan kepribadian kita sendiri makin mantap. Dapatkah kita bayangkan kita tidak memiliki sejarah? Kita tidak tahu siapa ibu yang melahirkan kita, siapa bapak kita, di mana kita dilahirkan, berapa umur kita sekarang? Atau dapatkah kita percaya kalau dikatakan di dalam sejarah biografi kita bahwa kita dilahirkan di negara asing yang sangat jauh seribu tahun yang lalu dan sekarang hidup di Indonesia? Siapapun dia, kecuali sudah gila, pasti ingin mengetahui bagaimana duduk persoalan yang sebenarnya. Jadi sejarah adalah salah satu instrumen pembuktian kebenaran.

      Agama berisi sejumlah ajaran. Ketika sejarah agama ini dapat ditelusuri beritanya dan apa yang dijelaskan oleh agama cocok satu dengan lainnya berarti dapat dipastikan agama itu benar. Sebaliknya agama yang tak mampu menjelaskan sejarahnya sendiri berarti agama itu patut dipertanyakan. Mungkin membingungkan Anda. Maksud saya bila setelah diteliti sebuah agama memiliki ketidak konsistenan berarti agama itu bermasalah. Misalnya, dikatakan dalam sejarah sebuah agama bahwa sebuah perbuatan harus dilaksanakan di sebelah barat tetapi di bagian lain ada keterangan harus dilakukan di sebelah timur. Bila hal-hal seperti ini tidak mampu dijelaskan oleh agama bersangkutan berarti sangat mungkin agama itu bermasalah.

      Seperti anggapan Anda. Kalau agama A menyatakan dirinya benar agama B,C,D menyatakan juga benar lalu siapa yang benar. Untuk mudahnya silakan Anda buat list pertanyaan dan cocokan dengan penjelasan agama masing-masing. Mestinya pertanyaan yang Anda ajukan akan mampu dijawab oleh agama yang benar. Sekali lagi janganlah membandingkan fenomena agama yang Anda lihat karena kurang tepat. Anda harus melihat bagaimana AJARAN-AJARAN itu diajarakan. Pelajarilah ajaran-ajaran itu berdasarkan logika Anda sendiri.

      Bila kita berkeyakian semua agama berasal dari Tuhan yang sama, Tuhan yang satu, Tuhan Yang Maha Esa, lalu mengapa ajaran-ajaran agama menjadi berbeda? Bagaimana duduk persoalan sebenarnya? Apakah Tuhan plin-plan ataukah Tuhan pilih kasih? Ataukah ulah manusia sesat? Lalu seandainya Tuhan mengatakan Dia hanya membenarkan satu dari sekian banyak agama apakah kita harus mebantah perkataan Tuhan itu ataukan kita harus menyetujuinya? Silakan disikapi sendiri.

  59. Jerks Says:

    Hahhh…
    belibett banget yaw klo urusan agama… Baik / jahat/, timur/tenggara/barat/utara, smua hanya logika yang manusia pahami sebagai arah, klo manusia ga tau arah n ga tau bahasa, kemana’kah dia harus melangkah? ga sadar ya klo manusia itu punya insting n bekerja secara bawah sadar demi hidup sampai titik darah penghabisan….

    napa di bilang klo Tuhan ga boleh jadi Jahat? Apa Tuhan Harus Baik?? Pikiran yang sangat SEMPIT/TERBATAS… Klo Tuhan berprilaku jahat apa takut manusianya berdosa?

    Artinya Maha itu apa sih…

    Andaikan dibalik kejahatan to kebaikan udah di rencanakan olehNya hasilnya pun tetap kita jalani sebagai mahluk paling sempurna dari ciptaannya (gitu kone bahasanya)…

    Simpel aja.. Akibat pasti ada sebab.. Dari mana datangnya manusia aja ga ada yang tau, pa lagi bahas dari mana datangnya agama….

    Manusia sudah disiap’kan suatu pegangan olehNya bila telah di ciptakan dan itu adalah agama.
    Sekarang tinggal manusia itu sendiri menggunakannya sebagai sumber kedamaian atau peperangan…

    dan untuk Pak Div, mengatakan kita harus berbuat baik untuk menuai hasil yang baik.. itu bagus juga, tp ga terikat terus jadinya?? gimana mau Menyatu Dengan-Nya klo trus terikat Karma baik n buruk?? Coz Moksa Itu’kan terjadi klo kita udah melepas segala keinginan duniawi kan….

    N untuk kasus yang di rampok dari Pak Agung…
    Apa kita rela/di diamkan saja??
    mengapa tidak? Anda ingin nambah dosa?? Maki saja perampok itu to doain Moga mampus, anda ingin menambah pahala? relakan saja barang yg hilang kan upahnya sorga…
    Ga pernah terpikirkan ya mengapa sy DIRAMPOK, misal : padahal ga pernah berdosa.. Trus knapa sy DIRAMPOK??? untuk sekarang ga bisa lah kita ingat alasannya, tapi klo misalnya di masa Lalu ? kita kan ga tau apa yg dulu pernah kita lakukan…. dan kembali lagi sy tanya ALASANNYA kenapa??
    Inkarnasi termasuk Masa Lalu, skrg sy ketik tulisan ini, sepermilyar detik berikutnya ketikan ini di katakan masa Lalu, lalu mananya yang ga logis dari Inkarnsi?
    Hanya keterbatasan manusia aja yang menyangkalnya

    N Perampokan itu apa’kah MUSIBAH???
    Donk Tuhan berbuat dosa menyengsarakan umatnya… Sama Hal dgn Tuhan di katakan “Kenapa ga Berjudi aja di pingggir Jalan?” Langsung to ga langsung kah akibatnya kepada pemeluknya??? Apakah kepercayaa umatnya terkhianati?? kemudian bertanya tanya mengapa Tuhan ku seperti itu??

    Coba bertanya lah kedalam diri, di setiap sumber agama’pun dijelas’kan. Kita Hanya manusia dan Dia adalah segalanya.

    • ainspirasi Says:

      Saya bingung Anda itu mau mau menulis apa? Pantas saja Anda kelihatan bingung, Anda sendiri tidak tahu asal Anda. Jadi karena Anda tak tahu asal manusia maka agama Anda ikut-ikutan tak jelas? Kasihan sekali si agama tak jelas asal-usulnya. Sama saja karena Anda tak tahu datangnya batu jadi Agama Anda pun tak jelas. Karena Anda pun tak tahu dari mana asalnya tanah agama Anda jadi tak jelas lagi? Oh my God…

      Oh..jadi inkarnasi itu artinya masa lalu yah..? Saya juga percaya pada masa lalu.

      Kalu Anda percaya adanya Tuhan buruk, saya beritahu ya seminggu lagi Anda akan dapat celaka. Percayakah Anda? Anda akan digebuk orang. Ketika Anda diegebuk maka Anda harus diam dan membiarakn diri Anda dipukul terus. Sudahlah Anda terima saja nasib Anda. Tuhan sudah menentukannya untuk Anda. Sebulan berikutnya Anda akan kecopetan, sudahlah tak usah ribut-ribut. Tuhan sudah menentukannya untuk Anda. Tak perlu Anda lawan atau lapor polisi karena Anda akan mendapat surga. Misalnya nanti Anda terluka gitu..tak usah diobati dan gak perlu ke dokter karena Tuhan sudah menentukannya. Kalo Anda ke dokter itu namanya melawan Tuhan karena tidak mau menerima nasib. Oleh tuhan Anda akan dicap pembangkang. Nanti kalau ada yang merampok kendaraan Anda sudahlah diam saja. Tuhan sudah menetapkannya. Kalau anda lapor polisi itu namanya tidak menerima nasib.

  60. jokpit Says:

    Jika berdebat dengan “Konsep” / “Prinsip” yg berbeda, sampai kapanpun gak ada ujungnya. Samakan dulu persepsinya, kalo sudah sama baru bisa dimulai. Kalo tidak bisa sama…ya jangan berdebat, mending minum es kacang ijo bareng saya sini…:).

    Sebetulnya saya sangat berharap, di acara mimbar agama baik di TV maupun radio dilakukan secara ‘Interaktif”, artinya pendengar dirumah diberi kesempatan untuk bertanya. Tapi kebanyakan hanya “Monolog” satu arah saja, itupun hanya berisi “dogma”2 saja. Sepanjang sepengetahuan saya hanya ada 1 (satu) agama saja yang berani interaktif. Kalo semua agama mau ‘interaktif” dlm mimbarnya, mungkin banyak kesalah-pahaman antar agama selama ini bisa ternetralisir, sehingga toleransi bisa terjaga. Atauuuuuu…….hmmmm….bisa jadi juga akan terjadi pembunuhan karakter terhadap suatu agama. Tetapi kenapa ada agama yg berani…why and why?

  61. dayu chaitra Says:

    hmmmm…..topik yang udah lama banget diperdebatkan…tapi ga pernah tuntas sampe sekarang…. saran gw,heheheheh

    kita jalanin ja hidup kita dengan santai n tanpa beban…
    kita semua sodara sebenernya..

    n TUHAN itu ga perlu dibela..
    n ga perlu sebuah pembenaran…karena ia adalah sumber dari kebenaran yang paling hakiki…

  62. Gede Says:

    Arsyad Says:
    November 21, 2008 at 10:39 am

    sy mw mengomentari pernyataan mas agung, bahwa tujuan hidup (setelah mati) kita adalah surga.
    sebenarnya mas, yg pernah sy plajari, tujuan qt adalah untuk samapi kpd Allah, itulah yg tertinggi.
    dalam suatu hadits dinyatakan”senikmat-nikmatnya d akhirat, kita bertemu kpd Allah/sampai kpd Allah dan semua kenikmatan surga belum ada apa-apanya”
    kalau surga bkn prioritas utama, krn bertemu dgn Allah lebih nikmat drpd surga dan sudah pasti mendapat tempat di surganya Allah.

    Waaaahhhh…. dapat penjelasan dari mas Arsyad ini benar2 membuat saya semakin mantap di Hindu…
    Ternyata ada hadits yang menyebut seperti ini… apa lagi yang saya cari…? saya sudah memilikinya di Hindu…. silahkan yang belakangan saling klaim…
    Hindu never end…. peace..!!!

    • ainspirasi Says:

      Bagaimana menurut Anda hadist yang bunyinya ” siapa saja yang mengetahui-ku (Muhammad) lalu tidak mengimaninya akan masuk neraka”?

  63. Agus Says:

    ainspirasi bicara spt orang yg tau semua.
    Emang kamu tau pasti dari mana Qur’an itu, Emang kamu tau kalo ajarannya benar, Emang kamu tau asal muasal Islam sebenarnya ( karena banyak juga yang dirubah ), Emang kamu tau siapa Allah-mu sebenarnya (kalo kamu tau sejarah silahkan cari bahwa Allahmu juga nggak ada bedanya sama berhala yang lain), Emang kamu tau surga itu dimana. Emang ajaranmu benar, Emang kamu tau Tuhan? Aku yakin kalo kamu tau Tuhan itu hanya karena baca atau kotbah orang lain. Coba kamu cari, lepaskan semua baju keagamaan ( apapun itu, karena akan menjadikan sesuatu merasa paling benar ), cermati semua aspek kehidupan. Semoga kamu segera mengerti Tuhan. Karena Tuhan nggak butuh doktrin2 yang merasa paling benar, karena dia nggak butuh mata untuk melihat. Dia tidak butuh kitab untuk dipuja semua mahluk.

    • ainspirasi Says:

      Apa Anda pernah ke eskimo? Atau pernah ke siberia? percayakah Anda bahwa eskimo dan siberia itu ada? Pernahkah Anda bertemu empu tantular atau ken arok? Seharusnya Anda tak usah percaya kalau ada yang bilang tidak ada manusia di kutup atau majapahit tak pernah ada di Indonesia…^_^

  64. k.hendra Says:

    siapapa bilang hindu memuja tiga tuhan ces??!!!!!!! kalo bgitu kita agama politeisme dong, bukan agama monotoisme! dari sumber mana ko dapat hindu punya 3 tuhan???? yakin bro kita punya hanya satu tuhan. kita hanya punya trinitas yang diberikan nama sesuai dengan fungsinya, kan tetepi itu satu yaitu brahman ingat ” braman ekam aikyam” hanya satu tuhan tidak ada yang dua. masalah entang nabi atau awatara kita jangan km peraya dulu. ingat tuhan akan hadir pada akhir jaman kli yuga yaitu 434.000 tahun lagi, jdi semunya tentgn analisa itu jlas nda bener. percayalah wedamu dan baca purana nya dengan lengkap. ok

    • ainspirasi Says:

      Yang benerrrrr??? lalu kenapa ada tuhan baik dan tuhan jahat? satu lagi apa ya???? kalo begitu sama dong hindu dan kristen punya trinitas, segitiga yang satu jua. Sama juga segi lima tetap satu. ternyata tuhan menampakan batang hidungnya di tahun 434.000???

  65. Divka HD Says:

    Masih aja berdebat ces tdk ada ji ujungx juga…
    berhenti hheee..
    prcuma aja slama ke egoisan dan toleransi itu tdk ada.

    Sori sy lom smpat kasi komentar smjak krja di LN. nnti pasti sy command lg..

    SALAM SAMBEL BUAT SMUA!
    (makin dicolek makin Peace!!)

    By, Divka HD

  66. mrt Says:

    “wahai manusia ak mengujimu dengan berbagai cara dan pengetahuan yang menyesatkan. dan ak akan datang ketika aku yakin engkau telah tersesat”

    • ainspirasi Says:

      Mestinya pengetahuan itu tidak membuat manusia menjadi sesat. Pengetahuan dapat membimbing orang untuk mencapai kebenaran.

  67. si penulis ngaco nih….

    dasar ayat-nya mana? jangan asal berpendapat aja donk…

  68. ahmed Says:

    ha ha ikt nimbrung, mengapa harus bingung dengan perdebatan ini? diterusin gak pa2, kita diberi karunia otak buat apa kawan? masak baca artikel aja seakan2 otak udah buntu. terima kasih sang penulis blog, dengan membaca artikel ini saya jadi lebih termovasi lebih mendalami islam…. agama yang logis.. dari sudut pandang ilmiah jg masuk….. semangat terusin aja mas semua ada proses dalam mencapai kebenaran…

  69. chi Says:

    Semua agama bisa dikatakan benar menurut penganutnya masing-masing…tak perlu diributkan karena setiap masa kedatangan agama membawa ajaran untuk diikuti orang yang mau …. jelaskan agama kalian buat kalian agama aku ya untuk aku jalani aja nggak perlu ngerecokin yang laeenn… kitu welah

  70. bendot Says:

    tapi sayang ajaran yang mengatakan cinta kedamaian, itu menjadi teroris di mana2……..

    • ainspirasi Says:

      Buka mata Anda..Baca sejarah.. Tak pernah ada ceritanya negara mayoritas Islam menjajah negara lain…Bandingkan saja negara Belanda yang menjajah Indonesia selama 350 tahun. Atau USA yang mombombandir Jepang dan membunuh jutaan jiwa tak berdosa di Iraq, Afganistan. Negara-negara itu membiarkan jutaan jiwa meregang nyawa di Bosnia. Yang teroris itu siapa?….Rupanya mau jadi pembela the real terrorist yah….

      • beng's Says:

        Ya…bener sekali tuh..ngga ada negara mayoritas islam yg menjajah negara lain yg ada tuh, penjajahan dan pembunuhan puluhan juta manusia selama berabad-abad mengatas namakan Islam yg terjadi di India yang ada..kc..ck..ck..ck..

  71. dan Says:

    Diskusinya menarik, maaf belum sempat membaca semua. Yang jelas, pada semua agama dimungkinkan terdapat perubahan dari ajaran asalnya, seperti kalau dalam Islam disebut “bid’ah” Perubahan itulah yang menyebabkan sulitnya pembahasan. Tapi bukan berarti tidak dapat bertemu.

    Saya lihat Anda semangat sekali melayani komentar, bagus deh, semoga Allah menolong Anda.. :)

    Semoga Allah memberi kita hidayah kebenaran.

  72. titin Says:

    debat sehat,, like it ^^

  73. Orang bertanya Says:

    Menurut anda kisah Ramayana nyata atau tdk???

    • ainspirasi Says:

      Tergantung apakah cerita itu dituturkan dari orang terpercaya atau tidak. Kalau orang yang menceritakan cerita ramayana dapat dipercaya berarti cerita itu betul. Siapakah orang pertama yang menceritakan cerita Ramayana? Dapatkah orang pertama itu ditelusuri riwayat hidupnya? Kalau riwayat hidupnya dapat dibuktikan maka cerita Ramayana benar adanya.

  74. zeny Says:

    saya kagum dengan pengetahuannya divka HD,
    ga usah dilayani, penulisnya emang ngaco, sejak kapan coba weda jd peramal kelahiran muhamad ga banget gitu lo…
    profesornya lulusan universitas Allahabad lg duduh….
    dari dulu sampai kapanpun kebenaran pasti selalu berbuah manis…dan hanya ada satu kebenaran diatas segala-galanya..
    jangan kawatir kawan, karma pasti akan berbuah..

  75. anta Says:

    Gw bingung coiiii ada yang tuhannya 1 trus ada yang tuhannya 3 katanya…. kira kira ada nggak yang bisa memberikan penjelasan apakah tuhan 1 lebih baik dari yang tuhannya 3…????????? baiknya dimana trus buktinya apa????

  76. Divka HD Says:

    @Muh Ismoyo,
    maaf selama sy bkerja dluarnegri 2thn belakangan jarang bsa mampir ke situs ini.
    Islam paling logis? hee benar menurut anda. menurut Hindupun tak pernah menyalahkan agama anda. Disitulah letak kebanggaan sy menjadi Hindu.

    Semakin sy mempelajari gimana agama lain, sbnrnya semakin ada pula hal positif sy dapat, bahwa indahnya perbedaan. tapi sayang jikalo anda tetep ngotot sbg agama terbaik dan tersempurna, belom tentu.

    karena kesempurnaan itu teradi apabila semua umat mampu melaksanakannya. sudahkah anda melihat spt itu??
    sy pun bukan berarti mengatakan Hindu yg paling benar dan paling sempurna, dan yg lain Kafir, krn sy jg ttep mengkritisi Hindu(pemeluknya). Tapi sy ttp bangga mnjadi Hindu yg berani menghargai agama lain sebagai kebenaran juga.

    Disitulah maha bijak sabda Brahman (Tuhan) menurut Hindu..
    peace.. DivkaHD/alit

  77. dede Says:

    ndak udah berdebat tentang perbedaan yang kemudian hanya akan membuat kita semua bermusuhan, masih banyak keadaan sosial di bangsa ini yang butuh perhatian seperti kemiskinan, kebodohan, rakyat kelaparan, anak kecil tidak sekolah, percuma saja semua bicara agama kalau moralnya ternyata bobrok dan menjadi penjajah bangsa sendiri, jadi lebih baik orang tidak beragama tapi perduli dengan semua makluk ciptaan tuhan

  78. hamba Allah Says:

    Yah ini kan artikel ilmiah y,, sebaiknya hny jadi wacana sj utk memperluas pengetahuan, jgn dijadikan bhn perdebatan,,

    Bagi umat muslim, tlg diingat bhw perdebatan ttg agama dilarang dlm Islam,, Abu Imran Al Ashbahani prnh berkata, saya mendengar Imam Ahmad (Abu Abdillah) berkata : “Jangan duduk dengan orang yang suka berdebat meskipun untuk membela As Sunnah sebab sesungguhnya yang demikian tidak akan berubah menuju kebaikan.”

  79. umat Says:

    he smua???? asal kalian tau bahwa smua agama itu sama pada intinya yang kita sembah adalh allah(sang maha pencipta). jadi jangan debatkan agama yang kita anut yang paling benar dibanding yang laen??? smua agama dimata allah itu sama bila kita bertaqwa kepadanya,, pada intinya smua agama itu benar..??? tapi yang paling penting itu utusan allah yang terakhir itu memang benar nabi muhamad tidak ada yang laen lagi??? itu smua sudah ada dalam smua kitab yang diturunkan oleh allah….

  80. Rangga Says:

    .:. ” Sesungguhnya orang-orang Mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Sabi’in, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” .:. (Q.S. 2:62)

  81. Rangga Says:

    .:. ” Tidak ada paksaan dalam (memasuki) agama (Islam), sesungguhnya telah jelasjalan yang benar dari pada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Mahamendengar lagi Mahamengetahui. ” .:. (Q.S. Al-Baqarah 2:256)

    .:. ” Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (menyatakan yang demikian itu). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. ” .:.

    .:. ” Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. ” .:.

    .:. ” Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah : ” Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku “. Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang Ummi : “Apakah kamu (mau) masuk Islam? “. Jika mereka masuk Islam sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Mahamelihat akan hamba-hamba-Nya. ” .:. (Q.S. Ali Imran 3:18-20)

  82. Saya ingin brtanya sama coment no 81…He he
    benarkah islam di SEBARKAN secara DAMAI????

  83. just rendy Says:

    hay..leh gbung gk…???
    kyakx seru nie sling tukar pemikiran soal agama..
    tp jgn sampe brdebat,coz d dlam al Quran ada ayat yg melarang kita brdebat soal agama kcuali bla trpaksa…

    TIADA SATUPUN DARI AHLI KITAB KECUALI AKAN BERIMAN KEPADA ISA”
    DAN DI HARI AKHIR ISA AKAN MENJADI SAKSI BAGI MREKA
    (Q.S.Anissa ayat 159)
    ada yg tau artinya gk ya…??

    ow iya menurut buku yg aq baca,d dalam kitab weda ada ayat yg berkata

    bhwa sesungguhx weda hnya boleh d pelajari olah para ghotama
    rhisy,bagi saiapa saja kaum sudra yg mendengar para rhisy menbaca
    kitab weda mka raja harus mengecor telinga mereka dngan timah
    panas,apabila ada kaum sudra yg membaca kitab weda maka raja
    hrus memotong lidah orang itu,dan apabila ada kaum sudra yg
    mencoba mempelajari kitab weda mka raja hrus memotong tbuh
    orang itu
    (ghotama smarti)

  84. ipank aja Says:

    yg jelas kitab suci cuma ada 4 yaitu..
    TAURAT
    ZABUR
    INJIL
    AL QUR’AN

    coz cuma ke empat kitab itu yg d trununkan oleh tuhan yang maha esa,bukan weda,gita,zend avasta,tipitaka dan lain sbagaix..
    mna mungkin kitab yg d buat oleh manusia dan d tujukan untuk manusia bsa d anggap sebagai kitab suci…???
    lgi pula agama2 sperti agama hindu,budha,konghuchu dan lain sbagaix msh memerlikan patung untuk sembahyang sma sperti orang kafir d zaman nabi adam,idris,nuh,shaleh,hud,ibrahim dan sbagaix..
    ingatlah bahwa nabi adam dan hawa manusia yg pertama kali hidup d bumi tdak menyambah patung berhala,melainkan menyembah allah s.w.t

    • aa Says:

      anda ini kuq bsa berbicara spt itu,,,,apakaha anda bsa membuktikannya…apakah anda sudah mpljari sjrahnya…..jgan asal gmg

  85. endy Says:

    Saya dukung saja..informasi apapun perlu disampaikan terserah kepada pembaca nya sendiri..selama informasi itu tidak didasari rasa benci, mengacu pada prinsip2 ilmiah, dan yang paling penting : tidak mencaci.Semua sudah terpenuhi dari artikel tsb
    Kalo ada yang tidak suka dengan pendapat sang professor, sebaiknya hubungi saja prof tsr beserta 8 brahmana yg meng iya kan nya.anda bebas berdebat dengan mereka, sekaligus mendapat pencerahan
    Klo yang mencaci itu agamanya apa ya? buruk sekali..

    salam kenal ya bro..
    oya, saya ada link
    http://hindustoislam.com/main/2009/03/similarities-between-hinduism-and-islam-dr-zakir-naik/
    dan beberapa artikel dari situs tersebut sangat menarik, tadinya saya mau membuat blognya dan mengartikan tulisannya,termasuk yang dikatakan oleh Dr. Zakir naik di dalam videonya, tapi waktu saya sangat terbatas,mudah2an bro bisa mewujudkanya, sekalian untuk tambahan informasi kepada para pembaca..
    Ok thx bro, Semoga Allah merahmatimu
    assalam alaikum wr.wb

  86. meranai Says:

    dbat yg bgus…
    Islam bukanlah agama terakhir…tapi Muhammad adalah nabi terakhir…
    Alqur’an menceritakan pdku bhwa sblum Muhammad, yaitu kaum nabi2 trdahulu bnyk yg menyembh brhala…karna itu lah Allah mengutus nabi2nya…hal ini tdk menutup kmungkinan bhwa yg menymbh brhala diatas adalah cikal agama hindu..
    Sangat wajar andai ada topik di atas, karena tdk mnutp kmungknan bhwa pnulis veda adalah salah satu kaum trdahulu yg sempat mendngar ajaran rasul trdahulu..
    Islam adalah agama dari jaman awal manusia, bukan agama bungsu, agama yg dkenalkan lewat utsannya dari Adam sampai Muhammad saw..agama tauhid, menyembah satu tuhan….
    Lewat alqur’an, kita dikenalkan dg 25 nama utusan, namun lwat alquran pula Allah mengatakan bhwa cuma Ia lah yg tau bilangan seluruhnya.
    Tentang surga dan neraka..
    Surga dan neraka adalah bentuk keadilan dan kebijaksanaan dan secra tdk langsung brfungsi untk mengatur kita.
    Tentang agama plng benar.
    Mohon pelajari islam, jgn brhenti sblm paham, lalu kesini lg dan katakan penilaianmu.
    Salam.

  87. Satria kejam Says:

    @just rendy
    salam kenal…

    Mengenai Terjemahan dr Sloka Gotama Smrti 12,
    yang selama ini seringkali dan senang diquote oleh non hindu, berbunyi sbb;

    “Apabila orang sudra kebetulan mendengarkan kitab Veda dibaca, maka adalah kewajiban raja untuk mengecor cor-coran timah dan malam dalam kupingnya; apabila seorang sudra membaca mantra-mantra weda, maka raja harus memotong lidahnya.”

    Apakah betul spt itu……??

    Bpk. Ketut Wiana, seorang intelektual hindu dan merupakan salah satu ‘petinggi’ di Parisada (PHDI), sudah meluruskan terjemahan sloka yg menyimpang itu dengan yang ‘orsi’ melalui majalah Tempo 18Sept 1993 yg ternyata sloka dan terjemahan yang benar adalah;

    “Wedam upa srnwatas trapu jatubhyam srotra prati purana udaharane jihwac chedo dharane sarira bheda asana sayana wak pathisu sama prepsur dandyah satam”
    (Gotama Smerti; 12)
    arti:
    “Bagi warna sudra (para pekerja) yang ingin mempelajari Weda, supaya berhasil dengan baik yakni dengan mendekatkan pendengarannya mulai dari awal pengertian-pengertian, bahasa dan ucapannya dengan menutup pengaruh dari luar, badan duduk dengan tenang (asana) ditempat belajar dan ucapan diulang-ulang terus menerus sampai akhir.”

    Kenapa sampai ada terjemahan yang menyimpang itu, karena banyak sloka ataupun mantram dalam Veda telah diterjemahkan secara ‘brutal’ oleh oknum ataupun kelompok yang tidak jelas juga motivasinya akan tetapi juga mungkin memiliki motivasi terselubung.
    Pelurusan terjemahan itu dilakukan agar pemahaman ataupun terjemahan yang keliru tidak lagi dipakai,

    sebenarnya akan lebih baik jika melihat dari bahasa aslinya sedangkan yang dipake pada terjemahan yg d tuliz bro just ready tidak melihat dari bhs. aslinya akan tetapi mengambil dari yang telah diterjemahkan dari bhs. Inggris.

    Kemungkinan yang dipake adalah terjemahan Max Muller atau yang termasuk dalam “kelompok”nya (para indologis) dalam ‘upaya’ mungkin untk meng’Kristen’kan India yaitu dengan menterjemahkan secara bebas sloka maupun mantram dalam Veda,…..

    Bahkan yang anehnya sloka ‘bajakan’ tsb dimasukkan dalam kata pendahuluan terjemahan kitab suci Qur’an versi Indonesia pada jaman Pak Mukti Ali sebagai menteri agama, entah apa motivasinya. Apakah karena ingin menghormati ajaran Hindu? hihihihihi……….

    Mungkin itu saja yg ingin saya sampaikan……
    Salam damai….

  88. @just rendy
    salam kenal…

    Mengenai Terjemahan dr Sloka Gotama Smrti 12,
    yang selama ini seringkali dan senang diquote oleh non hindu, berbunyi sbb;

    “Apabila orang sudra kebetulan mendengarkan kitab Veda dibaca, maka adalah kewajiban raja untuk mengecor cor-coran timah dan malam dalam kupingnya; apabila seorang sudra membaca mantra-mantra weda, maka raja harus memotong lidahnya.”

    Apakah betul spt itu……??

    Bpk. Ketut Wiana, seorang intelektual hindu dan merupakan salah satu ‘petinggi’ di Parisada (PHDI), sudah meluruskan terjemahan sloka yg menyimpang itu dengan yang ‘orsi’ melalui majalah Tempo 18Sept 1993 yg ternyata sloka dan terjemahan yang benar adalah;

    “Wedam upa srnwatas trapu jatubhyam srotra prati purana udaharane jihwac chedo dharane sarira bheda asana sayana wak pathisu sama prepsur dandyah satam”
    (Gotama Smerti; 12)
    arti:
    “Bagi warna sudra (para pekerja) yang ingin mempelajari Weda, supaya berhasil dengan baik yakni dengan mendekatkan pendengarannya mulai dari awal pengertian-pengertian, bahasa dan ucapannya dengan menutup pengaruh dari luar, badan duduk dengan tenang (asana) ditempat belajar dan ucapan diulang-ulang terus menerus sampai akhir.”

    Kenapa sampai ada terjemahan yang menyimpang itu, karena banyak sloka ataupun mantram dalam Veda telah diterjemahkan secara ‘brutal’ oleh oknum ataupun kelompok yang tidak jelas juga motivasinya akan tetapi juga mungkin memiliki motivasi terselubung.
    Pelurusan terjemahan itu dilakukan agar pemahaman ataupun terjemahan yang keliru tidak lagi dipakai,

    sebenarnya akan lebih baik jika melihat dari bahasa aslinya sedangkan yang dipake pada terjemahan yg d tuliz bro just ready tidak melihat dari bhs. aslinya akan tetapi mengambil dari yang telah diterjemahkan dari bhs. Inggris.

    Kemungkinan yang dipake adalah terjemahan Max Muller atau yang termasuk dalam “kelompok”nya (para indologis) dalam ‘upaya’ mungkin untk meng’Kristen’kan India yaitu dengan menterjemahkan secara bebas sloka maupun mantram dalam Veda,…..

    Bahkan yang anehnya sloka ‘bajakan’ tsb dimasukkan dalam kata pendahuluan terjemahan kitab suci Qur’an versi Indonesia pada jaman Pak Mukti Ali sebagai menteri agama, entah apa motivasinya. Apakah karena ingin menghormati ajaran Hindu? hihihihihi………. :-)

    Mungkin itu saja yg ingin saya sampaikan……
    Salam damai…. :-)

  89. Divka HD Says:

    haaa.. sy jadi makin ktawa mlihaat komentar rekan2 smua
    h.. aku mo tanya nih skrg. kl dalam Islam apa sih arti kata menyembah Tuhan yg satu itu?? satu dalam artian gimana sih Tuhan mnurut kalian??
    apakah brupa prssonal ato gimana?? laki apa perempuan???

    hmm maaf yah kl dlm Hindu satu itu bkan prsonal, akan tetapi brupa Roh yg tak terwujud akan tetapi ada. makanya disebut dg nama BRAHMAN(Roh yg utama). nah sedangkan g ada di dalam tbuh kita itu adalah percikan kcil dr roh utama iu yg disebut dg ATMAN(atma), jika kalian mati kn pada ninggu hati pengadila dialam sana yah??? wah ada brp roh ya yg bakal antri dr dlu?? wele2h…
    anda bsa mnterjemahkan angin itu ada?? tapi tak terlihat?? pasti anda bsa..

    Man,special gw mo taggapi komentar no 84.
    gini deh, gmn klo sy bilang org muslim jg penyembah Batu Ka’bah???
    oya juga kalian pnyembah Tulisan arab yg berbyni huruf ALLAH itu??
    mohon dijawab krn anda jg mnggap Hindu spt itu… hayooo…??
    wadoh kl yg tggl di indonesia hrus bayar pluhan juta pula buat nymbah batu ke arab, apa gak sayang tuh duitx man????

    mnding org Hindu “dianggap” nymbah batu tp dinegara sndri kan?? hee.. peace mann..
    salam sambel “”makin dicolek makin Peace””

  90. human Says:

    agama hindu menyembah tuhan yang suci…islam..menyembah tak dek tuhan…gi ler tengok dlm haji makkah….ade pe dlm kotak rahsia…nape menyembah tertutup?????bukeler rahsia…dlm tu ade ade tuhan agame hindu…shivan..lingesh…ini pun tak tau..melayu nak cakap banyak pulak?!vedas…kamu tak boleh sebut perkataan suci tau…u org kaum yg paling terkutuk sekali…ambil puasa pun tak elok…ikut cam org hindu..cuba satu hari?!melayu akan mati katak…sebab tak layak…:)

  91. siska Says:

    ALLAHUAKBAAAAAAAAAAAAAAR !
    ASHADUALLAILLAHA ILLALAH WA ASHADUANNAMUHAMMADARRASULULLAH !

    Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah , tiada Tuhan yang patut disembah melainkan hanya Allah, Allah Maha Besar , dan tiada daya serta kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah, Allah dzat yang Maha Tinggi lagi Maha Agung .
    TAKBIIR ! ALLAHUAKBAAAAAAAAAR !

  92. putra Says:

    sya dlu bca sbuah link, allah tu dewa perang, dia berperang dan menang maka dy yg di smbah, bgaimana mnurut islam

  93. senyum manis Says:

    salam sejahtra utk semua agan

    kalau agan2 smua mau meluangkan waktu membacanya, analisis detil atas e-book islam dan muhammad dalam weda ada dibahas disini :

    analisis umum : http://agniveer.com/474/prophet-hindu/
    terkait bhavishya purana : http://agniveer.com/479/prophet-puran/
    terkait weda : http://agniveer.com/528/prophet-vedas/

    kesimpulannya bhwa klu nabi muhammad dlm bhavisa purana itu betul, maka nabi muhammad itu adl titisan iblis.

    sdangkan cara mengkait2tkan bahwa nabi muhammad disebutkan dlm weda, maka cara analisa yg mereka pakai adl :
    “Poison = Death = Rest = Peace = Islam; jadinya, Poison = Islam

    semoga membantu, sekalian agan2 bisa ikutan diskusi disana.

    terima kasih
    senyum manis

    • ainspirasi Says:

      Ya itu khan sangkaan Anda. Kalau menurut kitab Anda Muhammad bukan nabi itu hak Anda. Yang jelas tuduhan Anda itu tidak punya landasan dalam literatur Islam. Ah..ucapan Anda ini kayak orang yang tak pernah belajar moral.

      • Divka HD Says:

        akh ttep aja ngeyel, wajar lah krn anda di posisis agama anada. Klo tuduhan yg shat harusx liat pula donk dr segi pandangan Hindu. Jangan baca pnya pihak sndri aja..

        intinya ttep aja gak sama. trserah klo mau mkan mntah2 pndpat Dr Zakir itu.. yg jelas jaka smbung bawa gitar “ga nyambung jreng” hee..peace,..

    • trimakasih informasinya kawan,,,

  94. satzcocow Says:

    “wah, menarik,

    berarti antara kitab suci ada benang merahnya, mungkin pada saat penurunan wahyu tafsiran masing2 ras suku negara berbeda hingga lahir bermacam2 agama seperti yang kita tahu saat ini
    padahal intinya semua sama :)

    tapi ini semua komen kok pke logat melayu ? dr malaysia yak Om tante ? :p

  95. Mahruws Says:

    Assalamu alaikum semua…
    kawan2ku, salah satu alasan mngapa sy memilih islam adlah nubuat2 Muhammad dlm kitab2 agama trdahulu…
    sy tau dn sy hargai bhw nubuat itu banyak yg mnentang. trlpas nbuat itu akal-akalan muslim atau bkn, yang pasti (yg tk dpt sy tolak) smua nubuat memang mengarah pd Muhammad, shingga mnyisakan prtanyaan; mngpa slalu mirip lbh Muhammad?
    dan nubuat yg sngat mykinkan adlh nbuat dlm kitabnya org Hindu.
    sbagai renungan:
    mungkin saja kalki awtar itu bukan Muhammad, dan umat hindu sdang menunggu sosok yg mirip Muhammad; dilhirkan di arab, mnerima wahyu di goa, mpnyai pngglan yg trpuji, dst
    dan mbawa ajaran yg mrip islam; pngikutnya tdk dikucir, mmelihara jenggot, ber-adzan, tdk mkn babi, dn seterusnya…

    kita harus saling menghargai keyakinan,,,jika umat hindu menganggap ini hanya akal-akalan umat islam, maka saya sarankan tetaplah dalam ajaran anda; tdk usah pindah ke islam

    • Divka HD Says:

      Saya tanaya dlu, Anda Tau apa itu Kalki awatara?? ok sy ksi tau, awatara=Inkarnasi Tuhan.
      Anda tau apa inti penulisan di link ini?? ok sy kasi tau bahwa awatara itu adalah Muhammad SAW.
      Artinya apa?? awatara = nabi muhammad?? (sepakat?)
      jik anda jawab Iya, berarti anda percaya Inkarnasi Tuhan (padahal setau saya org muslim ga percara Inkkarnasi ataupun reinkarnasi, mngingat roh itu lg antri untk diadili di padang masyhar)
      Jika anda jwab TIDAK, berarti anda dak percaya Inkarnasi (awatara). lalu nyambyngnya dimana??

      Tapi bisa sy simpulkan dari tulisan anda, bahwa anda percaya dgn Inkarnasi Tuhan karna anda percaya bahwa awatara-nya org hindu adalah Muhammad SAW. Ingat awatara TIDAK sama dgn NABI. Kalo Nabi dalam Hindu = Rsi..

      SALAM SAMBEL..
      DIVKA HD.

  96. Niely Says:

    terimakasih infonya

  97. habibiGresik Says:

    ha..haa.. gitu aja kok repot,kenalilah diri kita sendiri<saya rasa dengan begitu aja uda cukup,resapilah….,renungkanlah….,rasakanlah…

  98. Jezz Says:

    Dimana dong kerukunan qt sbgai umat bragama?
    .agama mu adl agama mu dan agama ku adalah agama ku..
    Jalan qt emg gg sama tp qt satu tjuan..
    Yaitu
    .ingin slamat dunia dan akhirat..

    • Divka HD Says:

      tapi agamaku dak rela diremehin seenakmu.

      SALAM SAMBEL
      DIVKA HD

      • ainspirasi Says:

        Saya bertanya bro apa konsep Hindu dalam membela agama Hindu atau apa akibatnya bila ada orang yang tidak memeluk agama Hindu? kira-kia ada ndak dasarnya?

      • Divka.HD Says:

        test

      • Divka.HD Says:

        halo bro sori baru ada wktu lagi..
        Bro ainspirasi..
        dalam agama saya yg terpenting adalah menuju Tuhan, bukan pembelaan Tuhan, agama, melenceng dikit sesat, dll. (ingat analogi si buta meraba gajah)
        Tuhan mnurut Hindu bersifat mutlak, dari sjak alam ini dibentuk (big bang; AUM) tak perlu dibela. Tetapi Tuhan punya Hukum yakni KARMA, Karma inilah yg akan mngarahkan ke MOKSA 9menyatu dgn Tuhan), atau dilahirkan kembali 9REINKARNASI) utk memperbaiki KARMA.
        analoginya:
        seperti org kuliah, kalo belum bisa lulus semester, maka diberikan lah semester susulan, untu mnjadi lebih baik, nah disitulah baru dikatakan TUHAN itu adil. Kami tidak mengenal Tuhan itu menghukum/di Murtad/ tapi KARMA itu ada.

        point ke 2.
        yg terpenting adalah bgmana mau mencapaiNya, bukan terletak pada Agamanya. bukan mencari agama tapi Tuhan. maka dari itulah Hindu tak hanya membenarkan Hindu saja. kan gak adil Tuhan kalo hanya mengakui 1 agama saja. nah skrg masalah cara pastinya kmbali ke level spiritualitas pemeluknya.
        Hindu Bukanlah dogmatis, ataupun Tuhan itu seolah” menakutnakuti pemeluknya dgn dibakar, dipanggang, dll.
        jika tidak masuk agama “A” maka akan dihukum. Hindu itu bijak.

        Jadi ksimpulannya sy belum temukan kalo gak ikut hindu akan dihukum Tuhan/Murtad. akan tetapi di reinkarnasi sesuai karma. Jadi pilihan ditangan kita. itulah sy pernah katakan sebelumnya “Hindu is the way of life”. jadi jalankan lah ajaran Brahman, berbuat baik, maka berakibat baik, pokoknya menjadi lebih baik dan lebih baik sehingga ketika kesempurnaan Jiwa itu sudah tercapai maka kami akan menuju MOKSA ( bukan sorga/svarga (dlm sansekerta), klo Islam dijanjikan Sorga ya bro??

        just info:
        Beberapa fakta reinkarnasi “Abraham Lincoln adalah JF.Kennedy (ex Presiden US.)
        silakan ke situs sy:
        http://ilovehindu.weebly.com/reinkarnasi-jf-kennedy.html

  99. widiya Says:

    Blog yang bagus, kenapa berhenti? sayang kalau tidak diteruskan. Walau kelihatan seperti beradu argumentasi dan diselingi sedikit caci maki dan bantah membantah sesungguhnya saya melihat semuanya ingin menebar dan mencari kebaikan.
    Semua individu tdk saja agama punya ego untuk diakuai kebenaran pendapatnya dan itu naluri paling dasar. Padahal tujuan Tuhan menurunkan agama ataupun semua keimanan dan pandangan itu adalah untuk kebaikan manusia itu sendiri bukan untuk diriNYA, agar dengan pandangan(iman) tersebut manusia menjadi tentram damai dan sejahtera baik secara individu ataupun masyarakat.
    Dia menurunkan keimanan pada keluarga Sam = Samawi = Semit (keturunan kelima dari Adam as atau manu dalam bahasa sansekerta) berlanjut pada Nuh, Ibrahim,Yakub, Musa, Isa dan Muhammad. Tahukah kita bahwa sesungguhnya Hindupun berasal dari sepuluh keturunan Yakub yang lari dari Mesir ke India sementara yang 2 lagi dibawa Musa ke yerusalem (Yakub punya 12 anak). dalam pelarian mereka semua dilarang Tuhan makan babi karena saat itu babi mendatangkan penyakit mematikan karena makan kotoran anjing dan manusia dalam pelarian. Mereka semua bertemu dengan kawanan sapi betina berwarna kuning keemasan, dalam keadaan kelaparan yang sangat mereka meminum susunya dan menyembelih beberapa dari sapi tersebut untuk dimakan. Disinilah awal adanya perbedaan bagi mereka yang ikut Musa sampai yerusalem menganggap sapi itu dewa penolong yng diturunkan Tuhan, maka dibuatlah patung dari emas untuk mereka puja, lalu Musa ingin membunuh orang kaya yng membuat patung ini tapi Tuhan melarangnya karena dia banyak memelihara anak yatim.
    Bagi mereka yang sampai ditepi sebuah sungai di India dan menetap sampai saat ini (EINSTAIN pernah berkunjung dan mengangkat seorang asisten dari suku ini) mereka memuja Sapi sebagai dewa penolong sampai datangnya pasukan Yulius Kaesar yang secara politis menginginkan bangsa aria masuk didalam buku2 agama di India sebagai wangsa(bangsa) terpilih, maka timbulah istilah MANU-SA = MANUSIA = MANU WANGSA = Keturunan MANU = HU MAN (english)
    lahirlah kisah RAMAYANA, MAHABARATA dsb. Jadi Hindu juga sesungguhnya agama SAMAWI tetapi secara politis digunakan oleh orang romawi untuk medeskriditkan WANGSA lain yang ada di India sebelumnya terutama untuk WANGSA RAKSA = RAKSA-SA yaitu para raja yng merupakan keturunan afrika berbadan besar-besar dan WANGSA DAKSA = DAKSA-SA (orang melanesia) dan WANGSA NAGA = NAGA-SA (orang ras kuning) lewat kisah Rahwana vs Rama.
    Sedang para pengikut pelarian yang tercecer dijajirah Arab karena mereka tidak bertemu dengan Sapi tersebut melainkan burung burung yang dijatuhkan oleh malaikat mereka tidak menyembah Sapi tetapi tetap mengharamkan Babi, jadi sebelum islam datang orang Arab sudah mengharamkan babi.

    Begitu dulu, semoga diskusinya hangat kembali.

    • Divka HD Says:

      very Nice..
      So detail History

      Ya, mau sampe ujung kulonpun yg namanya debat agama mmang akan selalu panjang, tetapi mlalui itulah “tatwa” (ilmu pengtahuan) itu kita trus tergali, dan mencari. so, lanjutkan..

      DIVKA HD

      • ainspirasi Says:

        Percaya pada ilmu pengetahuan atau agama? dalam Islam ilmu pengetahuan sejalan dengan keyakinan umatnya atau minimal Islam tidak menentang pengetahuan. Umat islam didorong untuk selalu mencari pengetahuan dan memanfatkannya untuk kebaikan bukan kejahatan. Lalau apa konsep Hindu dalam mencari pengetahuan?

  100. Pleam Gokil Says:

    berdebat soal soal agama mgk sampai kiamatpn tdk akan ada habis ujungx. gni aja,aq netral ja dsni.. qt smua blm pernah mlihat TUHAN qt . siapa itu TUHAN dan apa TUHAN qt smua msh mraba2 jawabanx. janganlah qt mjd org yg terlalu pintar mlebihi BELIAU, untuk mendeteksi bagaimana itu TUHAN. TUHAN itu ibarat CINTA, qt akan mmpu berkasih sayang apabila qt mencintaix. dan sbalikxpn qt akan menjadi org bisa2 sj kalo qt nda mencintax. sadarlah qt sbg umat manusia, qok qt memperdebatkn beliau apalag smpai2 berkelahi. padahal qt cm mempersalahkn NAMA BELIAU SJ. agama itu adalh ibaratx ilmu pengetahuan, d’dalam ilmu pengetahuan apapn ada,bhkan tdk akn ada habisx. baik itu pengetahuan BAIK at BURUK. sbg manusia qt dsuruh milah,yg baik djalankn yg buruk disishkn. itu aja qok sbnrx intix. mnurut sy AGAMA ITU BUKAN TUHAN, SKARANG DAN SLAMAX. jd ,,,, jgn jadikan agama untuk memperdebatkn TUHAN. kasihan TUHAN QT.. TUHAN menciptakan semua yg ada d’muka bumi ini, kasihan ciptaan beliau spt binatang dan tumbuhan,mreka tak mnganut agama, tp mreka nda pernah berdebat ttg siapa TUHAN mreka.. yg mreka jalani adalah memberikan kebaikan buat smua yg ad d,muka bumi ini. dan yg lbih penting mreka bs lbih berhaga untuk khidupan umat manusia. sdhkh qt yg mengaku dan merasa org yg memeiliki agama paling hebat dan sempurna, menberikan sesuatu yg terbaik buat TUHAN qt??? wujud nyata yg bs qt lakukan bukan hanya berdebat donk, jaga dn cintailh ciptaan beliau termasuk bumi qt ini,,, krn itulah sbenarx wujud kcintaan qt terhadap TUHAN qt. bkn skedar omong doank,mngaku bhwa AGAMAQLAH YG PALING SEMPURNA,.tp wjudx noL bsar. thk.

    • ainspirasi Says:

      ya itu khan anggpanmu saja. tentu saja saya merasa benar dengan keyakinan saya. Apa yang saya katakan berasal dari Tuhan, kalau perkataan Anda dari Anda saja.

  101. sanjaya Says:

    membahas tentang TUHAN,, kita tidak akan mampu untuk mencapainya,, karena kita adalah ciptaan-NYA,, seperti halnya menusia menciptakan sebuah Robot,, dan Robot itu diberi sebuah CHIP/memory,, padahal penciptannya memiliki otak,, kenapa robot tersebut tidak diberi otak yang berbentuk/berfungsi sama dengan manusia????,, begitu juga dengan TUHAN menciptakan kita,,, Akal kita tidak akan mampu mencapai TUHAN,, karena kita adalah ciptaannya.

    • ainspirasi Says:

      Anda menyamakan Tuhan menciptakan manusia sama dengan manusia menciptakan robot? Pernah lihat film robocop? Di film itu digambarkan bahwa robot bisa mengenal penciptanya. Tentu saja kita tidak perlu berpusing-pusing mikirin Tuhan karena Tuhan tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. Yang harus kita pusingkan adalah apakah pemahaman kita sudah benar atau belum? Bisakah kita memahami keyakinan kita? Bisakah kita mengetahui mana yang salah dan mana yang benar? Pasti bisa, sebagaimana kita mampu memahami ilmu pengetahuan. Yakinlah Tuhan sudah menciptakan segala sesuatunya agar kita manusia mampu memahami keyakinan yang benar.

  102. Abu Quhafah Says:

    Assalamu’alaikum, Mas.
    Alhamdulillah, bagus artikel mas. Akan jd lengkap kalau dasar ayat Vedanya disertakan. Mudah2an ada umat Hindu yg mau belajar Islam dan tertarik krn Islam simpel, mudah, logis dan menyeluruh. Syukron katisron, jazakallohu khoir.

  103. Dhemit Says:

    Indon awalny tdk py agama isiny dhemit2 berangsakan yg jg mngakui tuhan, agama kalian semua hny pendatang/tamu disini,kalian brdebat dinegri demit knp kalian mau diadu sm dhemit2.. brangsakan..

  104. I'm Hindu Says:

    salam damai semua.. siapa sih yg paling tau akan Tuhan diantara kita..?

  105. I'm Hindu Says:

    sory ne ya bukannya mau membela siapa atau agama apa..!!
    janganlah kita ngaku kita lah apa lah yg paling benar karena sesungguhnya semua tu hanya satu tujuan yaitu Tuhan itu juga sodara” yg manis” heheh
    apalagi sampai ada yg bilang dia yang paling tau akan Tuhan,, bagaimana bisa gitu klu teman kita yg setiap hari sama”, makan, tidur dll aja belum tentu kita tau isi luar dalamnya,,
    maka dari itu Upanisad dalam agama Hindu mengatakan bahwa jangan sekali” kita mengaku lebih paham atau tau akan Tuhan karena sesungguhnya orang” tersebut lebih buta bahkan tidak tau sama sekali akan Tuhan itu sendiri..
    tinggal mau jadi orang seperti apa kita..? mau jadi orang yg sombong atas nama Tuhan atau bagaimana…
    klu menurut saya ne ya percuma saya beragama klu menjelekan orang/agama lain,, mending sy jadi orang yg tidak beragama sekalian biar ga terlalu mengidolisasikan siapapun dalam hidup saya..
    orang yg tdk beragama/komunis ketawa ngelihat kita yg ngaku” beragama tapi ribut karna agama…
    kita sembahyang/solat setiap hari apa gunanya ke Pura/masjid kalau pulang” sandal orang saya embat.. sory ne kenyataan sekarang kyk begini padahal baru juga keluar dari tempat suci.. jadi sekarang janganlah mnyalahkn sesama kita mari benahi diri kita dulu baru ngurusin yg orang lain,, apa kita da yakin klu kita da barang tentu masuk surga, klu Hindu Moksa…!! kita blm tau jadi banyak” buat baik,, ga usah salng membeda”kan diantara kita percuma yg namanya ajaran untuk Tuhan ga bakalan habis, buktnya Hindu mau di obrak-abrik bagaimana pun caranya buktinya Hindu itu masi ada sampai sekarang jd ga usah di ributin yg kyk” gini Ok salam sambal punya Divka HD aja makin di colek makin peace..!!!

    • ainspirasi Says:

      Ith khan menurut Anda semua agama sama. Menurut saya agama tidak sama. Ada agama yang tidak benar ada agama yang benar. Ada agama karangan manusia dan ada agama berasal dari tuhan. Kalau mobil saja ada pembuatnya maka agama pun juga ada pembuatnya. Siapa yang buat agama? Mobil saja ada tahun pembuatnya apalagi agama. Kalau Anda bingung mencari yang benar dalam agama Anda, maka saya sudah terlepas dari kebingungan semacam itu. Saya sarankan agar Anda tidak bingung, carilah dalam kitab agama Anda yang menyatakan bahwa agama Anda itu yang benar dan agama lain salah. Kalau saya sudah menemukan dalam agama saya, jadi bukan hanya sekedar beriman atau percaya tetapi benar-benar dinyatakan oleh agama saya sendiri…

      • dewa mantra Says:

        wahhhhh………
        berarti di kitab anda ada sistem deskriminasi ya,
        kejam banget TUHANNYA.
        kayaknya Tuhan Anda tidak bisa mengayomi semua umat manusia,
        alnya Tuhan anda cuma memilih satu kelompok,

        emmmm…………
        Tuhan maha bijaksana, maha pengasih dan penyayang,
        manusia saja bisa bijaksana, kok Tuhan anda di kalahkan Oleh kebijaksaan Manusia,
        gawat Nihhhh……….

  106. dewa mantra Says:

    maaf sblumnya,
    SALAM DAMAI….!!!!!!!!!!!

    saya rasa orang yang beragama blum menjamin dirinya masuk sorga. Tidak ad satu pun agama yang merjamin umatnya masuk neraka ataupun sorga.
    yang terpenting adalah apapun agamanya, selama PERBUATANNYA BAIK, TIDAK MENCEMO’OH ORANG LAIN, POKOKNYA YANG BERSIFAT BAIK, pasti dya akan mendapat posisi yang sesuai (sorga).
    nahh walaupun seseorang menganut agama yang besar dan menjamin masuk sorga TETAPI PERBUATANNYA TIDAK BAIK, SUKA MENJELEK-JELEKAN AGAMA LAIN DEMI MENGAGUNGKAN AGAMAnya SENDIRI, SUDAH TENTU MENDAPAT TEMPAT YANG SESUAI JUGA (NERAKA). jadi saya rasa janganlah kita melihat dan menjelek-jelakan sesama agama, karena tidak ada satu agamapun yang membenarkan umatnya untuk menghina agama lain.
    ingat….!!!! DIMATA TUHAN, BELIAU TIDAK MELIHAT AGAMA KALIAN, TETAPI PERBUATAN DAN AMAL BAIK KALIAN DI DUNIA.
    TERIMA KASIH.

    • ardi Says:

      Damai Sejahtera Nusantara…
      BAPAK DEWA , SAYA TERTARIK DENGAN PAPARAN ANDA. KALAU BICARA MASALAH AGAMA NGGAK AKAN ADA HABISNYA.
      “islam” menurut saya adalah sebuah sistem/ aturan/ cara hidup/hukum yang dimiliki Tuhan dan diperuntukkan manusia yang hanya mengabdi kepada-Nya. Jadi “islam” bukan agama. KTP saya ISLAM tapi akidah saya bukan termasuk orang yg agamis. mau bilang saya orang yg tdk beragama silakan, tapi saya masih punya aqidah.
      Kata “ISLAM” asal kata dari “ASLAMA” yg artinya TUNDUK PATUH/ BERSERAH DIRI. Jadi Siapapun yang wujudnya manusia, dan selalu TUNDUK PATUH/ BERSERAH DIRI kepada TUHAN YANG MAHA ESA itulah ISLAM. Karena Tuhan tidak mengharuskan hambanya ber-KTP “ISLAM”
      Yang Penting manusia harus kembali kpd fitrahnya (sbagai hamba yg tunduk dan patuh). mudah mudahan bermanfaat.

      • ainspirasi Says:

        Anda membuat definisi sendiri. Dalam Islam orang yang percaya pada Tuhan tapi tidak mau mengikuti perintah tuhan disebut Pengkhianat Tuhan. Hebat sekali Anda menyebut diri Anda punya Aqidah. Aqidah itu apa?

      • dewa mantra Says:

        luar biasa bapak Ardi,
        saya juga sepakat dengan Anda, nama “agama” adalah sebuah nama dan simbolitas sebuah kelompok,
        apapun agamanya sepanjang dia mampu Berbuat Baik, pasti dia akan mendapatkan hasil yang sesuai.
        Do good be Good,
        Tuhan itu maha/ Super bijaksana Beliau maha Tahu.
        manusia saja Bisa bijaksana Apalagi Tuhan.

        pak Agung yang di Mulyakan Allah,
        Tuhan yang merasa dirinya di hianati, berarti Dia Bukan sesosok Tuhan.
        seolah-olah menghianati seorang Teman, ketua, kepala suku, dll.
        Tuhan di Hianati dan dia marah dan menghukumnya.
        Waahhhhhh……….. Emosian sekali ini Tuhannya.
        Tuhan tidak akan se Kaku itu.
        beliau Maha pengasih dan Penyayang,
        Berbuat baik akan menghasilkan yang baik pula.

        salam damai
        dewa mantra

  107. made24 Says:

    Salam Damai dan Sejahtera,

    Setiap Agama tentunya mengajarkan kebaikan, mengajarkan umatnya menjadi penuh kasih, kasih ini yang menjiwai setiap gerak pikiran, perkataan dan perbuatan, sehingga output dari pikiran, perkataan dan perbuatan akan membawa pada kedamaian, toleransi, penuh penghargaan sehingga terbentuk masyarakat yang rukun damai dan sejahtera, hidup menjadi Indah…

    Bagaimana tanggapan Kami Umat Hindu tentang tulisan saudara kita diatas?….secara resmi Parisadha Hindu Dharma Indonesia, memberikan tanggapan… silahkan baca di link berikut:
    http://singaraja.wordpress.com/2008/12/24/tanggapan-terhadap-buku-ramalantentang-muhammad-saw-dalam-kitab-suci-agama-zoroaster-hindu-buddha-dan-kristen/

    Semoga semua mahluk berbahagia dan sejahtera
    Semoga kita semua beroleh pencerahan dan kejernihan dalam berfikir, kebersihan hati dan jiwa…

    Made M.

  108. made24 Says:

    TANGGAPAN TERHADAP BUKU RAMALAN

    TENTANG MUHAMMAD S.A.W DALAM KITAB SUCI

    AGAMA ZOROASTER, HINDU, BUDDHA, DAN KRISTEN

    Disampaikan pada seminar bedah buku: “Ramalan Tentang Muhammad S.A.W.” (Dalam Kitab Suci Agama Zoroaster, Hindu, Buddha, dan Kristen)

    Salam
    Made M/
    http://www.singaraja.wordpress.com

    I. Pengantar.

    Pertama-tama saya menyampaikan apresiasi terhadap penulis buku “Ramalan tentang Muhammad S.A.W.” yaitu Abdul Haq Vidyarthi, dan Abdul Ahad Dawud atas kesediaannya membaca kitab-kitab suci dan sastra-sastra Hindu, yang memang jarang dilakukan oleh umat non Hindu, kecuali para Indolog.
    Apresiasi juga saya sampaikan kepada penerbit yang dalam pengantarnya menyatakan bahwa kehadiran buku tersebut tidak dimaksudkan untuk menonjolkan satu agama diatas agama yang lain, tetapi berharap untuk membuka jalan dialog antar umat agama.

    Selanjutnya saya ucapkan terima kasih kepada BEM Fakultas Ushuludin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah yang telah mengundang saya dalam acara bedah buku hari ini dengan tujuan yang baik,

    Semoga pintu hati kita semua terbuka untuk berdialog saling mengenal dan memahami secara utuh keberadaan tiap agama yang hidup dibelahan dunia ini.

    Dalam pada itu saya akan menyajikan uraian singkat tentang Hindu yang berkaitan dengan uraian buku Ramalan tentang Muhammad S.A.W., serta beberapa apresiasi kritis terhadap tulisan tersebut.

    II. Agama Hindu dan Kitabnya.

    Hindu adalah agama yang perjalanan usianya sangat panjang bahkan dikatakan tertua di dunia. Kitab sucinya disebut Veda yang berisi pengetahuan yang amat luas dan mengandung kebenaran abadi (sanatana dharma). Kitab ini menggunakan bahasa Sanskerta.

    Sumber pertama Veda Sruti adalah Rg Veda yang merupakan kumpulan wahyu/sabda Brahman. Wahyu ini diterima oleh para Maharsi yang dikenal dengan sebutan Sapta Rsi.

    Veda Sruti lainnya adalah Sama Veda, Yajur Veda, dan Atharva Veda. Masing-masing Veda memiliki kitab Mantra, Brahmana, dan Upanisad. Sumber kedua dari ajaran Hindu adalah Kitab Smrti yang terdiri dari kitab-kitab Vedangga, dan kitab-kitab Upaveda. Itihasa dan Purana tergolong dalam kodifikasi Upaveda. Sedangkan kitab-kitab lainnya tergolong Nibandha yang tidak termasuk didalam kodifikasi Veda, seperti Brahma Sutra, Bhasya, Tantra, dan lainnya.

    Kemudian kitab Bhagavad Gita merupakan Veda Sruti yang disabdakan kembali melalui Avatara Krsna untuk mengingatkan intisari sabda yang telah disampaikan sebelumnya agar manusia kembali ke jalan yang benar.

    Agama Hindu memandang bahwa semua umat manusia bersaudara (Vasudaiva Kutumbhakam) , bahkan pada tahap penghayatan tertinggi semua ciptaan ini harus disadari sebagai insan yang memiliki daya hidup (Atman) yang sama (Tat Tvam Asi). Menurut Veda, setiap entitas mencintai eksistensinya untuk berkembang secara wajar, karena itu dia harus diperlakukan sebagai sahabat yang disayangi. Setiap mahluk ciptaan harus menjadi dirinya sendiri, bukan menjadi yang lain.

    (Pranah yathatmano’bhikstah

    Bhutani api te tatha

    Atmanyopamyena bhutanam

    Dayam kurvanti sadavah)

    Dalam konteks sosial, Hindu sangat menerima keberadaan pluralitas multikultural, sehingga tidak mengutamakan keseragaman, melainkan membiarkan keberagaman bertumbuhkembang sebagai suatu keindahan.

    Dalam konteks keyakinan keberagaman, Hindu sangat toleran. Setiap keyakinan diberikan berkembang dan Brahman akan meneguhkannya untuk mencapai hidup sejahtera (Bh.G.IV.II, VII.21,22) . Dalam konteks kenabian, Hindu bersifat non profetik. Hindu menghormati para Maharsi tetapi setiap umat bebas mengamalkan keyakinannya.

    Maharsi bukanlah utusan Tuhan, sedangkan Avatara adalah manifestasi kemahakuasaan Tuhan yang turun ke dunia dengan mencipta diri-Nya (tadatmanam srjami), guna menyelamatkan dan menegakkan Dharma.

    Dalam pada itu maka setiap ajaran yang diturunkan kemudian, adalah dinyatakan sebagai pengulangan dari sabda/wahyu yang telah dilupakan manusia. (Sa evayam maya te’dya, yogah proktah puratanah)

    Hal ini berarti bahwa ajaran Veda (kecuali tafsir yang dilakukan manusia) bukan tidak digunakan lagi setelah diturunkan-Nya sabda yang belakangan. Akan tetapi praktek keagamaan yang menyimpang dari Dharma Veda itulah yang diluruskan kembali.

    III. Kritik terhadap buku “Ramalan tentang Muhammad S.A.W.”

    Dalam buku Ramalan tentang Muhammad SAW, Abdul Haq Vidyarthi dan Abdul Ahad Dawud berupaya untuk memberikan pembelaan terhadap Muhammad sebagai nabi penyelamat peradaban manusia. Mereka mencoba membuktikan adanya ramalan-ramalan ini melalui pembenaran dari teks-teks seperti misalnya, kitab Purana yang ditulis oleh Resi Vyasa. Selain itu juga dikutip beberapa sloka dari Atharva Veda dan Kuntap Sukt. Upaya mereka patut untuk diseksamai, karena tidak saja mereka mencoba mencari garis merah dari seluruh agama-agama manusia, namun mereka mencoba menyodorkan tentang pandangan kebenaran yang universal. Hindu adalah agama yang menekankan pada kebebasan individual untuk mengejar dan menerjemahkan pengertian yang plural tentang kebaikan. Karena itulah umat Hindu mengenal frase, “Ekam Sat Viprah Bahuda Vadanti”. Kebenaran itu satu namun orang bijak menyampaikan dengan berbagai wacana. Melalui pengertian ini sesungguhnya etika Hindu menekankan untuk saling menghargai dan menjaga pluralisme tersebut, karena meskipun berbeda, sesungguhnya dalam tahap esotoris setiap agama sama-sama mencari perdamaian dan kebaikan.

    Dalam semangat pluralisme itulah kita mencoba menelaah teks ramalan ini. Buku ini menyebutkan bahwa Muhammad sebagai Resi akan datang kedunia dan memberikan keselamatan bagi kita semua. Para penulis mengatakan, “Namun perlahan-lahan, agama ini terkotori dan karenanya Islam dibutuhkan.”(hlm. 35). Maksud dari bagian ini adalah para penulis berusaha menunjukan bahwa agama Hindu mengalami masa-masa kegelapan, dan Muhammad sebagai pembawa pesan dari agama Islam akan menumpas kegelapan tersebut. Sebagain besar dari pembelaan penulis diambil dari Bhavishya Purana. Dimana mereka menginterpretasikan bahwa kitab suci Hindu sudah meramalkan tentang datangnya seorang Resi dari tanah Arabia, yaitu Muhammad.

    Ada dua kritik yang dapat dipaparkan di dalam komentar ini, yang pertama adalah mengenai kedudukan kitab Purana di dalam kodifikasi Veda, serta yang kedua adalah mengenai potensi kekeliruan interpretasi. Pada kritik yang pertama, sesungguhnya para penulis sudah menyampaikan bahwa Purana oleh beberapa sekte Hindu ditolak sebagai wahyu. Secara lebih ekstrem sebenarnya para penulis melalaikan dikotomisasi Veda dari Dharmashastra lainnya. Menurut Servapalli Radhakrishnan, dengan jelas ia membagi dan membela pandangan yang mengatakan bahwa Veda dapat dibedakan menjadi dua, yang pertama adalah Veda Sruti, sedangkan yang kedua adalah Veda Smrti.

    Veda Sruti diterima oleh umat Hindu sebagai hasil pewahyuan dari Tuhan, dimana otoritasnya mutlak dan absolut di dalam Hindu. Veda Sruti terdiri dari empat bagian Veda yang disebut Catur Veda. Catur Veda ini dianggap sebagai pedoman utama dan menjadi teks acuan bagi segala bentuk pemujaan. Sedangkan Veda Smrti adalah bagian dari Veda yang dikatakan sebagai tafsir, atau ekstensifikasi dari Veda Sruti yang berhubungan dengan segala bentuk elaborasi tafsir yang diinspirasikan dari Catur Veda. Veda Smrti terdiri dari Vedangga dan Upaveda. Di dalam Upaveda terhimpun berbagai kitab seperti: Ithiasa, Purana, Arthasastra, Ayurveda, Gandharvaveda, Dhanurveda, dan sebagainya.

    Disamping kedua pembagian tersebut masih terdapat kitab yang tergolong Nibandha, yaitu kitab yang tidak merupakan kelompok Veda tetapi isinya memberi pandangan tersendiri terhadap kitab Sruti dan Smrti, misalnya kitab Tantra, Brahma sutra, Vedanta sutra, Bhasya, Brahmamimamsa, dan sebagainya.

    Melalui pembagian ini seharusnya penulis menyadari bahwa kedudukan dari Purana adalah sesuatu yang tidak absolut, apabila dibandingkan dengan Catur Veda. Dimana teks-teks Smrti ini dapat dikontekstualisasik an dan dapat dikoreksi seiring dengan perkembangan zaman. Dalam hal ini penulis mencoba dengan keras untuk menaruh Purana sebagai sumber teks Hindu yang utama, dimana sebenarnya Purana tidak menempati kedudukan semacam itu. Selain itu Purana dikompilasikan oleh Resi Vyasa dalam konteks untuk menyederhanakan pesan Veda Sruti agar dapat tersampaikan melalui cerita, epos, atau legenda-legenda.

    Berlanjut ke kritik kedua, tidak semua yang dikompilasikan oleh Resi Vyasa tersampaikan secara sederhana. Ada bagian-bagian dari Purana yang diakui oleh banyak peneliti Veda sebagai sloka-sloka yang sulit untuk diinterpretasikan. Sayangnya bagi para penulis, sloka-sloka ini (Prati Sang Parva III : 3,3,5-8 dan sloka 10-27, dan III : 1, 4, 21-23) diterjemaahkan oleh para penulis sebagai bukti ramalan hadirnya Muhammad sebagai Resi dan pembawa perdamaian. Gadamer seorang tokoh Hermeneutika yang mengatakan bahwa dalam pencarian makna yang sesungguhnya maka harus ada fusi atau peleburan antara pembaca dan teks secara sehat. Dimana peleburan ini harus bebas dari prasangka-prasangka yang penuh dengan asumsi. Apa yang dilakukan oleh penulis buku ini adalah interpretasi yang melalaikan fusi yang sehat tersebut, sebaliknya penulis serta merta menginterpretasikan secara bias bahwa Muhammad adalah raja yang akan datang dan menyelamatkan Hindu.

    Dari segi bahasa juga berpotensi menimbulkan kekeliruan penafsiran. Bahasa sanskerta akan sulit dipersamakan pengertiannya dengan bahasa lain, misalnya kata “mahamada” dalam bahasa sanskerta berarti sangat mabuk, “mamah” berarti milikku, dan sebagainya.

    Salah tafsir adalah kekeliruan yang sering timbul dalam studi tafsir kitab suci. Sehingga sloka-sloka yang dikutip dijadikan pembenaran sepihak bagi horizon sang pembaca. Selain itu tafsir orang terhadap teks yang rumit seperti Purana dapat berbeda-beda, misalnya di kitab yang sama, Purana di bagian, Pratisargaparvan III 3.3.5-27 A.K Ramanujan seorang pakar Purana menafsirkan mengenai tokoh Mahmada (yang seringkali ditafsir sebagai Muhammad), dimana di dalam teks tersebut dikatakan bahwa Mahmada (dalam teks asli disebut Mahamada) adalah seorang Dharmaduka, atau orang yang akan menyimpangkan ajaran-ajaran Dharma, kemudian juga dikatakan bahwa Mahmada adalah seorang Paisacadharma, atau orang yang mencoba menyimpangkan Dharma ke arah agama yang yang sesat. Selain itu di sloka selanjutnya juga dikatakan bahwa Mahmada adalah seorang jelmaan Tripursura seorang raksasa yang nantinya akan ditumpas oleh Dewa Shiva.

    Melalui dua kontradiksi tafsir ini kita dapat menyimpulkan bahwa tafsir dapat melahirkan pemaknaan yang bermacam-macam, bahkan saling bertolak belakang. Dari pengertian inilah maka akan sulit sekali meniscayakan satu jenis arti sebagai sesuatu yang absolut dan final. Inilah kesulitan yang muncul di dalam sloka-sloka atau ayat-ayat yang multitafsir semacam ini. Kondisi ini seharusnya dibijaksanai lebih dalam, dimana tafsir ini tidak bisa sertamerta lahir dari konsepsi bias yang dilakukan oleh penulis, konsepsi yang seharusnya juga tidak lepas dari kontekstualisasi sejarah dan waktu.

    Sebenarnya masih banyak hal yang dapat didialogkan terhadap isi buku ini, sehingga harapan dari penerbit buku ini dapat tercapai dan membawa kedamaian bagi kita semua.

    IV. Harapan

    Dalam masyarakat pluralitas multikultural seperti Indonesia , buku ini tentunya berguna sebatas wacana budaya ilmiah dengan tetap menerima dan menghargai keberadaan agama yang berbeda, serta saling menjaga kebebasan beribadat setiap umatnya, demi kerukunan dan kedamaian. Semoga Brahman Yang Maha Esa selalu mencerahi pikiran kita ke arah kebaikan.

    Jakarta, 8 April 2008

    Sekretaris Umum Parisada Pusat

    Kol. Inf. (Purn) I Nengah Dana, S.Ag.

    ——————————————————————————–

    Disampaikan pada seminar bedah buku: “Ramalan Tentang Muhammad S.A.W.”

    (Dalam Kitab Suci Agama Zoroaster, Hindu, Buddha, dan Kristen)

    • ainspirasi Says:

      yah..namanya juga wacana. bisa benar bisa juga tidak. tergantung keyakinan Anda.

      • dewa mantra Says:

        om swastyastu,
        pak made suksme atas konstribusinya.

      • dewa mantra Says:

        salam damai….!!!
        pak ainspirasi yang dimulyakan Allah.
        saya mendoakan anda kelak bisa mencapai sorga dan berada di SISI Allah. Amin…!!!!

        anda pasti mempercayai kebenanaran yang ada di dalam kitab suci anda.
        Begitu juga saya mempercayai kebenaran yang ada di dalam kitab suci saya (WEDA).
        Tuhan di dalam Bhagavadgita bersabda: “Dengan jalan apapun engkau memujaKu, akan Aku penuhi keinginanmu pada jalan itu, karena semua jalan Aku yang menciptakan”

        Memang banyak jalan yang ada, sangat sulit menyadari bahwa semua jalan itu pada akhirnya menuju pada kebenaran yang satu, yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
        pada intinnya marilah kita hidup berdampingan. tidakkah asik bila kita merangkul semua umat manusia menjadi saudara kita?
        di hindu perbedaan dan toleransi sangat dihargai tidak ada kekakuan dalam menjalani kehidupan.
        dan saya pikir semua agama pun mengajarkan hal yang sama.KEHARMONISAN DAN CINTA KASIH,

        SALAM DAMAI…..

      • ainspirasi Says:

        7: 40. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

      • dewa mantra Says:

        salam damai…

        smoga manusia di bumi ini bisa hidup berdampingan dan HIDUP SECARA HARMONIS DAN DAMAI.

        PEACE…

      • ainspirasi Says:

        amiin

  109. Na Says:

    semua hukum ada dalam al-qur’an, baik hukum dalam ibadah maupun dalam mu’amalah (berhubungan dengan sesama) dan sangat tepat ayat yang telah disampaikan oleh bapak ainspirasi (surat Al-A’raf ayat ke 40).
    hindu dengan islam sangatlah berbeda. jadi, mungkin ketika kita mengungkapkan sesuatu itu berdasarkan agama kita, mungkin kita menganggap itu sama padahal itu sangatlah berbeda.dalam islam semuanya telah jelas.
    setiap orang meyakini kitabnya masing-masing. itulah yang membuat pendapat tak mampu bersatu. karena kebenaran kita lihat dari sudut pandang kita maisng-masing. kita tidak akan bisa objektif ketika tidak memahami keduanya dengan benar.
    trlah disebutkan dalam al-Qur’an:
    109:2 aku tidak akan menyembah apa yang kamu semba,
    109:3 dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
    109:4 dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
    109:5 dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang kamu sembah
    109:6 untukmu agamamu, dan untukku agamaku

  110. Na Says:

    RALAT Pengetikan: semua hukum ada dalam al-qur’an, baik hukum dalam ibadah maupun dalam mu’amalah (berhubungan dengan sesama) dan sangat tepat ayat yang telah disampaikan oleh bapak ainspirasi (surat Al-A’raf ayat ke 40).
    hindu dengan islam sangatlah berbeda. jadi, mungkin ketika kita mengungkapkan sesuatu itu berdasarkan agama kita, mungkin kita menganggap itu sama padahal itu sangatlah berbeda.dalam islam semuanya telah jelas.
    setiap orang meyakini kitabnya masing-masing. itulah yang membuat pendapat tak mampu bersatu. karena kebenaran kita lihat dari sudut pandang kita masing-masing. kita tidak akan bisa objektif ketika tidak memahami keduanya dengan benar.
    telah disebutkan dalam al-Qur’an:
    109:2 aku tidak akan menyembah apa yang kamu semba,
    109:3 dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah,
    109:4 dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
    109:5 dan kamu tidak pernah pula menjadi penyembah apa yang aku sembah
    109:6 untukmu agamamu, dan untukku agamaku

  111. dewa mantra Says:

    salam damai.
    bapak ainspirasi(agung) yang di mulyakan Allah.

    Berdebat tentang agama tidak akan pernah selesai, karena masing mempertahankan pendapatnya yang merupakan kebenaran dari kitab suci masing2.

    Menurut agama anda, selain umat islam adalah kafir (sesat) termasuk saya. secara pribadi saya terima karena itu emng sebutan anda untuk kami. orang kafir pasti akan masuk NERAKA. secara pribadi baiklah saya terima. mudah-mudahan anda dan yang lain masuk sorga. Amin…!!!
    itu semua saya terima secara sadar, low memang menurut anda ajaran HIndu itu salah.
    yang pasti bagi saya semua agama adalah BENAR. sekali lagi Brahman adalah Tuhan saya, hyang widhi adalah Tuhan saya,ALLAh adalah Tuhan saya, Yesus adalah Tuhan saya. karena saya percaya dan yakin mereka adalah satu yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

    nah yang menjadi pertanyaan saya,
    mohon dijawab:
    1. apakah anda sependapat dengan saya, tentang menciptakan TOleransi antara umat beragama?
    2. apakah anda sependapat dengan saya, tentang hidup berdampingan, menjaga keharmonisan dengan seluruh umat manusia tanpa membedakan ras, warna, agama dll?
    Biarlah nntinya di akhirat anda msuk sorga, dan kaum saya msuk neraka, yang penting semasih di dunia kita bisa hidup rukun, menciptakan kedamaian tanpa memandang suatu kelompok adalah musuh.
    Bagaimana pak Agung jawaban anda.

    salam damai……

  112. joko Says:

    Kang dan mbakyu, kalu ngomong agama, agama mana yang suka INTIMIDASI kalu ga cocok persepsi suka mojokkan, main hajar..suka menghakimi lainnya masuk neraka… agama lain mana ad hanya ada satu agama kayak gitu … itu sudah jelas tidak akan membawa kedamaian meskipun alasannya dari buku/kitab yang notabene buku itu sebagai pedoman hidup saja bagi orang2 yang ga paham akan kehidupan ini..meskipun dikasih buku yang bagus kalu orangnya GOBLOK ya sukanya niru2..mengaku benar sendiri.. padahal Tuhan mencintai semua makhluknya, tapi umat yang GOBLOK tadi merasa diatas Tuhan dan suka menyalahkan..padahal urusan surga – neraka adalah urusan Tuhan….. Memang DASAR GOBLOK…! LOOOLLL…!!!

  113. maaf pak dewa bisa minta alamat emailnya??? saya suka pemikiran anda mari kita berdiskusi-diskusi.. Terima Kasih… hub saya aja di dir1690@gmail.com

  114. niazeen Says:

    salemun aleykum…
    kita sebagai sesama umat manusia adalah saudara,jadi bagaimana bisa kita mendiamkan saja saudara kita yang tersesat arah hingga tidak tau jalan kemana akan pulang,di sinilah kewajiban kita sebagai saudara untuk memberi peta dan mengarahkan saudara kita pada jalan yang seharusnya di panuti.bagi siapa yang menganggap bahwa kami-MUSLIM adalah manusia yang sombong,suka mengutuk atau mengafirkan,ketahuilah..itu keluar bukan semata dari lisan kami,tetapi itu adalah ucapan ALLAH,kami hanya ingin saudara-saudara kami selamat tapi kami tidak memaksa atau berniat mempengaruhi,yang kami ucapkan dan tulis dengan berlandaskan kitab al qur’an sebaiknya di cerna,di tela’ah dan di pandang dari segala aspek kehidupan.cobalah baca alqur’an dengan tujuan baik,jangan membacanya hanya untuk mencari kesalahan agar dapat di perdebatkan,dan bertanya pulalah yang baik.karena sebaik-baik manusia adalah yang bisa menggunakan akalnya dengan maksimal.terima kasih…

  115. niazeen Says:

    salemun aleykum..
    oh iya..saya adalah muslim yang sudah satu tahun ini bertempat di bali,yang mayoritas agama mereka adalah hindu,sahabat” saya di sini juga alhamdulillah beragama hindu..tapi kami saling berdamai dan menghargai agama kami masing” dengan tidak saling mempengaruhi,mereka bertanya agama islam,maka saya menjawab,dan jika saya bertanya agama hindu pada mereka,maka mereka juga menjawab,ketahuilah ISLAM tidak mengisolasi penganutnya untuk di haramkan bergaul dengan umat non muslim,karena islam adalah agama yang penuh cinta kasih dan selalu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.begitu juga hindu tentunya,saya yakin agama hindu juga begitu,karena di sini saya mempraktekkannya,bukan sekedar pendapat yang belum pernah di jalani atau di coba,dan jika saja anda sekalian mengenal MUSLIM,pasti anda akan mempercayai bahwa tidak ada istilah TERORIS yang sering di hujatkan kepada kami karena agama kami adalah cinta damai dan melindungi,begitu juga halnya dengan hindu,saya tidak percaya jika hindu suatu sa’at di fitnah sebagai TERORIS.karna seperti yang saya katakan tadi,di sini kami semua lebih saling mengenal dan menghargai.masalah hidayah buat sahabat-sahabat saya bukan saya yang menentukan tetapi ALLAH SWT.saya hanya mempraktekkan dan menekuni tentang agama saya,masalah surga saya menganggapnya sebagai bonus.karna intinya adalah kita manusia yang di beri segala kesempurna’an oleh ALLAH,dan suatu kewajiban kita tentunya harus bersyukur dan ta’at pada yang memberi kita hidup dan kenyamanan..terima kasih..salam damai dan peace…

    • dewa mantra Says:

      salam damai….
      luar biasa…
      saya sepakat sekali dengan saudara Niazeen, jika kita bisa saling menghargai antar sesama maka kedamaian akan tercapai,
      saya juga adalah umat hindu yang tinggal di lingkungan mayoritas Muslim. jadi saya sedikit/secuil tahu mengenai ajaran muslim/agama islam karena teman2 saya adalah muslim yang bisa dikatakan “100% muslim”,

      ada kutipan “jangan percaya dulu apa yang anda baca, tapi analisa dulu, hayati, n pahami kalau masuk akal maka terimalah”

      maaf sebelumnya, “agama” adlah suatu “nama kelompok” yang MUNGKIN akan Dapat mendeskriminasikan kelompok lain,
      jangan PUNGKIRI dan kalau mau JUJUR itu kenyataan loww…..
      heheeeeee…….

      “ajaran” yang CInta Damai yang memang Sungguh-sungguh Cinta Damai adalah ajaran yang menghargai semua umat manusia (mahluk Hidup), dan alam semesta (lingkuangn), tanpa terPerintah/tersurat/tersirat Mendiskriminasikan mahluk lainnya.
      saya orang yg tidak memihak pada suatu agama, jika kita berpikir tanpa terikat Oleh apa yg kita percaya, berpkirlah
      Tuhan yang sesungguhnya Tuhan adalah Maha Bijaksana,
      “banyak Jalan menuju padanya”, karena itulah kekuasaan Beliau,

      salam damai
      dewa mantra

  116. Iman Togiri Says:

    Assalamu’alaikum…
    Salam damai untuk anda semua para intelektual…..
    Saya Seorang Muslim….,
    Marilah kita mempererat tali persaudaraan antar umat beragama. Masalah keyakinan (TUHAN) itu ada dalam masing-masing hati diri kita…dengan ilmu yang telah kita kaji dan kita dalami.
    Marilah kita hidup dalam suasana damai.
    Lebih Afdol ( utama ) lebih baik kita adakan pertemuan tali persaudaraan dalam hal sosial…….

    • dewa mantra Says:

      wa’alaikum salam wr.wb.
      saya sepakat skali dengan bang iman,

      jika ingin menjadi baik maka berbuat baiklah.
      (do good be good)
      Tuhan tdk pernah berpihak, karena Beliau Maha Bijaksana
      heheeee……………….

      salam damai
      dewa mantra

  117. dewa mantra Says:

    do good be good……!!!!!

    • indah Says:

      wah…wah… Kayaknya ada diskusi yg sangat hebat ni… salam damai ya…
      buat bapak inspirasi mungkin saran aja ketika anda meyakini ajaran anda maka jalanilah ajaran anda… tanpa harus membandingkan ajaran anda dg ajaran org lain… anda bisa mengatakan orang yang ngomong tdk sopan seperti orang yg nda pernah belajar moral. pertanyaannya adalah apakah anda sudah mencerminkan diri sbgi org yg sudh belajar moral??? sebagai org yg mengerti anda tdk akn sprti ini…. ingat setiap manusia meyakini ajarannya masing” dan dlm UU pun setiap manusia dibebaskan memeluk agama masing” tp kenapa anda hrs keberatan terhadap hal itu… ketika anda berbicara bahwa agma anda adlh yg paling benar ya itu sah” aja buat anda tp ketika anda menyebut agma lain tidak benar pernahkh anda berpikir apakah anda mengetahui isi ajaran agama lain yg anda katakn tdk benar itu??? buktix ketika banyak org yg memberikan pertanyaan kpda anda kayaknya anda menjwb tanpa logika dan bahkan anda mengajukan pertanyan balik…. bukan kah itu suatu hal yg lucu??? bagaimana anda bisa menyebutkan hal seperti itu sdgkn konsep ketuhan kami anda tdk tau, dan ap yg ada sebutkan di atas semuax hanya sekedar pengetahuan semata yng tdk jelas pengetahuan itu berasal drmn…
      so buat bapak inspirasi agama adlh hal yang abstrak untuk dibicarakan… jd jangan pernah memprmslhkan apa yg kami yakini, jalani aja apa yg anda yakini… bukannya dalam hidup diajarkn untuk saling menghargai????? biarknlh org menjalankan dan meyakini ajarnx masing” jangan memaksakan kehendak karna anda bukan tuhan. Jalanilah hidup dg penuh kedamaian krna damai itu indah…
      mungkin ada satu pertanyaan sy pak… klo memang ajaran anda menjanjikan surga buat anda knpa anda harus mengajak org lain? bukan kah mngagamai org yg sdh beragama itu dosa??? dan pertanyan terakhir sy adalah klo memang ajaran kami tidak benar yang tanggung semuanya adalah kami terus dimana letak kerugian bapak terhadap hal tsbt????
      semoga bapak bisa pahami, dengan penuh kesadaran dan penuh logika…
      semoga pikiran baik datang dari segala penjuru…
      salam damai…..

      • ainspirasi Says:

        konsep ketuhanan Anda bagaimana?
        Mengajak orang berbuat kebaikan dalam Islam sebuah keharusan. Hanya saja tidak ada paksaan. Ajak boleh, paksa tidak boleh.
        Kalau Anda yang salah silakan saja ditanggung sendiri. Saya tidak ikut-ikut.

  118. jb x Says:

    bagi saya Agama nomor sekian cz yang penting dari hidup adalah kita dapat mengartikan dan melaksanakn apa yang di tuntun oleh kitab dan Agama kita masing2..

    berdo’a mnurut agama masing2, mulai…

    selesai

    • indah Says:

      salam damai…
      bapak kn jago agama kok balik nanya? klo emang bapak nda mau ikut”an nanggung akibat dri kami knpa bapak sibuk sendiri??? emang kurang kerjaan ya???
      dan klo memang bapak tdk tau bagaimana konsep ketuhanan kami, knpa bapak brani berkomentar tentang agama kami? intinya pak jalani sj apa yg bapak yakini, alias jangan ngurusin orang.. yg dibutuhkn skrga adalah yakini ajaran anda dn laksanakn ajaran anda.. semoga anda mendapatkn tempat yang dijanjikan oleh ajaran anda… satu pertanyaan sy adlah apakah agama bapak butuh masa yg banyak? atau bapak butuh kawan untuk menjalaini ajaran bapak??

      • ainspirasi Says:

        betul sekali mengajak kebaikan itu sangat dianjurkan. saya dijanjikan hadiah kalau bisa mengajak kebaikan kepada orang lain. banyak atau sedikit itu tidak penting. pada prinsipnya makin banyak yang baik tentu saja akan makin baik.

      • dewa mantra Says:

        salam damai,
        LUar biasa bapak Agung yang berjuang menyebarkan kebajikan dan kebenaran.
        Semoga Anda yang pertama Menghuni Surga, dari miliaran nyawa yang sedang antri di ruang tunggu menunggu persidangan pada waktu kiamat nanti yang masih sangat lama.
        Amin……………

        Saya juga rencananya mau bikin janji dan teken kontrak dengan Tuhan, supaya saya masuk Neraka. orang-orang berbondong-bondong ke Surga. saya ke NEraka Aja ahhh…..

        salam damai
        dewa mantra

      • ainspirasi Says:

        maaf saja, tentunya para nabi yang menempati surga pertama kali. Oh..begitu ya? saya beritahu Anda, boleh percaya boleh tidak, Anda sudah meneken kontrak dengan Tuhan sejak Anda dalam rahim ibu Anda bahwa Anda akan menyembah tuhan yang esa. tapi kalau nyatanya Anda sekarang tidak mau mentaati kontrak silakan saja. hak Anda. Jangan bangga masuk neraka. dengarlah baik-baik suara neraka yang saya cantumkan.
        Silakan Anda masuk neraka. dan mintalah kepada tuhan Anda masuk neraka. amiin..amiin..amiin. hati-hatilah beberapa saat lagi mungkin Anda akan melihat neraka itu….

      • Dewa Mantra Says:

        salam damai,
        tidak perlu meminta maaf.

        kalau surga dihuni oleh orang-orang “baik” seperti anda,
        saya mendingan bersama-sama dengan orang-orang “jahat” yang bijaksana dan mampu memahami mahluk hidup secara damai. saya akan ikut dengan mereka di Neraka,
        pak Agung selamat bersenang-senang di Surga…

        salam damai
        Dewa mantra

      • ainspirasi Says:

        jahat bersatu dengan yang baik? tidak logis orang baik senang berkumpul dengan jahat, tidak nalar. tapi kalo itu Anda suka silakan saja berkumupul dengan pencuri, perampok, pemerkosa, pembohong, koruptor, pembunuh, pezinah, selamat bersenang-senang…di neraka

      • Dewa Mantra Says:

        salam damai,

        heheheeeee……..
        saya sahlut cara berpikir anda,
        “HEBATTTTT………”
        Pak Agung salam sama orang-orang di Surga…………

        tapi kayaknya saya betah di Neraka,
        heheeee……

        salam damai
        dewa mantra

      • ainspirasi Says:

        potong kelingking Anda kalo betah di neraka…tunggu sj

  119. indah Says:

    Salam Damai…
    MAaf ya Bapak Ainspirasi sy rasa apa yang anda jwb dri pertanyaan sy nda nyambung, bapak ngerti pertanyan sy atau bapak nda ngerti dengan bahasa sy??

  120. indah Says:

    HA…ha… sy ada udah baca sh… tp sy kagak ngerti….. pnjlsanx berbelit”….
    sy yg oon atau emang gmn gthu…… ok pak thank for all…..

  121. trash Says:

    dengan beragama tidak ada jaminan seorang bisa berbuat baik.bahkan seorang atheist pun bisa lebih baik perilakunya dari pada seorang ustad.dan dapat hidup dengan damai di dunia karena agama bukan satu2nya standar untuk melakukan kebaikan didunia ini.saya pribadi tidak memiliki agama dan seorang mantan muslim.dan dulu saya bukan seorang yg tidak taat akan islam malah lumayan taat.dan semakin dewasa semakin berpikir bahwa semua agama sama hanya buatan manusia.memang semua agama mengajarkan kebaikan.tp menurut pribadi saya agama islam dan kristen lah agama yg paling sering menyebabkan kehancuran.apalagi selama saya menjadi muslim saya merasa malu akan tingkah muslim yg selalu menjelekkan agama orang lain padahal agamanya sendiri hanya buatan manusia semata yg dimana jg al quran tsb masih buatan manusia apalagi kisah surga dan neraka yg terdengar sangat dongeng belaka walaupun agama lain juga ada.dan isi alquran yg jelas nyata buatan manusia jaman dulu dipaksain untuk menjelaskan teknologi dg berbagai persepsi sendiri dimana makna sebenarnya bukanlah demikian.apalagi melihat tuhan yang gila pujian dan gila dibela oleh makhluknya.belum lagi pembelaan prilaku nabinya akan memiliki banyak istri yg terus dibela sama umat muslim bahkan perkawinan dg anak umur 9 tahun pun dibela dg alasan mendekatkan kekeluargan.alasan yg tidak masuk akal.jika ingin mengikatkan diri kan bisa diangkat sebagai anak sendiri dan tidak perlu dinikahi.pengharaman babi dan anjing dimana mudaratnya lebih sedikit dibandingkan dengan perilaku poligami.pikirlah tuhan menciptakan anjing yg sangat bermanfaat bagi manusia hingga diharamkan oleh nya sendiri bahkan tidak boleh disentuh ataupun di pelihara.lebih bagus memelihara banyak anjing dari pada memelihara banyak istri dan babu.satu lagi di dalam al quran jelas2 dibolehkan memiliki hamba sahaya(budak) yg jelas2 tidak sesuai dg kehidupan sekarang.karena emang pembuatnya ya manusia jaman dahulu dimana budak masih sah sah saja.yang secara keseluruhan saya tidak membenci orang muslim hanya membenci ajaran yang membuat orang buta akan akal sehatnya.dan pengalaman sebagian besar muslim tidak dapat diajak berdiskusi ttg agamanya.apalagi di tempat mayoritas islam anda bisa dibacok.saya pribadi lebih senang melihat ajaran hindu dan budha yg begitu damai yg kelihatan mengajarkan betapa pentingnya hubungan sesama manusia.

  122. trash Says:

    satu lagi muslim indonesia banyak membuat artikel2 ttg klaim mereka akan sesuatu dimana itu hanya pengklaiman sepihak saja

  123. malik Says:

    assalamu’alaikum wr.wb.
    Ikut berpendapat kang..
    Agama Islam itu bukan agama bungsu, agama Islam itu agama paling mulia, Allah Tuhannya, Al-qur’an Kitabnya.
    Anda, Saya dan semuanya mungkin pernah melihat keajaiban-kejaiban dunia kan? Kalo belum tau seacrh aja do google, pasti keajaiban-keajaiban itu tentang keajaiban agama Islam, misal ada pohon berbentuk lafad Allah, bukan hanya pohon ada juga ombak laut, awan di langit, tanda ditubuh manusia, kenapa nggk brahmana? Knp nggk yesus?.
    Dan bahkan Saya sempat baca artikel ada seorang ibu dari negara mana Saya lupa lagi, dia melahirkan seorang bayi dan yang ajaibnya si bayi itu membawa sebuah kitab suci al-Qur’an, bukannya veda, atau kitab2 lainnya padahal si ibu dan sekeluarga bukan pemeluk Agama Islam. Apakah peristiwa seperti ini bisa dicerna oleh akal pikiran kalian?

    Saya bukan bermaksud membagus-baguskan agama sendiri, melainkan ini semua sudah menjadi fakta. Bahkan banyak profesor2 atau Ilmuan pintar masuk agama Islam karena mereka telah membuktikan kebenaran2 agama Islam..

    salam perdamaian..
    Salam Silaturahmi..!!! Sambel? Cabe sedang mahal dipasar.

  124. rahnick Says:

    Met mlm sob menjelang pagi, melihat banyaknya comment di atas ingin saya menyimpulkan hal yang saya lihat dari ainspirasi.
    1. Kenapa saya melihat jiwa kodok dalam tempurung dalam sikap ainspirasi? Hanya mau mendengar apa yang di ketahui tanpa mau melihat sekitar., chuvenisme: yah anda pasti tahu akan arti kata ini. Dan memandang segala hal hanya dengan satu sudut pandang.
    2. Anda menuliskan tentang pembohong, pemerkosa, pembunuh, koruptor dst!, silakan anda check ke KPK, menhukam? Agama mana yang paling sering di adili? Ttg itu semua?
    3. Apakah sudah sesuai dengan Ajaran Anda yang mengatakan “penuh cinta kasih ” namun sikap anda diskriminatif dan kaku dalam melihat masalah hanya dari 1 sudut pandang. Jika saja orang yang menebarkan ajaran Anda masih hidup.. Apakah sama dengan tujuan beliau mengajarkan ajaran tsb. Secara sifat ataupun paham?
    4. Jika anda seorang yang memiliki budaya, apakah pantas bertanya kepda seorang yang bertanya!?
    5. Memang benar: baik masuk sorga, buruk masuk neraka, hal ini di sampaikan oleh setiap agama, namun kembali lagi kepada sifat dasar anda, anda dan saya hanyalah seonggok daging, memiliki tulang , memiliki otak dan lidah, jika argumentasi anda di atas gunakan otak untuk berfikir dan lidah untuk menyampaikan, bukankah Tuhan menciptakan otak untuk berpikir, dan menganalisa? Bukan untuk mengcopas apa yang di ajarkan tetapi untuk menjadikan landasan hidup.

    4. Hal yang paling di ajarkan dalam hindu adalah menghilangkan Ego, dan meneterjemahkan ajar Agama ke arti secara Ego, tetapi menjadikan landasan hidup, Anggaplah menyikapi cerita-cerita tauladan Di Muslim dan epos-epos di Hindu. Jika seorang yang penuh ego pasti yang di simpulkan pertama adalah kepahlawanan, ajaran yang di bawa, tokoh, baik buruk (ini ilham anak kecil) jika tanpa ego hal yang di lihat adalah makna yang di pakai sebagai cermi diri kita sendiri.

    5. Jika anda di ajak debat, anda pasti akan menang!(yakin) karena apa yang anda ambil adalah copy paste kata-kata, buku usang yang bernama Hadist. Namun hati anda dimana? ,Jika ada orang yang menyangkal, pasti anda jawab dengan kata-kata
    “Hadist bla bla bla berkata blabla bla”
    jadi harus bla bla bla”
    Namun pernahkah anda berpikir? Apa makna, tujuan dan harapan Nabi SAW menyerukan Hadist?, Manusia Ego /bodoh secara hati/perasaan seperti anda apakah sudah berada di Jalan Nabi?. Luruskah atau malah cuma sejajar? Mengaku-ngaku tapi buta secara nurani, ?
    Aku yakin jika Nabi SAW masih hidup orang yang pertama di berikan kutukan adalah anda karena “menghina manusia lain” bertentangan dengan sifat Nabi, Alqur’an dan seruan-seruan,yang mengajarkan “bersih, kasih sayang, jauh dari hawa nafsu dst” kenapa di sini anda seperti melupakan hal ini?. Aku yakin jika anda dahulu seorang guru/imam/khalifah penyebar islam, pastinya dari dahulu paham Islam garis keras beredar. Sunan Kalijaga saja bisa berbaur dengan masyarakat, kenapa anda tidak? Malah diskriminasi

    Ok dh cukup segitu aja, sebelum menghakimi, cari tahu dulu ,buka hati, pikiran dan nalar. Jangan menjadi orang yang menghakimi, tanpa tahu apa yang menjadi kasusnya, bila anda benar, kenapa banyak orang yang terpukau melihat anda yang “childness” , semoga surga menjadi tempat anda kelak. Biarkan kami menempati neraka. silakan complaint ataupun memberikan tanggapan brow!

  125. anix89 Says:

    Asalam mualaikum pak agung

    sory nich aq ikut nimbrung,
    mungkin pak agung pernah mendengar kisah ini,
    nabi muhamad saw pernah di ludah in dan di cemo.oh berulang2 namun beliau membalasnya dengan senyuman kepada orang qurais itu, sehingga mereka mengatakan nabi muhamad adalah orang gila.
    Namun ketika orang qurais itu jatuh sakit beliau malah menjenguk dan mengobati orang itu dengan kasi sayang, sehingga orang qurais itu terharu dan menangis,
    hingga ahirnya org qurais itu masuk islam..
    Nah.. Nabi muhamad saw saja tidak pernah membenci kepada no muslim.? Malah beliau mengobatinya. kenapa kita sebagai umat muslim, tidak mencontoh kebaikan beliau, bisa kah kita menghormati sesama agama.?
    Aq mau nanya m bapak agung,
    pak agung benci orang jahat? atau orang baik?
    Pastinya bencinya m ora yang jahat.. Doank.. Karna semua orang pasti benci m orang jahat,
    nah.. Manusia aja bisa benci sama orang jahat apa lagi di mata Allah.?
    Maaf bukanya aq membela orang hindu tp aq ingin muslimin dan muslimahnya bisa menghormati agama lain,

    Wasalam..

  126. mencari kebenaran Says:

    ainspirasi,
    ini dah contoh manusia yang menyimpang,ya jlas aja kitab nya dikasi ke semua orang,ya gmpang di manipulasi…kan manusia tidak ada yg sempurna,,,mknya to bnyk yg jdi teroris karena ajarnya yg di manipulasi…wkwkwkwkwk

  127. Alex Ramses Says:

    Dewa Mantra, saya kagum dengan pemikiran anda yg teduh dan damai. saya ingin berkenalan dengan anda. saya seorang muslim. Boleh saya tahu email anda? Please add my facebook, karena saya tidak tahu bagaimana menghubungi anda; Alex Ramses

    Mas Ainspirasi juga menurut saya memiliki pengetahuan yang mendalam tentang Islam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.